Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 490 | Menghukum ketiga istri


__ADS_3

Malam itu putri Shui mendapatkan ‘hukuman’ dari Shen Long karena telah berani mempermainkan dirinya bersama dua istrinya yang lain.


Pagi harinya, putri Shui masih meringkuk di dalam kamarnya setelah menerima hukuman berkali-kali sehingga membuatnya sulit untuk bangun. Dia masih merasakan tubuhnya bergetar dan wajahnya meringis kesakitan.


“Ka-kamu... terlalu Shen!” kata putri Shui dengan wajah tersipu merah.


“Siapa suruh kamu memprovokasi diriku semalam,” ejek Shen Long sambil tersenyum pada istrinya itu.


“Sudah, kamu beristirahat saja dulu. Kini giliran aku memberi ‘pelajaran’ kepada dua istriku yang lainnya,” lanjut Shen Long dengan seringai di wajahnya.


Putri Shui tidak bisa berkata apa-apa, dia menerima perlakuan Shen Long dengan pasrah. Namun dalam hatinya merasa puas dan nyaman atas perlakuan Shen Long semalam. Benar-benar hukuman yang memuaskan.


Ketika Shen Long keluar kamar, dia melihat Yun Mei dan NingYue tengah berada di dapur memasak makanan. Wajah Shen Long tampak menyeringai mendekati mereka.


Kedua istrinya itu tertegun melihat tatapan mata kelaparan yang dipancarkan oleh Shen Long.


“Kakak Shen, duduklah dulu. Kami telah menyiapkan makanan untuk dirimu,” kata NingYue kemudian.


Shen Long kemudian meraih tubuh NingYue lalu menggendongnya. “Kamu akan menjadi santapanku pagi ini!” bisiknya di telinga NingYue sambil membawanya ke dalam kamar NingYue.


“Aaah... “ Wajah NingYue memerah karena malu. Dia pun merasa pasrah dengan hal ini.


Yun Mei tersenyum melihat kejadian itu. Meskipun dalam hatinya sedikit cemburu, tapi dia sudah bisa menerima hal itu. Jadi dia pun meneruskan memasak untuk mereka.


Satu jam berlalu, NingYue tampak terkapar di dalam kamarnya setelah menerima pelajaran dari Shen Long karena semalam berani menggoda dirinya bersama istri-istri nya yang lain.


“Kini tinggal hidangan utamaku,” gumam Shen Long yang kemudian pergi ke dapur mencari istrinya Yun Mei.


Namun Shen Long tidak menemukan istrinya Yun Mei di dalam dapur. Dia kemudian mencari dan menemukan Yun Mei tengah berada di dalam ruang pemandian di dalam kamarnya.


“Istriku, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Shen Long melihat istrinya tengah berendam di bak air hangat dalam ruang pemandiannya.


“Aku tengah menghangatkan hidangan utama untukmu,” sahut Yun Mei dengan wajah merahnya.

__ADS_1


Mata Shen Long berkedut mendengar kata-kata istrinya Yun Mei. Dia tidak menyangka ternyata istrinya Yun Mei benar-benar memahami dirinya.


Tanpa menunggu hidangan utamanya menjadi dingin, Shen Long pun melepaskan seluruh pakaiannya dan melompat ke dalam bak air hangat yang telah disiapkan dan berendam bersama Yun Mei di dalamnya.


Hari itu merupakan hari yang sibuk bagi Shen Long memberikan ‘hukuman’ kepada ketiga istrinya karena telah mempermainkan dirinya ketika tiba di rumah semalam.


Sore harinya, Shen Long dengan wajah penuh kepuasan duduk di teras memandang cahaya matahari yang mulai terbenam. Ketiga istrinya yang sebelumnya telah terkapar di kamar mereka masing-masing kini mulai menjalankan tugas mereka masing-masing mengurus rumah kediaman itu.


Beberapa saat kemudian, tampak He Ti dan Che Ti datang menemui Shen Long. Dua dewa kembar dari loka 4 yang telah musnah itu terlihat mendekati Shen Long dengan wajah serius.


“Yang Mulia, aku mendapatkan sebuah informasi penting,” kata He Ti kemudian.


“Katakan!” sahut Shen Long sambil meminta kedua dewa itu duduk di depannya.


Yun Mei yang melihat kedatangan He Ti dan Che Ti segera menyiapkan minuman dan makanan ringan untuk mereka.


