Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 430 | Menyelamatkan AnKhian


__ADS_3

Melihat jurus yang dikerahkan oleh nenek tua Khian itu, Shen Long menghela nafasnya. Shen Long tidak ingin berlama-lama meladeni nenek tua itu. “Aku juga memiliki jurus yang sama denganmu.” kata Shen Long.


Kemudian Shen Long mengeluarkan jurus Kaisar Dewa Iblis dengan mengerahkan asap berwarna hitam yang bergerak ke arah nenek tua itu dan menyelimuti seluruh tubuhnya. “Jurus apa ini? Apa yang kamu lakukan?” Nenek itu terkejut dan wajahnya tampak pucat sebelum seluruh awan hitam kegelapan itu menyelimuti tubuhnya.


Lingkaran yang telah dibentuknya lenyap oleh asap hitam tersebut. Dan kini tubuh nenek tua itu tidak terlihat lagi dari luar karena tertutup seluruhnya oleh awan hitam kegelapan.


“Aaarrgghh...” Hanya terdengar teriakan pilu nenek tua itu dari dalam asap awan hitam tersebut.


Awan hitam itu perlahan menghancurkan tubuh nenek tua itu hingga lenyap tidak berbekas. Tubuh nenek tua Khian itu seperti terhisap oleh awan hitam kegelapan yang dikerahkan oleh Shen Long.


Melihat nenek Khian yang telah dilenyapkan oleh Shen Long, membuat wajah penduduk kota Longhan menjadi pucat dan menggigil ketakutan. Mereka menyingkir dan tidak berani menghadang jalannya Shen Long.


Shen Long kemudian berjalan menuju kediaman kepala suku bangsa Hsien. Tampak para penjaga yang berada di depan gerbang terkejut melihat datangnya Shen Long. Lalu mereka segera menyerang ke arah Shen Long menggunakan jurus tombak dan juga sihir sekaligus.


Bumm!


Shen Long hanya mengerakan kekuatannya di Pencerahan Semesta untuk menghalau semua penjaga itu. Kemudian dia memasuki rumah kepala suku dan memanggil mereka.


“KoKhian, keluarlah! Aku Shen Long datang untuk menemuimu dan mencari AnKhian.” Teriak Shen Long.


Beberapa saat kemudian KoKhian muncul bersama NiKhian dan beberapa tetua suku bangsa Hsien. Kekuatan tertinggi mereka berada di alam Pencerahan Semesta seperti nenek Khian.


“Kamu memang punya nyali datang kemari sendirian.” KoKhian mengacungkan jempolnya ke arah Shen Long. “Tapi dengan kekuatanmu di alam Pencerahan Semesta tidak akan bisa menang melawan kami berlima yang juga di alam Pencerahan Semesta.”


“Lagi-lagi kalian meremehkan diriku. Cepat lepaskan AnKhian! Aku akan mengampuni kalian.” kata Shen Long kemudian.


Shen Long tidak ingin untuk melenyapkan seluruh bangsa Hsien. Bagaimanapun mereka adalah satu-satunya bangsa kuno yang masih tersisa di Loka 888 ini.

__ADS_1


“Hihihihi... bukannya aku lebih cantik dari saudaraku tuan Shen. Mengapa kamu tidak menginginkan diriku saja?” NiKhian turut berbicara dan menggoda Shen Long sambil tersenyum genit.


Shen Long mencibir setelah mendengar kata-kata NiKhian. “Wajahmu cantik namun sifatmu buruk. Maaf, aku tidak menyukai wanita seperti itu.”


Mendengar kata-kata Shen Long, wajah NiKhian menjadi merah gelap. Dia menggertakkan giginya dan bersiap untuk menyerang Shen Long.


“NiKhian tenangkan dirimu! Kamu bawa adikmu kemari!” perintah KoKhian pada anaknya NiKhian.


NiKhian kemudian mendengus dan pergi ke dalam untuk mengambil adiknya AnKhian dan membawa ke depan ayahnya.


AnKhian tampak terkulai lemas dengan tubuh penuh luka, namun dari sorot matanya yang lemah dia bisa melihat wajah Shen Long di depannya. “Ke-Kenapa kamu datang kemari lagi?” katanya merasa kecewa telah menyelamatkannya.


“Lepaskan dia! Aku akan mengampuni dengan membunuh kalian tanpa rasa sakit.” kata Shen Long yang merasa sedih melihat kondisi AnKhian yang terluka seperti itu. Dia merasa geram melihat seorang ayah yang tega melukai anaknya seperti itu.


