EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun

EMBRACE YOU : Kehadiran & Racun
Episode 189


__ADS_3

...


 


 


 


 


 


 


“Alisya, tumben pulang jam segini, biasanya kamu pulang lewat jam enam.” Suara bunda mengalihkan tatapan kami padanya.


“Iya bun, Zac berulah lagi bun.” Ekspresi Alisya yang semula sangat senang berubah drastis menjadi kesal.


Bunda Kirana justru terkekeh pelan sembari melipat kedua tangannya di atas perut, menyandarkan punggungnya di sofa dan bertanya. “Kenapa lagi dengan Zac??”


“Aku kan udah bilang sama dia kalau harus mempertahan kan jarak di antara kita minimal sepuluh meter! Dia malah ada di belakang Alisya—”


“Itu berarti ada cowok yang berusaha deketin kamu, mungkin Zac nyangka nya orang jahat.”


“Tapi tetap aja bun, Alisya enggak pernah terbiasa. Apalagi baru kali ini secara terang-terangan Zac ada di belakang Alisya. Selama ini, orang yang jagain Alisya, jarak mereka enggak kurang dari sepuluh meter.”


 


Aku mengerutkan kening, tidak tahu siapa itu Zac.


 


Apa mungkin itu Bodyguard?


 


 


“ZACKY!!!” Teriakan Bunda sembari menatap ke pintu utama yang terbuka membuatku reflex ikut meliriknya.


“Siap bun!”


Seorang pria dengan tubuh tinggi memakai celana skinny jins hitam di padukan kaos abu dengan kemeja hitam polos yang semua kancing nya sengaja di buka. Lengan bajunya di lipat sampai siku, berdiri tegap menatap lurus pada bunda Kirana.


Wajahnya terlihat kecil, kulitnya juga putih bersih dan rambut hitam dengan poni di atas alis. Badannya memang tidak terlihat memiliki otot yang kuat, tapi dari tangannya aku bisa melihat tonjolan nadi di punggung tangannya.


“Ada apa?”


“Sebenarnya sejak tadi pagi aku curiga ada orang yang mengikuti Alisya. Aku sudah meminta pusat untuk memeriksa identitasnya, mereka akan segera memberi jawabannya.” Suaranya terdengar lugas dan jelas.


“Dengar itu kan, Alisya? Zac enggak mungkin bertindak tanpa alasan yang jelas.”


“Palingan orang yang ngikutin Alisya cuma orang iseng. Selama ini kan kaya gitu!” Alisya tetap protes.


 

__ADS_1


“Mencegah lebih baik dari pada mengobati.”


“Berisik!!” Alisya melempar bantal sofa pada Zac yang langsung dia hindari dengan mudah.


“Ini bodyguard baru Alisya, cha. Zac, ini Icha, dia—”


“Mantan kak Bayu. Tapi meski mantan kak Bayu, kamu jangan coba-coba tebar pesona. Kak Icha memang cantik, tapi kamu bukan tipe nya.” Alisya memotong ucapan bunda untuk memberi peringatan pada Zac.


Bunda hanya berdecak dan menggeleng menatap anak perempuannya, sedangkan aku tidak bisa menahan senyumanku.


“Saya tidak pernah mencoba tebar-tebar pesona, nona Alisya.” Jawab Zac lalu menatapku dan tersenyum kecil yang di balas senyuman juga olehku, sebagai tanda perkenalan singkat.


 


“Bodyguard?”


“Sebenarnya sejak Alisya SMP, akan ada bodyguard yang mengawasi dari jarak jauh.” Jawab bunda entah mengapa aku merasa perkataan bunda tadi ada sangkuat pautnya dengan ini.


“Bunda bikinin kalian minuman dingin dulu.” Bunda berdiri, berbalik keluar dari ruangan ini begitu saja menuju dapur.


 


 


 


“Zac, ayo duduk.” Ajak ku yang langsung di balas anggukan singkat Zac, dia duduk di sofa di hadapan aku dan Alisya.


“Jadi ka Icha, ke sini ada urusan apa sama bunda?” Tanya Alisya tanpa basa basi.


“Ka Icha mau nikah? Oh ya ampun Alisya ikut senang! Tapi ka Icha enggak apa-apa?”


“Kenapa?”


“Alisya dengar tadi pagi ka Bayu udah pulang. Ketemu mantan kan canggung banget kak. Apalagi datang untuk nyerahin undangan pernikahan.” Meski gadis ini berbisik, tapi suaranya masih bisa di dengar jelas oleh Zac juga.


