Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 499 | Seleksi awal


__ADS_3

Saat mereka berada di puncak gunung itu, waktu telah menunjukkan pagi hari. Hal itu berarti pulau melayang Feixing itu hanya muncul dari sore matahari terbenam hingga pagi harinya. Namun waktu di pulau tersebut telah berlangsung selama 10 hari.


“Nak, aku akan kembali ke kediamanku di pinggiran kota. Apakah kamu ingin mengunjungi tempat tinggalku?” tanya tetua FeiHung pada Shen Long.


“Maafkan aku tetua, aku akan mengunjungimu lain kali. Aku masih harus mengikuti seleksi petarung,” sahut Shen Long sambil memberi hormat pada tetua Feihung.


“Baiklah jika demikian. Aku akan menunggumu. Aku yakin kamu bisa memenangkan seleksi itu,” kata FeiHung yang kemudian pergi setelah melambaikan tangannya pada Shen Long.


Shen Long menyaksikan kepergian Feihung yang semakin menjauh dan menghilang. Dia tidak menyangka akan bertamu dengan salah satu bangsa dewa dunia langit yang masih tersisa di loka 666 ini.


“Aku tidak menyangka dunia manusia yang terlihat mewah dan ramai ini meninggalkan sisi kelam di masa lalu tentang pertempuran tiga dunia yang menghancurkan dunia langit dan dunia bawah,” gumam Shen Long.


Setelah itu, Shen Long pun pergi dari gunung itu kembali ke kota tempat para petarung dari sealam semesta B1 ini tinggal.


Ketika dia tiba di hotel tempat para petarung menginap, dia melihat para panitia telah berada di depan meja penerimaan tamu menunggu para petarung untuk mengantar mereka ke arena pertarungan.


“Apakah sudah saatnya bertarung?” tanya Shen Long pada salah satu panitia yang berada di sana.


“Apakah tuan salah satu dari petarung yang diundang?” tanya panitia itu pada Shen Long.


Shen Long kemudian mengeluarkan token undangan yang dimilikinya dan memperlihatkan itu padanya.


“Oh maaf, aku tidak mengetahuinya. Kami tidak bisa menghafal seluruh petarung dari hampir ribuan loka,” sahutnya sambil menundukkan kepala pada Shen Long.


“Tidak apa-apa. Apa yang kalian rencanakan hari ini? Apakah pertarungan sudah akan dimulai?” tanya Shen Long kembali.


“Oh, kami akan menjemput para petarung untuk melakukan seleksi awal di arena pertarungan,” sahut panitia itu.


“Seleksi awal?”

__ADS_1


Shen Long tertegun mendengar jawaban dari panitia itu. Dia tidak mengetahui tentang adanya seleksi awal dari pertarungan antar loka tersebut.


“Tuan, dari 982 petarung dari 980 loka tentu akan sulit dan membutuhkan waktu yang panjang jika melakukan seleksi pertarungan secara langsung. Dan hasil seleksi tidak akan bisa ditentukan dengan cepat,” jelas panitia itu.


“Untuk itu, panitia menyelenggarakan seleksi awal untuk menghilangkan petarung yang tidak layak untuk melakukan pertarungan secara langsung,” kata panitia itu lagi.


Shen Long menganggukkan kepalanya memahami apa yang dikatakan oleh panitia tersebut. Dengan hampir ribuan petarung memang akan sulit untuk melakukan pertarungan secara langsung.


“Jadi apa yang harus kami lakukan pada seleksi awal ini?” tanya Shen Long padanya.


“Tuan akan melihatnya nanti. Sekarang silahkan berkumpul bersama petarung lainnya terlebih dulu sesuai lantai tuan,” sahut panitia itu sambil mengambil alat dari meja untuk memeriksa.


“Sebutkan nama tuan dan nomor kamar, kami akan mengarahkan tuan pada barisan para petarung,” tanya panitia pada Shen Long.