“Hahaha...” KoKhian tertawa dan diikuti oleh tiga tetua yang berada di sampingnya bersama NiKhian yang memandang rendah kekuatan Shen Long.


AnKhian terlihat cemas pada Shen Long lalu memohon pada ayahnya. “Ayah, lepaskanlah dia. Hukumlah aku saja.” kata AnKhian lirih.


“Diam kamu! Kamu hanya anak angkat berani memohon padaku?” KoKhian menampar wajah AnKhian hingga dia terjungkal jatuh di lantai rumah itu.


Wajah Shen Long berubah gelap melihat perlakuan KoKhian pada anaknya AnKhian meskipun dia hanya seorang anak angkat.


“Hahaha... tangkap orang itu!” Teriak KoKhian pada tetua suku yang kemudian ketiganya melompat ke arah Shen Long setelah mengerahkan kekuatan Pencerahan Semesta mereka.


Bummmm!


Shen Long yang sedang marah tidak bermain-main segera mengerahkan kekuatan tertinggi miliknya di alam Kesadaran Semesta. Kota Longhan tampak bergetar karena tekanan kekuatan Shen Long yang sangat besar. Tubuh ketiga tetua suku itu lenyap tak berbekas seperti debu dan tertiup angin setelah terkena hempasan kekuatan Shen Long yang sedang marah besar.

__ADS_1


Wajah KoKhian dan NiKhian tampak pucat ketika mengetahui dahsyatnya kekuatan Shen Long. mereka merasa seperti semut yang siap untuk diinjak oleh Shen Long kapan saja.


AnKhian yang tergeletak di lantai terkejut karena kekuatan Shen Long. Mereka bertiga tidak menduga Shen Long memiliki kekuatan sebesar itu.


“Tu-Tuan Shen, maafkan kami! Kami mohon ampunanmu.” KoKhian bersujud di depan Shen Long ketika mengetahui betapa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kekuatan Shen Long.


NiKhian juga tidak ketinggalan melakukan hal yang sama dan bersujud disamping ayahnya dengan wajah pucat. Kedua orang tidak tahu diri itu menggigil gemetar ketakutan. Mereka tidak berani melihat ke arah Shen Long yang wajahnya tampak mengerikan.


“Bukan padaku kalian meminta maaf dan mohon ampunan.” sahut Shen Long dengan wajah geram.


KoKhian mengerti apa yang dimaksud Shen Long. Dia pun segera bergerak merangkak ke arah AnKhian dan bersujud padanya. “Anakku, maafkan ayah. Ampuni nyawa ayahmu yang bodoh ini.” pinta KoKhian sambil menampar kedua pipinya beberapa kali.


Keadaan KoKhian sungguh menyedihkan dan NiKhian juga melakukan hal yang sama meminta ampunan pada AnKhian sambil menampar kedua pipinya.


Melihat keadaan ayah dan kakaknya yang menyedihkan, mata AnKhian tampak iba. Dia pun menoleh ke arah Shen Long dan memohon padanya. “Tuan Shen, lepaskan ayah dan kakakku. Biarkan dia hidup.” pintanya.


Wajah KoKhian tampak menegang bersama NiKhian. Dalam hatinya merasa senang karena AnKhian bersedia memohon pada Shen Long untuk melepaskan dirinya.


Namun Shen Long mengetahui maksud kedua orang itu yang ingin memanfaatkan sifat AnKhian yang polos dan penyayang.


“Baik. Aku akan melepaskan kalian berdua tetap hidup.” kata Shen Long yang disambut gembira oleh KoKhian dan NiKhian.


“Tetapi aku harus memastikan kalian tidak akan lagi bisa menyakiti AnKhian di masa depan.” Shen Long kemudian mengangkat tangannya dan tubuh KoKhian bersama NiKhian terangkat olehnya.


“A-Apa yang akan kamu lakukan pada kami?” KoKhian terlihat gugup dan wajahnya pucat kembali.


Shen Long hanya diam lalu menyerap kekuatan kedua orang itu dengan tangannya dan menghapus kultivasi serta ilmu sihir mereka. Kini KoKhian dan NiKhian tidak akan lagi bisa mengerahkan kekuatan mereka untuk menindas AnKhian di masa depan. Namun Shen Long mengampuni nyawa mereka sesuai permintaan AnKhian.

__ADS_1


Kemudian Shen Long mengeluarkan pil obat dan memberikannya kepada AnKhian untuk menyembuhkan lukanya.


“Terima kasih tuan Shen.” AnKhian merasa senang dan bersyukur karena telah diselamatkan oleh Shen Long.


__ADS_2