Aku tertawa kecil, anak ini benar-benar.


 


“Zac juga nih, denger kak Bayu pulang sejak seminggu yang lalu, tapi dia belum pernah ketemu langsung, dan sekarang dia terus aja nanyain jam berapa kak Bayu ada di rumah. Sebegitu nya dia ingin ketemu.” Alisya menyindir lelaki ini.


“Senior Bayu di kenal sebagai sosok yang hebat oleh tantara lain. Banyak yang mengaguminya karena selalu berhasil melaksanakan tugas yang sulit, dia juga masih muda tapi memiliki intuisi yang tajam dan strategi yang matang. Aku harus banyak belajar darinya, tapi dia sudah pulang seminggu ini, aku belum pernah bertemu. Kami hanya bertemu satu kali di kantor saat aku menerima tugas menjaga adik perempuannya.” Zac bercerita singkat padaku.


“Hebat? Kak Bayu itu di skors! Di hukum satu minggu! Apanya yang hebat??”


“Aku dengar senior Bayu diskors karena ada sangkut paut tentang wanita.” Pernyataan Zac terdegar seperti meminta kepastian dari Alisya, tapi gadis ini tampak acuh tak acuh.


“Palingan juga kak Bayu melanggar aturan. Terkadang gossip itu suka di lebih-lebihkan, apalagi di kalangan kalian yang tergila-gila sama kak Bayu.” Alisya sekali lagi menyindir Zac.


Sepertinya kekesalan Alisya pada Zac tentang yang tadi, akan lama surut.


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


“Boo, jeruk Sunkist nya ketinggalan di mobil.” Tiba-tiba suara Bayu terdengar, di ikuti sosok tubuhnya yang muncul dari ambang pintu yang menghubungkan ruang tengah menuju dapur.


“Oh lupa! Terima kasih.” Jawabku menerima keresek putih dari tangan Bayu saat lelaki ini sudah berdiri di dekatku.


“Udah sore, mau mandi enggak? Kamu bisa pake baju Alisya.” Kata Bayu duduk di sampingku, tempat bunda tadi.


Lelaki ini sudah mengganti pakaiannya dengan kaos pendek dan celana pendek selutut. Rambut nya terlihat masih basah dengan tetesan air di ujung rambutnya. Handuk kecil tergantung di lehernya dan sesekali dia mengusap rambutnya dengan handuk.


Aroma segar dan penampilannya yang segar sesaat membuatku melupakan Alisya dan Zac.


 


 


“Aku mandi di rumah aja.”


“Loh, memangnya aku belum bilang tentang kamu harus nginep di sini malam ini?” Tanya Bayu terlihat pura-pura lupa.


Aku berdecak dan refleks memukul lengannya. “Enggak! Jangan pura-pura lupa! Kamu sengaja bawa aku ke sini, asik main sama anak kecil tadi untuk mengabaikan aku dan saat menjelang sore gini baru bilang aku harus nginep di sini? Rencana yang bagus!”


“Hehe..” Bayu hanya tertawa jahil yang membuatku semakin kesal padanya.


“Ya ampun! Jadi maksud ka Icha tadi, ngobrol sama bunda tentang pernikahan itu, maksudnya sama kak Bayu??!! Ko bisa?”


“Ko bisa apa??” Bayu yang bertanya pada adiknya.


“Ka Icha ko bisa sih nerima lagi kak Bayu? Dia kan so kegantengan, so keren, keras kepala, terlalu overprotective dan—”


“Adik durhaka!! Kamu pasti dari tadi jelek-jelekin kakak ‘kan??!” Bayu berteriak kesal, berdiri, hendak mendekati Alisya tapi aku segera menahannya.


“Sini kamu Alisya!!” Gadis ini justru tertawa puas sembari bersembunyi di belakang ku. Aku ikut tertawa puas melihat lelaki ini yang berusaha meraih adik nya.


Aku ingat ada Zac di sini, kepalaku menoleh melirik Zac yang sudah diam berdiri sembari menatap Bayu. Apa dia sedang terpesona? Zac tidak berkedip.


“Tunggu dulu! Kalian melupakan Zac.” Kataku melerai memisahkan mereka berdua. Bayu berhenti berulah dan menoleh menatap lelaki itu.


 


 


 

__ADS_1


...


__ADS_2