
Semua orang yang berada di sekitar area pertarungan Shen Long melawan ShanMu mulai menjauh. Mereka tidak sanggup menahan tekanan yang juga menyebar disekitar tempat itu. Hanya Libao yang masih berdiri cukup dekat dengan mereka.
Setelah merasa cukup mengerahkan kekuatannya, ShanMu meraung keras dan menyerang ke arah Shen Long dengan buas. Wajahnya tampak keras dengan mata menatap tajam seperti burung elang hendak memangsa lawannya.
Cakar ditangannya pun mengeluarkan hawa tajam membuat kulit teriris meskipun tidak tergores oleh cakar tersebut. Shen Long tetap tenang meskipun kekuatan lawan berada di atas dirinya. Namun dia percaya kekuatan jurus miliknya tidak kalah dari ShanMu.
“Jurusnya tidak mengandung kekuatan yang terlalu besar.” batin Shen Long.
Setelah cukup dekat, Shen Long berkelit menghindari cakaran dari ShanMu. Namun dia masih sempat membalas dengan memukul lengan kiri ShanMu. Tetapi ShanMu yang melihat gerakan Shen Long telah terlebih dulu mengalirkan kekuatannya ke lengan kirinya.
Degh!...
Pukulan telapak Shen Long mengenai lengan kiri ShanMu namun tidak berpengaruh pada tubuh ShanMu yang telah bersiap lebih dulu. ShanMu mengerahkan jurus Perisai Tubuh Emas melawan jurus Sembilan Naga Langit Shen Long.
ShanMu telah mempelajari jurus Shen Long ketika melawan Xuanshan, jadi dia membagi kekuatannya juga untuk memperkuat pertahanannya.
Melihat serangannya tidak mempan pada ShanMu, Shen Long mengubah tehnik jurusnya dalam pertarungan. Shan Mu menyipitkan matanya melihat gerakan Shen Long yang tiba-tiba berubah saat melakukan serangan.
“Sialan, gerakannya mengecoh,” ShanMu menjadi geram
Mengubah jurus dan serangan bagi Shen Long sudah biasa. Dia bahkan bisa mengubah-ubah jurus dalam hitungan detik hingga memusingkan lawan-lawannya.
ShanMu kini hanya mengandalkan perisai tubuhnya untuk bertahan, dia tidak dapat menyentuh Shen Long sedikitpun dengan serangannya. Dan Shen Long selalu menghindari bentrokan kekuatan dengan ShanMu.
Pertarungan sudah berjalan selama tiga jam lebih, namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan memenangkan pertarungan itu.
Libao masih terus menyaksikan pertarungan itu dengan cermat. “Aku merasa kekuatan Shen Long semakin lama semakin meningkat. Apa yang telah terjadi di Gurun Api? Mengapa kekuatan bisa meningkat selama pertarungan?” gumam Libao yang tidak mengerti.
Bukan hanya Libao yang terkejut merasakan peningkatan kekuatan Shen Long. ShanMu pun tidak percaya, bagaimana Shen Long bisa meningkatkan kekuatannya selama pertarungan.
__ADS_1
ShanMu semakin cepat dan ganas menyerang Shen Long. “Aku harus segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum kekuatannya menjadi semakin meningkat,” batin ShanMu.
Wajahnya bergidik memikirkan kekuatan Shen Long yang semakin lama semakin menyamai kekuatannya. ShanMu juga tidak habis pikir apa yang telah terjadi.
Namun Shen Long tidak merasakan peningkatan kekuatan tubuhnya, dia hanya berkonsentrasi untuk menghindari benturan kekuatan dengan ShanMu dan sekaligus mencuri serangan dalam hitungan detik ke ShanMu.
Bugh! Bugh! Bugh!...
Telapak Shen Long beberapa kali mengenai dada, perut dan juga punggung ShanMu. Namun ShanMu tidak bergeming karenanya. Kekuatan Perisai Tubuh Emas memang luar biasa.
Sebaliknya mata Shen Long berkedut karena serangannya tidak mempan terhadap tubuh ShanMu.
“Jurus pertahanan ShanMu luar biasa. Aku harus mencari cara untuk menghancurkan pertahanannya itu.” gumam Shen Long dalam hatinya.
Sambil menyerang beberapa kali, pukulan Shen Long kembali mendarat di beberapa titik kelemahan ShanMu. Namun meskipun serangan itu gagal tetapi tidak mempengaruhi Shen Long untuk terus menyerangnya.
