Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 283 | Luapan perasaan


__ADS_3

Setelah kepergian Putri Shui, Shen Long mengutus He Ti dan Che Ti untuk mencari satu lagi dewa kuno yang berada di dunia manusia. Sementara Shen Long menetap dengan Yun Mei di ibukota kekaisaran sambil memulihkan dirinya.


Sejak pertempurannya dengan Liang Ti, Shen Long banyak mendapatkan pelajaran bahwa hanya kekuatan dan kecepatan yang utama. Semakin sederhana jurus akan membuat kekuatannya menjadi semakin besar.


Shen Long kemudian memikirkan semua jurus yang dimilikinya untuk menciptakan sebuah jurus baru yang sederhana. Dia bermeditasi untuk memulihkan diri serta mengembangkan jurus baru dari pertarungannya melawan Liang Ti.


“Shen, makanlah dulu sebelum hidangan ini dingin,” kata Yun Mei dengan lembut.


Yun Mei yang telah membuatkannya makanan yang beraroma lezat membuat Shen Long menghentikan sementara meditasinya. Dia pun duduk di meja makan bersama Yun Mei untuk menikmati hidangan yang telah dibuat olehnya.


Shen Long tampak senang dengan masakan Yun Mei, dia juga menyuapi Yun Mei masakan itu dan membuat wajah Yun Mei menjadi merah. Shen Long merasa geli melihat raut wajah Yun Mei dan tersenyum kecil.


“Kenapa kamu tersenyum?” Wajah Yun Mei menjadi merah karenanya. Bibirnya yang tipis merekah membuat Shen Long tertegun. “Kamulah wanita pertama dalam hidupku Yun Mei,” gumam Shen Long dalam hatinya.


Yun Mei merasa kikuk ditatap sedemikian rupa oleh Shen Long, dia memalingkan wajahnya yang memerah ke arah lain. Namun Shen Long mendekati wajahnya dan menarik dagu Yun Mei untuk melihat ke arahnya.


Wajah Yun Mei kembali menatap lembut Shen Long yang berada di depannya. Nafas hangat Shen Long terasa seperti angin lembut yang menerpa wajahnya yang putih cantik itu. Yun Mei menutup matanya menikmati nafas Shen Long yang menerpa wajahnya semakin terasa dekat.


Tiba-tiba bibirnya yang lembut telah dicium oleh bibir Shen Long. Yun Mei terkejut dan membuka matanya. “Manis. Rasa ini sangat manis,” gumamnya dalam hati


Yun Mei tidak menghindari ciuman Shen Long yang semakin gencar pada seluruh wajahnya. Yun Mei hanya menutup kedua matanya dan menikmati setiap sensasi yang diberikan oleh Shen Long.


Pikiran Yun Mei seperti tersengat lembut oleh sensasi gerakan tangan Shen Long di sekujur tubuhnya. “Ugh...” Wajah Yun Mei menjadi merah dan tubuhnya menggeliiiat saat jemari tangan Shen Long bermain di sekitar daerah sensitif di tubuhnya.


Tak terasa pakaian yang mereka kenakan telah berserakan dilantai kamar penginapan itu. Shen Long tampak menindih tubuh Yun Mei dan bergerak perlahan dan lembut sementara Yun Mei yang tampak meringis kesakitan karena pertama kalinya.

__ADS_1


Wajah merah Yun Mei dan tatapan sayunya membuat Shen Long mempercepat gerakannya. Tubuh Yun Mei semakin lama semakin bergetar dengan hebat dan mengejjang seperti tersetrum oleh listrik tegangan tinggi. “Aahh...” Yun Mei mengangkat bagian atas tubuhnya dengan gemetaran, sementara tangannya mencengkeram rambut Shen Long.


Shen Long menghentikan gerakannya sementara untuk memberikan waktu bagi Yun Mei menikmati perasaan mencapai puncak dari pendakian itu. Kemudian Shen Long membalikkan tubuhnya dan membiarkan Yun Mei mendapatkan kesempatan untuk memanjat.


“Akh... Hah...” Yun Mei meringis sambil menutup matanya setengah dan bibirnya mengeluarkan suara mendesis mengikuti gerakan tubuhnya yang meliuk seperti ular. Tidak ada yang mengajarkan gerakan itu sebelumnya, Yun Mei hanya mengikuti rasa yang diperolehnya dari gerakan tersebut.


