Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 256 | Bertemu Raja Yama


__ADS_3

Puncak Gunung Lou sore harinya, tabib Huang telah menerima kedatangan dari Yun Mei bersama Naga Kecil. Tabib Huang memeriksa keadaan Naga Kecil dengan mengecek melalui nadi darahnya. Sama seperti tabib Qian, guru Yun Mei, wajah tabib Huang terkejut merasakan kekuatan yang sangat besar dari tubuh Naga Kecil.


Dia pun kemudian memeriksa kepala dari Naga Kecil dengan menggunakan beberapa jarum akupuntur, lalu dia mendesah pelan. “Sepertinya ada suatu segel mistis yang menyegel ingatanmu nak” sahut tabib Huang.


“Segel mistis?” Naga Kecil terkejut mendengar hal itu.


“Mengapa bisa ingatanku terkena segel mistis?” tanya Naga Kecil kembali.


Tabib Huang menarik nafasnya, “Segel mistis biasanya disebabkan oleh suatu kekuatan mistis. Pikiran yang tertutup oleh kekuatan mistis tersebut akan mengakibatkan lupa ingatan. Ingatanmu akan kembali jika segel mistis ini bisa dibuka” sahut tabib Huang


“Tetua, apakah segel mistis pada pikiranku ini bisa dihilangkan?” tanya Naga Kecil padanya.


Tabib Huang mengkerutkan keningnya setelah mendengar pertanyaan dari Naga Kecil, “Aku akan mencoba untuk melepaskannya. Semua tergantung dari kekuatan mistis itu. Aku takut kekuatanku tidak cukup untuk bisa melepaskannya” sahut tabib Huang dengan wajah muram


Dalam pikiran tabib Huang, orang yang bisa menyegel pikiran dari orang kuat seperti Naga Kecil tentu tidaklah sederhana. Kekuatan dirinya jauh di bawah kekuatan Naga Kecil, apalah arti kekuatannya untuk membuka segel mistis tersebut.


Namun meskipun kemungkinannya kecil, sebagai seorang tabib dia harus tetap berusaha.


“Kalian beristirahatlah dulu dikediaman kami ini. Aku akan segera memberitahumu kapan untuk mengobatimu. Hal ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru” kata tabib Huang.


Naga Kecil mengerti hal itu, “Baik tetua. Aku mohon bantuanmu” sahutnya


Kemudian Yun Mei dan Naga Kecil di antar ke kamar mereka masing-masing oleh seorang murid dari tabib Huang, “Adik Yun, sebaiknya kalian jangan main jauh ke belakang gunung ini. Disana tinggal seseorang yang mendalami ilmu mistis hitam. Akan sangat berbahaya jika mendekati areanya” kata murid tersebut pada Yun Mei dan Naga Kecil


“Ilmu mistis hitam?” Yun Mei tertegun dia memandang ke arah Naga Kecil yang tampak selalu acuh tak acuh dengan sekitarnya.


Yun Mei mendengarkan perkataan dari tabib Huang, bahwa pikiran Naga Kecil terkena segel mistis. Kemudian Yun Mei terduduk, “Apakah orang di belakang gunung ini bisa membantunya?” pikir Yun Mei


Yun Mei berusaha untuk tidur malam itu, tetapi pikirannya masih terngiang tentang segel mistis dan juga orang yang belajar ilmu mistis di belakang gunung.


“Apakah ini suatu kebetulan?” pikir Yun Mei


Keesokan paginya, Yun Mei yang tidur agak larut masih tetap bisa bangun pagi, dia lalu pergi menemui Naga Kecil setelah selesai membersihkan dirinya. Setelah mengetuk pintunya, dia tidak mendengar suara Naga Kecil di dalam kamar. Yun Mei lalu membuka pintu kamar Naga Kecil.


Yun Mei tidak melihat keberadaan Naga Kecil di kamarnya itu, dia lalu pergi keluar kediaman untuk mencari Naga Kecil.

__ADS_1


“Kemana dia?” gumam Yun Mei sambil melihat sekelilingnya.


Yun Mei pergi ke sekeliling kediaman perguruan tabib Huang, termasuk ke belakang gunung yang masih merupakan hutan yang cukup lebat. Yun Mei perlahan berjalan memasuki hutan itu. Tiba-tiba sebuah tangan menutup bibir dan memeluknya dari belakang. “Jangan bersuara!” bisik orang itu pada Yun Mei.


DEG!


Yun Mei merasa jantungnya berdegup merasakan bisikan lembut di telinganya. Orang itu melepaskan pegangannya perlahan lalu Yun Mei melihat wajah Naga Kecil yang begitu dekat disampingnya.


