Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 251 | Kehidupan selanjutnya Yun Mei


__ADS_3

“Tolong aku! Oh Dewa, tolonglah aku” seorang wanita berlari dari kejaran 5 orang lelaki tinggi berbadan kekar.


Wanita itu berlari tanpa melihat sekelilingnya menuruni lereng pegunungan.


“Aah...” tiba-tiba dia tersandung dan jatuh.


Kelima lelaki itu lalu memperlambat lari mereka setelah berhasil menyusul wanita tersebut. Mereka kemudian mengelilinginya dengan wajah penuh nafsu sambil menjulurkan lidah mereka.


“Hahaha... jangan lari nona manis. Kami ingin melayanimu dengan baik” teriak salah satu diantara mereka.


“Jangan mendekat!” Wanita itu mengacungkan pisau yang telah di pegang olehnya ke arah para lelaki tersebut.


Hal itu justru membuat lelaki itu makin tertawa melihat buruannya yang ketakutan seperti itu.


“Hahaha... apa yang ingin kamu lakukan pada kami?” tiba-tiba seseorang di belakang wanita itu langsung menyambar tubuhnya dan menepis pisau ditangan wanita itu.


“Kyaa...” Wanita itu terkejut saat dirinya telah diringkus dari belakang oleh salah satu lelaki itu.


Lelaki itu menjulurkan bibirnya ke arah leher wanita itu, “Hmm... bau tubuhmu sungguh harum nona. Membuatku ingin segera menikmati tubuhmu ini” bisik lelaki itu di telinga wanita tersebut.


Wanita itu menggigil gemetar ketakutan oleh kata-kata lelaki yang membekuknya dari belakang itu.


“Tolong, lepaskan aku! Guruku tidak akan mengampuni kalian!” ancam wanita itu berharap orang-orang yang mengepungnya akan mundur.


“Hahaha... gurumu hanya seorang tabib, apa yang akan dilakukan olehnya?” sahut lelaki lain di depan wanita itu.


“Yun Mei, menyerahlah. Aku tidak akan menyakitimu. Aku akan memberikan kepuasan padamu” sahut seseorang yang memimpin dari mereka.


Seorang berpakaian mewah diantara mereka segera menghampiri Yun Mei yang telah dibekuk oleh bawahannya. Dia memegang dagu Yun Mei lalu menatap wajahnya dengan tatapan seperti ingin melahap Yun Mei.


“Cuh!” Yun Mei meludahi wajah orang itu.


Plak!


“Arrh...” pekik Yun Mei


Lelaki itu tampak kesal lalu memukul wajah Yun Mei kemudian mengusap ludah di wajahnya. Tampak bekas telapak tangan berwarna merah membekas di wajah putih mulus Yun Mei.

__ADS_1


“Dasar ******! Ayo bawa dia ke markas kita” perintahnya marah pada para bawahannya itu.


Segera mereka bersiap mengikat tubuh Yun Mei lalu mengangkatnya di atas bahu seorang lelaki dan hendak menuju markas mereka. Tiba-tiba...


BUMMM!


Ledakan terdengar, bumi berguncang tiba-tiba dan tampak asap mengepul dari balik pepohonan di lereng pegunungan itu.


Kemudian muncul sosok lelaki berjalan keluar dari balik pepohonan itu dan berjalan ke arah mereka. Wajah lelaki itu tampak kebingungan dirinya tiba-tiba terjatuh di tanah itu.


“Ah, apa yang telah terjadi? Aku merasa tubuhku dihempaskan dan jatuh ke tempat ini” gumamnya dalam hati.


Shen Long yang tiba-tiba jatuh di tempat itu merasa bingung, kemudian dia melihat lima orang lelaki yang seorang diantaranya sedang menggotong seorang wanita yang telah diikat di bahunya.


Kelima lelaki itu tampak terkejut melihat dirinya yang muncul secara tiba-tiba dari balik pepohonan itu setelah terdengar bunyi ledakan.


“Siapa kamu?” tanya pemimpin dari mereka kepada Shen Long


“Aku?” Shen Long tiba-tiba merasa dia tidak bisa mengingat namanya sendiri.


“Apa yang telah terjadi? Siapa aku?” Dia mengkerutkan wajahnya dan berpikir keras untuk mengingat namanya sendiri


Wajah Shen Long berubah mendengar perkataan mereka, dia menatap orang-orang itu dengan wajah kesal. Meskipun dia tidak mengetahui siapa dirinya, tetapi dia tetap memiliki keberanian untuk melawan mereka.