Semakin lama Yun Mei meliuk semakin liar, Shen Long menyipitkan matanya memperhatikan ekspresi Yun Mei yang berubah semakin ganas. Tatapan matanya menjadi berubah tajam seakan ingin melahap tubuh Shen Long sepuasnya.


“Ugh!” Shen Long merasa dirinya memerlukan waktu untuk beristirahat, namun Yun Mei tidak membiarkannya lari dari pertarungan itu. Gerakan Yun Mei semakin menjadi-jadi membuat mata Shen Long kini terbelalak karenanya. Yun Mei kemudian kembali mengejjang beberapa kali kemudian tubuhnya terkulai di dada Shen Long.


“Sial, kenapa berhenti?” Shen Long merasa sedikit kesal karenanya.


Merasa dirinya dipermainkan, Shen Long kembali membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh Yun Mei dari belakang. “Akh...” Yun Mei terkejut, namun dia tidak bisa melakukan perlawanan. Dia hanya pasrah mendapat serangan kembali meskipun tenaganya belum kembali dan pikirannya masih melayang di puncak pendakian.


“Shen, terima kasih,” bisik Yun Mei ditelinga Shen Long yang memeluknya sambil tertidur.


Yun Mei pun tertidur dengan perasaan berbunga-bunga dan wajah yang memerah.


Pagi harinya, Yun Mei telah lebih dulu terbangun dan menyiapkan sarapan untuk Shen Long. Kemudian dia membangunkannya dengan aroma masakan yang telah disiapkan di meja makan depan ranjang mereka.


“Hmmm... kamu sungguh istriku yang tersayang,” kata Shen Long sambil mengecup bibir Yun Mei membuat wajah Yun Mei tersipu malu.


“Bersihkan badanmu dulu. Kita makan bersama-sama,” sahut Yun Mei kemudian.


Setelah menikmati makanannya, Shen Long kembali berlatih dengan penuh konsentrasi dalam meditasinya. Dia mengingat jelas jurus-jurus yang dikerahkan dalam pertarungan melawan Liang Ti.

__ADS_1


Kemudian Shen Long merasa dirinya terbawa ke dalam alam pikirannya. “Ah, aku masuk dalam alam pikiranku sendiri,” gumamnya.


Shen Long melihat sekitarnya hanya tampak tanah yang tandus dan gersang, “Kenapa setiap masuk kemari tanahnya selalu gersang? Apa yang aku pikirkan?” Shen Long sedikit kecewa pada pikirannya sendiri.


Lalu Shen Long mengubah alam pikirannya menjadi lebih indah dan sejuk penuh pepohonan. Tiba-tiba dia melihat sosok berpakaian seorang kaisar muncul di hadapannya. “Kaisar Dewa Iblis?” gumam Shen Long


“Hehehe... akhirnya kita bertemu disini lagi,” Kaisar Dewa Iblis tersenyum pada Shen Long.


Ini pertama kalinya Shen Long melihat sosok asli Kaisar Dewa Iblis yang menyerupai manusia namun wajahnya berwarna merah kehitaman. “Segel kekuatanmu tinggal 168 lagi. Sebentar lagi kekuatanmu akan terbebas dan kita akan berpisah.” Kaisar Dewa Iblis tersenyum senang mengatakan hal itu.


“Terima kasih. Mungkin kita tidak akan bertemu lagi dimasa depan,” sahut Shen Long kemudian.


“Hahaha... jangan sampai bertemu lagi, atau aku akan membunuhmu saat itu. Hahaha... “ Kaisar Dewa Iblis tertawa lepas.


Mereka pun sama-sama tertawa di alam pikiran Shen Long. “Hmm... Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kaisar Dewa Iblis pada Shen Long.


“Aku sedang bermeditasi hendak menciptakan jurus baru yang sederhana, namun tiba-tiba aku terkirim kesini.” sahut Shen Long


“Jurus sederhana?” Kaisar Dewa Iblis menyipitkan matanya pada Shen Long. “Ah, kamu ternyata tidak menggunakan kekuatanku dengan benar selama ini.” Kaisar Dewa Iblis menggelengkan kepalanya.


“Maksudmu?” Shen Long mengernyitkan dahinya mendengar kata-kata Kaisar Dewa Iblis.


“Pelajari kekuatan yang aku pinjamkan padamu. Kamu akan menemukannya,” kata Kaisar Dewa Iblis yang kemudian lenyap dari hadapan Shen Long beserta alam pikirannya.


Shen Long membuka matanya kembali ke kesadarannya. “Apa maksud Kaisar Dewa Iblis itu?” pikir Shen Long.

__ADS_1


__ADS_2