Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 450 | Tidak menerima kekalahan


__ADS_3

Sesuai perjanjian mereka akan bertemu kembali di bukit tersebut dengan taruhan yang berhasil membawakan segel kelima adalah pemenangnya. Shen Long merasa yakin dialah pemenangnya karena dia telah mendapatkan segel kelima dari tetua YuanYu.


Selang beberapa menit kemudian, tampak empat orang datang menuju bukit itu dan telah dirasakan oleh Shen Long sejak mereka berada di kaki bukit. Kali ini ketiga murid sekte Teratai Putih datang bersama guru mereka.


Seorang lelaki yang tampak berusia setengah baya berjalan dengan tegap memimpin rombongan orang dari sekte Teratai Putih itu. Dia adalah tetua DongYan, guru dari ketiga murid sekte Teratai Putih yang ditemui oleh Shen Long.


“Tuan Shen, apakah telah lama menunggu kami?” WeiTuo tersenyum senang melihat Shen Long telah datang sendirian ke bukit itu.


Kedua adik seperguruan WeiTuo juga tampak senang melihat Shen Long yang sendiri datang menemui mereka berempat. “Kamu tidak akan bisa mengalahkan kami berempat,” batin ChenLi.


“Guru, ini tuan Shen Long. Kami sepakat untuk bertemu di tempat ini untuk pertaruhan segel warna,” kata WeiTuo pada gurunya.


“Tetua!” sahut Shen Long sambil memberi hormat padanya dan tersenyum.


Lelaki setengah baya itu menyipitkan matanya untuk mengukur kekuatan Shen Long. Namun dia tidak merasakan kekuatan yang besar terpancar dari tubuh Shen Long. Sikapnya acuh tak acuh dan tampak dia juga memandang rendah kekuatan Shen Long.


Shen Long tersenyum dalam hatinya melihat sikap tetua itu. Melihat dari kekuatannya, Shen Long bisa memastikan bahwa tetua sekte Teratai Putih itu berada di alam Penebusan Semesta tahap akhir. Jadi dia tidak terlalu ambil pusing dengan mereka.


“Baiklah, tidak perlu terlalu lama. Aku telah menemukan segel warna kelima. Jadi sesuai perjanjian, kalian kalah. Jadi serahkan kedua segel warna kalian padaku,” kata Shen Long dengan santai.


“Omong kosong! Kami juga telah menemukan segel kelima. Darimana kamu tahu bahwa segelmu itu yang asli?” Chen Li berteriak mengatakan bahwa mereka juga telah menemukan segel warna kelima.


Mata Shen Long berkedut mendengar hal itu. “Mereka juga menemukan segel kelima? Bagaimana mungkin?” gumam Shen Long dalam hatinya.


“Jika demikian, mari kita keluarkan segel kelima kita masing-masing,” kata Shen Long kemudian.

__ADS_1


Mendengar perkataan Shen Long, ChenLi tampak sedikit gugup. Namun dia tetap mengeluarkan segel warna kelima dan memegang ditangannya. “Ini segel kelima pelangi yang kami temukan.”


Shen Long tidak merasakan aura dari segel warna kelima yang dikeluarkan oleh orang dari sekte Teratai Putih. “Kalian berencana membohongiku?” Shen Long tersenyum.


Kemudian Shen Long mengeluarkan segel warna kelima yang didapatnya dari Tetua YuanYu. Ketika dia mengeluarkan segel warna itu, tampak aura segel terpancar jelas dan jauh berbeda dengan segel palsu di tangan ChenLi.


Wajah ChenLi tampak merah karena malu. “Darimana kamu tahu itu mana yang asli dan mana yang palsu?”


“Meskipun aku tidak mengerahkan kekuatan untuk memeriksanya, namun cahaya ini cukup untuk membuktikan pada kalian. Tapi aku telah memeriksa segel warna ditanganmu itu. Tidak ada aura segel sama sekali.”


Wajah orang-orang sekte Teratai Putih menjadi semakin jelek mendengar perkataan Shen Long. Mereka merasa sangat malu, namun mereka enggan mengakui telah bermaksud untuk membohongi Shen Long.


“Kamu terlalu membual. Bagaimana cahaya itu bisa membuktikan keaslian segel ditanganmu itu?” tanya ChenLi.


“Keluarkan salah satu segel warna kalian. Kalian akan melihat perbedaannya.” Shen Long tersenyum memandang pada keempat orang itu.


