
=========
SESSION 3
\=========
Alam Reinkarnasi.
Di tengah padang ilalang tinggi dan bebatuan, tampak seseorang berdiri di depan sebuah makam sederhana dari gundukan bebatuan.
Zen Luo menundukkan kepalanya memandang makam kakeknya Shang Quan yang telah meninggal karena luka dari senjata Raja Yama saat merebut roh dirinya. Wajah Zen Luo terlihat gelap, pikirannya mengingat pesan dari kakeknya. Dia harus merubah takdirnya sendiri barulah dia bisa membalaskan dendamnya pada Shen Long.
“Akhirnya kami menemukanmu” teriak seorang penjaga Alam Reinkarnasi yang datang menemukan Zen Luo.
Tampak dua raksasa yang besar dan wajah menyeramkan datang menghampiri Zen Luo. Zen Luo tidak mempedulikannya, dia masih tetap memberi penghormatan terakhir pada kakeknya.
Zen Luo menatap pada kedua raksasa besar yang datang itu “Apa mau kalian?”
“Ikutlah dengan kami untuk menerima hukuman dari Raja Yama” sahut salah satu raksasa itu.
Mendengar hal itu, Zen Luo menyipitkan matanya pada kedua raksasa tersebut.
“Aku sudah mengerahkan tenagaku tetapi tidak bisa, kekuatanku seperti tenggelam ke sebuah lubang yang dalam” gumam Zen Luo dalam hati yang sebelumnya marah dan ingin menyerang kedua penjaga tersebut.
“Kamu tidak perlu membuang-buang waktu, tenagamu tidak akan bisa digunakan di Alam Reinkarnasi ini. Dewa sekalipun harus mengikuti aturan di Alam Reinkarnasi ini” kata salah satu penjaga yang langsung mencengkeram lengan Zen Luo
Mereka pun menarik Zen Luo pergi untuk menemui Raja Yama di aula pengadilan akhiratnya.
Disisi lain Alam Reinkarnasi, Shen Long telah datang dengan mengendarai Naga Yinglong “Tuan, aku hanya bisa mengantar dan tidak bisa kembali. Aturan Alam Reinkarnasi hanya bisa masuk, sedangkan jalan keluarnya hanya dua pintu di aula pengadilan akhirat.” kata Naga YingLong
“Baik. Kamu bisa kembali ke alam yang aku buat khusus untukmu di dalam cincinku” sahut Shen Long. Naga Langit Yinglong kemudian masuk kembali ke dalam cincin penyimpanan Shen Long.
Shen Long melihat padang ilalang di sekitarnya, langit yang berwarna kekuningan. “Ini kah Alam Reinkarnasi?”
Tiba-tiba datang sebuah kereta kuda di jalan tanah yang ada di depan Shen Long berdiri. Kereta itu berhenti ketika melihat Shen Long berdiri disana. Kusir kereta melihat ke arah Shen Long dan menghampirinya. “Siapa kamu?”
“Aku Shen Long” sahut Shen Long sambil memberi hormat padanya.
Kusir yang tinggi besar dengan wajah menyeramkan itu membuka buku yang dibawanya dan matanya sibuk mencari-cari sesuatu di dalam buku itu. “Namamu tidak ada disini. Bagaimana kamu bisa kemari?” katanya dengan wajah curiga.
__ADS_1
“Maaf, aku baru saja datang bersama naga langit, aku ingin bertemu dengan Raja Yama” sahut Shen Long
Kusir kereta itu menyipitkan matanya, ”Manusia ini tidak biasa. Dia bisa datang seenaknya kemari. Pasti ada sesuatu yang dia inginkan dari Raja Yama” pikirnya.
“Ikutlah denganku. Naik disebelahku. Jangan di dalam kereta” sahutnya.
Shen Long menoleh ke arah dalam kereta dan melihat ada 4 sosok berpakaian putih ditengah kereta itu. Meskipun dia tidak mengerti, tetapi dia tidak ingin membuat masalah di Alam Reinkarnasi ini. Jadi dia mengikuti kata-kata kusir itu dan duduk disebelahnya.
Kusir itu pun segera memacu keretanya menuju ke sebuah rumah besar yang berwarna putih setelah kereta itu melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah tiba di depan rumah itu, kusir meminta Shen Long untuk masuk ke dalam rumah yang dijaga oleh dua penjaga tinggi besar di depan pintu yang sangat besar.
Para penjaga itu menoleh ke arah Shen Long dan hendak menghentikannya, namun kusir kereta itu tampak menggelengkan kepalanya pada mereka, sehingga para penjaga itu menghentikan gerakannya.
Kemudian 4 sosok dari dalam kereta juga turun dan mengikuti masuk ke dalam rumah di belakang Shen Long.
Begitu masuk ke dalam aula ada satu petugas yang menghentikan langkah Shen Long, “Berhenti!. Mengapa kamu bisa masuk kemari?” tanyanya
“Maaf, aku ingin bertemu dengan Raja Yama” sahut Shen Long sambil memberi hormat.
Petugas itu menilik penampilan Shen Long yang berbeda dari yang lain. “Mahluk hidup tidak boleh masuk ke aula pengadilan ini. Mari ikut denganku” kata petugas itu sambil mengajak Shen Long ke sebuah ruangan khusus untuk menunggu bertemu dengan Raja Yama.
