Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 122 | Kota Pesisir Laut Selatan


__ADS_3

Mendengar cerita dari permaisuri Qin, Shen Long mengerutkan keningnya. Lalu menjawab padanya.


“Baiklah. Sekte Pedang Harapan akan membantu kerajaan menangani masalah ini” sahut Shen Long.


“Terima kasih ketua Shen, maaf aku tidak bisa mengirimkan Jendral Liu untuk menyelesaikannya. Karena pertahanan kerajaan Liu berada ditangannya” kata permaisuri Qin menundukkan wajahnya.


“Aku mengerti Yang Mulia” sahut Shen Long.


“Karena urusan sekte Laut Selatan telah diserahkan pada sekte Gunung Abadi. Pertemuan kita hari ini berakhir” kata permaisuri Qin.


“Ketua Shen, kamu jangan pergi dulu. Aku ingin berbicara hal lain denganmu” kata permaisuri Qin yang kemudian kembali ke kediamannya.


“Baik Yang Mulia” sahut Shen Long.


Shen Long segera mengikutinya dari belakang dan memasuki kediaman permaisuri Qin.


Di dalam kediaman itu banyak terlihat para pelayan yang membersihkan dan mempersiapkan pelayanan khusus untuk permaisuri Qin.


Ketika melihat Shen Long sudah mengikutinya masuk ke kediamannya, permaisuri Qin lalu melambaikan tangannya untuk meminta para pelayannya meninggalkan mereka berdua.


“Ada masalah apa Yang Mulia?” tanya Shen Long


Permaisuri tiba-tiba memeluk Shen Long. “Panggil aku Qin’er saat kita berdua saja” bisiknya lembut ditelinga Shen Long dengan wajahnya yang merona merah.


“Ada apa Qin’er?” tanya Shen Long kembali setelah memperbaiki kalimatnya.


“Tidak ada apa-apa. Aku hanya merindukanmu saja” sahut permaisuri Qin dengan wajah tersipu malu.


“Ah, malam ini aku benar-benar tidur diluar” gumam Shen Long dalam hatinya.


Permaisuri Qin segera menggandeng lengan Shen Long menuju kamarnya dengan tidak sabaran. Shen Long hanya menuruti saja kemauan pemimpin kerajaannya.


Sebagai rakyat yang patuh, dia tidak boleh membantah perintah pemimpinnya.


“Demi kerajaan” gumamnya dalam hati


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Keesokan harinya, Shen Long telah kembali ke kediaman sekte Pedang Harapan dan menyusun rencana untuk pergi ke daerah pesisir pantai selatan untuk menyelidiki tentang sekte Laut Selatan.


“Ternyata kamu benar-benar tidur diluar semalam” kata Yun Mei tiba-tiba dengan wajah kesal.


“Bukankah kamu sendiri yang memintaku tidur diluar?” tanya Shen Long tidak mengerti.


“Huh” Yun Mei hanya mendengus lalu pergi meninggalkan Shen Long yang masih tidak mengerti sikapnya.


“Apakah dia hanya berpura-pura? Dasar wanita” pikir Shen Long


“Ah, sudahlah. Aku harus konsentrasi untuk masalah sekte Laut Selatan ini” pikirnya


Dia lalu memanggil Xuan Yu dan Gu Yan untuk berdiskusi dengan mereka tentang masalah ini.


“Ketua, ijinkan aku untuk ikut dalam misi kali ini. Karena ini menyangkut kerajaan Ming. Aku juga mendengar keluarga pamanku ada yang ditawan oleh sekte Laut Selatan tersebut” kata Gu Yan.


“Baiklah, untuk kali ini kita hanya akan berangkat menyelidiki mereka terlebih dahulu. Kamu akan pergi bersama ku besok. Mengenai tindakan, kita lihat perkembangan situasi nanti disana” sahut Shen Long pada Gu Yan.


Gu Yan merasa senang sekali, ini pertama kalinya dia bisa pergi bersama ketua sekte untuk melakukan perjalanan.


“Kamu persiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan kita” perintah Shen Long pada Gu Yan.


Malam harinya Shen Long kembali ke dalam kamarnya, dan melihat Yun Mei telah berbaring di ranjangnya.


Dia pun duduk di pinggir ranjang dan melihat ke arah istrinya yang cantik.


“Ah, rupanya dia sudah tertidur” pikir Shen Long yang kemudian ikut berbaring disamping Yun Mei.


Sebenarnya Yun Mei masih belum tidur, perasaannya sangat rindu pada Shen Long. Namun karena telah lama tak bertemu, dirinya menjadi sedikit kikuk dan gugup.


