
Di Kerajaan Liu, saat para pemimpin sekte Pedang Harapan, kerajaan Liu, kerajaan Ming dan Raja klan dunia bawah berkumpul menikmati kemenangan hari itu.
“Ketua Shen, Kekaisaran Tengah tidak akan tinggal diam. Mereka akan segera menyerang kita kembali. Sebaiknya kita tetap waspada” Jendral Liu memberikan pemikirannya untuk pertempuran selanjutnya.
Tiba-tiba seorang pengintai dari kerajaan Liu datang tergesa-gesa menemui mereka. Wajahnya tampak tegang sebelum dia memberikan laporan hasil pengintaiannya.
“Yang Mulia, hamba ingin melaporkan hasil penyelidikan di Ibukota Kekaisaran Tengah” Penjaga itu memberi hormat pada para pemimpin disana.
“Katakan!” kata Jendral Liu melihat ketegangan di wajah pengintainya.
Pengintai itu tidak tahu harus mulai darimana, “Yang Mulia, hamba mendengar telah terjadi kekacauan di Istana Kekaisaran Tengah. Lalu hamba pergi untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri tampak orang-orang telah berkerumun di luar aula utama Istana Kekaisaran Tengah. Bau darah dan mayat tercium saat hamba mendekati aula utama Istana.”
“Apa yang telah terjadi?” Jendral Liu tidak sabar menunggu kelanjutan cerita pengintai itu.
Pengintai itu kemudian melanjutkan kembali, “Seseorang telah membunuh seluruh Panglima dan Jendral pasukan Kekaisaran Tengah. Bahkan orang itu juga telah membunuh Kaisar Zhong Jian.”
Semua orang di perjamuan itu terkejut mendengar berita yang terjadi di Istana Kekaisaran Tengah.
“Apa kamu telah memastikan sendiri kematian mereka?” tanya Jendral Liu yang telah berdiri karena terkejut.
“Hamba bersumpah telah melihat langsung mayat mereka Yang Mulia” sahut pengintai itu.
Jendral Liu lalu terduduk mendengar berita tersebut, dia tidak menyangka disaat peperangan antar Kekaisaran Tengah dan kerajaan Liu, malapetaka justru menimpa Istana Kekaisaran Tengah.
Dalam benak semua orang di perjamuan itu, kekuatan Kaisar Tengah Zhong Jian yang berada di alam Abadi sangat sulit untuk dikalahkan.
“Siapa orang yang bisa membunuh Kaisar Tengah Zhong Jian? Kekuatan orang itu pastinya di atas kekuatan alam Abadi” gumam Jendral Liu
“Apakah ini campur tangan dewa dunia langit?” timpal Raja Gu yang duduk disamping Jendral Liu
“Aku rasa aku mengetahui siapa yang membunuh Kaisar Tengah Zhong Jian” sahut Shen Long yang tiba-tiba ikut berbicara.
__ADS_1
Shen Long kemudian berdiri melihat kebingungan di mata orang-orang di dalam perjamuan itu. “Aku yakin ini adalah pekerjaan Pangeran Langit, Zen Luo yang telah berubah nama menjadi Mo Zen, sang Putra Iblis.” katanya.
“Apa sebenarnya yang telah terjadi?” Jendral Liu bertanya karena tidak mengerti. Mata para pemimpin di tempat itu juga masih terlihat bingung dengan kata-kata Shen Long.
Namun setelah mendengar nama Pangeran Langit, semua orang meyakini bahwa kata-kata Shen Long tentunya benar. Karena kekuatan Alam Abadi dunia manusia hanya bisa di kalahkan oleh mereka yang berasal dari dunia langit.
Kini semua orang melihat pada Shen Long, “Ketua Shen, mengapa orang itu membantai seluruh pemimpin Istana Kekaisaran Tengah?” tanya Raja Gu padanya.
Shen Long juga termenung memikirkan hal itu, dia tidak mengerti alasan dari Pangeran Langit membunuh Kaisar Tengah Zhong Jian bersama para pemimpin pasukan mereka.
“Apakah dia ingin menguasai Kekaisaran Tengah?” Jendral Liu menebak alasan tindakan dari Pangeran Langit itu.
“Aku rasa tidak, karena setelah membunuh mereka, dia pun menghilang dan pergi dari tempat itu. Jika memang alasannya karena ingin menguasai Kekaisaran Tengah, tentu dia akan berada disana untuk memerintah saat ini” sahut Shen Long
Orang-orang di perjamuan itu menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan Shen Long.
“Apakah ini berarti peperangan kita telah berakhir?” kata Permaisuri Qin yang kemudian ikut membuka suaranya.
“Baiklah, dengan perjamuan ini kita juga bersyukur bahwa akhirnya perang telah berakhir. Mari lanjutkan bersulang sambil menunggu informasi lebih lanjut tentang berita ini” sahut Jendral Liu dengan nada bersyukur.
