Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 350 | Bertemu teman lama


__ADS_3

Guoshan memperkenalkan Shen Long pada mereka bahwa dia adalah orang yang menyelamatkan mereka dari arena pembantaian yang berada di Lembah Darah.


Setelah mendengar penjelasan Guoshan yang juga dibenarkan oleh ketiga temannya, penjaga itu kemudian tidak menanyakan lagi tentang Shen Long dan membiarkan mereka berlima untuk masuk ke dalam markas kediaman sekte Cahaya.


Pintu masuk kediaman sekte Cahaya juga menggunakan tuas rahasia yang digerakkan oleh salah satu penjaga. Kemudian tampak pintu masuk sekte bergeser dan terbuka.


Mata Shen Long terkejut ketika melihat cahaya yang menerangi di dalam tempat kediaman sekte yang seperti berada di dalam alam dimensi lain. Wajah Shen Long melihat dengan takjub alam dimensi lain di dalam pintu masuk itu yang kemudian tertutup kembali.


“Aku merasa pernah berada di alam dimensi seperti ini,” batin Shen Long sambil melihat ke sekelilingnya.


Keadaan alam itu mirip seperti tempat pelatihan Shen Long saat berada di kediaman Guru Agung Semesta. Shen Long merasa hal ini tentu berhubungan dengannya, namun dia belum yakin, hingga saat ini dia masih belum tahu mengapa dia bisa datang ke Loka 888 ini.


Guoshan lalu mengajak Shen Long pergi ke sebuah rumah yang cukup besar yang merupakan tempat tinggal ketua sekte Cahaya dan merekapun menunggu di aula pertemuan sekte Cahaya.


Kemudian tampak seorang wanita muda dan cantik keluar bersama tiga orang lelaki berwajah keras dengan tatapan yang tajam mendampinginya. Wanita itu lalu duduk di singgasana ketua sekte yang ada di aula pertemuan tersebut sementara ketiga orang itu berdiri di samping kiri dan kanannya.


“Ketua sekte Cahaya seorang perempuan?” batin Shen Long.


“Yang Mulia Putri LingMei, aku datang mengajak seorang teman untuk bertemu denganmu. Namanya Shen Long, dia yang telah menyelamatkan kami,” kata Guoshan sambil memperkenalkan Shen Long pada putri LingMei yang merupakan ketua sekte Cahaya.


“Salam Putri,” sahut Shen Long sambil memberi hormat padanya.


Putri LingMei adalah seorang dewa dunia langit Loka 888 ini, sedangkan dari tiga orang yang mendampinginya dua diantaranya adalah juga dewa dunia langit sementara satunya adalah seorang manusia. Shen Long bisa merasakan kekuatan mereka bertiga yang berada di Alam Semesta Kecil. Namun Shen Long tidak bisa mendeteksi kekuatan dari Putri LingMei.

__ADS_1


“Bukannya dia petarung yang diajak oleh Wanshan di arena pembantaian?” Seru dua orang dewa yang merupakan bawahan Putri LingMei. Shen Long memperhatikan mereka berdua, Shen Long yakin mereka berdua adalah dua orang dewa yang dirasakannya di tribun penonton arena pembantaian saat itu.


Putri LingMei menyipitkan matanya pada Shen Long seakan meneliti dirinya dengan melihat dari atas ke bawah. “Siapa kamu?,”tanya Putri LingMei pada Shen Long.


“Aku berasal dari dunia yang disebut Bumi di Loka lain. Aku tiba di Loka ini karena pemanggilan diriku oleh sekte Pembunuh Cahaya.”


Mendengar kata sekte Pembunuh Cahaya, ketiga bawahan Putri LingMei langsung bergerak untuk menjaga Putri LingMei. Mereka menatap Shen Long dengan tatapan bermusuhan.


“Apa maksudmu datang kemari?” Tanya salah satu dari tiga bawahan itu. Matanya terlihat sangat bermusuhan dan menatap Shen Long dengan tajam.


