
Teriakan Shen Long yang menggunakan energi alam Surgawi terdengar hingga ke dalam istana kerajaan Liu. Banyak orang di dalam benteng dan istana kerajaan gemetar ketakutan olehnya.
Mereka yang waras segera melempar senjata mereka, lalu mengangkat tangan untuk menyerah pada Shen Long yang mereka ketahui memiliki kekuatan mengalahkan Jendral Liu pada pertandingan bela diri.
Masih ada yang tidak mau menyerah terutama murid-murid dari sekte Gunung Abadi yang bergabung menjadi pasukan istana mulai menyerang ke arah Shen Long dan teman-temannya.
Peperangan terjadi di dalam benteng istana setelah gerbang berhasil di dobrak oleh tetua Xie dan tetua Yang dengan mudah.
Para Jendral kerajaan Liu dengan gigih melakukan perlawanan terhadap para pendekar yang menyerang, namun kekuatan para pendekar rata-rata berada di atas mereka. Sehingga dengan mudah mereka ditaklukkan.
Hanya Jendral Api dan Jendral Awan yang sulit di taklukkan. Shen Long melihat ke arah kedua Jendral tersebut dari atas benteng, lalu terbang meluncur turun dan menghentikan serangan kedua orang itu pada tetua Xie dan tetua Yang yang kelihatan kewalahan melawan kedua jendral tersebut.
“Tetua Xie dan tetua Yang, biar aku yang melawan mereka berdua. Kalian bantu Jendral Liu membersihkan istana dari para tikus” kata Shen Long yang telah berdiri di depan mereka.
“Baik Shen, kami serahkan mereka padamu.” sahut tetua Xie dan tetua Yang bersamaan.
Jendral Api dan Awan tidak mempunyai pilihan kecuali melawan Shen Long dengan semua kemampuan mereka. Namun serangan mereka tidak terlalu menarik bagi Shen Long. Perbedaan tingkat alam Surgawi dan alam Pendeta sangat jauh terasa. Hanya dalam 10 jurus mereka berdua ditaklukkan dan terluka.
Shen Long lalu mendekati Jendral Api Xu Huang, kemudian mengeluarkan Ilmu Segel Roh untuk mengeluarkan roh Jendral Api dari tubuh Xu Huang. Lalu dengan tinjunya menghancurkan roh Jendral Api yang berada di alam Jendral yang setingkat alam Pendeta.
Tubuh Xu Huang terkulai lemas dan jatuh pingsan. Melihat hal ini, Jendral Awan menjadi gemetar saat Shen Long menoleh ke arahnya dan berjalan mendekatinya.
“Ampun, jangan bunuh aku” pinta Jendral Awan ketakutan
Namun Shen Long tidak memberi ampun pada Iblis ini, dengan segel roh segera mengeluarkan roh Jendral Awan dan memusnahkannya.
“Ilmu Segel Roh dari Paman Guru Wang memang cukup berguna memusnahkan roh iblis tanpa harus membunuh pemilik tubuh aslinya” gumam Shen Long melihat Xu Meng yang juga pingsan.
Melihat kedua Jendral mereka kalah, murid-murid dari sekte Gunung Abadi yang bersama dalam pasukan pun menjadi hilang semangat tempur. Mereka menyerah dan melempar senjata mereka lalu berlutut di tanah.
__ADS_1
“Tangkap dan kumpulkan mereka yang menyerah” teriak Jendral Liu memberikan perintah pada pasukannya.
Kemudian Jendral Liu masuk ke dalam istana diikuti oleh tetua Xie dan tetua Yang bersamanya.
Jendral Liu berhasil menemukan Liu Fan yang telah ketakutan di dalam kamarnya, dia tidak punya kemampuan untuk melawan kekuatan Jendral Liu. Sehingga dengan mudah Jendral Liu membunuhnya.
Sementara itu di tempat lain tetua Xie dan tetua Yang sedang terlibat pertarungan dengan tetua Xu dan tetua Chu dari sekte Gunung Abadi yang berada di dalam istana.
Kedua belah pihak bertempur dengan sangat ganas, sehingga memporak-porandakan benda sekitar mereka.
Kekuatan tetua Xie dan tetua Yang sedikit berada di atas tetua sekte Gunung Abadi, jadi dalam 95 jurus mereka berhasil mengalahkan para tetua dari sekte Gunung Abadi.