Karena kemungkinan perang telah berakhir, maka para Raja klan dunia bawah beserta pasukan mereka mohon diri untuk kembali ke dunia bawah. Shen Long dan para pemimpin kerajaan Liu dan Ming mengantarkan kepergian mereka setelah mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka.
Shen Long kemudian memutuskan bahwa para penghuni dunia bawah dapat hidup berdampingan di dunia manusia asalkan mereka mengikuti aturan dan sama-sama menjaga perdamaian di dunia manusia.
Sorak sorai penghuni dunia bawah merasa senang mendapatkan ijin untuk tinggal di dunia manusia. Mereka menyetujui untuk mengikuti aturan dunia manusia dan sama-sama menjaga perdamaian di dunia manusia sesuai perintah Shen Long.
Setelah kepergian penghuni dunia bawah, tiba-tiba muncul Pendeta Agung di tengah perjamuan tersebut untuk melaporkan pada Shen Long apa yang telah terjadi. Shen Long kemudian mengajak Pendeta Agung untuk berbicara di tempat lain.
“Yang Mulia, aku ingin melaporkan beberapa hal.” kata Pendeta Agung dengan memberikan hormat pada Shen Long
“Katakan ada apa Pendeta?” sahut Shen Long.
__ADS_1
Dengan kedatangan Pendeta Agung, Shen Long makin memastikan bahwa kejadian di Kekaisaran Tengah tentu berhubungan langsung dengan Pangeran Langit.
“Pertama, kita telah berhasil menangkap Mo Luo saat dia menyerang sekte Gunung Pedang” kata Pendeta Agung.
Pendeta Agung lalu memberikan laporan secara detail kejadian di kediaman sekte Gunung Pedang. Shen Long senang dengan kesigapan dewa dunia langit di bawah pimpinan dewa Ma Chan setelah merasakan kehadiran Mo Luo dan Iblis Mo Jie saat mereka menyerang kediaman sekte Gunung Pedang.
“Yang Mulia, berita kedua adalah tentang dewa Ma Chan.” kali ini Pendeta Agung menundukkan kepalanya dengan wajah sedih sebelum melanjutkan.
“Apa yang terjadi padanya?” tanya Shen Long melihat kesedihan di wajah Pendeta Agung
Pendeta Agung lalu mendesah, “Dewa Ma Chan dan pasukan dewa dunia langit lainnya terbunuh oleh Pangeran Langit ketika mereka menemukan saat Pangeran Langit membunuh Kaisar Zhong Jian bersama para panglima dan Jendral pasukannya.”
Shen Long tertegun mendengar dua hal yang dilaporkan oleh Pendeta Agung. Dia tidak menyangka kekuatan Alam Mutiara Dewa Ma Chan dengan mudah dikalahkan oleh Pangeran Langit. Ini membuktikan kekuatan Pangeran Langit telah mengalami peningkatan yang cukup pesat.
“Pendeta, mengapa Aturan Langit tidak menghukum Pangeran Langit? Dia telah banyak membuat kekacauan selama hidupnya di dunia manusia” tanya Shen Long.
“Yang Mulia, meskipun dalang dari semua masalah selama ini di dunia manusia adalah Pangeran Langit, tetapi dia tidak turun langsung melakukannya.
Saat memusnahkan sekte Pedang Harapan, Pangeran Langit memerintahkan anak buahnya dewa Chu Lao untuk mengerjakannya. Chu Lao juga meminta Wang Yun untuk melaksanakan perintah tersebut. Yang menculik teman-temanmu juga bukan dia sendiri melainkan bawahannya.
Yun Mei tidak dibunuh olehnya, dia hanya memberikan sebuah belati padanya. Yun Mei sendiri yang menyerang Pangeran Langit dan dia dianggap membela diri dari serangan Yun Mei.
Setelah itu kekacauan yang dibuat di dunia manusia saat ini bukan dia yang langsung mengerjakannya, melainkan para Iblis Alam Neraka, dia hanya membunuh Kaisar Tengah Zhong Jian sebagai satu kesalahannya.
Sedangkan membunuh para dewa dunia langit dianggap sebagai pertarungan antar para dewa seperti biasa” Pendeta Agung menjelaskan secara panjang lebar pada Shen Long.
Shen Long akhirnya mengerti mengapa Aturan Langit belum bertindak pada Pangeran Langit, meskipun dia adalah dalang dari kekacauan ini. Jadi tanpa dia turun tangan langsung maka belum cukup alasan untuk menjatuhkan Hukuman Langit padanya.
“Pangeran Langit sungguh cerdik menghindari Hukuman Langit” gumam Shen Long dalam hatinya.
“Yang Mulia, melihat dengan mudahnya dia memusnahkan dewa Ma Chan yang berada di alam Mutiara, menurutku Pangeran Langit telah menerobos ke alam Bintang.” kata Pendeta Agung.
__ADS_1