Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 152 | Kematian Raja Naga Api Huo Long


__ADS_3

Ledakan keras terdengar saat benturan dua energi alam Dewa puncak dunia bawah melawan alam Surgawi puncak dunia manusia yang seimbang. Ledakan itu bersamaan dengan ledakan kembang api di pusat kota yang masih merayakan malam Festival Naga, sehingga tidak ada yang mempedulikan ledakan pertarungan itu.


Setelah itu, Raja Huo Long terlihat terluka oleh tebasan pedang Harapan yang mengenai lengannya, sementara Shen Long tidak mengalami luka apapun.


“A... Ayah kalah?” mata Long Gu terbelalak melihat ayahnya berhasil dilukai oleh Shen Long.


“Kaburlah nak, laporkan kejadian ini pada Kaisar Dunia Bawah” bisik Raja Naga Huo Long yang mengirimkan suara transmisi pada anaknya dengan menggunakan telepati naga dari klan naga.


Tanpa mendengar perintah yang kedua kalinya, Long Gu segera kabur dari tempat itu untuk melaporkan pada Kaisar Dunia Bawah.


Putri Shui hendak mengejarnya namun dihalangi oleh serangan Raja Huo Long padanya.


“Cih, sepertinya kalian bukan orang dari dunia bawah. Apa maksud kedatangan kalian kemari?” tanya Raja Huo Long.


“Sudah aku katakan, aku adalah Dewa Kematianmu. Aku memang datang untuk menjemput nyawamu. Tapi aku tidak menyangka kamu datang mengantarkan nyawamu sendiri” sahut Shen Long


“Hahaha... aku yang telah malang melintang ratusan tahun hari ini akan dibunuh oleh seorang anak kecil. Takdir memang sedang bercanda” teriaknya sambil mengarahkan serangan puncak dengan sisa tenaga terakhirnya pada Shen Long.


“Mari kita mati bersama-sama” teriaknya sambil bersiap untuk meledakkan dirinya.


“Kalian klan naga memang suka sekali mengajak orang lain mati bersama” sahut Shen Long yang kemudian mengunci gerakan Raja Huo Long yang sudah melemah.


Jika bukan karena kekuatan Raja Huo Long yang melemah, Shen Long tidak akan bisa menyegel gerakannya. Begitu gerakan Raja Huo Long terkunci, Shen Long segera berkelebat memotong kepala Raja Huo Long dengan pedang Harapannya.


Kepala Raja Huo Long terpisah dengan badannya dengan mata terbelalak tidak percaya karena kekalahannya. Roh Naga Api yang terlepas dari tubuhnya segera dihancurkan lagi oleh Shen Long dengan kekuatan Dewa Naganya.


“Sialan, aku tidak rela...” teriak Roh Naga Api tersebut ketika energi Surgawi Dewa Naga menghancurkannya.


Raja Naga Api Huo Long telah musnah.


\======

__ADS_1


Sementara itu Long Gu yang sudah kabur dari penginapan itu langsung pergi menuju kediaman Kaisar Dunia Bawah dan mengadukan kejadian tersebut.


“Apa? Raja Naga Api Huo Long telah dikalahkan?” teriak Kaisar Dunia Bawah dengan amarah yang meluap.


Dia berusaha untuk mendeteksi keberadaan Roh Naga Apinya sebelum menghilang, namun tidak merasakannya.


“Bahkan aku tidak bisa menemukan Roh Naga Apinya” gumam Kaisar Dunia Bawah Tu Long.


“Ayah. Apakah ayah telah mati?” Long Gu merasa sedih ketika dia juga tidak bisa merasakan keberadaan ayahnya.


Diantara klan di dunia bawah, hanya klan naga yang bisa merasakan keberadaan masing-masing dan dapat berkomunikasi tanpa menggunakan token sesama mereka.


“Yang Mulia, tolong balaskan dendam ayahku ini” mohon Long Gu pada Kaisar Dunia Bawah.


Mata Kaisar Dunia Bawah Tu Long berkedut mendengar permohonan dari Long Gu. Satu sisi memang dia marah karena kematian salah satu keluarganya, Raja Huo Long, namun di sisi lain Raja Huo Long telah terlalu lama sombong seperti anaknya juga.


