
Kerajaan Ming sebelah timur kerajaan Liu telah mendengar pemberontakan yang terjadi di kerajaan Liu dan terbunuhnya Raja Liu.
“Ayah, kini kerajaan Liu sedang kacau. Raja Liu Fan yang baru sangat ambisius dia pasti akan menyerang kita. Kita sebaiknya mempersiapkan diri” kata Pangeran Gu pada Raja Ming.
“Bagaimana situasi di perbatasan utara? Aku dengar kerajaan Liu telah menyerang penduduk desa kita disana. Kemudian mereka mengirim Jendral Liu memimpin pasukannya ke perbatasan” tanya Raja Ming.
“Sebelum Raja Liu terbunuh, Jendral Liu memang memimpin pasukannya ke perbatasan. Kini setelah Raja terbunuh, Jendral Liu yang setia padanya mengalami serangan dari internal mereka. Mereka sendiri sedang lemah karena perpecahan di internal” sahut pangeran Gu.
“Hahaha... ternyata Liu Fan ini sangat membantu kita. Biarkan mereka berperang sendiri terlebih dahulu. Setelah itu kita menyerang mereka di saat lemah” kata Raja Ming.
Meskipun pangeran Gu tidak menyetujui peperangan dengan kerajaan Liu, namun dia tidak bisa menolak perintah Raja Ming, ayahnya sendiri. Jadi dia hanya bisa mengikuti rencana Raja Ming.
\======
Sementara itu di perbatasan utara, Jendral Liu dengan sisa pasukannya yang masih setia bersembunyi dari kejaran pasukan mereka sendiri yang mendukung Raja Liu Fan yang baru.
Tampak Xu Huang dan Hu Meng yang telah dirasuki oleh Iblis Jendral Api dan Awan memimpin pengejaran terhadap Jendral Liu. Ternyata, Liu Fan telah bekerja sama dan menjadi boneka dari Sekte Gunung Abadi, sehingga Xu Huang dan Xu Meng menjadi Jendral pasukan mereka yang baru.
Rombongan pasukan Jendral Liu berjalan ke arah barat melalui pegunungan di utara dan hampir mendekati daerah barat yang misterius. Mereka bersembunyi dari pengejaran pasukan Xu Huang dan Xu Meng, beristirahat di pinggir hutan didekat pegunungan.
“Jendral, kemana kita akan pergi? Apa yang akan kita lakukan selanjutnya” tanya komandan pasukannya.
“Pasukan kita juga telah kelelahan Jendral, kami mohon petunjuk darimu” kata komandan pasukan lainnya.
“Raja kita telah di bunuh oleh pemberontak dan Sekte Gunung Abadi bekerja sama dengannya. Kita menjadi sulit karena kita menghadapi teman sendiri, saudara sendiri dalam peperangan ini” sahut Jendral Liu
“Belum lagi bantuan dari orang-orang sekte Gunung Abadi membantunya. Ini membuatku sedih mengajak kalian hidup dalam pengejaran seperti ini” ucap Jendral Liu sambil berlutut dengan satu kakinya memberi hormat pada kedua komandannya yang masih tersisa.
“Jendral! bangunglah” teriak kedua komandan mereka bersamaan terkejut melihat Jendral Liu berlutut pada mereka.
“Jendral, kita telah bersumpah sehidup semati dalam pasukan ini bersama Jendral. Kami tidak akan menyerah. Kami berada di sisi Jendral Liu.” sahut salah satu komandannya.
“Benar. Apapun keputusan Jendral, akan kami laksanakan” sahut yang lainnya.
“Terima kasih saudaraku semua” kata Jendral Liu
“Bagaimana kabar tim pengintai yang mencari permaisuri Qin. Apakah sudah mendapat berita?” tanya Jendral Liu
“Belum Jendral. Sepertinya mereka tidak berhasil menangkap Yang Mulia Permaisuri” sahut salah satu komandan
__ADS_1
“Kita harus menyelamatkan Permaisuri Qin dan membalaskan kematian Raja Liu” kata Jendral Liu.
“Sementara kita menemukan tempat untuk mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu sebelum menyerang mereka” lanjutnya
“Hahaha... ternyata kalian para pengkhianat bersembunyi disini” teriak seseorang dari kejauhan.
“Kalian bersiap, kita kedatangan musuh” perintah Jendral Liu mendengar suara tersebut.
Kemudian muncul Xu Huang dan Xu Meng bersama puluhan pasukan bersamanya. Jendral Liu tidak bergeming menatap ke arah kedatangan mereka.
“Xu Huang, kalian lah para pengkhianat. Kalian telah membunuh Raja kerajaan Liu.” kata Jendral Liu
“Jendral, dia bukan rajaku. Aku hanya mengikuti perintah rajaku” sahut Jendral Api atau Xu Huang.
