
Setelah masuk ke dalam kediaman sekte Penjaga Makam, keempat orang itu langsung mengantar Zen Luo menuju tempat para tahanan berada, namun saat berada di dalam tempat tahanan itu, keempat orang yang mengantar itu menyelinap pergi meninggalkan Zen Luo.
Tak berapa lama, Zen Luo melihat kehadiran para anggota sekte Penjaga Makam yang telah mengepung dirinya. Wajah Zen Luo tampak dingin melihat para pengepungnya. Namun dia tidak terkejut dengan kepungan itu, dengan acuh tak acuh Zen Luo mencari Fang Ma di ruang tahanan yang ada disana.
“Hei, kamu sudah di kepung. Menyerahlah!” sahut seorang dari mereka dengan lantang.
Zen Luo tidak mempedulikan teriakan itu, dia terus mencari Fang Ma di setiap ruangan di dalam tempat penahanan itu dan kemudian dia menemukan Fang Ma yang tengah terduduk di dalam salah satu ruangan itu dengan wajah muram.
Zen Luo kemudian menghancurkan pintu tahanan itu dengan kekuatannya hingga membuat Fang Ma terkejut karenanya. Wajah Fang Ma lebih terkejut lagi saat melihat Zen Luo yang benar-benar datang menolongnya. “Fang Zen?” gumamnya lirih.
“Aku Zen Luo, bukan Fang Zen,” sahut Zen Luo dengan wajah masih acuh tak acuh. “Keluarlah!” lanjutnya.
Fang Ma mengernyitkan dahinya melihat sikap Zen Luo yang dingin. Sejak pertama kali kenal Zen Luo, sikapnya memang dingin dan acuh tak acuh seperti itu, sehingga Fang Ma tidak terlalu mempedulikan hal itu. Fang Ma lalu bangkit dan berjalan menuju ke luar ruang tahanannya sambil tersenyum senang. “Rupanya kamu masih perhatian padaku,” batinnya hingga membuat wajahnya menjadi merah.
Di luar ruangan tampak orang-orang yang mengepung Zen Luo menghalangi jalan keluar mereka. Namun mereka belum berani bergerak sama sekali. Meskipun mereka berjumlah puluhan orang, namun mereka pada dasarnya adalah pencuri makam. Jadi mereka bukanlah seorang petarung sejati.
Para penjarah makam itu hanya mengandalkan kemampuan mereka dalam menjarah makam lalu melarikan diri. Apabila terjadi pertarungan, mereka hanya mengandalkan Ketua Sekte dan dua orang Pemandu Makam untuk mengatasinya. Dua orang pemandu makam itu adalah tuan Yin dan tuan Yang.
“Siapa yang berani membebaskan tahanan sekte?” teriak pemandu makam Yin yang muncul diantara para pengepung itu. Dia melihat ke arah Zen Luo dengan tatapan yang tinggi meremehkan Zen Luo.
Zen Luo hanya melirik ke arah pemandu makam Yin, dia tidak terlalu mempedulikannya. Bagi Zen Luo mereka semua adalah semut, yang bahkan tidak akan mampu menerima satu pukulan darinya.
Zen Luo tetap berjalan mendahului yang kemudian diikuti oleh Fang Ma dibelakangnya. Mata pemandu makam Yin menjadi kesal karena kata-katanya tidak dipedulikan oleh Zen Luo. Dia kemudian melompat untuk menyerang ke arah Zen Luo.
__ADS_1
“Ooowwh... kamu pasti mati kali ini nak,” teriak salah satu dari pengepung. Wajah pemandu makam Yin terlihat bangga oleh teriakan dan bisik-bisik orang sekte Penjaga Makam yang menjagokan dirinya untuk menang dan membunuh Zen Luo. Dia semakin mengeluarkan seluruh kekuatannya dan menyerang Zen Luo dengan ganasnya.
BUMM...
Ledakan terdengar saat serangan pemandu makam Yin itu berhasil mengenai Zen Luo. Namun yang terjadi sungguh diluar dugaan orang-orang di tempat itu. Pemandu makam Yin tubuhnya terpental saat telapak tangannya mengenai aura kekuatan yang dipancarkan oleh Zen Luo.
Mata semua orang sekte Penjaga Makam yang mengepung hampir melompat dari kelopaknya, melihat tubuh pemandu makam Yin yang terpental hingga menghantam tembok di belakangnya. Penjaga Makam Yin tampak menelan darah yang keluar dari mulutnya. Kekuatan Zen Luo terasa menyerang tubuhnya sedangkan tangannya yang menghantam tampak kebas dan memar.
