
Ada satu naga langit yang lepas dari putaran tombak Jendral Liu, membuatnya melompat mundur untuk menghindarinya namun energi naga tersebut masih sempat merobek pakaian perangnya.
Saat Jendral Liu mendarat dia segera melompat kembali untuk membalas serangan ke arah Shen Long, kali ini dia menggunakan jurus Bor Alam Semesta. Bayangan Tombak berputar seperti bor mengarah dengan kekuatan dahsyat ke arah Shen Long.
“Gila, kekuatannya luar biasa” gumam Shen Long berusaha menghindarinya namun masih terus dikejar oleh tombak Jendral Liu.
Shen Long melompat ke udara namun tombak Bor Alam Semesta masih mengejarnya. Jalan satu-satunya adalah meledakkan kekuatannya secara maksimum untuk menangkis tombak tersebut dan memotong inti bor tersebut.
Shen Long lalu salto di udara kemudian mengarahkan ujung pedang dominatornya ke arah ujung tombak dominator Jendral Liu.
“BUMMM!”
Benturan keras terjadi memercikkan api ke sekitarnya, membuat penonton merinding mendengarnya.
Penonton tidak menyangka dapat menyaksikan pertandingan seru seperti ini selama hidup mereka. Kedua petarung tidak mengenal lelah saling menyerang dan bertahan. Entah berapa ratus jurus telah dikeluarkan membuat arena pertandingan retak di beberapa sudut.
“BUMMM!”
Benturan tiada henti terjadi di arena, kedua petarung masih terus menyerang seakan tenaga mereka tiada habisnya.
Kali ini Shen Long lebih dulu mengambil inisiatif untuk menjauh dan mengambil nafas, begitu juga Jendral Liu yang turut mundur selangkah.
“Jendral, jurusmu sangat luar biasa” kata Shen Long kemudian.
“Saudara Shen, aku juga mengakui jurusmu tidak kalah denganku” sahutnya
“Maaf, sekarang aku akan menyerangmu dengan jurus utamaku.” kata Shen Long bersiap untuk mengeluarkan jurus gabungannya.
Mengetahui Shen Long akan mengeluarkan jurus gabungannya, Jendral Liu mengeluarkan jurus bertahannya namun mempersiapkan jurus serangan disaat kekuatan serangan Shen Long melemah nantinya.
“Jurus Roh Pedang Naga Langit” teriak Shen Long yang melayang di udara.
Jendral Liu mengeluarkan Jurus Seribu Perisai Tombak untuk menangkis serangan Shen Long dari Udara.
“BUMMM! BUMMM! BUMMMMM!
Kali ini serangan Shen Long bertubi-tubi ke arah Jendral Liu. Dia berusaha keras menahan serangan tersebut namun kekuatan Shen Long seakan-akan tiada habisnya.
Bayangan energi Perisai Tombak yang terbentuk perlahan mulai retak di beberapa tempat oleh gempuran Roh Pedang Naga Langit yang tiada habisnya.
Disaat perisai tombak akan hancur, Jendral Liu ingin mengubah pertahanannya menjadi serangan balik. Namun tidak disangka olehnya Shen Long sudah mengubah serangannya menjadi Cermin Nirwana Sukma.
__ADS_1
Jendral Liu kalah setengah langkah dalam mengeluarkan jurusnya, sapuan energi cermin nirwana sukma mengarah ke tubuhnya tanpa bisa dibendung oleh perisai tombaknya.
Tubuh Jendral Liu pun terpelanting oleh energi jurus tersebut. Dia berlutut dengan satu kaki dan tubuhnya ditopang oleh tombaknya agar tidak terjatuh. Darah menetes di sudut bibirnya.
Shen Long mendarat dari udara lalu menghentikan serangannya, dia berdiri di hadapan Jendral Liu dengan pedang masih ditangannya.
Penonton terperanjat tidak percaya, disamping kekuatannya yang luar biasa, Shen Long juga sangat cekatan dan lihai dalam memainkan jurusnya. Serta kombinasi jurusnya juga tidak terduga.
Jendral Liu yang berusaha untuk berdiri mengalami kesulitan, dia merasa kakinya patah terkena sapuan energi cermin nirwana sukma tadi.
“Jendral, apakah masih ingin meneruskan pertandingan ini?” tanya Shen Long dengan tenang.
Dengan susah payah Jendral Liu menopang tubuh dengan tombaknya untuk berdiri lalu menghormat pada Shen Long. “Aku mengaku kalah darimu” sahutnya.
Penonton terperanjat mendengar kata-kata Jendral Liu seakan-akan petir menyambar disiang bolong. Seorang Jendral perkasa, pahlawan kerajaan Liu mengaku kalah pada Shen Long.
