Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 332 | Tinju tanpa bayangan


__ADS_3

Kota Wanshang, sebuah kota yang berada di dekat kediaman sekte Pembunuh Cahaya. Kota itu dulunya penuh dengan bunga dan tanaman. Banyak taman di hampir seluruh pelosok kota yang indah dan penuh warna. Namun sejak kegelapan melanda dunia ini, matahari tidak pernah menampakkan dirinya. Semua tanaman menjadi layu dan mati tanpa adanya sinar matahari.


Shen Long berjalan mengikuti ShiMei yang membawanya ke pusat kota Wanshang. Dia mengajak Shen Long menyusuri sebuah lorong gelap yang hanya diterangi oleh beberapa obor lalu tiba di depan sebuah pintu gerbang yang dijaga oleh empat orang Mogullian berbadan kekar.


Dua orang Mogullian itu berjalan menghentikan langkah ShiMei dan juga Shen Long, mereka memeriksa ShiMei dengan menggunakan sebuah alat untuk mendeteksi dirinya. Setelah mengetahui bahwa ShiMei adalah seorang Mogull mereka mempersilahkannya untuk masuk.


Namun saat memeriksa Shen Long mereka tidak menemukan data yang sesuai dengan dirinya. Jadi mereka hendak tidak mengijinkannya untuk masuk. ShiMei yang melihat kejadian itu berbisik pada salah satu penjaga yang kemudian membiarkan Shen Long untuk masuk mengikuti ShiMei dan memberikannya tanda di bagian tangan kanan Shen Long.


“Apa yang kamu katakan padanya?” tanya Shen Long penasaran pada ShiMei karena dirinya diberikan tanda di tangan kanannya.


“Aku mengatakan bahwa dirimu adalah peserta yang diutus oleh sekte kami,” sahut ShiMei.


“Peserta? Peserta apa?” Shen Long tidak mengerti maksud ShiMei.


ShiMei tersenyum melihat kebingungan Shen Long. “Nanti juga kamu akan mengerti,” sahutnya sambil berjalan mendahului Shen Long menuju ke sebuah aula yang telah ramai dan terang. Hal ini sangat berbeda dengan keadaan di luar yang remang-remang.


Di aula yang terang itu terdapat dua buah pintu, yang sebelah kiri untuk para penonton dan yang sebelah kanan untuk para peserta. ShiMei diijinkan untuk masuk ke pintu penonton sedangkan Shen Long diminta masuk ke pintu peserta oleh penjaga yang berdiri di depan pintu tersebut.


ShiMei tersenyum saat melihat Shen Long memasuki pintu peserta sementara dirinya kemudian masuk ke dalam pintu penonton.


Setelah memasuki pintu penonton, tampak di dalam aula itu terdapat ruangan tertutup yang sangat besar dan terang benderang dengan tribun tempat duduk para penonton yang luas sekelilingnya.


Di tengah-tengah tribun penonton terdapat arena yang diterangi oleh pencahayaan yang sangat terang. Di atas arena terdapat beberapa orang yang berdiri seperti petarung yang sedang bersiap untuk melakukan pertarungan di atas arena itu.


Di samping arena terdapat beberapa tempat duduk yang khusus untuk para Mogull dan Mogullian yang berkekuatan besar yang datang untuk mengadu petarung mereka.

__ADS_1


ShiMei berjalan menuju ke tempat khusus tersebut dengan santai. “Wah, apa yang membuat nona ShiMei datang ke tempat ini?” seorang Mogull yang duduk di tempat khusus itu menyapanya.


“Aku ingin bersenang-senang hari ini,” sahut ShiMei sambil tersenyum dan duduk di salah satu tempat disana.


“Nona ShiMei datang kemari tentunya dengan seorang petarung kan,” kata seorang Mogullian yang juga berada di antara mereka.


ShiMei menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada mereka. “Benar, aku datang membawa petarung khusus untuk kalian. Dan aku ingin mengujinya disini,” sahut ShiMei kemudian.


“Hahaha... baiklah, aku senang bisa bertemu lagi denganmu sejak kejadian terakhir. Petarungmu kali ini tidak selembek yang lalu kan?” ejek Mogull itu kembali.


“Darshan, aku tahu kamu memiliki banyak petarung tangguh. Kuakui petarungku terakhir kalah telak dari petarungmu. Tapi sekarang aku tidak akan kalah darimu,” sahut ShiMei dengan wajah kesal.


Meskipun ShiMei tidak yakin dengan kekuatan Shen Long tetapi kesempatan ini dia gunakan untuk menguji kekuatan Shen Long dan sekaligus menghasilkan uang untuk dirinya sendiri.