“Siapa kamu?” teriak pemandu makam Yin yang menahan malu karena dirinya yang terpental saat menyerang Zen Luo.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Antarkan aku menemui ketua kalian,” sahut Zen Luo dengan menatap tajam pemandu makam Yin.
Tiba-tiba ada seseorang yang menyeruak kerumunan dan langsung ke depan Zen Luo. “Siapa yang telah membuat keributan di tempatku ini?” tanya seeorang yang datang ke tempat penahanan itu.
Ketua sekte Penjaga makam bernama Bao Jin. Dia datang diiringi oleh pemandu makam Yang di sebelahnya.
“Siapa kamu? Mengapa kamu ingin menemuiku?” tanya ketua sekte Bao Jin lagi pada Zen Luo. Mata ketua sekte Bao Jin kemudian berkedut saat melihat seseorang di belakang Zen Luo yang berjalan mengikutinya. Dia melihat Fang Ma berjalan dengan wajah marah setelah melihat ketua sekte itu datang.
“Kamu tidak perlu tahu siapa namaku. Aku ingin kamu membayar hutang berikut bunganya atas penahanan temanku Fang Ma.” sahut Zen Luo dengan tatapan tajam pada ketua sekte Bao Jin.
“Hahaha... Kamu hanya sendirian. Apa yang kamu andalkan untuk melawan kami semua?” tanya ketua sekte Penjaga Makam Bao Jin. Semua orang yang mengepung turut tertawa mengejek Zen Luo. Namun Zen Luo tetap acuh dak acuh lalu dia bergerak dengan kecepatan tinggi mendekati ketua sekte Bao Jin.
“Ini!” kata Zen Luo yang sudah berdiri di depan mata ketua sekte Bao Jin dan membuat mata Bao Jin terkejut melotot hingga tubuhnya mundur tanpa sadar.
__ADS_1
PLAK!
Tamparan tangan kanan yang keras dari Zen Luo membuat tubuh ketua sekte Bao Jin melayang ke kiri dan menabrak orang-orang yang berdiri di sana. “Ukh!...” wajah Bao Jin terlihat bengkak oleh tamparan itu dan ada bekas telapak tangan berwarna merah di pipinya. Dia meringis kesakitan karenanya lalu memuntahkan darah serta giginya yang copot oleh tamparan dari Zen Luo.
“Dasar sampah! Kekuatanmu tidak sebanding denganku.” kata Zen Luo. Semua orang yang mengepung Zen Luo tanpa sadar mundur saat Zen Luo datang lagi menghampiri ketua sekte Bao Jin.
“Berdiri! Kamu tidak akan mati oleh tamparanku barusan,” kata Zen Luo dengan mata mendelik. Terlihat ketua sekte Bao Jin memaksakan dirinya untuk bangkit di depan Zen Luo dan anak buahnya. Namun Zen Lou kembali menggunakan telapak tangan kirinya kali ini.
PLAK!
Tubuh Bao Jin terhuyung dan jatuh terjerembab ke lantai ruangan itu. Zen Luo kembali menampar wajah Bao Jin yang satunya, sehingga kedua pipinya tampak membengkak dan mulutnya menyemburkan darah kembali. Dua telapak tangan membekas berwarna merah menghiasi wajah ketua sekte Bao Jin.
“Sialan! Orang ini sangat kuat. Dengan tamparan sederhana pun aku tidak bisa mengelak dari gerakan cepat anak ini.” gumam ketua sekte Bao Jin dalam hatinya.
“Kepung dan hajar dia!” perintah ketua sekte Bao Jin pada anak buahnya yang telah mengepung sejak awal.
Seluruh anggota sekte Penjaga Makam yang ada di ruangan itu beserta pemandu makam Yin dan Yang menyerang ke arah Zen Luo setelah mendapatkan perintah dari Bao Jin.
Namun Zen Luo hanya mengerahkan kekuatan maksimal miliknya hingga semua orang disana terbang terpental ke belakang. “Cih, kalian hanya semut bagiku. Jangan memaksakan diri untuk menyerang,” Zen Luo meludah mengejek mereka.
Semua orang disana merasa tubuh mereka kesakitan oleh hentakan kekuatan dari Zen Luo. Meskipun mereka geram karena kata-kata Zen Luo, namun mereka tidak bisa melakukan apa-apa.
Zen Luo kini mendekati ketua sekte Bao Jin yang telah berdiri. Wajah ketua sekte Bao Jin tampak menghitam melihat bawahannya diterbangkan dengan mudah oleh Zen Luo.
__ADS_1