EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 99


__ADS_3

...


 


“Karena ini ada hubungannya denganku!” Lanjutku menatapnya tajam.


“Jangan membuatku terlihat bodoh di sini!” Sekali lagi aku meyakinkannya.


Bayu menghela napasnya dan di menunduk mendekatiku. “Dengar.”


Aku mengangguk tidak sabar mendengar bisikan Bayu. “Situasinya, aku tidak tahu mereka mendapat info dari mana tapi penawar racun itu mendapat perhatian yang tidak terduga. Yang jelas sekarang banyak orang yang menginginkan penawar racun itu dari sektor pemerintah atau pengusaha. Sekarang orang-orang sedang mengejar


kita untuk mendapatkannya dengan cara apapun.”


“Lalu sekarang apa rencanamu? Sebenarnya kita akan kemana? Kita tidak mungkin lari dari mereka untuk selamanya ‘kan?”


“Tidak! Penawar racun itu akan larut tidak tersisa setelah tiga jam masuk ke dalam tubuh. Selama waktu tiga jam ini mereka mencoba untuk mengambil sampel darah dari tubuhmu untuk di periksa dan aku tidak akan membiarkannya.”


“Kenapa tidak? Bukankah hanya sampel darah? Jika kita memberikannya mereka tidak akan mengejar kita lagi.” Tanyaku masih berbisik padanya.


“Kalau mereka sampai mendapat sampel darah darimu dan berhasil mendapatkan komposisi bahannya berarti racun Rey akan banyak di gunakan. Kita tidak mungkin membiarkan itu ‘kan?”


“Kau benar!” Aku mengangguk setuju tidak terpikir sampai sana.


“Tunggu! Kapan aku mendapat penawar racunnya?”


“Itu—“


“Mereka sudah menerima pesannya dan mengabarkan kalau di rumah sakit sedang tidak bagus. Banyak pejabat dan pengusaha besar ada di sana.” Suara prof. Bora menghentikan ucapan Bayu.

__ADS_1


Cara wanita ini berbicara begitu lembut dan halus. Kulitnya yang putih bersih. Tercium wangi parfum yang khas saat prof Bora mendekat. Bibirnya yang halus dan berwarna peach. Lalu kedua matanya membentuk bulan sabit saat dia tersenyum.


Apa prof. Bora teman Bayu? Meskipun wanita itu terlihat lebih dewasa dari padanya, tidak mungkin kan Bayu mengabaikan wanita cantik sepertinya.


“—Apa ada yang sakit?” Lamunanku buyar karena Bayu menyentuh tanganku. Aku meliriknya dan mendapati lelaki ini tengah menatapku khawatir.


“Hah? Apa?” Aku bertanya tidak mengerti.


“Jangan di sembunyikan! Katakan kalau ada yang sakit.” Bayu berkata khawatir, tidak mempedulikan prof. Bora yang sedang memperhatikan kami.


“Tidak tidak! Aku baik.” Aku menggeleng dan tersenyum canggung. Merasa bersalah karena sempat melamun tadi.


“Biar aku berikan tambahan suntikan vitamin.” Itu suara prof. Bora menginterupsi perhatian Bayu pada wanita itu.


“Terima kasih.” Ucapnya.


“Apa?? Jelaskan padaku apa yang terjadi padaku! Kenapa kau dan dokter Stefan selalu menanyakan apakah aku baik-baik saja pagi ini!” Aku berkata kesal menatap Bayu setelah prof. Bora berdiri menuju meja nya.


“Jelaskan!” Aku melipat kedua tangan di atas perut. Menunggu jawaban Bayu setelah hanya ada kami berdua di ruangan ini.


Bayu mengubah posisi duduknya agar lebih menghadap padaku. Dia menatapku lembut sebelum menjawab. “Baiklah, jadi begini. Kau ingat penjahat yang kemarin malam memecahkan jendela mobilku?”


Aku mengangguk cepat. “Setelah di intrograsi semalaman ternyata mereka berdua adalah suruhan dari pejabat dan pengusaha yang mengetahui tentang penawar racun itu. Kabar tentang kau yang di racuni oleh racun milik Rey tersebar di kalangan atas. Beberapa orang ingin mengembangkan penawar racun itu untuk kepentingan pribadi. Lalu bukan itu saja, sebenarnya setelah aku kembali dari rumah ketua RT pagi ini aku melihat beberapa mobil mencurigakan terparkir tak jauh dari rumahmu, aku belum pernah melihat mobil itu di sekitar rumahmu.”