Setelah petugas itu pergi menemui Raja Yama, dia pun kembali ke ruangan itu bersama Raja Yama.
“Maafkan aku Raja Yama, Namaku Shen Long. Aku bermaksud untuk bertanya tentang istriku Yun Mei padamu” sahut Shen Long secara langsung.
“Yun Mei?” Raja Yama berpikir sejenak. Sementara petugas di sebelahnya mencari-cari nama itu di dalam buku yang dibawanya.
“Tuan, Yun Mei telah bereinkarnasi 7 tahun yang lalu” bisik petugas itu pada Raja Yama.
Raja Yama mengingat hal itu begitu petugas memberitahukannya.”Oh, wanita yang sangat cantik itu telah bereinkarnasi 7 tahun di Alam Reinkarnasi ini”
“Bolehkah aku tahu kemana dia bereinkarnasi?” tanya Shen Long kembali
“Hahaha... untuk hal itu, aku sendiri tidak punya kuasa atas hal tersebut. Aku hanya bertugas menilai karma para roh dan memutuskan dia harus dihukum di Alam Neraka atau kembali bereinkarnasi” sahut Raja Yama.
“Tentang kemana tujuan reinkarnasi dan menjadi apa mereka nanti, itu kuasa yang diatur dari Alam Maya. Nasib dan Takdir ditentukan dari sana” lanjutnya lagi.
Shen Long merenung mendengarkan hal itu, dia merasa perjalanannya menjadi sia-sia datang bertemu Raja Yama.
Tiba-tiba, dua orang penjaga datang dengan membawa seseorang menghadap Raja Yama di ruangan khusus itu. Ruangan khusus itu adalah untuk menerima tamu mahluk lain selain para roh. Jadi setiap kejadian khusus di Alam Reinkarnasi akan selalu dibawa ke tempat itu.
__ADS_1
“Siapa yang kalian bawa itu” teriak Raja Yama menoleh ke arah mereka.
“Lapor tuan. Kami telah membawa roh yang melarikan diri tersebut” sahut salah satu penjaga yang kemudian mendorong Zen Luo ke arah Raja Yama.
“Kamu!” Zen Luo terbelalak melihat Shen Long disamping Raja Yama.
Mata Shen Long berkedut begitu dia melihat dengan jelas Zen Luo berada di depan matanya. Demikian juga dengan Zen Luo, wajahnya menjadi gelap setelah melihat adanya Shen Long disamping Raja Yama.
Raja Yama melihat ke arah mereka berdua, “Kalian saling kenal?” tanyanya pada mereka.
Zen Luo dan Shen Long sama-sama tidak menyahut, namun saling menatap tajam ke arah masing-masing. Ada kemarahan diantara mereka berdua, Zen Luo dendam karena kematian ayahnya ditangan Shen Long. Sementara Shen Long dendam karena kematian Yun Mei ditangan Zen Luo.
Merasa dirinya diabaikan, mata Raja Yama berkedut dan marah pada mereka. “Apa yang akan kalian lakukan di tempatku ini” teriaknya marah.
Zen Luo kemudian ingat pesan kakeknya, dia segera mengeluarkan cermin Yin dan Yang dari cincinnya dan membuka tutupnya.
Cermin itu berputar di antara mereka bertiga dan mengeluarkan cahaya dari dalamnya. Mata Raja Yama tertegun melihat cermin itu “Apa ini?” gumamnya kesal dan hendak menghancurkan cermin tersebut.
“Cermin Yin dan Yang?” Shen Long yang mengetahui cermin itu terkejut karena Zen Luo bisa memiliki benda berbahaya itu.
WUUSSSHHH!
Tiba-tiba cermin itu menghisap tubuh mereka bertiga dan masuk ke dalam cermin Yin dan Yang. Lalu cermin itu pecah dan menjadi abu di lantai ruangan khusus itu.
“RAJA!” teriak petugas dan para penjaga yang terkejut melihat Raja Yama juga terhisap masuk ke dalam cermin itu bersama Zen Luo dan Shen Long.
Tubuh mereka bertiga yang terhisap oleh cermin Yin dan Yang tiba di dalam sebuah dimensi tanpa cahaya. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan, mereka hanya melayang dengan tubuh kaku. Di tengah kegelapan itu mereka bertiga mendengar sebuah suara.
“Apa yang kalian berempat lakukan? Kalian telah mengacaukan takdir yang telah ditentukan Langit” sebuah suara terdengar marah karena mereka
“Berempat?” Shen Long tertegun mendengar hal itu karena dia merasa hanya bertiga yang terhisap oleh cermin itu.
“Kamu melupakan diriku Shen” bisik Kaisar Dewa Iblis di dalam pikiran Shen Long.
“Ah, benar juga” gumam Shen Long menyahut kata Kaisar Dewa Iblis.
Mendengar suara yang marah itu, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, mereka hanya terdiam mendengarkannya.
“Pergilah dari sini! Ini bukan tempat kalian!” teriak suara itu kembali dengan nada marah.
__ADS_1
Kemudian mereka merasakan tubuh mereka terhisap kembali ke dalam sebuah cahaya dan kemudian menghilang.