Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 417 | Godaan Xu Xian


__ADS_3

Shen Long tidak membuang waktu lagi. “Maaf! Tadinya aku masih ingin melepaskan kalian, tetapi karena kalian bersikeras ingin melenyapkanku. Aku terpaksa membalasnya.”


Bummm!


Shen Long meledakkan tubuh ketua sekte Wu Tian. Kini hanya dia dan Xu Xian yang masih berada di tempat itu. Wajah Xu Xian tampak pucar pasi melihat kekejaman Shen Long.


Melihat Xu Xian yang berdiri terpaku, Shen Long tidak mempedulikannya lalu pergi menuju puncak gunung Berung Putih untuk melanjutkan meditasinya.


“Ini bukan mimpi kan?” Xu Xian masih termenung tidak percaya meskipun Shen Long telah pergi meninggalkan dirinya. Kini hanya dia seorang diri di halaman kediaman sekte Beruang Putih.


Hanya dalam beberapa menit, sebuah sekte besar dimusnahkan seorang diri oleh Shen Long. Ini membuat Xu Xian tidak bisa mempercayai penglihatannya. “Benar-benar seorang dewa. Dia harus menjadi milikku.” Mata Xu Xian berbinar tidak ingin melepas Shen Long.


Xu Xian melihat sekelilingnya, dia merasa melihat kepergian Shen Long menuju ke puncak gunung Beruang Putih. Kemudian dia pun pergi mengikutinya.


Sementara itu, Putri Dao Lin dan kedua pengawalnya telah tiba kembali di desa terpencil yang terletak di kaki gunung Beruang Putih. Mereka menghentikan langkah untuk beristirahat sejenak.


“Putri, kemana kita harus pergi sekarang?” tanya seorang pengawalnya.


Putri Dao Lin mengatur nafasnya, wajahnya tampak termenung memikirkan sesuatu.


“Putri!” tegur salah satu pengawalnya lagi ketika melihat putri Dao Lin yang tidak mendengarkan kata-katanya tadi.


“Aku merasa bersalah meninggalkan tuan Shen sendirian melawan seluruh sekte Beruang Putih yang kuat. Apakah dia akan baik-baik saja?”


Kedua pengawal juga menundukkan kepalanya setelah mendengar perkataan putri Dao Lin. “Putri, bukannya tuan Shen seorang dewa. Tentu saja dia bisa mengalahkan mereka semua.” sahut pengawal itu menghibur dirinya yang juga merasa cemas.


“Aku ingin melihatnya kembali. Jika harus mati, aku ingin mati bersama tuan Shen disana.” kata putri Dao Lin yang berdiri hendak beranjak pergi kembali ke kediaman sekte Beruang Putih.


“Putri, biarkan kami yang melihatnya. Kamu disini saja menunggu kami.” kata pengawalnya itu.

__ADS_1


“Tidak. Kita pergi bersama-sama. Jika terjadi sesuatu dengan tuan Shen, lalu untuk apa juga aku hidup?” lanjut putri Dao Lin.


Kedua pengawalnya saling memandang lalu mende-sah karena melihat keras kepalanya putri Dao Lin. Akhirnya merekapun kembali ke kediaman sekte Beruang Putih dengan perlahan dan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh orang-orang sekte.


Namun ketika mereka tiba di halaman sekte, seluruh keadaan di tempat itu telah sunyi. Tercium bau darah yang sudah mengental membanjiri tanah halaman sekte. Juga terdapat banyak potongan daging yang telah berbau berceceran di tanah dan dikerubuti oleh burung-burung gagak yang datang karena mencium bau darah.


“I-Ini apa yang telah terjadi disini? Dimana tuan Shen?” Putri Dao Lin tampak cemas melihat keadaan halaman sekte yang dipenuhi oleh genangan darah dan potongan daging.


“Putri, sebaiknya kita pergi melihat sekelilingnya. Tapi kita harus berhati-hati.” kata pengawalnya.


Mereka bertiga kemudian menyebar dengan berhati-hati melihat sekeliling gedung kediaman sekte yang semuanya telah sepi tidak ada orang yang berada di sekitar mereka.


“Kemana semua orang?” Apakah sekte Beruang Putih telah musnah?”


Tubuh Putri Dao Lin menggigil gemetar ketakutan memikirkan hal itu. “Ini tidak mungkin, hanya beberapa saat kita pergi meninggalkan sekte, keadaan jadi seperti ini.” batin putri Dao Lin.


