Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 215 | Sekte Phoenix Emas terselamatkan


__ADS_3

Shen Long kemudian melihat sekeliling ruang tersebut, dan melihat banyak wanita lain yang kini sudah mulai merasa membaik setelah keluar dari kurungan besi tersebut. Mereka menunggu apa rencana dari Shen Long pada diri mereka.


“Qui Lang, kamu dan Yang Hua antarkan seluruh tahanan ini kembali ke wilayah Utara dan berkumpulah bersama Ming Qui kembali” sahut Shen Long


“Baik Yang Mulia” sahut Qui Lang padanya


Qui Lang kemudian mengajak Yang Hua dan seluruh wanita yang ada disana keluar dari kuil tersebut dan pergi kembali ke wilayah Utara. Shen Long hanya melihat mereka semua yang pergi menjauh meninggalkan tempat tersebut.


“Kini saatnya membuat perhitungan dengan kalian komplotan Iblis Mo Shi” gumam Shen Long.


Dia segera melacak keberadaan segel pelacak dalam tubuh Mo Shi, lalu pergi mengikutinya.


Ibukota Kekaisaran Barat, Pangeran Tan Lei dan Jendral Elang bersama Mo Shi dan pasukan mereka telah menduduki Istana Kekaisaran Barat.


“Anak durhaka! Apa yang telah kamu lakukan?” teriak Kaisar Barat yang telah terluka ditusuk oleh anaknya Pangeran Tan Lei.


“Aku hanya mempercepat pengangkatanku sebagai Kaisar wilayah baru yaitu wilayah Barat dan Utara, ayah” sahut Pangeran Tan Lei yang menyeringai


“Cih, kamu tidak akan mendapatkannya. Putra Mahkota tidak akan membiarkan kalian melakukan itu” teriak ayahnya Kaisar Barat.


“Maksud ayah orang ini?” sahut Pangeran Tan Lei sambil melempar kepala Putra Mahkota ke bawah kaki Kaisar Barat.


Melihat kepala anaknya sang Putra Mahkota di kakinya, tubuh Kaisar Barat menjadi lemas. Dia pun terduduk sedih dan menangis melihat kematian tragis putra mahkota anaknya.


Kedua tangannya mengambil kepala anaknya itu lalu memeluk di dadanya, tanpa mempedulikan sekitarnya dan meraung sekuatnya karena kesedihannya. Dia sudah tidak mempedulikan luka di tubuhnya, dia memeluk erat kepala putra mahkota di dadanya.


“Wei’er, ayah akan menemanimu ke alam itu. Kita akan berkumpul bersama ibumu disana” kata ayahnya dengan terisak. Dia sudah tidak mempedulikan hal lainnya, hanya keputusasaan di dalam hatinya merasa kehilangan yang sangat dalam.


Kemudian dia membunuh dirinya dan mati sambil memeluk kepala anaknya itu sebelum tubuhnya terjatuh ke lantai.

__ADS_1


“Hahaha... akhirnya aku lah yang menjadi Kaisar Barat dan Utara sekarang. Bukan Putra Mahkota bodoh itu” teriak Pangeran Tan Lei.


“Hormat pada Kaisar Tan Lei” teriak Jendral Elang yang setia padanya sambil berlutut bersama pasukannya di ruangan kekaisaran itu.


Iblis Mo Shi hanya tersenyum rencana Pangeran Langit telah berhasil di kedua wilayah ini dan membuat sekutu dengan Pangeran Tan Lei.


“Tugasku disini telah selesai. Aku harus melapor kembali pada Putra Iblis” gumamnya dalam hati untuk kembali menemui Pangeran Langit sang Putra Iblis.


Saat itu, Pendeta Suci bersama anggota sekte Phoenix Emasnya datang terlambat dan melihat tubuh Kaisar Barat yang sudah menjadi mayat memeluk kepala putra mahkotanya.


Pendeta Suci sekte Phoenix Emas hanya menggelengkan kepalanya melihat Pangeran Tan Lei yang tertawa melihat kedatangan mereka.


Iblis Mo Shi yang melihat kedatangan orang-orang dari sekte Phoenix Emas segera menyelinap pergi meninggalkan Istana Kekaisaran Barat karena tugasnya telah usai.


“Sungguh suatu kebetulan. Aku baru saja mau mengirim pasukanku untuk menemuimu ke kediaman sekte Phoenix Emas” kata Pangeran Tan Lei.


Orang-orang dari sekte Phoenix Emas menggertakkan gigi mereka melihat kekejaman Pangeran Tan Lei yang membunuh ayah dan kakaknya sendiri.


