Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 71 | Jendral Liu Xin


__ADS_3

Sore harinya Shen Long berjalan keliling ibukota kerajaan yang saat ini sudah mulai ramai oleh pengunjung dari luar kota menjelang pertandingan bela diri kerajaan. Ini merupakan aktivitas tahunan di ibukota kerajaan.


Banyak pedagang, penginapan, warung makan dan pelayanan lainnya ramai oleh pengunjung dari berbagai kota yang datang untuk menonton pertandingan bela diri ini.


Jalan-jalan di ibukota pun bertambah sesak oleh ramainya pengunjung, terlihat para petarung dan seniman bela diri dari berbagai aliran, sekte dan perguruan memadati ibukota kerajaan.


Di sebuah restoran mewah, Shen Long ingin mencoba mencicipi masakan di tempat tersebut. Saat memasuki restoran tampak banyak para seniman bela diri dari berbagai sekte yang juga menikmati hidangan di tempat itu


“Tempat ini sangat ramai. Pasti masakannya enak” pikir Shen Long kemudian mencari tempat duduk di lantai atas yang masih tersedia.


Saat makanan sudah dihidangkan di mejanya dan Shen Long sedang menikmatinya, segerombolan orang datang ke depan mejanya.


“Hei, minggir. Ketua kami ingin makan di meja ini. Kamu pergilah” teriaknya pada Shen Long dengan angkuh menaikkan kaki di kursi depan Shen Long.


Shen Long tidak mempedulikan orang-orang itu namun tetap makan makanannya dengan santai.


Seorang pelayan datang untuk melerai kejadian itu.


“Maaf, silahkan disana masih ada kursi lainnya. Mohon jangan mengganggu pelanggan lainnya” kata pelayan itu sambil menunjuk ke meja yang masih kosong


“Ketua kami ingin duduk disini. Kamu pergilah, siapkan makanan dan minuman yang paling enak untuk kami” perintah orang itu kembali sambil mengangkat kerah pelayan tersebut dan melemparnya.


Pelayan itu melayang hampir menubruk rombongan wanita yang datang menaiki lantai atas. Seorang pengawal wanita segera menghalangi tubrukan yang hampir terjadi dengan menggunakan energinya untuk menahan kemudian menolong pelayan itu agar tidak terjatuh.


Mata dari rombongan para wanita itu menoleh ke arah gerombolan yang membuat onar di meja Shen Long.


“Wah, ada para gadis perawan cantik dari Lembah Suci” kata orang yang melempar pelayan tadi dengan mata yang berbinar seakan-akan menemukan makanan.


Mata Shen Long berkedut mendengar kata Lembah Suci, dia berusaha menundukkan wajahnya sambil terus menikmati makanannya.


“Nona-nona, mari duduk satu meja bersama kami dan melayani ketua kami. Kalian tidak akan menyesalinya saat Ketua menjadi juara pertandingan nanti” kata orang itu dengan sombongnya.


“Mulutmu terlalu lancang” teriak seorang pengawal wanita dengan wajah kesal.

__ADS_1


“Nona, benar kata anak buahku ini. Mari duduk bersama dan melayaniku, aku akan membuat kalian terkenal saat aku menjuarai pertandingan bela diri nanti” sahut seseorang yang di panggil ketua gerombolan tersebut.


Dewi Suci yang berada di tengah rombongan wanita itu melirik orang yang mengaku ketua itu lalu memalingkan wajahnya dan berjalan ke sebuah meja yang masih kosong diikuti oleh para pengawalnya.


“Cih, benar-benar sombong. Kalian nanti akan memohon padaku untuk bisa melayaniku” kata ketua gerombolan itu.


“Hei kau, cepat pergi. Apa kamu tidak dengar ketuaku tadi. Atau kamu menunggu kami untuk menghajarmu?” bentak seorang dari gerombolan tersebut.


Shen Long tetap tidak peduli pada mereka, makanannya masih belum dia habiskan jadi dia pura-pura tidak mendengarkannya.


“Sialan, kamu benar-benar tidak tahu diri” teriak orang itu sambil menyerang ke arah Shen Long.


Tiba-tiba sebuah pedang terbang melayang menghalanginya untuk melanjutkan serangan tersebut dari arah kiri meja Shen Long.


