Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 474 | Bertemu Sang Pencipta


__ADS_3

Shen Long tertegun mendengar jawaban dari wujud anaknya itu. Dia tidak mengerti apa maksud kata-katanya. Apakah itu wujud anaknya yang ingin dia temui atau wujud Sang Pencipta yang dicarinya.


“Bukankah kamu ingin bertemu denganku?”


“Apakah kamu Sang Pencipta? Mengapa menggunakan wujud anakku?”


Shen Long masih tidak mengerti mengapa wujud anaknya yang muncul di hadapannya.


“Aku bisa menyerupai wujud sesuai keinginanmu,” sahut Sang Pencipta


“Apakah kamu bisa melihat pikiranku?” Shen Long semakin bingung karenanya.


“Hahaha... Aku bukan saja bisa melihat pikiranmu, tapi aku juga bisa melihat seluruh tubuhmu bahkan apa yang kamu rasakan saat ini,” sahutNya.


Shen Long kemudian berdiri dari batu yang didudukinya. Dia berjalan mendekati wujud anaknya itu dan berdiri di depannya.


“Berarti aku tidak perlu memberitahukan apa maksud kedatanganku kemari padamu,” ucap Shen Long yang kemudian tersenyum padanya.


“Meskipun aku tahu apa maksudmu, tetapi kamu juga perlu mengatakannya untuk melihat seberapa kuat niatmu untuk mendapatkannya.”


“Aku ingin meminta Benih Alam kepadamu,” kata Shen Long.


Sang Pencipta dalam wujud Shen Shui tersenyum padanya.


“Meskipun aku bisa memberikan segalanya, tetapi belum tentu aku akan langsung memberikannya semudah itu padamu.”


Kata-kata Sang Pencipta membuat Shen Long merasa kebingungan. Dia seperti merasa dipermainkan olehnya.


“Aku benar-benar memerlukan Benih Alam itu,” jelas Shen Long.


“Mengapa aku harus memberikannya padamu?”


“Aku ingin membantu seseorang di tempat lain untuk menciptakan alam miliknya,” sahut Shen Long.


Sang Pencipta tertawa mendengar kata-kata Shen Long. Dia tertawa terpingkal-pingkal untuk anak berusia belasan tahun sambil memegangi perutnya.


Mata Shen Long berkedut mendengar dirinya ditertawakan oleh wujud anaknya itu.


“Apakah kamu akan memberikannya padaku atau tidak?” tanya Shen Long kembali


“Apakah kamu mengancamku?”


“Aku tidak mengancammu, tapi aku ingin kepastian darimu.” Shen Long semakin bingung berbicara dengan Sang Pencipta.

__ADS_1


“Mengapa kamu ingin kepastian?”


Shen Long bertanya selalu dijawab dengan pertanyaan lagi oleh Sang Pencipta. Hal ini membuatnya bertambah bingung untuk menjawabnya.


“Apakah jika aku tidak memberikannya, kamu akan memaksaku?”


“Tahukah kamu, jika kamu melakukan perubahan sesuatu, maka perubahan itu akan berakibat baik dan buruk pada sekitarnya yang terhubung dengannya termasuk dirimu.”


“Aku hanya melakukan apa yang menurutku baik untuk semuanya,” sahut Shen Long.


Sang Pencipta kembali tertawa mendengar kata-kata Shen Long.


“Baik untuk semuanya? Kebaikan itu ada tingkatannya masing-masing. Baik menurutmu belum tentu baik bagi orang lain,” sahut Sang Pencipta lagi.


Semakin lama kepala Shen Long terasa semakin pusing dengan kata-kata Sang Pencipta.


“Jika aku memberikan Benih Alam padamu, apakah kamu pikir tidak akan menimbulkan konsekuensi pada yang lainnya? Apakah kamu berani menanggung konsekuensi itu?”


Kali ini wajah Shen Long tertegun mendengarkan kalimat terakhir dari Sang Pencipta. Namun karena hatinya sudah bersikeras untuk mendapatkan Benih Alam, maka Shen Long menganggukkan kepalanya menyetujui untuk menanggung konsekuensi yang akan diterimanya.


Mata Sang Pencipta menyipit menatap niat Shen Long jauh ke lubuk hatinya.


“Baiklah. Jika kamu bisa menahan satu jurus dariku tanpa jatuh, maka aku akan memberikan satu Benih Alam padamu,” tantang Sang Pencipta.


“Baik!”


“Kamu bisa bersiap! Aku tidak akan menahan kekuatanku,” kata Sang Pencipta.


