Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 418 | Menerobos Kesadaran Semesta


__ADS_3

Namun apa yang dipikirkan oleh Xu Xian tidak terjadi sesuai harapannya. Shen Long tidak bergeming sedikitpun oleh tubuhnya. Shen Long kemudian mengerahkan kekuatannya dan membuat tubuhnya menjadi panas membara, untuk mengusir Xu Xian darinya.


Xu Xian terkejut ketika dia merasakan tubuh Shen Long menjadi panas hingga membuat kulit tangannya melepuh karena suhu tubuh Shen Long yang mendidih panas.


“Aahh...”


Xu Xian melompat dari pangkuan Shen Long dan melepaskan pelukannya. Wajahnya tampak kesal karena penolakan Shen Long. Dia menggertakkan giginya dan menuding kepada Shen Long.


“Aku tahu kamu sangat kuat. Aku memujamu tetapi kamu memperlakukanku seperti ini. Aku tidak bisa menerimanya. Suatu saat aku akan membalaskan sakit hati ini padamu.” Teriak Xu Xian mendengus sambil berlalu meninggalkan Shen Long.


Hati Xu Xian menjadi sangat marah dan merasa malu karena Shen Long sama sekali tidak menoleh dirinya.


Shen Long menghela nafasnya dan tidak mempedulikan kepergian Xu Xian meninggalkan dirinya. Shen Long pun ingin melanjutkan meditasinya, namun ketika dia menutup matanya, dia merasakan auranya kembali dilanggar oleh orang lain.


“Ah, orang ini tidak pergi dari gunung ini.” Shen Long tampak mende-sah setelah mengetahui siapa yang datang ke puncak gunung itu.


Ketika Xu Xian pergi meninggalkan Shen Long, dia bertemu dengan putri Dao Lin dan kedua pengawalnya di perjalanan saat naik ke puncak gunung. Pengawal putri Dao Lin memegang pangkal pedangnya untuk berjaga-jaga kemungkinan Xu Xian jika ingin menyerang putri Dao Lin.


“Nona Xu, apa yang telah terjadi?” sapa putri Dao Lin padanya.


Xu Xian mendengus pergi tidak menjawab pertanyaan putri Dao Lin. Hatinya benar-benar merasa kesal dengan sikap Shen Long yang menurutnya tidak menghargai dirinya.


“Ada apa dengannya?” kata salah satu pengawal Putri Dao Lin.


“Entahlah, tidak usah dipikirkan.” sahut Putri Dao Lin yang kemudian pergi ke puncak gunung Beruang Putih bersama para pengawalnya.


Di atas puncak gunung Beruang Putih, putri Dao Lin tertegun melihat dataran yang cukup luas dengan pepohonan di sekitarnya. Matanya tertuju pada makam yang ada di tempat itu. “Apakah ini tempat pemakaman keluarga sekte Beruang Putih”

__ADS_1


Seorang pengawal segera pergi mendekati salah satu batu nisan dan menganggukkan kepalanya. “Benar putri, sepertinya ini makam para keluarga pendiri sekte ini.”


“Lihat itu tuan Shen!” pengawal lainnya melihat ke arah sebuah batu besar yang diduduki oleh Shen Long.


Jantung putri berdetak kencang ketika melihat perawakan Shen Long dari samping. Hatinya merasa tenang ketika melihat Shen Long tidak terluka sama sekali.


Mereka bertiga kemudian berjalan mendekati Shen Long dengan perlahan agar tidak mengganggu meditasinya. Wajah putri Dao Lin tampak tegang ketika melihat pujaan hatinya duduk bersila melakukan meditasinya.


Putri Dao memberikan kode kepada kedua pengawalnya untuk menjauhi Shen Long dan tidak mengganggu meditasinya.


“Kita jangan mengganggu tuan Shen yang sedang berlatih. Kita duduk saja disini dari kejauhan.” bisik putri Dao Lin pada kedua pengawalnya.


“Putri, apakah kita harus menunggunya disini? Tidak ada tempat berteduh disini. Bagaimana jika dia melakukan meditasinya berhari-hari?” sahut pengawalnya pelan.


Putri Dao Lin merenungkan apa yang dikatakan oleh pengawalnya itu. Bagaimanapun, mereka tidak boleh mengganggu meditasi Shen Long, jadi mereka hanya bisa menunggunya selesai melakukan meditasi itu.


