
“Ka-Kamu…” Tetua DongYan melotot dengan mata merah dan menggertakkan giginya. Kemudian dia bergerak menyerang ke arah Shen Long untuk membalas kekalahan murid kesayangannya.
Namun gerakan DongYan dengan mudah dibaca oleh Shen Long dan berkelit menghindarinya.
Plak!
Wajah tetua DongYan kini terkena tamparan Shen Long dengan keras. “Ka-Kamu menyerang diam-diam,” geramnya.
Tetua DongYan terdorong mundur oleh tamparan keras Shen Long dan dengan wajah merah dia memegang pipinya yang bengkak karena tamparan itu.
“Untuk apa aku menyerangmu diam-diam, kamu bahkan tidak bisa menyentuh diriku,” cibir Shen Long.
Kedua murid lainnya terbelalak melihat guru mereka dengan mudah ditampar oleh Shen Long. WeiTuo yang terduduk sambil memegang wajahnya yang bengkak tidak dapat berkata-kata melihat kejadian itu. “Aku telah memukul plat besi,” gumamnya dalam hati menyesali hal ini.
WeiTuo kini merasa kekuatan Shen Long berada jauh di atas mereka berempat, itulah sebabnya dengan mudah dia bisa menampar wajah dirinya bahkan wajah gurunya. Jika Shen Long mau, dengan mudah dia bisa membunuh mereka berempat.
Menyesal memang selalu datang belakangan, dengan wajah bengkak WeiTuo berusaha untuk bangkit untuk menghentikan pertarungan gurunya dengan Shen Long. Tetapi gurunya terlihat semakin ganas menyerang Shen Long.
Tinju gurunya meraung ke arah titik-titik vital Shen Long. Namun Shen Long dengan mudah berkelit menghindari serangan itu. Dari segi kecepatan, Shen Long berada jauh di atas tetua DongYan.
Orang yang melihat pertarungan itu bisa menilai siapa yang lebih kuat dari mereka berdua. Wajah LeiNan dan ChenLi tampak kusam melihat pertarungan itu. Meskipun mereka murid dari tetua DongYan, tetapi dengan melihat pertarungan itu mereka bisa melihat siapa yang lebih unggul.
Penonton memang lebih bisa melihat daripada mereka yang sedang bertarung. Tetua DongYan tidak bisa menerima dirinya lebih lemah dari Shen Long, apalagi di depan murid-muridnya. Dia berusaha menyerang mati-matian pada Shen Long.
“Kamu benar-benar keras kepala dan tidak tahu diri,” kata Shen Long kemudian.
Plak! Plak!
__ADS_1
Kali ini dua tamparan berturut-turut mengenai wajah tetua DongYan dan membuatnya terpental dan terjerembab ke tanah dengan wajah merah bengkak. Beberapa giginya tanggal karena tamparan itu dan darah menetes dari sudut bibirnya yang juga terluka oleh tamparan keras Shen Long.
Wajah tetua DongYan tampak malu di depan murid-muridnya. Harga dirinya hancur karena tamparan Shen Long itu. Dia lebih memilih terbunuh daripada harga dirinya diinjak-injak seperti itu.
“Tetua Dongyan, sejak awal aku sudah mengatakan hal ini, tapi kalian yang memaksaku untuk melakukannya. Seandainya kalian tidak memaksaku, mungkin saat ini kita bisa minum teh bersama,” kata Shen Long.
Shen Long kemudian menyimpan cincin milik WeiTuo dan bersiap untuk pergi meninggalkan mereka. “Bantu guru kalian! Bersyukurlah karena aku sedang dalam keadaan senang. Jika tidak, kalian semua bukanlah tandinganku.”
Setelah itu Shen Long terbang melayang meninggalkan bukit tersebut menuju ke arah gunung Wu.
“Aku tidak akan membiarkan penghinaan ini. Aku akan menagihnya berlipat-lipat,” batin tetua DongYan.
Tetua DongYan bukannya bersyukur karena telah dibiarkan hidup oleh Shen Long, tetapi malahan menjadi dendam dan berencana untuk membalas kekalahan memalukan itu.
“Mari pergi ke ibukota kerajaan Liam dan menemui ketua sekte Matahari Suci,” kata tetua DongYan kemudian setelah dia membersihkan darah di bibirnya.