Melihat semua pemimpin mereka telah di kalahkan, seluruh pasukan dan murid-murid sekte Gunung Abadi menyerah tanpa syarat. Sedangkan semua pasukan Jendral Liu dan para pendekar sahabat Shen Long bersorak gembira menyambut kemenangannya.
Keadaan istana kerajaan Liu kembali tenang setelah kemenangan tersebut, permaisuri Qin kemudian di nobatkan menjadi Ratu Qin kerajaan Liu. Chen Shang diangkat menjadi menteri kerajaan, tetua Yang bersama tetua Xie diangkat sebagai penasehat kerajaan.
Jendral Liu diangkat sebagai panglima pasukan dan Chen Shen menjadi kepala kota Jishang mengganti ayahnya yang diangkat sebagai menteri.
Sekte Pedang Suci tetap netral tidak ingin memihak salah satu kerajaan, namun bersedia membantu apabila dibutuhkan untuk melawan ketidakadilan. Perguruan Wuming menjadi perguruan utama untuk melatih pasukan kerajaan Liu.
Sedangkan Shen Long menolak untuk diangkat dalam pemerintahan kerajaan Liu, dirinya masih memikirkan beberapa hal yang harus diselesaikan.
Setelah semua situasi terkendali, Shen Long mengajak para pendekar untuk bertemu tentang penyerangan ke sekte Gunung Abadi. Tampak semua orang hadir termasuk permaisuri Qin di aula kerajaan yang sangat luas.
“Para tetua dan ketua Sekte, aku berencana untuk pergi ke Gunung Abadi memusnahkan iblis yang menguasai tempat tersebut serta membebaskan Guruku.” kata Shen Long.
“Aku berharap para tetua dan ketua bisa ikut menemaniku untuk pergi ke Gunung Abadi” pinta Shen Long dengan hormat.
“Kami dari sekte Pelepas Arwah tentu akan berangkat mengikuti ketua sekte pergi kesana” sahut tetua Xie.
__ADS_1
“Kami dari Sekte Pedang Suci akan ikut bergabung bersama sekte Pelepas Arwah untuk membasmi iblis di Gunung Abadi”
“Sekte Lembah Suci ikut bergabung, lagipula aku masih punya dendam pada ketua sekte Gunung Abadi” sahut Guru Suci
“Perguruan Wuming juga tidak takut, demi membasmi iblis kami harus bergabung” sahut ketua Mu Kai
“Terima kasih para tetua dan ketua sekte, Shen Long merasa tenang” kata Shen Long dengan hati tenang.
Setelah mematangkan rencana penyerbuan ke sekte Gunung Abadi, keesokan harinya merekapun berangkat menuju Gunung Abadi.
\======
Di Gunung Abadi, pengintai sekte memberikan laporan pada ketua sekte tentang keadaan di istana kerajaan.
“Apa? Semua orang kita di istana telah dikalahkan?” teriak ketua Sekte Huo Lo dengan marah.
Pengintai yang melaporkan menjadi gemetar ketakutan oleh kemarahan ketua sekte.
“Huo Lo, tenanglah. Tidak semua rencana kita berantakan kan” sahut Jing Lu yang masih tenang.
Kemudian pelapor berikutnya datang melaporkan situasi di kerajaan Ming.
“Apa? Raja Ming telah kembali ke kerajaannya dan membasmi orang-orang dari sekte kita?” teriak ketua Sekte kembali. Kali ini matanya merah dan wajahnya menghitam gelap.
Jing Lu yang tadinya tenang, saat ini juga terkejut “Bagaimana bisa? Apa yang terjadi dengan penasehat kerajaan Ming kita?”
“Penasehat telah dibunuh oleh Shen Long dan rencana kita telah di ketahui oleh mereka” sahut pelapor yang baru datang dari kerajaan Ming.
“Kurang ajar, rencana yang sudah hampir berhasil jadi berantakan oleh Shen Long ini” kata ketua sekte sambil menggertakkan giginya.
__ADS_1
Tiba-tiba muncul lagi pelapor dari gerbang Gunung Abadi membawa berita
“Ketua, para pendekar sedang menuju kemari untuk menyerang sekte Gunung Abadi” lapor orang tersebut dengan gugup