“Sejujurnya aku dipanggil oleh sekte Pembunuh Cahaya dan ditugaskan untuk memusnahkan sekte Cahaya, namun aku tidak akan melakukannya karena aku bukanlah kaki tangan mereka.” Shen Long tidak suka berbasa basi, dia menjawab pertanyaan dengan jujur, lugas dan tegas secara singkat.


“Kami tidak percaya padamu,” sahut salah satu bawahan lainnya sambil bersiap untuk menyerang Shen Long. Dia adalah seorang dewa yang telah mengalami berbagai pertempuran melawan para mogull dan juga mogullian jadi dia tidak pernah takut membela sekte Cahaya. Orang itu memang sangat temperamental dan tidak percaya sama orang sembarangan.


“Siapa yang berani menyerang temanku?” Tiba-tiba sebuah suara datang ke aula pertemuan itu. Suara itu menghentikan gerakan dari bawahan Putri Lingmei, kemudian dia menghilangkan energi yang telah dia kerahkan.


“Guru Pelatih!” sahut ketiga bawahan Putri LingMei mengenali suara yang datang itu sambil memberi hormat. Mata mereka bertiga berkedut mendengar kata-kata itu.


Shen Long pun merasa mengenali suara itu. Dia lalu berbalik melihat ke arah datangnya suara tersebut.


“Libao!” seru Shen Long dengan tatapan mata tidak percaya bertemu dengannya di tempat ini. Pantas saja dia merasa alam dimensi ini mengingatkannya saat bertarung bersama Libao sebelumnya.


Libao datang sambil tersenyum pada Shen Long. “Shen Long, akhirnya kita bertemu lagi.” Libao menjabat tangan Shen Long.

__ADS_1


Seluruh orang yang ada di ruangan itu terkejut tidak menyangka Shen Long mengenal Guru Pelatih dari sekte Cahaya. Libao adalah juga ras dewa dunia langit yang selama ini bertugas melatih para dewa dunia langit di Loka 888.


“Selamat datang di Loka asalku ini Shen,” sambut Libao sambil tersenyum.


“Putri LingMei, Shen Long ini adalah teman berlatihku. Jika Putri berkenan menerimanya di sini. Aku sendiri menjamin dan percaya padanya,” lanjut Libao sambil memberi hormat pada Putri LingMei.


Putri LingMei menghela nafasnya, sebelumnya dia juga merasa tegang dengan kedatangan Shen Long. Namun karena Libao telah menyatakan Shen Long adalah temannya, maka Putri LingMei dan juga orang-orang disana tentu mempercayai kata-kata Libao.


“Baiklah, kami menerimamu di kediaman ini tuan Shen Long,” sahut Putri LingMei.


“Terima kasih Putri,” kata Shen Long sambil memberi hormat padanya.


Putri LingMei lalu mempersiapkan jamuan untuk menyambut keempat orang dewa dan manusia yang telah dibebaskan dari arena pembantaian dan juga untuk menyambut kedatangan Shen Long di kediaman sekte Cahaya.


“Libao, apa sebenarnya yang telah terjadi di Loka ini? Mengapa aku bisa datang kemari?” tanya Shen Long pada Libao yang duduk di sebelahnya.


Wajah Libao tampak berubah namun dia masih bisa tenang mendengar pertanyaan Shen Long. “Aku akan menceritakan padamu setelah ini,” sahutnya.


Mendengar jawaban Libao, Shen Long tidak melanjutkannya kembali. Meskipun dia penasaran dengan kedatangannya ke Loka ini, namun dia tidak memaksa orang untuk menjelaskan padanya. Libao tentu punya pertimbangan untuk hal itu.


Jamuan itu berlangsung cukup sederhana, tidak ada banyak penghuni di sekte Cahaya. Jumlah anggota mereka semakin lama semakin banyak yang berkurang, mereka selalu di buru oleh para mogull dan mogullian. Bahkan para mogullon pun sering muncul dan mencari mereka.


Meskipun itu adalah jamuan, namun wajah-wajah mereka tidak terlihat bahagia. Putri LingMei sendiri seperti memaksakan senyuman pada semua anggota sektenya.

__ADS_1


Shen Long merasakan kesedihan dalam perjamuan itu.


__ADS_2