Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 268 | Sungguh sampah


__ADS_3

Di kediaman sekte Pedang Harapan cabang wilayah timur, Shen Long duduk di singgasana ketua sekte cabang merasa matanya berkedut. Dia merasakan hatinya tidak tenang dengan kondisi sekte Pedang Harapan kini yang jauh dari harapannya.


“Aku mendirikan sekte ini untuk mengabdi pada kerajaan dan melindungi rakyat. Tetapi kini sekteku dijadikan alat untuk menindas rakyat.” Wajah Shen Long menjadi merah setiap memikirkan hal itu.


“Ketua sekte, ada utusan dari sekte Pedang Harapan Kekaisaran yang datang,” tiba-tiba seorang murid sekte datang melapor padanya.


Wajah Shen Long tertegun mendengar hal itu, dia melihat ada tiga orang yang datang, satu wanita yang memimpin di depan dan diikuti oleh dua orang lelaki yang berumur tua mengikuti di belakang wanita tersebut.


Wanita itu terkejut melihat Shen Long duduk di singgasana ketua sekte. “Siapa kamu? Dimana Guo Jing?” Serunya dengan tatapan galak. Kedua laki-laki tua yang mengikutinya segera bergerak ke kiri dan kanan wanita itu begitu melihat orang lain yang duduk di singgasana itu.


“Aku? Aku ketua sekte Pedang Harapan,” sahut Shen Long dengan sejujur-jujurnya.


“Jangan sembarangan. Katakan dimana Guo Jing?” tanya wanita itu kembali.


He Ti lalu muncul dari pintu samping setelah bersiap untuk pergi ke kerajaan timur hari ini. Dia sedikit terkejut melihat ketiga orang yang datang di aula sekte itu, namun dia tidak mempedulikan mereka.


“Yang Mulia, aku sudah siap. Kapan kita akan berangkat ke kerajaan Timur?”


Mata ketiga orang yang datang dari sekte Pedang Harapan pusat terkejut mendengar kata ‘Yang Mulia’ disebutkan oleh He Ti pada Shen Long.


“Siapa orang ini?” gumam wanita itu dalam hatinya.


“Kita akan segera berangkat. Tetapi ada tiga serangga datang ke tempat kita ini,” sahut Shen Long dengan acuh tak acuh membuat wajah ketiga orang yang datang itu menjadi merah padam.


“Apa Yang Mulia ingin hamba membasmi serangga-serangga ini?” tanya He Ti dengan wajah santai.


“Ku-Kurang ajar. Kalian meremehkan kami?” Teriak wanita tersebut sambil menunjuk ke arah Shen Long.


Kedua lelaki tua itu langsung menyerang ke arah Shen Long, namun He Ti sudah bergerak terlebih dahulu menghadang di depan Shen Long dan meninju wajah kedua lelaki tua itu.


BRAK... BRAKK...

__ADS_1


Kedua tubuh lelaki tua itu melayang ke kiri dan kanan dihempaskan oleh tinju He Ti. Hanya sekali pukul, kedua lelaki tua itu mati dengan tengkorak pecah dan tubuh menabrak dinding.


“Ah..., lagi-lagi harus menguburkan mayat dan membersihkan aula dari darah,” keluh murid yang datang melapor dalam hatinya setelah melihat dua lelaki tua itu mati dipukul oleh He Ti.


Mata wanita yang datang itu terbelalak melihat orang yang mengawalnya dibunuh oleh He Ti dalam satu pukulan. “Ka-Kalian berani melawan utusan dari sekte Pedang Harapan Kekaisaran?” Teriaknya gugup.


“Jangankan sekte Pedang Harapan, melawan Kekaisaranpun aku berani,” senyum Shen Long.


Wajah wanita itu merah padam dan matanya bergidik melihat senyuman Shen Long. Tubuhnya mengucurkan keringat dingin mendengar kata-kata Shen Long.


“Katakan! Apa tujuanmu kemari?” Tanya Shen Long.


“Kami akan mengadakan pertemuan seluruh sekte Pedang Harapan minggu depan di sekte Pedang Harapan Kekaisaran. Seluruh sekte cabang diharapkan hadir,” sahut wanita itu dengan gemetar.


“Hahaha... Katakan pada mereka. Aku akan datang saat itu,” sahut Shen Long sambil tertawa.