Mendengar hal itu, Shen Long lalu mengeluarkan kekuatan puncaknya di alam kesadaran semesta. Dia tahu yang dihadapinya ini memiliki kekuatan tak terduga, jadi Shen Long tidak bermain-main dengannya.


“Bagus. Kekuatan Alam Kesadaran Semesta tingkat awal,” kata Sang Pencipta.


Shen Long terkejut mendengar hal itu. “Tingkat awal?”


Menurut pemahaman Shen Long, kekuatannya telah mencapai puncak dari kultivasi semesta. Namun Sang Pencipta mengatakan bahwa itu masih berada pada tingkat awal.


“Benarkah ini masih pada tingkat awal?” Wajah Shen Long terlihat penasaran dengan hal itu.


“Tentu saja. Aku akan menyerangmu jika kamu tidak percaya. Kamu bisa merasakan sendiri. Jadi bersiaplah menerima pukulanku,” kata Sang Pencipta


Kemudian sosok berwujud anaknya itu berjalan mendekati Shen Long yang telah mengerahkan kekuatan puncak miliknya. Shen Long berusaha untuk bertahan agar tidak sampai terjatuh.


Plak!

__ADS_1


Sang Pencipta terlihat menampar dengan pelan ke wajah Shen Long. Gerakannya terlihat lambat, namun daya ledak serangannya sangat besar.


Shen Long merasakan kekuatan yang Maha Besar menampar wajahnya lalu membuatnya terpental jatuh ke tanah yang berwarna warni itu.


“I-Ini... kekuatan yang terlihat lambat namun daya serangnya sangat kuat,” Shen Long terkejut karenanya.


Wajahnya terasa bengkak dan darah menetes dari sudut bibir Shen Long. Namun dia tidak menghiraukannya. Dia menjadi lebih bersemangat untuk melanjutkannya.


Tapi dengan susah payah Shen Long berusaha untuk bangkit kembali dan berjalan mendekati Sang Pencipta.


“Hahaha... Bagus! Aku suka semangatmu nak.”


Sang Pencipta tertawa senang melihat semangat Shen Long yang kembali bangkit untuk menahan serangan Sang Pencipta.


Plak!


Kembali tamparan ringan mendarat di wajah Shen Long dan membuatnya kembali terlempar jatuh ke atas tanah. Wajahnya terlihat semakin bengkak dan darah tidak hanya mengalir dari bibirnya namun juga mengalir dari lubang hidungnya.


“Yang ketiga ini akan membuatmu tidak sadarkan diri,” kata Sang Pencipta sambil tersenyum padanya.


Shen Long tidak mempedulikan rasa sakitnya. Dia kembali memaksakan dirinya untuk bangkit dan berjalan mendekati Sang Pencipta dengan semangat yang masih menyala.


Plak!


Tamparan ketiga ini benar-benar membuat Shen Long langsung tidak sadarkan diri seperti kata Sang Pencipta. Tubuh Shen Long yang terlempar kini tampak terkapar di tanah dengan darah mengalir dari semua lubang di wajahnya termasuk dari telinganya.


Melihat Shen Long yang sudah tidak bisa bangkit lagi, Sang Pencipta lalu menjentikkan jarinya.


Klik!


Seluruh wajah Shen Long telah pulih kembali ke semula. Tidak ada bekas luka maupun memar yang bengkak di wajahnya. Namun kesadaran Shen Long masih belum dipulihkan.


Sang Pencipta lalu berjalan mendekati Shen Long dan berdiri di sisinya.


“Bangun! Apakah kamu menyukai tidur di sini?”


Ketika suara itu terdengar di telinga Shen Long, sontak mata Shen Long terbuka lalu dia segera bangkit duduk dan memeriksa wajahnya.


“Bagaimana wajahku bisa langsung sembuh?” batinnya.


“Tidak ada hal yang mustahil bagiku. Jika aku mau, aku bisa membunuh dan menyembuhkanmu dengan satu jentikan jari,” sahut Sang Pencipta.


Mendengar hal itu, hati Shen Long menjadi kaku. Wajahnya berubah merah karena malu. Selama ini dia merasa sombong karena kekuatannya yang telah berada di alam Kesadaran Semesta.

__ADS_1


Tapi di depan Sang Pencipta, kekuatannya bagaikan semut yang bisa dihancurkan hanya dengan satu jentikan jari oleh Sang Pencipta.


Hal itu membuat Shen Long langsung jatuh terduduk dan berlutut di hadapan Sang Pencipta.


__ADS_2