Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 467 | Kematian Jiang Zhou


__ADS_3

Shen Long menghindari serangan dua jendral emas yang tersisa, tetapi memutar dan maju ke arah dua jendral lain yang turut menyerang bersama-sama.


Panglima perang Jiang Zhou terkejut tidak menyangka Shen Long mengarahkan serangannya kepada dua jendral bawahannya. “Awas...!” Teriak panglima perang Jiang Zhou mengingatkan dua bawahannya.


Namun teriakan Jiang Zhou lebih lambat dari kecepatan Shen Long yang telah berada di depan kedua jendral bawahannya.


Bagh! Bugh! Brakk...


Plak! Plak!


Kedua jendral itu menerima pukulan telak dan tamparan Shen Long yang salah satunya mengenai kepala dan satunya lagi mengenai dada mereka. Tulang tengkorak dan tulang dada kedua jendral itu hancur dalam sekali pukul oleh serangan Shen Long.


Hal itu membuat dua jendral itu langsung mati mengenaskan dalam waktu yang singkat. Dan tamparan Shen Long berikutnya menghempaskan kedua tubuh jendral yang telah meregangkan nyawanya


Panglima perang Jiang Zhou terperanjat dan menggertakkan giginya melihat kematian kedua jendral bawahannya yang begitu cepat. Dia tidak menduga kekuatan Shen Long berada jauh di atas mereka.


“Bajingan! Kekuatan anak ini luar biasa. Dia bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan,” gumam Jiang Zhou dalam hatinya.


Perbedaan kekuatan mereka dengan Shen Long sangat jauh, hal itu menyadarkan panglima perang Jiang Zhou bahwa misi kali ini kemungkinan besar akan gagal.


Panglima Jiang Zhou kemudian menoleh ke arah jendral Wang Mi yang masih terdiam di atas kudanya. Wajahnya bertambah geram melihat hal itu. “Sialan, wanita ini tidak ikut menyerang. Apa dia berpihak pada anak ini?” batinnya kesal.


Melihat pandangan panglima Jiang Zhou yang beralih, Shen Long kemudian menggunakan kesempatan itu untuk muncul di depannya dengan tiba-tiba.


“Panglima! Awas...” Teriak salah satu jendral emas yang tersisa.


Lagi-lagi terlambat untuk mengantisipasi gerakan Shen Long yang secepat kilat. Panglima perang Jiang Zhou terkejut melihat Shen Long yang telah berdiri di depan matanya sambil tersenyum.


Plak!


Tamparan keras Shen Long mengenai wajah panglima pedang Jiang Zhou dan membuat tulang hidungnya patah serta beberapa gigi yang tanggal. Tubuh Jiang Zhou terlempar ke tanah akibat tamparan itu.

__ADS_1


Darah menetes dari sudut bibir Jiang Zhou serta lubang hidungnya. Dia menutupi hidungnya yang masih terus meneteskan darah. “Awu.. wewatahhan hihungku.. (kamu mematahkan hidungku),” geram Jiang Zhou.


Shen Long tertawa mendengar kata-kata Jiang Zhou yang terdengar lucu di telinganya. “Sebaiknya kamu duduk dan tunggu giliranmu selanjutnya!” sahut Shen Long.


Ketika selesai mengatakan itu, serangan dua jendral emas sudah berada dekat dengan Shen Long. Melihat serangan itu, Shen Long kemudian mundur menghindarinya.


“Ah, kalian benar-benar sudah tidak sabar untuk menyusul teman-teman kalian,” kata Shen Long.


Wajah DongJin salah satu dari jendral emas yang juga ketua sekte Teratai Putih menjadi geram mendengar kata-kata Shen Long. Sedangkan jendral emas lainnya adalah Huang Jun yang menggunakan tombak langsung menyerang Shen Long lagi.


Shen Long tidak lagi bermain-main menghadapi mereka. Seperti dua jendral emas sebelumnya yang telah berubah menjadi abu akibat diserap asap hitam jurus Kaisar Dewa Iblis yang dikeluarkan oleh Shen Long.


Kali ini Shen Long kembali mengunci kedua jendral emas itu, Huang Jun mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya ketika tubuhnya tidak bisa digerakkan. Demikian juga halnya dengan DongJin, wajahnya menjadi pucat ketika mengetahui dirinya tidak bisa bergerak.


Kemudian asap hitam yang keluar dari kedua tangan Shen Long segera menyelimuti mereka berdua. Hanya teriakan kematian yang terdengar dari balik asap hitam itu.