“Yun Mei, aku melihat orang yang dikatakan memiliki ilmu mistis hitam itu. Sepertinya kekuatan orang itu biasa-biasa saja” bisik Naga Kecil lagi


“Di-dimana kamu melihatnya?” tanya Yun Mei gugup


“Ikut denganku!” ajak Naga Kecil pada Yun Mei.


Mereke berdua lalu pergi ke belakang gunung. Tampak di depan mereka sebuah gubuk sederhana berdiri ditengah-tengah hutan dan di lereng gunung Lou.


Di depan gubuk itu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang asik membaca bukunya. Naga Kecil mendekatinya bersama Yun Mei, “Naga Kecil, cukup. Tidak usah terlalu dekat” pinta Yun Mei yang sedikit ketakutan


“Siapa disana?” tiba-tiba orang itu membalik tubuhnya dan melihat Naga Kecil berdiri agak jauh darinya.


“Kenapa kedua orang ini berada disini?” pikir orang itu selanjutnya


Naga Kecil keluar dari persembunyiannya sambil tersenyum kecil, “Maaf kami telah mengganggu waktu santaimu” kata Naga Kecil


“Tidak apa. Silahkan duduk” sahut lelaki setengah baya itu.


Naga Kecil dan Yun Mei lalu duduk di depan lelaki tersebut. Tampak Yun Mei sedikit gugup melihat lelaki itu dengan wajah agak ketakutan.


“Maaf, Aku Naga Kecil, ini temanku Yun Mei” kata Naga Kecil pada orang itu


“Naga Kecil?” gumam lelaki itu, dia memandang Naga Kecil dengan tatapan tajam dan berusaha menyelidikinya


“Kamu tidak tahu siapa dirimu?” tanya lelaki tersebut.


Naga Kecil itu tertegun mendengar kata-kata dari lelaki itu, “Aku hilang ingatan. Apakah kamu tahu siapa aku?” tanya Naga Kecil pada lelaki tersebut.

__ADS_1


‘Oh, Aku Yanluo Wang, Kalian bisa memanggilku Yama” sahut lelaki tua itu yang ternyata adalah Raja Yama


Dia juga bingung mengapa Shen Long tiba-tiba muncul bersama Yun Mei dan dalam kondisi hilang ingatan.


“Kalian sedang apa ditempat ini?” tanya Raja Yama kembali


“Aku sedang berobat pada tabib Huang untuk mengembalikan ingatanku ini” sahut Naga Kecil


“Kami sedang jalan-jalan ditengah hutan belakang kediaman tabib Huang” sahut Yun Mei yang sudah merasa tenang.


Yun Mei merasa murid dari perguruan tabib Huang terlalu berlebihan mengatakan tempat ini berbahaya. Dia tidak melihat bahaya dari wajah Raja Yama itu.


“Oh, aku mengerti. Tunggu sebentar disini” kata Raja Yama yang segera masuk ke dalam gubuknya.


Tak berselang lama dia pun keluar membawa sebuah hexagram untuk melakukan perhitungan langit.


Raja Yama lalu merapalkan mantra dan menggerakkan jari-jarinya untuk mengaktifkan hexagram tersebut. Kemudian Raja Yama melihat suatu penglihatan tentang Yun Mei, namun dia sama sekali tidak bisa melihat tentang Shen Long sang Kaisar Langit.


“Baiklah, aku rasa kalian bisa mencoba cara dariku ini untuk menyembuhkan ingatanmu itu” kata Raja Yama selanjutnya.


“Apakah benar bisa sembuh?” tanya Yun Mei yang tampak bersemangat mendengarnya.


“Tentu saja bisa” sahut Raja Yama.


“Tolong beritahu kami tetua” kata Naga Kecil dan Yun Mei bersamaan sambil memberi hormat padanya.


“Dalam penglihatanku, ingatanmu bisa sembuh jika kalian berdua menikah” sahut Raja Yama dengan santainya.


“Apa?” mata Yun Mei terbelalak mendengar perkataan dari Raja Yama. Baginya cara penyembuhan itu sangat tidak masuk akal, tidak mungkin hanya menikah dengannya bisa menyembuhkan ingatan Naga Kecil.


“Tuan pasti bercanda kan?” lanjut Yun Mei kembali sambil tersenyum kecil


“Tidak. Aku berbicara serius. Apa kamu melihatku sedang bercanda?” tanya Raja Yama yang kini wajahnya menjadi jelek karena serius.


Naga Kecil termenung memikirkan hal itu, Dia merasa apa yang dikatakan oleh Raja Yama bisa jadi benar. Namun dia menyerahkan keputusan itu pada sisi Yun Mei.

__ADS_1


__ADS_2