Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 302 | Tiada masa depan


__ADS_3

Sementara itu di dunia manusia, tepatnya di daerah barat yang misterius, Shen Long yang telah berhasil memulihkan kekuatannya kembali masih duduk bermeditasi di atas sebuah batu di dekat Gerbang Neraka itu.


“Kaisar Dewa Iblis, apakah kamu tahu tentang Dewa Penghancur dari Loka asal Shang Ti?” tanya Shen Long pada Kaisar Dewa Iblis di dalam pikirannya.


“Aku tidak tahu asal Loka dari Shang Ti. Di alam semesta ini terdapat ribuan Loka yang juga memiliki Dewa Penghancur dan Dewa Cahaya masing-masing. Mereka sama sepertiku yang terlahir dengan kekuatan yang sama, namun perkembangan kekuatan masing-masing berbeda tergantung dari alam Loka masing-masing.” sahut Kaisar Dewa Iblis.


Shen Long mengkerutkan keningnya memikirkan kembali kekuatan dari Dewa Penghancur yang ditemuinya tadi. Kaisar Dewa Iblis juga merasakan kekuatan itu dari dalam pikiran Shen Long, namun dia tidak bisa mengetahui Dewa Penghancur mana yang telah datang ke Loka mereka ini.


“Sebaiknya kamu hindari dulu pertemuan dengannya Shen, kita belum tahu dia kawan atau lawan,” saran Kaisar Dewa Iblis padanya.


Shen Long juga memikirkan hal yang sama, tetapi jika Dewa Penghancur berniat menghancurkan Loka ini, dia akan berjuang mati-matian menghadapinya. “Kaisar, berapa segel lagi yang tersisa?  Sepertinya aku hanya bisa berharap untuk memaksimalkan kekuatanku. Tanpa memulihkan kekuatan dewaku, aku kesulitan untuk memurnikan dan menyatukan kekuatan Iblis Purba dan kekuatanmu,” sahut Shen Long.


Sejak kekuatannya tersegel, Shen Long memang tidak bisa menyatukan seluruh kekuatan yang telah diserapnya. Dia hanya bisa menggunakan salah satu dari kekuatan tersebut. Hal inilah yang membuatnya tidak bisa memaksimalkan kekuatan di dalam tubuhnya yang dalam keadaan tersegel.


Tubuhnya seperti menggunakan obat kuat sementara untuk melakukan pertempuran tanpa bisa mencerna dan menyatukan dengan kekuatan tubuh aslinya.


“Masih tersisa 87 segel lagi Shen. Kamu harus bersabar sedikit lagi,” sahut Kaisar Dewa Iblis.


“Ah... aku harus menghindarinya terlebih dahulu sampai seluruh segel terlepas dan memurnikan seluruh kekuatan di tubuhku,” desah Shen Long kembali.


Setelah itu Shen Long kemudian bangkit dari meditasinya dan kembali ke sekte Pedang Harapan terlebih dahulu untuk bertemu dengan teman-temannya terutama istrinya Yun Mei.

__ADS_1


Shen Long kemudian memanggil Pendeta Agung dan Putri Shui untuk mengabarkan tentang kedatangan Dewa Penghancur di Loka ini.


“Yang Mulia,” sapa Pendeta Agung dan Putri Shui hampir bersamaan dengan hormat pada Shen Long.


“Lama tidak menghubungimu Pendeta. Maaf aku mengganggu kalian. Sebelum kekuatanku pulih, aku tidak bisa pergi ke dunia langit saat ini,” sahut Shen Long.


“Yang Mulia jangan terlalu sungkan. Apakah ada perintah darimu?” tanya Pendeta Agung


Shen Long mengajak mereka berdua ke tempat yang cukup nyaman di belakang kediaman sekte untuk duduk bercerita. Shen Long menceritakan tentang perjalanannya ke dunia bawah hingga Alam Neraka pada kedua dewa tersebut.


Pendeta Agung dan Putri Shui memang tidak selalu mengamati kejadian di dunia bawah, apalagi di Alam Neraka yang lebih tertutup untuk dimasuki. Jadi mereka hanya mengetahui kejadian yang terjadi di dunia langit dan dunia manusia saja.