“Kalian ingin merampokku?” tanyanya dengan wajah dingin.


“Hahaha... lihatlah, orang gila ini yang bahkan tidak tahu namanya sendiri. Seperti mau melawan kita” tawa pemimpin mereka


“Hahaha...” para bawahan mereka ikut tertawa mendengar nada ejekan dari pemimpinnya.


Wajah Shen Long menjadi gelap karenanya, dia pun maju dan meraih leher orang itu dengan tangan kanannya lalu mengangkat tubuh pemimpin itu. Mata pemimpin itu melotot merasakan cengkeraman tangan Shen Long yang begitu kuat di lehernya, hampir membuatnya kehabisan nafas..


Shen Long lalu dengan ringannya membanting tubuh tinggi berbadan kekar itu ke tanah dengan satu tangannya.


“Ugh!” pemimpin itu memuntahkan darah segar dari mulutnya sambil memegang lehernya yang kesakitan di cengkeram oleh tangan Shen Long.


Pemimpin itu meringis melihat Shen Long kembali berjalan mendekatinya.

__ADS_1


“Hajar dia!” perintah pemimpin itu kepada keempat bawahannya.


Segera orang yang menggotong tubuh Yun Mei melemparnya ke tanah lalu bersama teman-temannya menyerang ke arah Shen Long.


BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!


Empat pukulan telak mengenai dada keempat orang itu dan membuat mereka terlempar jauh di lereng pegunungan itu. Nasib mereka tidak ada yang tahu karena sejak itu keempat orang itu tidak pernah muncul kembali.


Pemimpin itu kali ini menggigil gemetaran sambil merangkak mundur menjauhi Shen Long yang berjalan mendekatinya.


“Dasar sampah!” Shen Long menendang dada pemimpin itu dan membuatnya terpental jauh dari hadapan Shen Long. Nasibnya telah ditentukan untuk bertemu dewa kematian lebih cepat dari perkiraaannya.


Shen Long lalu melihat Yun Mei yang terikat di tanah sedang terduduk dengan wajah tak percaya menyaksikan hal itu sejak awal. Shen Long lalu berjalan mendekatinya.


“Jangan mendekat!” teriak Yun Mei yang masih ketakutan. Dia belum mempercayai Shen Long, dan dia tidak tahu apakah dia orang baik atau tidak.


Shen Long menghentikan langkahnya setelah mendengar teriakan dari Yun Mei. Dia menatap wajah Yun Mei dalam-dalam. “Kenapa aku merasa wajah ini tidak asing bagiku?” gumamnya


“Siapa kamu? Mengapa kamu diikat oleh mereka?” tanya Shen Long pada Yun Mei.


Yun Mei meringis kesakitan ketika hendak melepaskan tali yang mengikat erat tubuhnya. Akhirnya dia pun menyerah karena tidak bisa melakukannya. Kemudian dia memandang wajah Shen Long yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.


“Lepaskan ikatanku” pintanya


“Kamu menyuruhku jangan mendekatimu. Bagaimana aku bisa melepaskan ikatan itu?” Shen Long membalas perintah Yun Mei sebelumnya.


Dia sejak tadi ingin membuka ikatan tali Yun Mei, tetapi dia meyuruhnya jangan mendekat. Sehingga saat sekarang dia meminta hal itu, Shen Long mengembalikan perintah itu dan membuat wajah Yun Mei menjadi merah padam.


“Baiklah. Aku yang salah. Kamu boleh mendekatiku untuk melepaskan ikatanku. Tapi kamu jangan mencoba untuk berbuat macam-macam” ancam Yun Mei


“Aah... wanita ini” gumam Shen Long sambil menghela nafasnya


Dia pun berjalan mendekati Yun Mei dan melepaskan ikatan di tubuhnya, namun apa yang dilakukannya justru membuat pakaian atas Yun Mei sedikit melorot dan membuat dirinya melihat dua gundukan berwarna putih mulus menyembul di depan wajahnya.


“Kyaa... dasar mesum!” teriak Yun Mei sambil menutup dadanya dengan kedua tangan dan wajahnya berubah merah.


Wajah Shen Long yang terkejut melihat hal itu juga berubah merah, “Maaf, aku tidak sengaja melihatnya” sahutnya

__ADS_1


“Apa yang telah kau lihat?” Yun Mei tampak kesal pada Shen Long


“Anu...” Shen Long tidak melanjutkan kata-katanya


__ADS_2