Seluruh mata orang-orang sekte Teratai Putih terkejut melihat segel warna ditangan WeiTuo bergetar ketika didekatkan dengan segel warna kelima di tangan Shen Long. Tapi segel warna itu tidak bergetar ketika di dekatkan dengan segel warna kelima di tangan ChenLi.


Jadi semua orang bisa melihat kenyataan bahwa segel pelangi di tangan Shen Long adalah segel warna kelima yang asli. Wajah keempat orang sekte Teratai Putih tampak jelek ketika rencana mereka ketahuan oleh Shen Long.


“Jadi kalian sengaja membawakan segel warna palsu untuk mendapatkan kemenangan.” Shen Long tersenyum tidak menyangka orang sekte Teratai Putih berani memiliki rencana seperti itu.


“Kami mendapat segel warna ini di ibukota kerajaan Liam, kami tidak tahu jika benda ini palsu,” jelas WeiTuo.


Shen Long kemudian menyimpan segel warnanya kembali dalam cincin penyimpanannya.

__ADS_1


“Baiklah. Aku tidak mempedulikan hal itu. Dengan segel warna asli yang aku dapatkan, seharusnya aku memenangkan taruhan kita,” lanjut Shen Long.


Mata tetua DongYan, guru dari ketiga orang itu berkedut, wajahnya menjadi gelap mendengar kata-kata Shen Long. Dia tidak ingin segel warna menjadi milik Shen Long.


“Aku tidak bisa membiarkan segel warna menjadi pertaruhan seperti itu. Segel warna harus didapatkan dengan pertaruhan kekuatan,” sahut Tetua DongYan.


Shen Long tertawa mendengar kata-kata tetua DongYan. “Hahaha… aku berusaha menghindarkan kekuatan untuk mendapatkan segel warna. Aku takut disebut menganiaya orang yang lebih lemah. Tapi jika tetua DongYan sudah mengatakan hal itu, maka aku akan mengikuti petunjuk tetua,” sahut Shen Long kemudian.


Mendengar kata-kata Shen Long, keempat orang sekte Teratai Putih menjadi geram. Wajah mereka terlihat gelap karena menahan marah. “Kami tidak ingin berempat mengeroyok dirimu, sebaiknya berikan kami segel warna yang kamu miliki. Kami akan melepaskanmu pergi,” kata WeiTuo.


“Hahaha… aku tidak akan malu jika harus mengeroyok orang yang lebih kuat dariku,” sindir Shen Long yang membuat orang-orang sekte Teratai Putih bergerak mengelilingi Shen Long sambil menghunus senjata mereka masing-masing.


“Menyerahlah nak! Serahkan segel warna yang kamu miliki!” kata tetua DongYan dengan seringai di wajahnya. Dia merasa yakin bisa mengalahkan Shen Long, bahkan dia yakin tanpa perlu turun tangan, ketiga muridnya akan dapat menjatuhkan Shen Long.


“Baiklah. Jika demikian, jangan salahkan aku nantinya. Meskipun dengan kekuatanpun, aku akan mendapatkan segel warna kalian!” sahut Shen Long.


“Jangan banyak omong besar! Serang dia!” Teriak ChenLi dengan garang.


LeiNan bergerak di sisi kiri Shen Long berinisiatif untuk menyerang terlebih dulu. Dia menggunakan pedang ditangannya mengarah ke tenggorokan Shen Long. Sementara itu ChenLi menyusul di sisi kanan Shen Long dengan goloknya mengarah ke perut Shen Long.


Melihat dirinya diapit oleh dua serangan sekaligus, Shen Long tetap terdiam. Ketika serangan hanya beberapa inci dari tubuhnya, Shen Long tiba-tiba menghilang. Mata kedua murid sekte yang menyerang sisi kiri dan kanan Shen Long terkejut melihat lawannya yang tiba-tiba menghilang.


Plak!


Shen Long bergerak menuju ke arah WeiTuo yang sejak tadi terdiam lalu menamparnya dengan keras hingga terpental menabrak pohon di belakangnya. Shen Long tidak berdiam diri, dia kemudian bergerak kembali ke arah WeiTuo dan mengangkat tubuhnya serta merampas cincin penyimpanan miliknya dengan paksa.

__ADS_1


“Ini milikku sekarang!” kata Shen Long yang kemudian melempar tubuh WeiTuo dengan kasar.


Mata orang-orang di tempat itu terbelalak melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long. Mereka tidak menyangka Shen Long mengincar WeiTuo sejak awal dan merampas cincin penyimpanan miliknya.


__ADS_2