“Sialan. Aku akan membunuhmu” teriak Jendral Liu menggertakkan giginya lalu bersiap untuk menyerang.
Pertempuran internal kerajaan Liu pun pecah kembali, mereka yang sama-sama kelelahan bertempur tiada henti. Tidak ada keluarga dan teman. Jika tidak membunuh, maka akan dibunuh. Keduanya adalah bukan pilihan mereka. Itulah kejamnya perang saudara.
Jendral Liu sendiri menyerang Xu Huang, sementara kedua komandannya menyerang Xu Meng.
Pertempuran sengit terjadi, Jendarl Liu sesungguhnya seimbang dalam kekuatan, namun sejak dirasuki iblis, Xu Huang menjadi lebih kuat karenanya.
Tak berapa lama, Jendral Liu dan pasukannya telah kalah telak serta terluka oleh mereka.
“Apa? kamu pikir aku akan membebaskan kalian?” teriak Jendral Api Xu Huang
“Aku diperintahkan untuk membunuh kalian semua” lanjutnya sambil tertawa.
“Bunuh mereka semua!” perintah Jendral Api.
Mendengar perintah bunuh, segera pasukan Xu Huang menyerang dan menusuk pasukan Jendral Liu dengan menggunakan tombak mereka
Tiba-tiba sebuah lingkaran warna biru bercahaya melindungi pasukan Jendral Liu dari serangan tersebut dan tidak bisa menusuk mereka.
“Apa? Formasi pelindung?” teriak Jendral Api
Tiba-tiba di udara mereka melihat sosok seseorang berdiri dengan pedang di tangannya menatap tajam pada pasukan Xu Huang dan Xu Meng.
“Shen Long!” gumam Jendral Liu yang telah mengenali orang yang datang.
__ADS_1
“Kalian tidak bisa menyentuh temanku selama aku masih hidup” teriak Shen Long dengan kemarahannya.
“Cih, turunlah jika berani!” teriak Jendral Api tanpa basa basi pada Shen Long.
Shen Long segera turun lalu menyerang ke arah Xu Huang dengan kecepatannya.
“Sial, baru beberapa hari tak bertemu. Orang ini sudah semakin kuat” pikir Jendral Api.
“Awan, kita serang bersama-sama orang ini” teriak Jendral Api
Jendral Awan Xu Meng lalu mengikutinya mengeroyok Shen Long, namun perbedaan kekuatan mereka sangat jauh. Shen Long sekarang sudah berada di alam Surgawi. Jadi dengan mudah mendesak kedua Jendral Iblis tersebut.
“Kita selamat. Kekuatan Shen Long kini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dia pasti bisa mengalahkan Xu Huang dan Xu Meng” pikir Jendral Liu.
Jendral Awan saling memandang dengan Jendral Api merasakan kesulitan untuk memenangkan pertarungan ini. Mereka lalu memutuskan untuk kabur dari tempat itu menyelamatkan diri.
Namun Shen Long tidak melepaskan Xu Huang dia menghadang larinya dan berhenti didepan Xu Huang.
“Serahkan pedang dominator milikmu. Maka aku akan melepasmu sementara ini. Kamu tidak layak memiliki pedang tersebut” kata Shen Long mengacungkan pedang dominatornya pada Jendral Api Xu Huang.
Jendral iblis Api yang ketakutan merasa lebih baik menyerahkan pedang dominator milik Xu Huang daripada terbunuh. Kemudian dia menyerahkannya dan Shen Long sesuai janji melepaskannya pergi.
“Mengapa kamu melepaskan mereka Shen?” tanya Jendral Liu
“Mereka di rasuki oleh roh iblis dunia bawah” sahut Shen Long
“Roh Iblis dunia bawah?” Jendral Liu terkejut mendengarnya
Shen Long lalu menceritakan kejadian yang ditemuinya saat mencari ginseng purnama di Gunung Abadi.
“Jadi seperti itu. Ternyata ini perbuatan orang-orang sekte Gunung Abadi” sahut Jendral Liu dengan geram menahan marahnya.
“Kebetulan aku hendak kembali ke Ibukota Kerajaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada kalian?” tanya Shen Long
Jendral Liu kemudian balik bercerita pada Shen Long mengenai situasi di Kerajaan Liu saat ini.
“Dimana permaisuri Qin?” tanya Shen Long
“Kami belum menemukan kabarnya sejak kami pergi dari istana ke perbatasan” sahut Jendral Liu.
__ADS_1
“Aku rasa aku tahu dimana dia berada” sahut Shen Long mengingat rumah Putri Shui di sebelah danau.
“Ikuti aku. Mari temui permaisuri Qin” ajaknya yang kemudian diikuti oleh pasukan Jendral Liu.