“Ok... Ok, aku percaya padamu. Silahkan tampilkan petarungmu nanti dan kita bisa bertaruh,” sahut Mogull yang bernama Darshan itu. Darshan lalu melambaikan tangannya untuk memulai pertarungan yang ada di atas arena.


“Hehehe... kita sama-sama berasal dari dunia langit. Aku akan membunuhmu sekarang.” seringai Mogull tinggi besar itu.


Wajah dewa yang berada di depannya sedikit pucat karena menyadari kekuatan lawannya. Namun dia tetap harus melakukan pertarungan itu.


“Hei, Loushan, mengapa petarungmu seperti itu. Apa kamu tidak ingin memenangkan pertarungan ini?” teriak Darshan pada seorang Mogull lainnya disana yang bernama Loushan.


Mogull yang dipanggil Loushan itu mendengus pada Darshan. “Aku ingin membunuh orang itu. Dia telah melarikan diri bersama bawahanku. Aku ingin membuatnya menderita.” sahut Loushan kemudian


Seorang Mogullian yang ada diantara mereka bernama Wanshan menyahut. “Jadi kamu memang sengaja untuk menghukum orang itu.”

__ADS_1


“Wanshan, kamu tidak masalahkan dengan petarungku itu?” tanya Loushan padanya.


Loushan bertanya hal itu kepada Wanshan karena meskipun Wanshan adalah seorang Mogullian yang berasal dari ras manusia, dialah pemilik dan pengelola tempat itu. Bahkan Mogull yang berasal dari ras dewa dunia langit pun harus mengikuti aturan dan meminta persetujuannya.


“Tidak masalah Loushan. Tetapi aku tidak akan membuka taruhan untuk pertandingan ini. Kita anggap ini pertandingan hiburan pembukaan.” sahut Wanshan sambil tersenyum.


“Baiklah, ayo mulai! Hajar dewa itu untukku!” teriak Darshan pada petarung Mogullnya.


TENGG...!


Setelah terdengar suara lonceng tanda dimulainya pertarungan, mogull yang berbadan kekar itu langsung menerjang dewa di depannya dengan ganas. Dewa itu terkejut melihat kecepatan mogull itu. Dia sama sekali tidak menduga badan setinggi dan kekar itu akan memiliki kecepatan selincah itu.


Dewa itu hanya berkelit menghindari serangan mogull tersebut. Dia masih belum mengeluarkan kekuatannya, namun mogull itu sudah menyerangnya kembali saat mengetahui serangannya dapat dihindari oleh dewa itu.


Mogull itu menambah kecepatan dan daya serangnya, dia meninju ke arah wajah dewa itu dengan cepat namun berhasil dihindari oleh dewa tersebut. Kemudian mogull itu menarik serangannya dan kali ini menekuk tangannya dengan menyiku ke arah leher dewa tersebut.


Melihat perubahan serangan mogull itu wajah dewa menjadi pucat, dia melompat ke atas untuk menghindari serangan mogull itu. Namun pilihannya ke atas ternyata adalah keputusan yang salah.


Melihat lawannya di udara, mogull itu tersenyum dia kemudian melancarkan serangan tinju bayangan ke arah atas tempat dewa itu berada. Dewa itu memiliki kekuatan kultivasi alam bintang tingkat 1 sedangkan mogull itu berada di alam bintang tingkat 3 sehingga kekuatan serangan mogull itu lebih besar dari dewa tersebut.


BUGH...BUGH...BUGH...


Tiga pukulan tinju mengenai telak ke tubuh dewa yang berada di udara itu. Dia merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya yang terkena pukulan tinju itu karena energi pukulan tinju tanpa bayangan itu merasuk ke dalam dan menyerang bagian dalam tubuhnya.


Tubuh dewa itu terbanting ke tanah karena tidak bisa bergerak setelah mendapatkan tiga pukulan tinju tanpa bayangan dari mogull itu. Hanya matanya yang melotot merasakan sakit yang luar biasa karena energi mogull itu masih menghantam di dalam tubuhnya hingga saat ini.

__ADS_1


“AKHH...” mulutnya mengerang kesakitan. Dia tidak menyangka kedahsyatan dari pukulan tinju tanpa bayangan itu justru menyiksa dirinya dari dalam tubuhnya.


Pukulan tinju tanpa bayangan adalah salah satu jurus maut yang menyerang lawan dan menyisakan energi perusak di dalam tubuh lawannya. Energi perusak itu akan menghancurkan bagian dalam lawan hingga lawan itu mati mengenaskan.


__ADS_2