
Mogull itu dengan garang menyerang ke arah Shen Long. Dia menggunakan 80 persen dari kekuatannya yang dianggap cukup olehnya untuk merubuhkan Shen Long.
Melihat lawan meremehkan dirinya, Shen Long hanya mengangkat bahu sambil menghela nafas. Dia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya. Wajahnya tetap tenang meskipun dia tahu serangan lawan sangat ganas.
“Hei, kalau kamu ketakutan turun saja dari arena!”
“Betul. Percuma berdiri saja disana.”
Para penonton riuh mengejek Shen Long yang berdiri mematung. Mereka berpikir Shen Long ketakutan hingga tidak bisa bergerak oleh tekanan kekuatan dari mogull itu. Ejekan dan cemooh terlontar dari mulut para penonton yang sebagian besar adalah mogullian dan mogul.
ShiMei menyipitkan matanya melihat ke arah Shen Long, dia tidak mengerti mengapa Shen Long hanya diam dan tidak melakukan gerakan. “Apakah dia tertekan oleh kekuatan lawan?” batin ShiMei.
“Hahaha... lihatlah nona ShiMei! Petarungmu bahkan tidak bisa bergerak oleh tekanan kekuatan dari petarungku,” Darshan tertawa mengejek Shen Long.
Mogull yang menyerang merasa senang di dukung oleh semua orang. Serangannya hanya tinggal satu inci akan mengenai wajah Shen Long.
Degh... BUMM...
Tiba-tiba seluruh mata di tempat itu hampir melompat keluar setelah melihat ke tengah arena. Mereka tidak percaya melihat mogull itu justru terpental oleh pantulan aura dari tubuh Shen Long. Mogull itu mengerang kesakitan setelah merasakan pergelangan tangannya terasa ngilu setelah meninju wajah Shen Long.
Pukulan tinju mogull itu seperti akan mengenai wajah Shen Long, namun ketika jarak tinju berada satu inci dari wajah Shen Long, mogull itu seperti menghantam pelat baja. Dia merasakan pergelangan tangannya ngilu dan hampir patah karenanya.
Jika dia mengerahkan seluruh kekuatannya, mungkin tangannya itu telah patah saat ini. Pantulan dari aura Shen Long sebesar energi yang dikerahkan oleh mogull tersebut. Wajah mogull itu menjadi gelap karena malu. Matanya merah dan giginya gemeretak menahan emosinya yang meledak bercampur sakit hati.
__ADS_1
Mogull itu mengerahkan energinya untuk menyembuhkan luka di pergelangan tangannya. “Kurang ajar! Kamu pasti menggunakan trik licik untuk menyerangku secara tiba-tiba,” teriak mogull itu.
Darshan yang juga melotot tidak percaya menganggukkan kepalanya. “Benar, kamu curang! Kamu menggunakan trik licik untuk menyerang petarungku,” teriak Darshan membenarkan kata-kata mogull itu.
ShiMei dan Wanshan yang menyadari kejadian tadi menyipitkan matanya ke arah Shen Long. Mereka tahu itu bukan trik licik karena Shen Long sama sekali tidak bergerak sejak awal. Mogull itu murni terpental oleh tenaganya sendiri.
Namun penonton yang dari kaum mogullian biasa berteriak mencemooh Shen Long dan tidak membenarkan trik licik yang dilancarkan oleh Shen Long pada mogull itu. Mereka beramai-ramai mengutuk apa yang dilakukan oleh Shen Long.
Shen Long tidak mempedulikan teriakan penonton, dia hanya memandang ke arah mogull itu sambil tersenyum. “Begitukah menurutmu? Baiklah. Aku akan menaruh tanganku di belakang punggung. Seranglah dengan seluruh kekuatanmu!” sahut Shen Long sambil menyeringai pada mogull itu.
Merasa diremehkan oleh Shen Long, mogull itu mengeram lalu meledakkan kekuatan puncak alam bintang tingkat 3 miliknya. Dia juga tanpa tanggung mengeluarkan jurus tinju tanpa bayangan yang menjadi jurus pamungkas miliknya.
“Hari ini di tahun depan adalah hari peringatan kematianmu. Aku akan mengirimkan dupa untuk kepergianmu,” teriak mogull tersebut.