“Putri, kami menemukan seorang pelayan sekte yang masih bersembunyi disini.” kata pengawalnya yang datang menggiring seorang wanita pelayan sekte yang membawa bungkusan. Pengawal memeriksa bungkusan yang ternyata isinya harta kekayaan dari sekte Beruang Putih.


Mendengar hal itu, wanita itu menggigil bergidik mengingat kejadian yang dilihatnya dini hari tadi. “Orang itu memusnahkan seluruh anggota sekte, tetua dan ketua sekte. Semua dibunuh olehnya.” teriak pelayan wanita itu sambil menutup wajahnya ketakutan.


Kedua pengawal saling menoleh. “Mungkinkah tuan Shen yang melakukan ini?”


“Cepat katakan, dimana orang itu sekarang?” tanya putri Dao Lin kemudian.


Wanita itu sambil menutup wajahnya menujuk ke atas puncak gunung. “Dia pergi ke arah sana.” sahutnya pelan.


“Putri, apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya pengawalnya itu.


“Lepaskan dia! Kita pergi ke puncak gunung untuk melihat situasinya.” sahut putri Dao Lin yang menjadi penasaran setelah mendengar cerita dari pelayan itu.

__ADS_1


“Benarkah tuan Shen yang menghabisi mereka semua?” pikir putri Dao Lin.


Pelayan sekte itu kemudian dilepaskan dan pergi meninggalkan kediaman sekte dengan berlari. Putri dan kedua pengawalnya bergegas pergi ke puncak gunung Beruang Putih.


Pagi hari matahari terbit di ufuk timur menyinari puncak gunung Berung Putih. Cahaya kuning keemasan menyinari puncak gunung yang cukup luas dengan pepohonan lebat di sekitar makam pendiri sekte Beruang Putih.


Shen Long tampak duduk bermeditasi di sebuah batu besar untuk menyerap energi cahaya matahari yang mulai menyinari tubuhnya. Shen Long mengerahkan kekuatannya untuk menyerap energi cahaya dari matahari pagi dan mengumpulkannya di dalam tubuhnya.


Wajah Shen Long tampak tenang melakukan meditasi sambil mengerahkan auranya ke sekitar tempat itu untuk melindungi dirinya dari kedatangan orang lain.


Tiba-tiba Shen Long membuka matanya karena merasakan ada seseorang yang datang memasuki medan aura yang telah dibentuk olehnya. “Xu Xian, apa maumu?” gumam Shen Long dalam hatinya setelah mengenali orang yang datang itu.


Beberapa saat kemudian tampak Xu Xian tiba di puncak gunung Beruang Putih dan melihat ke sekelilingnya mencari keberadaan Shen Long. Matanya tampak berbinar setelah melihat Shen Long duduk bersila di sebuah batu besar yang ada di tempat itu.


Dengan perlahan Xu Xian berjalan mendekati batu besar tempat duduk Shen Long dan menatap ke arah Shen Long. Xu Xian memperhatikan wajah Shen Long yang tampan namun bergaris tegas dan keras. Detak jantungnya semakin kencang ketika dia bermaksud untuk menyentuh tubuh Shen Long.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” Tiba-tiba Shen Long berkata tanpa membuka matanya dan membuat jantung Xu Xian hampir copot karenanya.


“A-Aku ingin memeriksamu.” sahut Xu Xian gugup.


“Aku baik-baik saja. Jangan ganggu aku, tinggalkan aku sendiri.” kata Shen Long kemudian dengan dingin tanpa melihat ke arahnya.


Namun Xu Xian tidak mendengarkan kata-kata Shen Long, dia justru merebahkan dirinya di pangkuan Shen Long dan memeluknya.


Shen Long terkejut dan membuka kedua matanya dan menatap Xu Xian dengan tatapan tidak senang. “Apa kamu tidak mendengar kata-kataku?”


“A-Aku ingin bersamamu. Peluklah aku tuan Shen. Aku masih ketakutan dengan kejadian tadi.” Xu Xian menampakkan wajah sedih dan ketakutan.


Namun Shen Long bukan orang bodoh yang dengan mudah bisa ditipu oleh Xu Xian. “Lepaskan tanganmu dariku dan pergi dariku. Atau jangan salahkan aku memaksamu.” sahut Shen Long dengan nada ketus.

__ADS_1


Xu Xian tidak mengindahkan kata-kata Shen Long, dia semakin erat merangkul tubuh Shen Long dan mendekatkan dadanya ke tubuh Shen Long. “Tidak ada lelaki yang kuat menahan godaan tubuh wanita.” pikir Xu Xian yang mulai menggoda Shen Long.


__ADS_2