Kematian Raja Naga Api Huo Long juga merupakan hal yang baik bagi Kaisar Tu Long, karena dia bisa menyisihkan salah satu kekuatan yang bisa menggulingkan dominasinya di dunia bawah.


“Kamu tenang saja, aku pasti akan membalaskan dendam ayahmu” kata Kaisar Tu Long menghibur Long Gu.


“Baik Yang Mulia” sahut Jendral tersebut


Sejak kematian Raja Naga Huo Long di penginapan itu, Shen Long dan Putri Shui sudah pergi meninggalkan penginapan itu dan pindah ke penginapan lainnya.


“Kita sebaiknya menghindari masalah ini dulu. Jangan sampai memancing Kaisar Dunia Bawah memerintahkan dunia bawah untuk memusuhi kita” bisik Putri Shui saat mereka sudah berada di penginapan yang baru kini tak jauh dari Istana Naga Logam.


Beruntung kematian Raja Huo Long tidak membuat Kaisar Dunia Bawah memerintahkan perintah membunuh kepada dunia bawah pada kedua orang itu. Disamping juga mereka dalam suasana festival naga yang sangat penting bagi klan naga dalam menentukan pewaris mereka.


“Sepertinya sekarang akan menjadi lebih sulit bagi kita untuk mendekati Mutiara Naga” kata Shen Long


“Benar, mereka tentu akan memperketat penjagaan pada Mutiara Naga tersebut” sahut Putri Shui

__ADS_1


“Besok kita lihat lagi keadaannya, jika tidak ada perubahan. Besok malam kita serang langsung dan rampas Mutiara Naga tersebut” kata Shen Long


“Baik” sahut Putri Shui yang kemudian bersiap untuk naik ke ranjangnya dan tidur.


“Terima kasih untuk hari ini Putri” kata Shen Long


“Untuk apa?” tanya Putri Shui


“Karena kamu telah datang membantuku melawan mereka” kata Shen Long selanjutnya


“Bukannya kita memang merencanakan hal ini bersama-sama sejak dari dunia manusia? Jadi tadi itu juga merupakan masalahku” sahut Putri Shui yang kemudian berbaring.


“Baiklah, sampai besok putri” sahut Shen Long yang kemudian masuk ke kamarnya sendiri kali ini.


Di penginapan yang baru, mereka bisa mendapatkan dua kamar, karena ada pengunjung yang telah pergi dari kota itu.


Keesokan pagi harinya, Shen Long dan Putri Shui kembali mengamati perkembangan dari hari ke hari penjagaan Mutiara Naga tersebut. Tampak setiap 6 jam sekali penjagaan dilakukan pergantian, semua hal itu dicatat oleh mereka.


Mereka juga bisa mengenali wajah-wajah diantara mereka dan menilai kekuatan masing-masing. Namun hari ini tampak wajah baru menggantikan penjagaan tersebut.


Istana Naga Api tampaknya sudah tidak ikut serta dalam penjagaan hari ini karena mereka sedang dalam suasana berkabung dan tidak memiliki pemimping yang menggantikan kedudukan Raja Huo Long sementara ini.


Jadi yang menangani wilayah barat Istana Naga Api diserahkan pada Kaisar Dunia Bawah sementara mereka belum menemukan pemimpin yang baru.


Saat Shen Long tengah berada tak jauh dari depan halaman Istana Naga Logam, dia melihat putri Qi Long tengah berlari menuju ke arah tempat warung makan yang biasa mereka bertemu dengan Shen Long.


Shen Long kemudian mengikutinya, dan membiarkan Putri Shui untuk terus mengamati perkembangan di Istana Naga Logam.


Di warung makan tersebut, tempak putri Qi Long yang gugup mencari keberadaan Shen Long. Lalu tiba-tiba sebuah tangan menutup mulut dan memeluknya dari belakang.


Deg!

__ADS_1


Wajah putri Qi Long menjadi merah dan jantungnya berdetak kencang karena terkejut. Dia ingin berteriak namun mulutnya telah ditutup oleh tangan itu.


“Maaf putri, tolong jangan berteriak. Ikuti aku” bisik Shen Long setelah membalikkan tubuh putri Qi Long dan melihat wajahnya yang terkejut.


__ADS_2