“Mobil itu suruhan orang-orang yang ingin penawar racun itu?”


Bayu mengangguk. “Aku tidak tahu dari mana mereka tahu kalau rencananya pagi ini aku akan membawamu ke rumah sakit, padahal yang tahu rencana ini hanya anggota timku. Aku bahkan belum mengatakannya padamu. Rencana ini di susun tadi pagi saat aku kembali dari rumah ketua RT jadi tim ku butuh waktu untuk menyiapkan semuanya. Tapi karena mereka sudah selangkah lebih dulu maka jalan satu-satunya adalah aku membawamu pergi menghindari mereka.”


Aku tidak melepaskan pandangan darinya meskipun lelaki ini mengambil jeda sebelum melanjutkan. “Lalu pertanyaannya, dari mana mereka tahu kita akan memindahkanmu ke rumah sakit pagi ini? Semuanya terjawab tadi. Ingat saat aku bilang di rumahmu sebelum berangkat kalau kita akan ke rumah sakit karena tim dokter sudah meneliti penawar racunnya dan bisa di gunakan? Ingat saat di pom bensin aku juga mengatakan hal yang sama padamu kalau kita akan ke rumah sakit tapi nyatanya kita tidak ke sana?”

__ADS_1


“Seseorang menyadap rumahku?!” Aku memekik tidak percaya!


“Yaa. Itu yang sedang di lakukan Rama dan Noval di rumahmu. Aku menyuruh mereka untuk memeriksa semuanya dan mengganti kunci rumahmu, memasang CCTV di luar juga memasang alarm pencuri. Tapi ternyata bukan hanya itu, awalnya aku berencana kita akan bersembunyi di rumah kakek sampai jam sebelas tapi lagi-lagi kita di temukan. Sebenarnya kita datang ke sini adalah opsiku yang ke dua, sebelum berangkat aku meminta dokter Stefan untuk mengabari prof. Bora kalau kita mungkin akan datang ke sini dan ternyata kita memang datang ke sini.”


“Bagaimana mereka tahu kita ada di rumah kakek?” Aku tidak mengerti bagian ini.


“Instingku mengatakan kalau ada sesuatu di jaketmu dan ternyata benar. Aku menemukan alat pelacak di kancing jaketmu dan sudah membuangnya—“


“Tunggu! Kau menemukan alat pelacak? Dimana?? Kapan kau mengambilnya? Aku bahkan tidak sadar kau mengambilnya.”


“Saat di pom bensin, saat aku menarik jaketmu dan melepaskannya.” Mendengar ucapannya aku ingat, saat itu Bayu sempat menarik jaketku. Refleks aku berdiri dan membuka jaketku. Memeriksa setiap bagian namun tidak menemukan apapun. Lalu aku memeriksa saku celana, baju dan tasku dan tidak menemukan apapun.


“Tenang sayang, sudah tidak ada.”


“Bagaimana kau tahu sudah tidak ada? Kalau mereka justru ke sini karena alat pelacak yang terlewat gimana?” Aku tidak bisa menyembunyikan kepanikanku.


Tidak! Sebenarnya aku merasa bersalah karena justru akulah yang tidak sadar ada alat pelacak yang aku bawa.


“Kalaupun ada, aku tidak takut menghadapi mereka.”


“Lalu apa yang terjadi setelah jam sebelas nanti?”


“Ini hanya tebakkan ku kalau mereka tahu aku sudah memberikan obat itu padamu, menurut khasiatnya penawar itu akan larut di tubuh dalam tiga jam. Setelah lewat tiga jam penawar itu tidak akan memiliki jejak apapun dan hanya menyembuhkan. Maka dari itu mereka benar-benar mengejar kita untuk tiga jam ini.”


“Dan dari mana kau yakin tebakkanmu itu benar?”


“Sebelum kita berangkat aku meminta Vincent dan Mika memberi kabar pada kakek kalau aku butuh bantuannya untuk menyelidiki sesuatu dan kita akan pergi ke rumahnya. Untunglah kabarnya cepat sampai dan di lakukan dengan cepat juga. Ingat saat di rumah kakek, seseorang menelpon kakek. Itu dari orang kepercayaan kakek yang


ada di rumah sakit kalau orang-orang yang menunggu kita percaya kau sudah menggunakannya. Mereka percaya kalau suntikan yang di berikan dokter Stefan pagi tadi itu sebenarnya bukan vitamin tapi memang penawarnya.”

__ADS_1


 


...


__ADS_2