Keempat orang dari sekte Teratai Putih itu segera pergi ke ibukota Liam untuk meminta bantuan kepada sekte Matahari Suci dan berencana untuk membunuh Shen Long dengan tangan mereka.
Shen Long yang telah tiba di kediaman sekte Wushan di gunung Wu tampak senang karena akhirnya bisa mengumpulkan kelima segel warna. Dia pun menemui NingYue untuk mengabarkan hal itu.
NingYue juga merasa senang mendengar berita itu. Dia merasa bosan beberapa hari ini ditinggal pergi oleh Shen Long. “Tuan Shen, bagaimana jika kita berjalan-jalan di Loka ini sebelum kembali ke Loka 888?” ajak NingYue.
Shen Long menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. ”Baiklah. Tapi aku harus menyatukan dulu kelima segel warna ini. Jika terjadi sesuatu, aku bisa meminta petunjuk dari tetua sekte Wushan tentang hal ini,” sahut Shen Long.
Meskipun NingYue sedikit cemberut, tapi dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Shen Long. Dengan berada di kediaman sekte Wushan, jika terjadi kesalahan dalam proses penyatuan kelima segel, maka Shen Long akan dengan mudah meminta petunjuk dari tetua YuanYu dan ketua sekte Wushan.
“Baiklah, aku akan mencoba menyatukan kelima segel warna ini terlebih dulu,” lanjut Shen Long yang kemudian duduk bersila di dalam kamar tamu yang telah disiapkan untuk mereka di kediaman sekte Wushan.
__ADS_1
Kemudian Shen Long mengeluarkan kelima segel warna dari cincin penyimpanan miliknya dan juga milik WeiTuo.
Lima buah segel yang terbuat dari batu berwarna alami ditempatkan sesuai petunjuk dari kitab gaib milik sekte Wushan. Segel putih di timur, merah di selatan, kuning di barat, hitam di utara dan pelangi ditempatkan di tengah-tengah.
Kemudian Shen Long merapalkan mantra dan mengerahkan kekuatannya untuk mengaktifkan kelima segel tersebut. Dari kelima segel warna itu kemudian memancarkan warna masing-masing lalu berputar-putar kemudian putaran itu semakin lama semakin kencang dan mengecil.
Hanya tampak cahaya warna-warni dari perputaran kelima segel tersebut. Lalu perputaran yang semakin kecil itu terhenti ketika sudah mengecil dan memancarkan cahaya putih menjadi bentuk token kecil sebesar telapak tangan.
“Pintu Alam”
Shen Long mengambil token bertuliskan ‘pintu alam’ dari hasil penggabungan kelima segel warna itu.
“Apakah token ini pintu menuju ke alam penciptaan?” pikir Shen Long.
Kemudian Shen Long mengambil kembali kitab gaib yang diberikan oleh ketua sekte Wushan dan membaca lebih lanjut untuk mendapatkan petunjuk.
Menurut kitab gaib, Token Pintu Alam itu merupakan pintu dimensi untuk bisa menembus alam manapun yang akan dituju oleh pengguna token. Dalam buku disebutkan mantra dan cara penggunaannya.
Dalam buku juga dijelaskan, token itu menggunakan darah dari pemilik token untuk mengaktifkannya. Pada saat pemilik itu meninggal, token tersebut akan terpencar kembali menjadi lima segel warna.
“Sebaiknya aku menyimpan dulu benda ini dan menggunakannya nanti.” Gumam Shen Long dalam hatinya.
Shen Long kemudian menemui NingYue yang karena telah berjanji untuk mengajaknya berjalan-jalan di Loka 999 ini sebelum kembali.
Namun begitu mereka turun dari gunung Wushan dan berada di kaki gunung, tampak orang-orang dari sekte Matahari Suci telah berkumpul untuk menangkap Shen Long. Qin Yuan kini datang bersama ayahnya Qin Liu dan juga dua orang tetua sekte Matahari Suci lainnya.
Juga terlihat tetua DongYan bersama ketiga muridnya juga terlihat di antara mereka.
__ADS_1
“Wah, semua sudah datang untuk meminta pelajaran. Sepertinya aku harus menaikkan biaya pelajaran hari ini,” kata Shen Long dengan tersenyum.