Meskipun wanita itu marah, dia tidak berani menyerang Shen Long setelah melihat dua lelaki tua yang mengawalnya mati mengenaskan dalam satu pukulan. Dia merasa tidak berdaya.


Wanita itu geram mendengar kata-kata Shen Long, dia pun pergi untuk kembali ke sekte Pedang Harapan dan melaporkan kejadian ini pada ketua sekte.


“He Ti, mari kita pergi ke kerajaan timur,” ajak Shen Long


Mereka tidak terlalu memikirkan masalah kecil barusan. Merekapun pergi dengan acuh tak acuh meninggalkan mayat di aula utama itu. Murid sekte yang tadi melapor mengerti apa tugas selanjutnya.


*****


Kerajaan Timur, Raja Shi Yue sedang dalam keadaan sakit keras. Kerajaan dipegang sementara oleh perdana menteri yang menemani Putra Mahkota Shi Meng.


Disisi Shi Meng ada dewa kuno Jia Ti yang selalu memberikan nasehat dan petunjuk pada Shi Meng dalam menangani masalah dan mendukungnya membasmi orang-orang yang tidak setia padanya.


Shi Meng membatasi gerak kakak tirinya Shi Yuan hanya di sebatas kota Shinai. Hanya karena ayah mereka, Raja Kerajaan Timur masih hidup maka Shi Meng belum menyingkirkan Shi Yuan. Namun apabila Raja Shi Yue sudah mati, kemungkinan besar Shi Yuan akan disingkirkan selamanya oleh Shi Meng agar tidak menimbulkan penyakit baginya di masa depan.

__ADS_1


Hal inilah yang membuat Shi Yuan secara diam-diam mencari dukungan dari sekte-sekte yang ada di kerajaan Timur untuk membantunya melawan tekanan dari saudara tirinya Shi Meng.


“Tuan Jia, bagaimana menurutmu penyakit ayahku?” tanya Shi Meng pada dewa Jia Ti.


Jia Ti mengernyitkan dahinya. “Menurutku Raja tidak akan bisa melewati bulan ini. Kondisi tubuhnya semakin hari semakin melemah,” sahut dewa Jia Ti


“Hehehe... akhirnya kesempatanku tiba. Aku akan segera menjadi raja dan menyingkirkan kakak tiriku selamanya,” kata Shi Meng sambil tersenyum licik.


Dewa Jia Ti tersenyum melihat wajah Shi Meng yang tampak bersemangat. Dia berdiri hendak pergi dari tempat itu menuju kamarnya. “Pangeran, kirimkan tiga orang wanita cantik ke dalam kamarku. Aku ingin bersenang-senang hari ini” kata dewa Jia Ti sambil berjalan menuju kamarnya.


“Baik tuan Jia,” sahut Shi Meng kemudian


“Dengan seorang dewa mendukungku, bahkan Kaisar pun akan aku taklukkan di bawah kakiku nanti. Aku hanya perlu memanjakannya saja” Wajah Shi Meng menjadi tambah bersemangat memikirkan hal itu.


Shi Meng segera memerintahkan pelayannya untuk menyediakan wanita bagi dewa Jia Ti dan melayaninya dengan baik untuk memuaskannya.


“Hahaha... Aku Shi Meng akan menjadi Kaisar Naga selanjutnya,” Teriak Shi Meng


Tiba-tiba...


“Ah, aku rasa kamu bermimpi terlalu tinggi, Nak.” Sebuah suara terdengar membuyarkan tawa dan bayangan Shi Meng.


“Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa datang kemari?” Teriak Shi Meng yang terkejut melihat kedatangan Shen Long dan He Ti di dalam ruang tamu kediamannya.


Shen Long berjalan mendekati Shi Meng yang tanpa sadar mundur. “Aku? Aku adalah mimpi buruk yang membuyarkan mimpi indahmu,” sahut Shen Long dengan senyuman yang bukan seperti senyuman.


Wajah Shi Meng bergidik melihat senyuman Shen Long, dia tanpa sadar gemetaran ketika tekanan Shen Long dirasakan olehnya saat Shen Long mendekati dirinya.


“Ka-Kamu jangan mendekat!” Teriak Shi Meng ketakutan.


Shen Long menghentikan langkahnya, “Sungguh sampah!” hela Shen Long sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2