“Kenapa kamu hanya diam saja Shen?” dengusnya kembali


Lalu dia membalikkan badannya melihat ke arah Shen Long dengan matanya yang indah melototinya.


Shen Long terkejut melihat dirinya tiba-tiba dipelototi oleh Yun Mei.


“Ah, kamu ternyata hanya berpura-pura tidur” kata Shen Long yang segera menyerang Yun Mei tanpa dia bisa memberikan perlawanan.

__ADS_1


Malam itu Yun Mei dan Shen Long menikmati kembali masa kebersamaan mereka dengan hangat.


Pagi harinya, setelah berpamitan pada Yun Mei untuk pergi menuju pesisir laut selatan, Shen Long lalu pergi bersama Gu Yan menuju ke arah selatan.


\=\=\=\=\=\=\=


Pesisir laut selatan, merupakan daerah yang cukup luas berada di dua wilayah kerajaan Liu dan kerajaan Ming. Ada pelabuhan di masing-masing kerajaan yang ramai dikunjungi oleh kapal pedagang yang singgah sebelum menuju ke pelabuhan berikutnya.


Kota di pesisir laut selatan kini menjadi bertambah ramai karena meningkatnya kapal-kapal yang berlabuh dan beristirahat di kota tersebut. Disamping itu, kota juga dipadati oleh pengusaha lokal yang mengambil barang mereka atau mengirimkan barang mereka melalui kapal pedagang.


Kota pesisir laut selatan adalah kota perbatasan yang tidak memihak pada salah satu kerajaan Liu ataupun Ming. Namun kini kota ini lebih memilih perlindungan kepada sekte yang berada disana yaitu sekte Laut Selatan.


Awalnya mereka hanya sekte kecil yang tidak terlalu merepotkan bagi kerajaan Liu maupun kerajaan Ming. Namun menurut berita yang tersebar, sejak ketua sekte mendapatkan istri muda, dia menjadi sangat kuat dan konon kekuatan kultivasinya berada di alam Surgawi hingga dia di juluki Raja Dewa Laut Selatan.


Hal inilah yang menyebabkan kota pesisir laut selatan yang netral menjadi beralih dan berlindung pada sekte Laut Selatan.


Sejak tidak ada kabar dari kota tersebut, kerajaan Liu dan kerajaan Ming telah mengirimkan utusannya ke kota ini, namun pasukan yang diutus ke kota pesisir tersebut semua menghilang tanpa jejak di luar kota. Penyelidikan yang dilakukan selalu gagal, dan tidak pernah ada informasi yang kembali pada kerajaan Liu dan kerajaan Ming.


Kedua kerajaan merasa aneh karena pelabuhan mereka yang berada di kota pesisir laut selatan itu kini diambil alih dan dikelola oleh pihak sekte Laut Selatan yang mendominasi wilayah pesisir laut selatan.


Untuk itulah, mereka meminta bantuan Shen Long untuk menyelidiki situasi di wilayah pesisir laut selatan. Dan untuk mempermudah penyelidikannya, Shen Long dan Gu Yan menyamar sebagai suami istri pedagang yang hendak membeli barang di kota pesisir tersebut.


“Tuan, apakah ini pertama kali tuan dan nyonya datang ke kota ini?” tanya seorang pemandu yang mereka sewa ketika tiba di kota pesisir laut selatan.


Wajah Gu Yan menjadi merona merah mendengar kata nyonya, dan Shen Long yang memperhatikannya tertawa geli dalam hatinya.


“Iya, kami baru saja menikah. Jadi istriku masih malu-malu” sahutnya yang membuat wajah Gu Yan menjadi cemberut.


“Baik tuan, aku sudah pesankan satu kamar untuk kalian berbulan madu. Sekarang, mari aku antarkan tuan dan nyonya untuk makan siang.” ajak pemandu tersebut ke salah satu warung makan yang cukup terkenal di kota pesisir laut selatan.


“Satu kamar? Sekamar berdua dengan ketua Shen?” pikiran Gu Yan justru menjadi kacau membayangkan hal itu.


“Bagaimana jika ketua memaksaku? Haruskah aku memberikannya?” pikirannya terlalu jauh membayangkan hal lain yang malah membuat wajahnya semakin merah.


Shen Long tersenyum melihatnya “Kamu jangan berpikir macam-macam. Ini hanya penyamaran” bisiknya


“Siapa yang berpikir macam-macam?” sahut Gu Yan ketus ketika Shen Long menebak pikirannya.

__ADS_1


“Hahaha... ayo kita makan dulu sayang di warung itu” goda Shen Long sambil menarik tangan Gu Yan yang membuat kepala Gu Yan hampir mau pecah karenanya.


__ADS_2