
“Aku melihat sendiri jurus itu saat kamu bertarung melawan Ginshan di atas arena.” LangMo menjelaskan hal itu.
“Oh, maksudmu jurus Awan Hitam? Aku menciptakannya sendiri.” sahut Shen Long berbohong sambil tersenyum.
“Omong kosong!”
LangMo tampak kesal mendengar jawaban Shen Long. Dia tidak percaya bila Shen Long menciptakan sendiri jurus tersebut karena jurus tersebut berbau iblis Alam Neraka.
“Bagaimana manusia bisa menguasai jurus berbau Alam Neraka?” geramnya
“Di Lokamu ini mungkin tidak bisa, tetapi di Loka asalku bisa.” sahut Shen Long dengan acuh tak acuh.
Mata Liushan berkedut merasakan amarah LangMo. Dia juga bergidik ketakutan apabila jendral Iblis MongXin juga marah karena jawaban Shen Long. “Sialan, ternyata gara-gara jurus yang dikeluarkan oleh Shen Long.”
Liushan akhirnya mengerti mengapa LangMo ingin dia mengajak Shen Long datang menemui jendral MongXin. Karena LangMo telah menonton pertarungan terakhir Shen Long melawan Ginshan saat mengeluarkan jurus Awan Hitam.
Sementara itu wajah Shen Long terlihat tenang. Dia merasa umpan yang dilepaskannya telah mengena sehingga dia berhasil datang ke tempat ini. Shen Long sengaja mengeluarkan jurus itu karena telah merasakan kehadiran Iblis Neraka diantara para penonton yang menonton pertarungannya.
“Tangkap dia!” perintah LangMo kepada tiga sosok Iblis Neraka yang menghadang Shen Long.
Ketiga iblis Neraka itu segera menerjang ke arah Shen Long dengan serangan yang ganas. Namun Shen Long tetap tidak bergerak melihat hal itu. Kemudian hanya dengan mengerahkan kekuatan alam Pemurnian Semesta, Shen Long menghempaskan ketiga sosok iblis Neraka tersebut yang berada di tingkat Semesta Besar.
Ketiga sosok Iblis Neraka itupun lenyap dari hadapan Shen Long.
Mata Liushan bergidik, tubuhnya menggigil ketakutan melihat perlawanan yang dilakukan oleh Shen Long. Dia merasa dirinya hari ini berada dalam masalah besar.
LangMo yang melihat Shen Long mengerahkan kekuatan Pemurnian Semesta hendak menyerangnya. Namun jendral Iblis MongXin mengangkat tangan menghentikannya.
LangMo kemudian memberi hormat pada jendral Iblis MongXin dan mengurungkan niatnya.
Hati Liushan tampak lega karena jendral Iblis MongXin tidak terlihat marah namun dia berdiri dan berjalan mendekati Shen Long.
__ADS_1
Tubuh Jendral Iblis MongXin dua kali lebih besar dari tubuh Shen Long ketika dia berdiri berhadapan di depannya. Ada sepasang tanduk di atas kepala MongXin. Kulit tubuhnya berwarna merah gelap karena penerangan yang samar.
Jendral Iblis MongXin menatap lekat-lekat ke mata Shen Long. Demikian juga Shen Long turut menatap mata jendral MongXin tanpa berkedip.
“Hahaha... baru kali ini aku melihat seorang manusia berani menatapku tanpa berkedip.”
Jendral Iblis MongXin yang sejak awal tidak tersenyum kini tertawa lepas membuat semua orang di dalam aula itu terkejut termasuk Liushan dan LangMo.
“Aku tidak pernah takut pada siapapun.” sahut Shen Long sambil tersenyum.
“Bagus. Telah lama aku tidak meregangkan otot. Aku menunggumu di arena pertarungan.”
Jendral Iblis MongXin segera berbalik pergi meninggalkan aula tersebut dan disusul oleh LangMo dengan tatapan dingin ke arah Shen Long. “Mati kamu!” gumamnya dalam hati karena kesal.
Sementara itu Liushan yang terkejut sebelumnya merasa lega Jendral Iblis tertawa lepas, namun kini dia merasa cemas dengan pertarungan itu. Mata Liushan terbelalak memikirkan hal itu. Wajahnya tampak tegang tidak bergerak dari duduknya.
