Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 69 | Alam Kesadaran Bawah


__ADS_3

“Lalu mengapa kita kemari Guru?” tanya Dewi Suci.


“Sejak Raja Pedang meninggal, sekte kehilangan satu bagian kitab meditasi miliknya. Jadi Guru kesulitan menembus tingkat Pendeta Raja. Kekuatanku mentok pada tingkat Pendeta Suci” sahut Gurunya sedih


“Setelah kamu berlatih menembus tingkat Pendeta Suci, kamu akan memerlukan kekuatan Pedang Langit Bumi ini untuk bisa memenangkan pertandingan bela diri melawan sekte Gunung Abadi.” lanjut Gurunya


“Kali ini kita akan menggunakan kekuatan Roh Pedang Langit Bumi ini untuk memenangkan pertandingan”


Kemudian Guru Suci mencabut pedang Langit Bumi, lalu pergi meninggalkan ruangan itu bersama Dewi Suci.


Setelah langkah kaki mereka tidak terdengar lagi, Shen Long merasa bernafas lega. Ketika hendak keluar dari dalam peti, dia secara tidak sengaja menghapus debu di lapisan atas peti mati Raja Pedang.


Tampak samar tulisan di bagian atas peti yang terbaca dari dalam peti tersebut.


“Ini kitab meditasi yang dibicarakan oleh Guru Suci tadi” teriak Shen Long dalam hatinya.


Disebutkan dalam melakukan meditasi menuju alam kesadaran sebaiknya menggunakan kekuatan roh pedang untuk membuka tingkatan alam kesadaran dengan tehnik yang dijelaskan dalam kitab meditasi Lembah Suci.


Shen Long merasa beruntung dapat menemukan petunjuk untuk menembus alam Pendeta. Lalu setelah dia keluar dari dalam peti, dia mengeluarkan pedang Sukma Langit Kahyangan dan bermeditasi menggunakan bantuan Roh Pedang Dominator tersebut.


Kali ini Shen Long masuk ke dalam alam kesadarannya dengan membawa pedang dominator di tangannya. Lalu dia menebas sembarang di dalam alam itu menggunakan kekuatan Roh Pedang Pembelah Langit.


Kemudian muncul sebuah retakan di alam kesadaran itu dan dirinya tersedot memasukinya.


Alam Kesadaran Bawah. Di alam kesadaran bawah ini, tampak berada di kolam kawah lahar panas yang membakar kulit. Shen Long merasa kepanasan, namun dia dengan cepat mengatur kekuatannya untuk menetralkan kondisi tubuhnya.


Tiba-tiba muncul musuh terkuat yang pernah dihadapinya, Nenek tua yang telah mengalahkannya di sungai wilayah lembah suci. Nenek itu memiliki niat membunuh memancar dari tubuhnya.


Kemudian nenek itu menyerang Shen Long dengan ganas, dia hanya bisa menangkis setiap serangannya. Kecepatan nenek itu melebihi dirinya, sehingga dia tidak mendapat kesempatan untuk membalas serangannya.


Beberapa jurus berlalu, Shen Long masih terus keteteran menahan serangan nenek tua yang kuat tersebut. Lalu nenek itu berhasil memukul tubuh Shen Long dan terpental.


“Shen, jangan sampai mati di alam kesadaran. Atau kamu akan mati juga di alam nyata” tiba-tiba terdengar suara Yan Luo di alam itu.


“Sial, jadi tidak ada lagi kesempatan kedua untuk masuk ke sini” sahut Shen Long.

__ADS_1


“Benar, hanya sekali masuk ke setiap tingkat alam kesadaran. Hidup atau mati” kata Yan Luo berikutnya.


“Kultivasi tingkat ini sungguh sangat berbahaya” sahutnya


Setelah selesai mengambil nafas, nenek tua tersebut kembali menyerang Shen Long. Ratusan jurus telah berlalu, meskipun Shen Long telah berada di tingkat Dewa Kahyangan namun di alam kesadaran dia tetap mengalami kelelahan.


“Baiklah, kali ini aku akan menggunakan gabungan kekuatan Roh Sembilan Naga Langit dan Roh Pedang Pembelah Langit” kata Shen Long.


Tapi serangan nenek tua itu tidak memiliki celah sedikitpun untuk menyerang balik dengan gabungan kekuatan tersebut.


“Sialan, nenek ini kuat sekali” pikir Shen Long


Namun Shen Long yang menerima serangan beruntun dari nenek tua itu, dia mempelajari pola serangan dan jurus-jurusnya. Akhirnya dia melihat ada kesempatan kecil untuk melakukan serangan balik.