Mendengar kata-kata Shen Long, mogull itu meraung sambil mengerahkan jurus andalannya. Tubuh mogull itu tiba-tiba menghilang dari penglihatan penonton, dengan kecepatan kilat mogull itu sudah berada satu meter di depan Shen Long.
Shen Long tersenyum melihat kecepatan mogull itu. “Lumayan. Tapi masih perlu banyak pembelajaran.” kata Shen Long yang semakin membuat mata mogull itu menjadi merah.
Serangan tinju tanpa bayangan dengan kekuatan penuh alam bintang tingkat 3 mengarah ke wajah Shen Long. Seluruh orang di tempat itu merasa ngeri melihat serangan tersebut. Mereka menggigil membayangkan wajah Shen Long yang tampan itu akan hancur oleh tinju tanpa bayangan dari mogull tersebut.
Shen Long hanya mengerahkan kekuatan alam bintang tingkat 5 untuk menghadang tinju dari mogull itu tanpa melakukan gerakan apapun.
Degh... Krakk...
__ADS_1
Deshh...
“Aaakkhhh...!”
Teriakan memilukan keluar dari mulut mogull itu. Kembali aura tubuh Shen Long yang kuat memantulkan tubuh mogull itu. Namun kali ini mata mogull itu melotot dan mengeluarkan air mata. Jari tangan kanannya yang meninju ke arah wajah Shen Long patah membentur aura dari tubuh Shen Long.
Kemudian seluruh mata penonton kembali dikejutkan oleh tubuh Shen Long yang sudah berdiri di belakang mogull itu. Tubuh mogull itu melayang ke arah Shen Long yang sudah menunggunya disana.
Mogull itu berusaha membalikkan badannya dan menyerang Shen Long menggunakan tinju tangan kirinya. Namun tinjunya itu belum sampai ke sasarannya, Shen Long telah terlebih dahulu menendang perut mogull tersebut.
Bugh...
“Ough...!” Darah menyembur dari mulut mogull itu saat tendangan Shen Long tepat mengenai perutnya. Tubuh mogull itu merasakan sakit yang amat sangat di bagian perut dan organ dalamnya seperti hancur akibat tendangan dari Shen Long.
Tubuh mogull itu terbang ke atas seperti bola yang dipentalkan oleh kaki Shen Long. Kedua tangan Shen Long masih menyilang di belakang punggungnya. Mogull itu merasakan sakit yang amat sangat di perut dan tangan kanannya. Dia merasa putus asa dan tidak menyangka dirinya akan kalah semudah itu.
ShiMei tersenyum melihat kemenangan Shen Long, namun tidak demikian dengan Darshan dan Loushan. Wajah kedua mogull itu berubah hitam dan matanya melotot. Mereka benar-benar tidak percaya petarung pertama Darshan akan dikalahkan semudah itu oleh Shen Long tanpa menggunakan tangannya.
Ketika tubuh mogull itu telah mencapai puncak ketinggiannya, Shen Long telah berada di atas menunggunya. Wajah mogull itu tampak memelas memohon belas kasih, tubuhnya menggigil gemetar ketakutan seperti melihat dewa kematian berdiri diatas kepalanya.
Namun Shen Long tidak mempedulikan wajah memelas mogull itu. Dengan kekuatan alam bintang tingkat 5 yang dikerahkannya, Shen Long menyerang tubuh mogull itu dengan tendangan berkali-kali hingga tulang dadanya remuk dan menghantam lantai arena dengan darah menyembur dari mulutnya.
Mogull itu pun mati mengenaskan dalam dua jurus Shen Long. Setelah melihat lawannya tidak bergerak, Shen Long pun perlahan turun dari udara dan mendarat di lantai arena dengan santai dan tangan masih di belakang punggungnya.
__ADS_1
Wanshan merasa gembira dengan hasil kemenangan Shen Long. Dia mendapatkan keuntungan berlipat 10M dari kekalahan para penonton yang memasang taruhan pada mogull itu. Demikian juga dengan ShiMei, wajahnya berseri memandang ke arah Darshan dan Loushan yang memiliki wajah yang jelek setelah kekalahan petarungnya.