“Lalu, bagaimana dengan putri?” tanya pengawalnya lagi.


“Aku akan menunggunya disini. Aku tidak ingin ada yang mengganggu pelatihannya nanti.” sahut putri Dao Lin sambil mencari tempat duduk untuk dirinya beristirahat disana.


Kedua pengawal itu saling menoleh dengan tatapan tak berdaya. Mereka lalu menghela nafas. “Baiklah putri, kami akan kembali ke kediaman sekte untuk beristirahat dan membuat masakan untukmu.”


“Jika terjadi sesuatu, kembali lah ke kediaman menemui kami.” lanjut pengawalnya lagi.


Putri Dao Lin menganggukkan kepalanya lalu mengistirahatkan dirinya di sebuah batu yang ada disana. “Pergilah!”


Kedua pengawal itu lalu pergi meninggalkan putri Dao Lin yang bersikeras berada di tempat itu menunggu Shen Long menyelesaikan meditasinya.

__ADS_1


Semua pembicaraan mereka telah terdengar oleh Shen Long dan membuatnya tersenyum. “Benar-benar putri yang keras kepala.” batinnya.


Shen Long kemudian meneruskan meditasinya dan tidak perlu khawatir dengan gangguan lagi.


Tubuh Shen Long yang menyerap energi cahaya memancarkan sinar berwarna kuning menyelimuti tubuhnya. Energi cahaya yang telah diserap kemudian disimpan di dalam setiap titik titik energi di dalam tubuhnya.


Kemudian Shen Long mengaktifkan energi naga dengan mengkonsumsi energi cahaya dan energi kegelapan yang ada di tubuhnya itu. Perputaran energi naga di dalam tubuhnya terjadi secara terus menerus dan bersirkulasi mengaliri setiap nadi spiritnya.


Tubuh fisik Shen Long menjadi semakin menguat, demikian juga dengan tubuh spiritnya. Shen Long merasakan kekuatannya telah meningkat kembali.


Tiba-tiba terjadi fenomena di sekitar gunung Beruang Putih, awan hitam muncul secara tiba-tiba dan diikuti oleh badai petir menyambar sekeliling puncak gunung.


Putri Dao Lin terkejut melihat fenomena tersebut. Dia bersembunyi untuk menghindari badai petir itu menyambar dirinya. Pengawalnya yang berada di kediaman sekte juga datang untuk mengetahui fenomena tersebut.


“Putri, kita harus pergi dari tempat ini. Sepertinya tuan Shen akan melakukan penerobosan. Kita bisa terluka berada disekitar sini.” teriak pengawalnya itu.


Putri Dao sedikit bimbang, namun melihat keadaan disekitar tempat itu dimana petir semakin gencar menyambar sekitarnya, dia pun akhirnya mengalah dan pergi ke kediaman sekte Beruang Putih untuk menunggu disana.


Badai petir berkelebat semakin banyak menyambar ke sekitar puncak gunung Beruang Putih, kemudian menyambar tubuh Shen Long yang sedang bermeditasi di puncak gunung tersebut.


Tubuh Shen Long telah disambar petir sebanyak sepuluh kali namun kekuatan tubuh fisik dan spiritnya tidak mampu dihancurkan oleh puluhan petir tersebut. Ketika petir yang ke 17 menyambar tubuh Shen Long memancarkan cahaya yang terang bersinar ke sekitarnya seperti cahaya matahari.


Dalam meditasinya, Shen Long merasa tubuhnya berada di keheningan alam semesta. Dia merasakan tubuhnya seolah-olah ditarik oleh kekuatan alam semesta dan tercerai berai di alam semesta. Namun Shen Long berusaha keras untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak menyebar lebih jauh akibat ditarik oleh kekuatan alam semesta.


Ketika dia berhasil menyatukan kembali seluruh tubuhnya yang tercerai berai dalam meditasinya itu, Shen Long merasakan tubuhnya lebih utuh. Tubuh fisik dan spiritnya seperti tersadarkan dengan memiliki pengetahuan dan niat seolah-olah hidup. Shen Long pun kembali ke kesadaran dirinya dari alam meditasi.


“Aku telah mengalami penerobosan ke alam Kesadaran Semesta.”

__ADS_1


__ADS_2