Seluruh pasukan Tan Lei segera mengeluarkan senjata mereka kembali bersiap menunggu jawaban dari sekte Phoenix Emas dan aba-aba dari Pangeran Tan Lei.


Wajah Pendeta Suci menjadi gelap. Keadaan ini tergambar jelas dalam mimpinya, dimana semua anggota sekte Phoenix Emas terbunuh di Istana Kekaisaran Barat ini.


Pendeta Suci terdiam merenungkan apa yang akan dia putuskan selanjutnya. Para anggota sekte Phoenix Emas siap menerima apapun keputusan dari Pendeta Suci yang menjadi pimpinan dari sekte Phoenix Emas tersebut.


Saat Pendeta Suci kebingungan untuk menjawab, sebuah suara berteriak dengan lantang terdengar di Istana Kekaisaran Barat.


“Tentu saja sekte Phoenix Emas tidak akan tunduk pada Kaisar Iblis yang membunuh keluarganya sendiri”


Shen Long telah tiba di tempat itu setelah mendapat petunjuk segel pelacaknya berada disana.

__ADS_1


Mata Pangeran Tan Lei berkedut tidak menyangka melihat Shen Long kembali di tempat itu. Jendral Elang yang juga mengetahui kekuatan Shen Long berubah wajahnya menjadi pucat dan gemetaran karenanya.


Hanya para pasukan mereka yang tidak terpengaruh oleh kedatangan Shen Long karena mereka tidak mengetahui kejadian di dalam kuil tersebut.


Pendeta Suci menjadi lega setelah melihat kedatangan Shen Long. Ini benar-benar sesuai harapan dalam mimpinya. Hanya kehadiran Shen Long yang bisa menyelamatkan sekte Phoenix Emas dari kepunahan hari ini.


“Kami sekte Phoenix Emas tidak akan tunduk kepada Kaisar Iblis” teriak Pendeta Suci memutuskan posisi sekte Phoenix Emas.


Segera orang-orang dari sekte Phoenix Emas berteriak dengan semangat menyerang ke arah pasukan Kekaisaran Barat. Pertempuran antara pasukan Kekaisaran Barat dan anggota sekte Phoenix Emas pun meletus.


Shen Long tidak mempedulikan pertarungan tersebut, dia yakin kehadirannya telah memberi semangat pada anggota sekte Phoenix Emas dan menurunkan semangat Pangeran Tan Lei beserta jendral Elang yang sudah ketakutan melihat dirinya.


Shen Long hanya memeriksa keberadaan segel pelacak yang dipasangnya di tubuh Mo Shi. Dia merasakan segel tersebut telah menjauhi Ibukota Kekaisaran Barat menuju ke arah timur.


“Apakah dia menuju wilayah tengah?” gumam Shen Long


“Pendeta Agung datanglah” teriak Shen Long yang telah menjauhi arena pertempuran.


“Hamba menghadap Yang Mulia” sahut Pendeta Agung yang muncul di hadapan Shen Long.


Shen Long kemudian memunculkan segel pelacak yang telah dia tanamkan di tubuh Mo Shi.


“Pendeta Agung, gunakan pelacak ini untuk mencari keberadaan Mo Shi. Ajak beberapa dewa tinggi untuk melacak tempat persembunyian mereka dan laporkan padaku. Kali ini kita akan habisi mereka” kata Shen Long


“Baik Yang Mulia” sahut Pendeta Agung


Kemudian Shen Long menyerahkan segel pelacak itu pada Pendeta Agung untuk melacak keberadaan Mo Shi dan teman-temannya. Pendeta Agung kemudian pergi mengumpulkan dewa yang berkekuatan tinggi untuk menemaninya mencari keberadaan Mo Shi dengan bantuan segel pelacak tersebut.


Shen Long pun kembali untuk melihat pertempuran di Istana Kekaisaran Barat itu dan tampak orang-orang dari sekte Phoenix Emas masih bertarung dengan semangat melawan pasukan Kekaisaran Barat yang dipimpin oleh Pangeran Tan Lei.

__ADS_1


Tampak Jendral Elang bertarung seimbang dengan tetua Jiang Qi, sementara Pangeran Tan Lei juga seimbang dengan Pendeta Suci.


Korban telah berjatuhan dikedua belah pihak dalam pertempuran tersebut. Shen Long memutuskan untuk mengamati mereka saja. Namun kehadirannya telah mengubah arah pertarungan itu.


__ADS_2