Pendeta Agung tertegun saat Shen Long menceritakan bertemu dengan seorang Dewa Penghancur dari Loka lainnya. Pendeta Agung lalu melakukan ramalannya dengan menggunakan tangan dan merapal mantra untuk mengetahui tentang Dewa Penghancur tersebut.


“Ya-Yang Mulia!” teriaknya dengan wajah pucat dan gugup.


“Aku tidak bisa melihat masa depan. Meskipun aku telah berusaha keras, namun sepertinya masa depan itu kosong,” sahut Pendeta Agung dengan wajah pucat dan tubuh menggigil. Dia tidak pernah merasa ketakutan seperti ini.


Putri Shui yang berada disampingnya juga terkejut melihat raut wajah Pendeta Agung yang selama ini tenang kini tampak tegang dan penuh ketakutan di wajahnya. Shen Long pun yang melihatnya tidak menyangka masa depan tidak bisa dilihat oleh seorang Pendeta Agung dari dunia langit.


Bagi seorang peramal, tidak melihat masa depan adalah bisa disebabkan oleh dua hal. Pertama karena kekuatan meramalnya sendiri yang menurun atau memang dia melihat masa depan yang sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


Hal kedua adalah yang paling ditakuti oleh para peramal tersebut. Pendeta Agung selama ini tidak pernah meleset dalam melakukan perhitungan ramalannya. Namun kini dia tidak bisa melakukannya lagi.


“Aku telah mencoba memastikan lagi dengan memaksa kekuatanku, namun akhirnya aku terluka hingga muntah darah. Nasib Loka ini tidak ada di masa depan.” jelas Pendeta Agung lirih. Badannya masih belum berhenti bergetar. Putri Shui lalu menuangkan air untuknya menenangkan diri sebelum melanjutkan perbincangan mereka.


“Pendeta, apakah ramalan itu tidak bisa diubah lagi?” tanya Shen Long dengan raut wajah yang ikutan tegang.


“Ya-Yang Mulia, butuh seseorang yang memiliki takdir langit yang sangat kuat untuk mengubah masa depan. Saat ini hanya Yang Mulia seorang yang bisa mengubah hal itu” sahut Pendeta Agung.


Wajah Shen Long menjadi muram, dia tidak tahu bagaimana caranya mengubah takdir masa depan sementara dia tidak bisa mengubah takdir dirinya sendiri. Mendengar hal itu, Shen Long hanya bisa mendesah,” Ah... Apa yang harus aku lakukan?” batinnya.


“Shen, nasib Loka ini sekarang berada di tanganmu. Aku yakin kamu akan bisa mengubah masa depan Loka ini,” sahut Putri Shui memberikan semangat pada Shen Long.


Meskipun kata-kata lembut Putri Shui membuat hati Shen Long sedikit lega, namun beban berat masa depan Loka ini membuat tubuhnya bergetar memikirkannya. Shen Long tidak ingin Loka mereka ini menjadi hancur seperti Loka asal Shang Ti yang pernah didengarnya.


“Yang Mulia, sebaiknya pergi menemui Kaisar Dewa Cahaya untuk meminta petunjuknya,” sahut Pendeta Agung.


“Tapi Kaisar Dewa Cahaya adalah dewa yang kaku pada aturan. Apakah dia akan bersedia membantu Shen Long?” tanya Putri Shui kemudian.


Wajah Pendeta Agung pun merenung mendengar hal itu. Dia memang menyadari karakter dari Kaisar Dewa Cahaya, tetapi keselamatan Loka ini seharusnya juga menjadi tanggungjawabnya.


“Aku rasa hal itu sangat susah. Dewa Cahaya di Loka Shang Ti tidak mencampuri Lokanya dari kehancuran yang disebabkan oleh Dewa Penghancur. Aku rasa disinipun akan tetap sama,” sahut Shen Long.

__ADS_1


Mereka bertiga terdiam merenungkan diri masing-masing memikirkan cara untuk menyelamatkan Loka ini dari kepunahan. Kedatangan Dewa Penghancur ke Loka ini benar-benar membuat ramalan tentang masa depan Loka ini menjadi kosong.


“Aku rasa hanya itu jalan satu-satunya untuk bisa kita lakukan saat ini. Menemui Kaisar Dewa Cahaya yang berada di Alam Maya. Entah dia mau membantu menyelamatkan Loka ini atau tidak.” kata Shen Long.


__ADS_2