Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 274 | Pedang Harapan milik Shen Long


__ADS_3

Para tetua sekte bergerak menyerang Shen Long yang duduk di kursi ketua sekte Pedang Harapan. Namun sebelum mereka tiba di depan Shen Long, Shen Long hanya melambaikan tangan dengan mengerahkan kekuatannya menghempaskan semua tetua sekte itu menabrak dinding aula pertemuan lalu muntah darah tidak bisa berdiri.


Mata orang-orang dari sekte cabang Pedang Harapan terbelalak. Kekuatan tetua sekte berada jauh di atas mereka, namun hanya dengan lambaian tangan dari Shen Long, mereka dengan mudah di hempaskan dan terluka parah.


Wang Xiao mendelik melihat hal itu dengan wajah merah padam. Dia menggertakkan giginya ingin menyerang ke arah Shen Long, namun dewa kuno Bai Ti sudah terlebih dahulu melompat ke arah Shen Long.


Dewa kuno He Ti dan Che Ti langsung menghadang dewa kuno Bai Ti dan membuatnya menghentikan langkah untuk menyerang Shen Long.


“Minggir kalian, apa kalian tahu konsekuensi dari melawan perintah Shang Ti?” Teriak dewa Bai Ti dengan wajah marah.


“Kami tahu, tetapi menentang Yang Mulia hukumnya juga dimusnahkan. Kami memilih berpihak pada Yang Mulia dan melawan Shang Ti,” sahut dewa kuno He Ti.


“Ka-kalian sungguh berani,” geram Bai Ti bersiap menyerang kedua dewa kuno He Ti dan Che Ti.


Melihat mereka bersiap untuk bertarung Shen Long yang masih duduk di singgasana ketua sekte Pedang Harapan menatap dewa Bai Ti. “Bai Ti, aku berikan kamu satu kesempatan untuk mengikutiku atau musnah,” Shen Long berkata dengan santainya.


Wajah dewa Bai Ti menjadi gelap mendengar kata-kata Shen Long, dia mengepalkan tangannya hendak menyerang. Namun melihat kedua temannya dewa He Ti dan Che Ti berpihak pada Shen Long, membuatnya berpikir dua kali. Dia bisa mengalahkan salah satu dari mereka, namun jika mereka bergabung melawannya dia akan mengalami kesulitan untuk menang.


Ketua sekte Wang Xiao menjadi geram. “Aku ketua sekte Pedang Harapan yang sah. Lihatlah aku memiliki pedang Harapan ini sebagai buktinya,” ketua sekte Wang Xiao memperlihatkan pedang Harapan yang baru saja diperolehnya pada seluruh peserta pertemuan itu.


Semua orang bersorak kagum dengan diperlihatkannya simbol dari sekte Pedang Harapan tersebut oleh ketua sekte Wang Xiao. Mereka bersemangat mendukung Wang Xiao sebagai ketua sekte yang sah.


“Turun dari singgasana ketua sekte itu!” Teriak orang-orang peserta pertemuan itu pada Shen Long.


“Hahaha... hanya dengan memperlihatkan pedang itu sudah membuktikan bahwa kamu adalah ketua sekte yang sah?” Shen Long tertawa melihatnya.


“Baiklah jika demikian. Kawan, lama tidak bertemu. Kemarilah,” lanjut Shen Long dengan santai memanggil Pedang Harapan di tangan Wang Xiao.

__ADS_1


Pedang Harapan di tangan Wang Xiao bergetar hebat. Dia memberikan sengatan listrik pada Wang Xiao dan memaksanya melepaskan pedang Harapan tersebut. Pedang Harapan itu lalu terbang melayang sambil berdengung gembira bertemu dengan pemilik aslinya Shen Long.


Lalu pedang itu turun dan berdiri di depan Shen Long. Melihat pedang itu mengenali dirinya, Shen Long tersenyum. “Bangunlah, pergi ke belakangku!” Shen Long memerintahkan pedang Harapan untuk terbang ke belakangnya. Pedang itu terbang meluncur dan tertancap di belakang Shen Long tepat di atas kursi sekte yang biasa dia duduki sejak dulu.


Seluruh kejadian itu membuat mata semua orang sekte Padang Harapan menjadi melotot hampir melompat dari kelopaknya. Mereka tidak menyangka pedang Harapan sangat menuruti perintah Shen Long tanpa dia menggerakkan tangannya.


Wajah Wang Xiao menjadi gelap menyadari pedang Harapan lebih memilih menuruti Shen Long daripada dirinya. “Siapa kamu?” Tanyanya geram menatap ke arah Shen Long.


