
Wajah Pangeran Langit menjadi sangat gelap karena kemarahannya telah mencapai ubun-ubun. Kedua rencananya di dunia bawah dan dunia manusia dihancurkan oleh Shen Long.
Dia sangat geram lalu menghancurkan barang-barang di dalam Istananya.
“Aku ingin membunuh orang itu dengan tanganku sendiri. Sebelum itu aku akan menyiksanya terlebih dahulu” kata Pangeran Langit dengan kemarahan yang meledak-ledak.
Mo Luo tidak bisa berkata apa-apa melihat kemarahan dari Pangeran Langit. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya karena takut akan kena imbas kemarahan Pangeran Langit.
“Mo Luo, dimana orang itu sekarang. Temukan dia dan segera laporkan padaku” kata Pangeran Langit kembali.
“Baik Yang Mulia” sahut Mo Luo sambil pergi meninggalkan Pangeran Langit.
“Aku akan mematahkan kedua kaki dan tanganmu Shen Long. Lalu membuatmu melihat aku membunuh teman-temanmu satu persatu” gumam Pangeran Langit dalam hatinya yang penuh dendam
\======
Sementara itu Shen Long yang telah tiba di kaki gunung Tembaga berdiri di depan gerbang sebuah paviliun tempat kediaman Raja Tembaga.
Raja Tembaga adalah seorang Dewi bernama Yang Wumei, dewa yang paling kuat di antara para dewa di alam tembaga ini.
Shen Long segera masuk ke dalam kediaman itu dan menemui Dewi Yang Wumei.
“Siapa kamu berani datang ke tempatku ini?” teriak Dewi Yang Wumei pada Shen Long
“Aku ingin melewati gunung untuk pergi ke alam Perak” sahut Shen Long yang segera ingin pergi ke puncak gunung tembaga.
“Kalahkan aku dulu!” teriak Dewi Yang Wumei yang langsung menyerangnya.
“Kamu bukan lawanku” sahut Shen Long yang hanya mengibaskan tangannya ringan dan membuat Dewi Yang Wumei terpental lalu pingsan.
Tanpa membuang waktu Shen Long lalu pergi ke puncak gunung tembaga dan hendak naik ke alam Perak, namun jalan itu dijaga oleh bayangan Dewa Raksasa Perak disana.
“Apa kamu memiliki kualifikasi untuk naik ke alam Perak?” tanya Dewa Raksasa itu dengan wajah garang.
Shen Long segera mengerahkan kekuatan maksimalnya Raga Berlian bintang 3 untuk menilai kualifikasinya pada Dewa Raksasa Perak itu.
__ADS_1
Tiba-tiba wajah garang Dewa Raksasa Perak penjaga jalan itu berubah menjadi senyuman manis.
“Tuan Dewa, silahkan lewat” kata Dewa Raksasa itu berikutnya mempersilahkan Shen Long sambil menundukkan kepalanya dengan hormat
Shen Long hanya menggelengkan kepalanya melihat pertahanan berlapis dari dunia langit ini.
“Sungguh sangat merepotkan sekali” gumam Shen Long
“Ini hanya terjadi saat pertama kali kamu datang ke dunia langit Shen. Jika kamu melanggarnya dan langsung menuju ke alam Berlian, kamu akan membuat ribut dunia langit dan membuat Kaisar Langit turun tangan untuk menghukummu” bisik Yan Luo
“Bagaimana mereka tahu ini baru pertama kalinya aku kemari?” tanya Shen Long penasaran
“Dewa Raksasa tadi. Disetiap pintu gerbang masuk alam dunia langit, kamu akan melewati Dewa Raksasa seperti tadi yang akan langsung mencatat energimu dan mengirimnya ke seluruh alam tersebut. Begitu juga di alam berikutnya” sahut Yan Luo kembali.
“Ah, birokrasinya terlalu ribet” kata Shen Long yang segera bergegas menuju kediaman Raja Perak di alam tersebut.
Raja Perak adalah seorang Dewa Pendeta yang bernama Mao Shi. Begitu melihat Shen Long dia telah mengetahui tingkat alamnya tanpa menghalanginya untuk menuju ke puncak gunung Perak.