“Siapa yang berani ikut campur?” teriak orang itu kembali sambil menoleh ke kanannya.


Tampak duduk seseorang di kiri meja Shen Long yang kemudian menarik kembali pedang tadi dan melayang kembali padanya.


“Kalian jangan mengganggu ketertiban para pengunjung di tempat ini” kata orang itu menoleh padanya.


Shen Long menoleh ke sebelah kirinya melihat orang yang dipanggil Jendarl Liu tersebut.


“Ini mungkin Liu Xin yang disebutkan oleh ketua Mu” pikir Shen Long.


Orang yang tadinya mengaku ketua itu menjadi gelisah, tidak berani meneruskan sombong di depan keluarga kerajaan yang juga seorang jendral perang terkenal.


“Maaf jendral Liu, kami akan pergi dari sini” sahut lelaki yang mengaku ketua itu sambil mengajak gerombolannya pergi.


Dewi Suci menoleh ke arah jendral Liu lalu melihat kepergian gerombolan pengacau tersebut. Saat gerombolan itu pergi, Dewi Suci mulai jelas melihat Shen Long duduk sedang makan di meja tersebut.


“Sialan, akhirnya bertemu denganmu disini” gumam Dewi Suci.


Wajah Dewi Suci mulai memerah melihat Shen Long, walaupun dia menundukkan kepalanya tetapi sempat terlihat olehnya. Dia segera berdiri hendak pergi ke meja Shen Long membuat para pengawalnya kaget dan juga berdiri.

__ADS_1


Namun disaat dia akan berjalan, Jendral Liu sudah menghalangi pandangannya menutupi Shen Long. Mau tak mau Dewi Suci melihat jendral Liu tersebut.


“Dewi Suci, aku Liu Xin ingin mengundang Dewi untuk minum bersama” katanya sambil merendah menghormati Dewi Suci.


Dewi Suci yang sedang kesal tidak peduli dengan jendral Liu, dia berusaha mengalihkan pandangannya untuk melihat ke arah meja Shen Long namun dia sudah menghilang.


“Sialan, cepat sekali dia kabur” pikir Dewi Suci sambil menggertakkan giginya


Dewi Suci menjadi kesal pada Liu Xin yang menghalanginya, kemudian duduk kembali


“Jendral, maafkan aku tidak bisa menemanimu minum. Mungkin setelah pertandingan kita akan bertemu untuk minum” sahutnya dingin


“Baiklah. Aku akan menunggu Dewi Suci untuk minum bersama nanti” sahutnya dengan wajah malu.


Jendral Liu dari dulu selalu mengajak Dewi Suci untuk minum bersama, namun Dewi Suci selalu menolaknya. Tetapi Jendral Liu tidak pernah menyerah, baginya Dewi Suci adalah orang yang sangat penting di hatinya.


Setelah Jendral Liu pergi, seorang pengawal Dewi Suci bertanya padanya


“Nona, ada apa tadi berdiri dengan wajah marah?”


“Aku melihat orang itu sedang duduk disana” sahut Dewi Suci dengan geram.


Para pengawal semuanya bangkit dan segera melompat berlarian mencari Shen Long di sekitar restoran tersebut namun tidak menemukannya.


Setiap saat mengingat dirinya disentuh dan dimandikan oleh Shen Long, membuatnya menggigil semakin marah dan ingin membunuhnya.


“Aku pasti akan menemukanmu dan membunuhmu” pikir Dewi Suci.


“Maaf, kami tidak menemukannya Dewi” lapor seorang pengawalnya.


“Mari kita kembali ke penginapan, selera makanku menjadi hilang. Kita pesan makanan dari penginapan saja” ajak Dewi Suci lalu pergi meninggalkan restoran bersama para pengawalnya.


Sementara Shen Long yang sudah agak jauh meninggalkan restoran berhenti di sebuah jalan yang agak sepi.

__ADS_1


“Untung saja Liu Xin itu menghalanginya, jadi aku bisa segera kabur dari tempat itu” pikir Shen Long.


Shen Long bukannya tidak berani melawan Dewi Suci, namun dirinya yang merasa bersalah telah mencuri Lotus Merah bahkan menyentuh tubuh Dewi itu dengan menyamar sebagai pelayan.


__ADS_2