Shen Long yakin suatu saat dia akan mendapatkan titik kelemahan dari jurus Perisai Tubuh Emas itu.
Kata-kata ShanMu membuat Shen Long semakin terpicu untuk menjebol jurus pertahanan itu. Shen Long mempercepat gerakannya dan mengeluarkan jurus roh pedang pembelah langitnya.
Dengan melayang di udara, Shen Long mengerahkan jurus Roh Pedang Pembelah Langitnya. Bayangan pedang raksasa kembali terbentuk dan menghantam tubuh ShanMu. Namun ShanMu tersenyum melihat serangan itu.
Shen Long yang melihat senyuman ShanMu tertegun, dia pun mengubah serangannya dengan jurus Cermin Nirwana Sukma. Kekuatan jurus Shen Long yang menyerang untuk kedua kalinya membuat ShanMu terkejut.
ShanMu tidak menduga Shen Long kembali mengubah jurusnya. Hal ini membingungkan ShanMu untuk mengantisipasi serangan Shen Long.
Berikutnya Shen Long mengubah kembali jurusnya dan berkali-kali menggempur Perisai Tubuh Emas ShanMu.
Tiba-tiba Shen Long melihat retakan kecil di bagian bawah lengan kiri ShanMu. Namun ShanMu belum menyadari retakan energi pelindung jurusnya itu.
__ADS_1
Melihat retakan kecil itu, membuat Shen Long semakin bersemangat. Dia berkali-kali menyerang ke arah yang sama yaitu retakan tersebut sehingga energi pelindung Perisai Tubuh Emas retak semakin besar di tempat itu dan membuat ShanMu mulai menyadarinya.
ShanMu terkejut mengetahui serangan Shen Long yang bertubi-tubi membuat energi Perisai Tubuh Emasnya retak. Dia menggertakkan giginya melihat serangan Shen Long yang kembali akan menghantam retakan itu.
ShanMu tidak membiarkan Shen Long mengenai retakan itu lagi. Wajahnya menjadi semakin gelap karenanya. Dia kemudian bermaksud untuk menyerang balik apabila Shen Long menyerangnya kembali.
Benar saja, setelah mengambil nafas Shen Long kembali menyerang ke arah ShanMu untuk menghancurkan energi pelindung Perisai Tubuh Emas.
Serangan Shen Long kali ini semakin cepat dan sulit ditebak. ShanMu hanya mengetahui sedikit jurus Shen Long. Jadi dia dengan sengaja menunggu serangan Shen Long dan bermaksud mengadu kekuatan dengannya.
Shen Long tidak menyadari strategi ShanMu. Dia hanya fokus untuk menghancurkan energi pelindung ShanMu.
ShanMu yang sengaja memancing Shen Long menyerang retakan itu menunggu kesempatan dengan baik. Serangan Shen Long semakin gencar ke arah retakan itu.
Brakk... Bumm...
Retakan itu membuat energi pelindung Perisai Tubuh Emas hancur berantakan. Namun di saat bersamaan, ShanMu berhasil dalam hitungan detik melihat celah untuk mengadu kekuatannya dengan Shen Long.
Buuummmm!
Ledakan besar terjadi ketika kekuatan ShanMu dan Shen Long berbenturan. Shen Long terpental dan jatuh ke atas tanah, sementara ShanMu terdorong mundur dengan terhuyung-huyung dan jatuh terduduk di tanah dengan satu lutut.
“Sialan, kekuatan anak ini tidak bisa dianggap remeh. Semakin lama kekuatannya akan menjadi duri bagi sekteku. Aku harus membunuhnya jika tidak bisa mengendalikannya,” batin ShanMu.
Niat membunuh ShanMu semakin meningkat, namun Shen Long yang terhempas jatuh menabrak bangunan di kediaman sekte menyemburkan darah segar dari mulutnya.
“Kekuatannya sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka dia bisa melihat kelemahan jurus ini dan melakukan serangan balik,” gumam Shen Long.
Shen Long mau tak mau harus mengakui kekuatan lawannya. Kemudian saat dia hendak melanjutkan serangannya. Tubuhnya tiba-tiba merasa lemas dan Shen Long pun jatuh terduduk dengan satu lutut sambil menahan dadanya yang agak nyeri.
__ADS_1
“Apa yang terjadi? Apakah aku keracunan?” Shen Long menatap ShanMu yang tersenyum menyeringai.