“Ah, kamu tunggu saja disini. Aku juga akan meregangkan otot sebentar.” kata Shen Long sambil mengikuti masuk ke dalam rumah itu menuju arena pertarungan.
“Sialan...” Liushan pun dengan gontai mengikuti menuju ke arena pertarungan.
Arena pertarungan yang juga pencahayaannya samar-samar berada di bagian luar dan belakang rumah kediaman ketua sekte Iblis Neraka. Tempat yang cukup luas di atas tanah dan beberapa bangku terlihat di dua sisi arena.
Di tengah arena tampak jendral Iblis MongXin telah berdiri menunggu kedatangan Shen Long dengan kedua tangan menyilang di dadanya. Sementara LangMo berdiri di samping jendral MongXin.
Shen Long yang telah menemukan arena itu berjalan menuju ke tengah arena dan berdiri di hadapan jendral MongXin. Liushan yang mengikutinya dengan tergesa-gesa menyusul berdiri disamping Shen Long.
“Jendral, maafkan atas kelancangannya. Aku mohon untuk mengampuninya.” Liushan kemudian berlutut memohon ampunan dari jendral iblis MongXin.
Wajah LangMo terlihat sombong melihat Liushan yang berlutut meminta pengampunan lalu mencemooh pada Shen Long yang tidak tahu diri berani menanggapi tantangan Jendral Iblis MongXin.
Namun Shen Long tidak peduli, dia masih tetap berdiri menatap ke arah jendral Iblis MongXin.
__ADS_1
“Apa kamu juga akan berlutut memohon pengampunanku?” Wajah jendral Iblis mengkerut melihat ke arah Shen Long.
“Iy-“
“Tidak!”
Kata-kata Liushan dipotong langsung dengan tegas oleh Shen Long. Dia tidak mau berlutut mohon pengampunan Jendral Iblis MongXin.
Hal itu membuat wajah Liushan menjadi merah padam. Dia dengan susah payah berusaha memohon pengampunan, namun Shen Long tidak menanggapinya. “Bocah sialan!” geram Liushan dalam hatinya.
“Bocah tidak tahu diri!” LangMo juga mengumpat dalam hatinya.
“Hahaha... aku senang sekali.” Jendral Iblis MongXin merasa senang dengan jawaban Shen Long.
Dia sempat merasa kecewa dan berpikir Shen Long juga akan memohon pengampunannya. Namun siapa sangka Shen Long menolak untuk memohon pengampunan.
Jendral Iblis Neraka lalu melepaskan pakaian atasnya dan memperlihatkan tubuhnya yang tinggi besar dan berotot kekar. Kemudian dia memerintahkan LangMo untuk minggir keluar arena pertarungan.
Liushan merasa tubuhnya tidak bertenaga. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia pun menyingkir keluar dari arena pertarungan dengan mengumpat pada Shen Long.
“Ini pertama kalinya aku bertarung dengan manusia. Selama ini yang berani melawanku hanya beberapa dewa saja.” kata jendral Iblis MongXin.
Shen Long tersenyum mendengar perkataan jendral Iblis MongXin.
“Sebaliknya, ini bukan pertama kalinya aku bertarung melawan jendral Iblis Alam Neraka.” sahut Shen Long yang membuat Jendral Iblis MongXin tertegun mendengarnya.
Wajah Jendral Iblis Alam Neraka MongXin tampak berubah lebih gelap. Dia tidak menyangka Shen Long sebelumnya pernah bertarung melawan jendral Iblis Alam Neraka.
Namun Shen Long tidak berbohong. Dia beberapa kali di Loka asalnya telah bertarung melawan para jendral Iblis Alam Neraka bawahan Kaisar Dewa Iblis yang membantu Zen Luo mengacaukan dunia di masa lalu.
“Cih, kamu terlalu pandai berpura-pura.” LangMo menyahut kata-kata Shen Long yang dianggapnya berpura-pura kuat di depan Jendral Iblis.
__ADS_1
LangMo mencibirkan mulutnya merasa Shen Long terlalu sombong berani melawan jendral iblis MongXin. “Kamu akan mati tanpa tubuh yang utuh nak.” umpatnya dalam hati.