Segera dia mempersiapkan gabungan kekuatan Roh Sembilan Naga Langit dan Roh Pedang Pembelah Langit melakukan serangan balik saat kesempatan itu muncul dalam hitungan detik.


Bayangan pedang pembelah langit menebas dibarengi sembilan bayangan naga langit berputar-putar membelit di badan pedang lalu bersamaan menyerang ke arah nenek tua tersebut.


Seketika nenek tua itu menghilang saat tebasan pedang itu mengenainya.


Bum!


“Selamat Shen kamu telah menembus alam Pendeta, tingkat Pendesa Suci.” bisik Yan Luo


Shen Long tersenyum, dengan mendapatkan tehnik meditasi dari Raja Pedang, dirinya dapat melalui alam Pendeta. Ini memungkinkannya melakukan peningkatan selanjutnya dimana saja dengan menggunakan kekuatan roh pedang.


“Waktu tinggal seminggu lagi pertandingan bela diri kerajaan. Aku harus segera kembali.” pikir Shen Long.


Lalu dia pun keluar meninggalkan Makam Raja Pedang setelah memberikan penghormatan pada Raja Pedang atas petunjuk yang ditinggalkan olehnya. Dengan bekal kekuatan alam Pendeta, Shen Long merasa percaya diri untuk memenangkan pertandingan bela diri kerajaan Liu.


Kemudian dia pun memacu kudanya yang memakan juga 2 hari menuju ibukota kerajaan Liu.


Setibanya di ibukota kerajaan Liu, dia langsung menuju kediaman perguruan Wuming dan menemui ketua Mu Kai dan para tetua.


“Kemana saja kamu Shen? Aku dengar sekte Lembah Suci menjadi gempar karena kamu mencuri Lotus Merah tersebut” kata tetua Xie sambil tersenyum

__ADS_1


“Kamu sungguh-sungguh membuat kejutan yang menggemparkan. Hahahaha” lanjut tetua Xie yang kemudian tertawa.


“Iya tetua, aku mendapatkannya” sahut Shen Long sambil menyerahkan Lotus Merah dan Rumput Surga pada tetua Yun.


“Tetua tolong jaga barang ini. Aku akan berusaha mendapatkan bahan obat yang terakhir. Ginseng Purnama ribuan tahun.” kata Shen Long bersemangat.


“Berapa kemungkinanmu untuk menang Shen?” tanya tetua Xie


“90 persen” sahut Shen Long percaya diri.


“Hahaha... Bagus. Aku suka semangatmu anak muda.” sahut tetua Xie


Kemudian tampak Chen Mulan muncul bersama gurunya tabib Mo Chin berjalan mendekati Shen Long. “Kakak Shen” sapanya.


“Tabib Mo, nona Chen” sahut Shen Long


“Kakak Shen, aku dengar kakak akan ikut pertandingan bela diri kerajaan ya?” tanya Chen Mulan.


“Iya benar” sahut Shen Long


“Aku akan ikut menontonnya. Aku yakin kakak Shen pasti mampu memenangkannya” lanjut Chen Mulan optimis.


“Shen, pembukaan pertandingan sudah tinggal 3 hari lagi. Gunakan kesempatanmu untuk beristirahat. Aku sudah menyiapkan kamar untukmu” kata Ketua Mu.


“Terima kasih Ketua Mu atas perhatianmu” sahut Shen Long.


“Sudah tanggungjawabku untuk melayanimu sebagai utusan perguruan Wuming dalam pertandingan ini” kata Mu Kai.


“Ketua Mu terlalu sungkan padaku” sahut Shen Long.


“Kalau begitu, aku akan beristirahat terlebih dahulu” lanjutnya lalu pergi meninggalkan ruang tamu perguruan Wuming menuju kamarnya.


Ketika berada di dalam kamar, Shen Long masih belum bisa menutup matanya. Dia masih memikirkan setiap pertarungan terakhirnya melawan nenek tua di alam kesadarannya.


Tiba-tiba pintunya diketuk dari luar. “Kakak Shen” Terdengar suara Chen Mulan menyapanya.

__ADS_1


“Masuklah” sahut Shen Long. Lalu terdengar Chen Mulan membuka pintu dan membawakan makanan yang enak untuk Shen Long.


“Kakak Shen pasti lapar, aku telah membuatkanmu makanan. Makanlah dulu sebelum tidur” kata Chen Mulan.


__ADS_2