“Nah ini baru benar, Dewa yang tahu diri” gumam Shen Long dalam hatinya dan meneruskan menuju puncak gunung Perak bertemu dengan Dewa Raksasa Emas.
Raja Emas adalah seorang Dewa yang bertubuh tinggi besar bernama Shao Tie, kekuatannya hampir bisa menembus alam Berlian.
Begitu melihat Shen Long dia langsung menyerangnya tanpa aba-aba terlebih dahulu, serangannya sangat garang dan dahsyat. Namun alam Emas bukanlah lawan Shen Long.
Hanya dalam satu jurus pukulan Shen Long merobohkan Raja Shao Tie tersebut dan melanjutkan perjalanannya menuju puncak gunung Emas dan bertemu Dewa Raksasa Berlian.
“Siapa kamu ingin melewati pintu menuju alam Berlian” tanya Dewa Raksasa tersebut dengan wajah dingin tanpa ekspresi.
“Aku ingin pergi bertemu Pangeran Langit” sahut Shen Long tanpa menunggu langsung mengerahkan kekuatan Raga Berlian bintang 3 miliknya.
“Selamat datang di alam Berlian” sahut Dewa Raksasa itu mempersilahkan Shen Long untuk masuk ke alam Berlian.
“Akhirnya kita sudah sampai juga di alam Berlian” kata Shen Long yang sekarang berjalan lebih santai mencari kediaman Pangeran Langit di Istana Berlian miliknya.
“Sebaiknya kita menemui saudara seperguruanku terlebih dahulu Shen untuk melihat situasi di Istana Pangeran Langit” saran Yan Luo
__ADS_1
“Baiklah” sahut Shen Long
Mereka lalu pergi ke sebuah rumah yang tak jauh dari pintu masuk alam Berlian di dekat sebuah hutan disana.
Begitu masuk ke kediaman itu, Shen Long terkejut melihat Guru Wang Yu disana. Dia tidak menyangka yang dimaksud oleh Yan Luo adalah paman Guru Wang Yu yang sudah dikenalinya.
“Paman Guru” kata Shen Long begitu melihat wajah Guru Wang.
Guru Wang Yu sendiri terkejut tidak menyangka bisa bertemu dengan Shen Long secepat itu di dunia langit. Dia segera menubruk tubuh Shen Long dan hendak berlutut namun dicegah oleh Shen Long.
Dia lalu terisak menangis di depan Shen Long.
“Apa yang terjadi paman? Kamu tidak boleh berlutut padaku. Akulah yang harus berlutut padamu” kata Shen Long
“Shen, maafkan aku yang datang terlambat. Aku tidak bisa menyelamatkan istrimu” sahut Guru Wang Yu
Mata Shen Long berkedut mendengar kata-kata Guru Wang Yu.
“Katakan paman Guru. Apa yang telah terjadi?” kata Shen Long yang panik tidak sabar.
Guru Wang Yu mengeluarkan peti mati dari dalam cincin penyimpanannya, lalu meletakkannya di hadapan Shen Long dengan wajah sedih.
Kaki Shen Long merasa lemas begitu melihat peti mati tersebut, meskipun belum membukanya. Dia merasakan sesuatu yang buruk pasti telah terjadi.
Guru Wang Yu kali ini telah berlutut di depan peti mati tersebut sambil menundukkan kepalanya dan menangis.
“Siapa yang melakukan ini Paman Guru?” tanya Shen Long dengan nada gemetar.
“Pangeran Langit ingin istrimu melayaninya di tempat tidur, namun dia memilih lebih baik mati daripada melakukannya. Saat aku datang ke Istana Pangeran Langit, aku sudah melihatnya tak bernyawa disana. Lalu aku mengambil dan menyimpannya untukmu” sahut Guru Wang Yu menangis sedih.
Wajah Shen Long menjadi gelap meskipun belum melihat wajah istrinya, dia kemudian perlahan membuka peti mati tersebut dengan hati yang berdebar dan kesedihan yang mendalam.
Begitu melihat wajah Yun Mei yang pucat terbaring di dalam peti mati, Shen Long tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia langsung terduduk berlutut di depan peti mati tersebut.
“Yun Mei, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu” katanya terisak tangis.
__ADS_1