“Namaku Shen Long dari kamar nomor 32,” sahut Shen Long.


“Tu-Tuan, seleksi awal pagi ini hanya diikuti oleh para petarung dari lantai 1 hingga lantai 15,” kata panitia tersebut.


“Oh, berarti aku belum terjadwal pagi ini? Lalu kapan jadwalku?” tanya Shen Long kembali.


“Tu-Tuan, seleksi awal hanya diikuti oleh para petarung dari lantai 1 hingga lantai 29. Untuk petarung dari lantai 30 akan mengikuti pertarungan secara langsung.,” sahut panitia itu lagi.


“Apakah itu berarti aku tidak perlu mengikuti seleksi awal?” tanya Shen Long.


“I-Iya tuan,” sahut panitia itu sambil meneteskan keringat dingin di wajahnya yang memaksakan senyum karena ketakutan.


“Ah, aku merasa bosan di dalam hotel ini. Apakah aku boleh menonton seleksi awal ini?” tanya Shen Long.


“Bo-Boleh tuan. Silahkan nanti mengikuti kami,” sahut panitia itu yang ingin segera pergi meninggalkan Shen Long karena takut.

__ADS_1


“Terima kasih. Kalau begitu aku akan menunggu kalian di luar,” sahut Shen Long.


Shen Long kemudian pergi keluar hotel dan menunggu para panitia mengatur petarung dari lantai 1 hingga 15 untuk mengantar mereka menuju ke tempat seleksi awal di arena pertarungan.


Sore harinya dijadwalkan untuk para petarung dari lantai 16 hingga lantai 29 untuk melakukan seleksi.


Sebanyak 450 petarung telah berbaris di depan hotel untuk mengikuti seleksi awal pada pagi hari ini.


Kemudian muncul sebuah alat yang seperti lantai dengan banyak roda kecil di bawahnya saling menggandeng bergerak menuju ke depan hotel. Para petarung yang telah berbaris diminta untuk naik ke lantai bergerak itu yang terhubung satu sama lainnya.


Sementara panitia memiliki alat tersendiri yang berada di depan alat itu dan bergerak mendahului menuju ke arah arena. Alat yang seperti lantai bergandengan itu bergerak mengikuti para panitia yang telah mendahuluinya.


Shen Long berjalan kaki mengikuti mereka dari belakang menuju ke arah arena yang berada tak jauh dari hotel tersebut.


Setelah berjalan kaki selama tiga puluh menit, Shen Long melihat alat itu telah berhenti di depan sebuah gedung yang cukup besar dengan lima buah pintu di depannya.


Para panitia telah berbaris di depan pintu untuk memeriksa para petarung yang akan mengikuti seleksi awal. Shen Long tampak sudah bergabung bersama para petarung lainnya untuk bisa masuk melihat-lihat seleksi awal itu.


“Hei, kamu jangan menyalip antrian dong!”


Salah satu petarung berteriak pada Shen Long karena melihat dia berjalan mendahului dirinya. Dia menyangka Shen Long bermaksud untuk menyalip antrian mereka.


“Benar, kamu berbarislah di belakang kami! Dasar anak kampungan. Kamu pasti pemula di lantai 1,” teriak petarung lainnya ketika melihat Shen Long.


Mereka tidak bisa memeriksa aura Shen Long setelah Shen Long berhasil menerobos alam kesadaran roh, auranya tidak terpancar seperti para petarung lainnya. Sehingga mereka tidak bisa menebak kekuatan Shen Long.


“Oh, maaf. Aku tidak tahu harus mengantri di dalam barisan,” sahut Shen Long yang kemudian berjalan ke belakang mereka.


Shen Long sebenarnya datang hanya untuk menonton seleksi awal karena merasa bosan. Namun dia tidak ingin membuat keributan hanya karena dia merasa bosan. Jadi dia pun dengan sabar menunggu panitia untuk memeriksa identitas para petarung itu terlebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2