Shen Long bangun dari kursi ketua sekte Pedang Harapan. “Bukannya aku sudah mengatakan tadi. Aku pemilik sekte ini.” sahutnya dengan santai berjalan mendekati Wang Xiao.


“Aku akan membuatmu pensiun dari kursi ketua sekte seperti ketua sekte cabang wilayah timur,” lanjut Shen Long yang sudah berdiri di depan Wang Xiao.


“Sialan. Aku bunuh kamu!” Wang Xiao mengeluarkan seluruh kekuatannya di alam Abadi menyerang dengan tinjunya ke arah Shen Long. Melihat serangan itu, Shen Long hanya diam tidak bergerak.


Saat serangan Wang Xiao tinggal sejengkal dari tubuh Shen Long, tampak tangan Shen Long sudah menggenggam tinju dari Wang Xiao. Wajah Wang Xiao terkejut melihat serangannya dengan kekuatan puncak alam Abadi tidak bisa melukai Shen Long, bahkan dengan mudah tinju miliknya ditangkap oleh Shen Long.


Wajah Wang Xiao terperanjat saat Shen Long menarik tangannya dan melempar dirinya ke dinding aula pertemuan itu.


Seluruh mata orang-orang di pertemuan itu terbelalak mulut mereka ternganga oleh terlemparnya ketua sekte Wang Xiao dengan mudahnya.


“Kekuatan yang luar biasa,” gumam Bai Ti dia segera mengerahkan kekuatan maksimal miliknya menyerang ke arah Shen Long yang kini berada di depannya.


“Ah, Bai Ti benar-benar tidak tahu diuntungkan. Kesempatannya sudah hilang” sahut He Ti menggelengkan kepalanya.


Shen Long menoleh ke arah dewa Bai Ti yang menyerang dengan ganas ke arahnya. Dia menyipitkan matanya lalu menangkis serangan dari Bai Ti dengan telapak tangannya.


BUMM...

__ADS_1


Dewa Bai Ti terdorong ke belakang dua langkah, sementara Shen Long terdorong selangkah mundur.


“Hmm... lumayan. Kamu cukup kuat, sayang kamu memilih untuk dimusnahkan,” kata Shen Long selanjutnya.


Dewa Bai Ti kembali mempersiapkan serangannya ke arah Shen Long, dia mengerahkan kekuatannya sebelum melompat kembali ke arah Shen Long. Tampak Shen Long berkelit menghindari serangan itu.


Melihat serangannya mengenai angin, Bai Ti meningkatkan daya serangan jurusnya menjadi semakin ganas. Dia menyapu bagian bawah Shen Long dengan kakinya. Shen Long melompat namun Bai Ti meneruskan serangan dengan tendangan naik ke arah dagu Shen Long.


“Lumayan,” kata Shen Long membuat wajah Bai Ti menjadi kesal.


Puluhan jurus telah dilancarkan, namun tidak satupun bisa menyentuh tubuh Shen Long dan membuat dewa Bai Ti menjadi marah.


“Jangan hanya menghindar. Balas seranganku jika kamu kuat,” Teriak Bai Ti


“Baik. Jika kamu ingin cepat mati. Terimalah!” sahut Shen Long.


Shen Long mengeluarkan kekuatan Iblis Purba di dalam tubuhnya, lalu mengerahkan jurus Naga Iblis Membelah Langit Kesembilan ciptaannya. Tampak bayangan naga besar berwarna merah kehitaman besar langsung meraung melahap tubuh Bai Ti.


Bai Ti mengerahkan jurus Jendral Dewa Tua mengeluarkan bayangan besar seorang jendral yang sudah tua berwarna kuning keemasan menahan mulut Naga Iblis yang menerjang ke arahnya. Tampak bayangan pakaian jendral itu pecah berantakan. Jendral tua itu tampak kewalahan menahan kekuatan serangan jurus Naga Iblis Membelah Langit Kesembilan itu.


Naga Iblis itu langsung melibas dan menembus tubuh Bai Ti dan membuatnya terduduk dengan luka dalam. Sudut bibirnya mengeluarkan darah kental yang kemudian ditelan paksa olehnya.


“Sial, orang ini kekuatannya melebihi diriku. Aku kesulitan melawannya,” Mata Bai Ti tampak putus asa melihat perbedaan kekuatan mereka.


“Dewa Bai, kita serang dia bersama-sama!” Teriak ketua sekte Wang Xiao yang sudah mengatur nafasnya dan mulai menyerang ke arah Shen Long.


Mendengar hal itu, dewa kuno Bai Ti langsung mengerahkan kekuatannya kembali menyerang ke arah Shen Long dengan ganas.

__ADS_1


“Sebaiknya kamu tidur saja tadi berpura-pura mati,” kata Shen Long pada Wang Xiao.


__ADS_2