Mata panglima jendral Jiang Zhou melotot melihat hal itu. Wajahnya yang bengkak memucat, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Dia yang masih terduduk dengan menutup wajahnya yang mengeluarkan darah dari hidung berusaha untuk berdiri. Dalam benaknya hanya berpikir untuk segera kabur dari tempat itu.


“Siapa yang mengijinkanmu untuk pergi?” tanya Shen Long yang tiba di depannya.


Plak!


Tamparan Shen Long kembali mendarat di wajah Jiang Zhou dan melemparkannya kembali ke tempat mereka semula.


Kini hanya panglima perang Jiang Zhou dan jendral emas Huang Xi yang masih berada di tempat itu bersama jendral Wang Mi yang sejak awal hanya menonton mereka pertempur.


Huang Xi yang terluka dalam tidak leluasa bergerak untuk kabur, dia sudah merasa pasrah dengan hidupnya ditangan Shen Long. Bagi seorang monster sekuat Shen Long, membunuh dirinya dapat dilakukan hanya dengan menjentikkan jarinya saja. Jadi, Huang Xi memilih untuk berdiam diri di tempat itu menerima nasibnya.


Berbeda dengan Jiang Zhou yang masih ingin memiliki hidupnya karena masih muda dibandingkan dengan kelima jendral emas yang sudah tua semua.


Shen Long berjalan mendekati Jiang Zhou dengan tersenyum namun tatapannya tajam mengikuti gerakan Jiang Zhou yang berusaha untuk bangkit.

__ADS_1


“Aku belum mengijinkan siapapun untuk pergi dari tempat ini. Kamu pikir bisa datang dengan mudah memprovokasiku lalu pergi,” kata Shen Long.


Mata Jiang Zhou berkedut mendengar kata-kata Shen Long. Dia tahu tidak akan mungkin untuk melawan Shen Long, jadi dia memilih berlari ke arah Shen Long lalu berlutut padanya.


“Tu-Tuan, maafkan aku. Aku hanya menjalankan perintah dari raja Liam untuk menangkapmu,” sahutnya dengan menggigil gemetara.


Shen Long menoleh ke arah Wang Mi. “Wang Mi, benarkah apa yang di katakan olehnya?” tanya Shen Long pada Wang Mi.


“Pada dasarnya Raja Liambo memang memerintahkannya untuk menangkapmu, tetapi sebelumnya dia sendiri yang mengajukan diri untuk menangkap dirimu setelah aku mengatakan kejadian yang sebenarnya pada mereka,” sahut jendral Wang Mi.


Mata panglima perang Jiang Zhou berkedut mendengar kata-kata Wang Mi yang menjawab pertanyaan Shen Long.


“Bahkan dia mengejek dan mengatakan aku tidak bekerja dengan baik karena tidak bisa mengalahkanmu. Dia sendiri bilang akan membunuhmu dengan tangannya sendiri,” lanjut Wang Mi.


Meskipun sebagian kata-kata Wang Mi ada benarnya, tetapi dia juga menambah-nambahkan beberapa hal untuk memanasi situasi.


“Wanita sialan! Ka-Kamu... “ Jiang Zhou memuntahkan darah ketika mendengar kata-kata Wang Mi yang membuatnya kesal.


Shen Long berjalan mendekati Jiang Zhou lalu mencekik lehernya dengan menyeringai. “Aku sudah katakan sebelumnya, bahwa kalian tidak bisa mengalahkan aku. Tapi kalian tidak mempercayai kata-kataku. Jika sebelumnya kalian pergi, aku mungkin tidak akan menghabisi kalian semua.” Kata Shen Long.


“Akh...”


Suara panglima perang tercekat di tenggorokannya karena tercekik oleh jari tangan Shen Long.


Krakkk!


Leher panglima perang Jiang Zhou pun patah oleh Shen Long yang kemudian membuang tubuh panglima perang Jiang Zhou itu dengan santai.


Shen Long kemudian berjalan mendekati lelaki tua Huang Xi, jendral emas satu-satunya yang masih tersisa.


Wajah lelaki tua itu terlihat tenang menerima nasibnya. Usianya sudah tidak muda, dan keempat teman-temannya telah mendahuluinya ke jalan. Dia pun menerima nasibnya jika harus mati di tangan Shen Long.

__ADS_1


“Tetua, aku menghormati kalian para tua yang telah berjasa demi umat manusia saat melawan monster. Tapi kalian ternyata membiarkan kelaliman berlanjut di kerajaan ini yang bahkan dilakukan oleh manusia yang bertindak seperti monster.”


__ADS_2