Tidak bisa dipercaya, keluarga kerajaan Liu tidak mempercayainya. Satu-satunya talenta berbakat keluarga Liu mengaku kalah melawan orang tak dikenal dari perguruan kecil.
Ini sungguh kejutan besar. Kuda hitam melaju ke final.
Pertandingan hari ini mengubah pemahaman orang-orang tentang kekuatan dan jurus dalam ilmu bela diri. Shen Long banyak memberikan pelajaran berharga untuk apra seniman bela diri.
Pendeta Kerajaan menggertakkan giginya tidak menyangka Shen Long mampu mengalahkan Jendral Liu yang dianggapnya seimbang untuk menjadi lawan Xu Huang.
Dia lalu menemui Xu Huang sehabis pertandingan tersebut untuk mendiskusikan cara mengalahkan Shen Long.
“Xu Huang, apa yang kamu pelajari dari pertandingan Shen Long hari ini?” tanya Pendeta Kerajaan.
“Jika melihat pertandingannya selama ini, kekuatannya tidak lebih dari tingkat pendeta suci, namun kekuatan jurus dan senjata dominatornya sangat tinggi” sahut Xu Huang.
“Lalu bagaimana kesempatanmu untuk menang?” tanya Pendeta itu lagi
“Aku masih yakin bisa memenangkan pertandingan nanti. Aku memiliki senjata dominator yang belum pernah aku keluarkan. Lagipula kekuatanku sudah menembus tingkat pendeta raja tahap awal.” sahut Xu Huang.
“Shen Long bukanlah tandinganku” lanjutnya.
“Bagus, namun untuk berjaga-jaga, gunakan obat ini disaat kamu memerlukannya” kata Pendeta Kerajaan menyerahkan obat terlarang pada Xu Huang.
“Baik. Aku akan menyimpannya dan menggunakannya jika perlu” sahut Xu Huang kembali.
“Ohya, apakah kamu sudah menemukan Xu Meng?” tanya Pendeta Kerajaan.
__ADS_1
“Sudah. Bawahanku menemukannya sedang mabuk di sebuah warung di luar ibukota kerajaan” sahut Xu Huang.
“Bagus. Perintahkan anak buahmu untuk menangkap dan membawanya ke Gunung Abadi. Kita akan segera melanjutkan rencana dalam waktu dekat ini” lanjut Pendeta Kerajaan.
“Baik Guru” sahut Xu Huang yang segera pergi.
Sementara itu di istana, permaisuri tampak berseri-seri karena Shen Long memenangkan pertandingan hari ini.
“Kamu jangan terlalu senang dulu istriku. Xu Huang bukan orang yang mudah dihadapi” kata Raja Liu.
“Huh, Pendeta Kerajaan terlalu sombong selama ini. Mereka terlalu mendominasi dengan kekuatan mereka karena tidak ada yang bisa mengalahkannya selama ini” sahut permaisuri raja.
“Itulah mengapa aku ingin membuatnya merasakan kekalahan” lanjutnya
“Benar, aku mengerti maksudmu. Tetapi mempertaruhkan dirimu bukanlah sikap yang bijaksana” kata Raja Liu kembali
“Tidak apa Yang Mulia. Aku yakin Shen Long itu bisa mengalahkannya” sahut permaisuri raja
“Aku berencana untuk mengundangnya nanti setelah pertandingan ke istana, menang atau kalah” kata Raja Liu
“Apa yang akan Yang Mulia lakukan?” tanya permaisuri raja
“Aku akan memberinya hadiah dan mengajaknya mengabdi padaku” lanjut Raja Liu
“Yang Mulia benar-benar jeli, dengan adanya Shen Long dan Jendral Liu bersama Yang Mulia, maka kekuatan yang ingin merebut kekuasaan Yang Mulia tidak akan berani berkutik” kata permaisuri raja.
“Hahaha... istriku memang paling memahami aku” kata Raja Liu sambil tertawa.
“Baiklah, mari kita beristirahat setelah menyaksikan pertandingan yang cukup melelahkan juga.”
“Baik Yang Mulia” sahut permaisuri raja dengan senyumannya.
Sementara itu di arena pertandingan, pendukung Shen Long merayakan kemenangannya dengan gembira.
Tampak Jendral Liu datang mendekati Shen Long dengan jalan tertatih-tatih.
“Jendral” sapa semua orang yang melihatnya.
“Shen Long, aku sangat mengagumi bakat bertarungmu. Aku ingin minum bersamamu suatu saat nanti” ajaknya.
“Terima kasih Jendral” sahut Shen Long menghormatinya.
__ADS_1
“Sampai ketemu lagi saudara Shen” katanya sambil pergi meninggalkannya.