“Kalian tentu ada hal yang ingin dibicarakan dengan suamiku, nikmatilah minuman teh ini untuk menghangatkan diri kalian,” sahut Yun Mei dengan lembut.


Kemudian Yun Mei kembali ke dalam rumah untuk menyiapkan masakan bagi mereka.


“Yang Mulia, aku mendapatkan informasi bahwa pihak kekaisaran Naga tengah mencari berita tentang dirimu,” kata He Ti.


“Kekaisaran Naga? Apa yang mereka inginkan?”


Shen Long merenungkan informasi yang diberikan oleh He Ti padanya. Dia tidak mengerti kenapa pihak Kekaisaran Naga mencari dirinya.


“Benar Yang Mulia, kami bahkan mendengar mereka telah mendapatkan informasi tentang sekte Pedang Harapan,” sambung Che Ti.


Mendengar hal itu, Shen Long menyipitkan matanya dan merenung sambil menatap ke arah langit yang mulai gelap.


“Perintahkan kepada sekte Pedang Harapan untuk waspada. Kalian berdua tolong jaga ketiga istriku ini,” kata Shen Long.


“Baik, Yang Mulia. Lalu apa yang akan Yang Mulia lakukan?” tanya He Ti.

__ADS_1


“Sementara ini aku tidak terlalu memikirkan tentang kekaisaran Naga. Aku tengah memikirkan hal yang lebih besar lagi,” sahut Shen Long.


Wajah kedua dewa kembar itu tampak tertegun mendengar kata-kata Shen Long. Mereka percaya Shen Long tentu memiliki hal besar lainnya yang lebih penting untuk dilakukan.


“Aku akan pergi ke Loka 666 untuk memenuhi undangan dari mereka,” sahut Shen Long sambil mengeluarkan token undangan dari loka 666.


Kedua dewa kembar itu menatap token undangan di tangan Shen Long dengan mengernyitkan dahi mereka.


“Yang Mulia, apa yang mereka inginkan darimu?” tanya He Ti kembali.


“Mereka akan mengadakan uji kemampuan spiritual dari seluruh petarung di alam semesta kita,” sahut Shen Long.


Kemudian Shen Long menceritakan tentang pertemuannya dengan PangYu di alam penciptaan kepada kedua dewa itu. Shen Long juga menceritakan tentang benih Brahma, Naga Penghancur, pemusnahan alam semesta hingga urutan petarung antar alam semesta yang akan segera dilakukan dalam waktu dekat.


Mendengar penjelasan Shen Long, wajah kedua dewa kembar itu tampak pucat. Mereka tidak menyangka tentang bahwa di luar alam semesta ini masih ada alam semesta lain yang kini salah satu dari alam semesta akan menjalani proses pemusnahan.


“Pemusnahan alam semesta akan dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan spiritual dari petarung yang mewakili alam semesta tersebut,” lanjut Shen Long.


“Apakah undangan dari loka 666 ini ada hubungannya dengan hal itu?” tanya Che Ti pada Shen Long.


Shen Long menganggukkan kepalanya menatap pada kedua dewa kembar itu.


“Aku merasa akan ada seleksi di Loka 666 untuk petarung yang akan mewakili alam semesta kita ini dalam urutan spiritual petarung nantinya,” sahut Shen Long.


Kedua dewa kembar itu saling menatap ketika mendengar perkataan Shen Long. Mereka tidak menyangka bahwa di luar dunia mereka, selain Shen Long masih ada petarung lainnya yang juga memiliki kekuatan yang tinggi.


“Yang Mulia, kami yakin Yang Mulia akan berhasil memenangkan seleksi dan menjadi utusan dari alam semesta kita dalam urutan spiritual itu,” kata He Ti.


Shen Long tersenyum mendengar kata-kata He Ti. “Meskipun aku percaya diri, namun aku merasa di luar dunia kita ini masih banyak para petarung kuat lainnya. Jadi aku tidak boleh menganggap remeh mereka,” sahut Shen Long.


“Lagipula, pertarunganku dengan Sang Pencipta telah membuka mataku. Bahwa kekuatanku ini masih jauh seperti semut di depannya,” lanjut Shen Long dengan senyumannya.


Mata kedua dewa kembar itu terkejut mendengar kata-kata Shen Long. Seorang yang memiliki kekuatan seperti Shen Long saja seperti semut di depan Sang Pencipta, apalagi diri mereka.

__ADS_1


__ADS_2