
NingYue tampak sedang menikmati suasana pagi sambil menggerakkan tubuhnya di halaman belakang penginapan itu.
Ketika Shen Long datang, NingYue menghentikan gerakannya dan berjalan mendekati Shen Long.
“Kakak Shen, apa yang akan kita lakukan hari ini?” tanyanya.
Shen Long duduk di bangku taman yang tersedia di halaman belakang itu. Dia mengkerutkan wajahnya memikirkan kedatangan pasukan kerajaan Liam berilmu tinggi yang akan datang ke kota Qinji.
Shen Long kemudian menceritakan apa yang dia rasakan akan datang mendekati kota Qinji kepada NingYue. “NingYue, bersiaplah. Setelah kejadian ini, kita akan berangkat menuju ibukota kerajaan Liam untuk meminta penjelasan dari mereka,”
“Baik, kakak Shen,” sahut NingYue kemudian.
Setelah NingYue pergi untuk bersiap-siap, Shen Long kemudian berangkat ke luar kota Qinji untuk menyambut kedatangan mereka. Dia tidak ingin pertarungan mereka akan merusak kota Qinji.
Di luar kota, Shen Long duduk di bawah sebatang pohon dengan santainya sambil menunggu kedatangan rombongan dari kerajaan Liam.
Mata jendral Wang Mi terkejut ketika melihat Shen Long yang duduk dengan santai di sana.
“Panglima, itu orangnya! Sepertinya dia telah menunggu kedatangan kita sejak tadi,” kata Wang Mi sambil menunjuk ke arah Shen Long.
Mata panglima perang Jiang Zhou tertegun melihat seorang lelaki muda yang duduk dengan santai di bawah pohon menunggu mereka. “Bagaimana dia bisa mengetahui kedatangan kita? Apakah ada pengkhianat di antara kita?” batin Jiang Zhou.
Di samping kiri dan kanan Jiang Zhou tampak lima jendral emas dengan wajah tegang menatap ke arah Shen Long yang masih acuh tak acuh melihat kedatangan mereka.
“Akhirnya sampai juga ya,” kata Shen Long yang kemudian berdiri menghadang kedatangan mereka di sana.
“Hei anak muda, menyerahlah! Kami tidak akan membunuhmu,” teriak panglima Jiang Zhou.
Shen Long tidak mempedulikan omongan panglima perang itu. Dia menatap ke arah jendral Wang Mi yang menundukkan kepalanya.
“Jendral Wang, aku tahu kamu tidak akan bisa menjelaskan tentang hal ini pada kerajaan Liam. Tapi aku juga bukan orang yang mudah ditindas oleh kalian,” lanjut Shen Long.
__ADS_1
Jendral Wang Mi tidak menjawab kata-kata Shen Long. Dia tahu apa yang dilakukan oleh Shen Long tidak salah, tetapi kerajaan Liam menganggap Shen Long telah melawan hukum kerajaan Liam karena membunuh seorang pejabat pemerintahan kota Qinji.
Meskipun apa yang dilakukan Shen Long adalah demi rakyat kota Qinji yang tertekan selama ini atas pemerintahan Qin Liu, tetapi kerajaan Liam menutup mata atas hal itu selama kota Qinji tetap memberikan upeti kepada pihak kerajaan.
Dan pengerahan pasukan untuk menangkap dirinya hari ini membuat Shen Long yakin bahwa dia harus meminta penjelasan kepada raja kerajaan Liam nantinya.
“Hei anak muda, apa kamu tidak mendengarkan kata-kataku? Menyerahlah dan ikut bersama kami untuk menerima hukumanmu!” Panglima perang mengulangi kata-katanya dengan wajah angkuh di atas kudanya.
Kelima jendral emas yang berada di samping panglima perang itu menatap ke arah Shen Long dengan hawa membunuh dan memberikan tekanan kepadanya.
Tapi Shen Long tidak terusik dengan hal itu, dia masih berdiri dengan menyilangkan kedua tangan di punggungnya. “Kalian tidak bisa mengalahkan aku.”
“Sombong!” Teriak salah satu jendral emas yang lebih emosional setelah melihat sikap Shen Long yang acuh tak acuh. Dia segera melompat dari atas kudanya dan menyerang Shen Long dengan tombaknya.
Bammm!
Shen Long berkelit menghindari serangan tombak tersebut yang langsung menghancurkan tanah di tempatnya semula berdiri.
Jendral emas bernama Huang Xi itu langsung menyerang Shen Long kembali sementara teman-teman mereka yang lain hanya berdiam diri untuk mengamati pertempuran tersebut.
“Aku tidak sombong, melainkan aku mengatakan yang sebenarnya,” sahut Shen Long sambil berkelit menghindari serangan tombak Huang Xi.
Tombak Huang Xi diayunkan dengan lincah olehnya, mata tombak mengarah ke titik-titik vital di tubuh Shen Long. Namun Shen Long masih bisa melihat serangan tersebut dan menghindarinya dengan mudah.
“Jurus tombaknya cukup unik, untung saja kecepatan dan kekuatannya masih berada di bawahku,” batin Shen Long.
Wussshhh... Wuusshhh...
Angin serangan tombak Huang Xi menderu ke sekitarnya setiap tombak itu mengayun ke arah Shen Long. Jurus tombak Huang Xi dalam menggunakan tombak seperti menggunakan cambuk. Sabetan dan tusukan tombak berkali-kali menerjang ke arah Shen Long.
Tapi Shen Long bisa melihat serangan tersebut, dan kecepatan Shen Long berada di atas kecepatan ayunan tombak Huang Xi.
__ADS_1
Melihat musuhnya tidak tersentuh sedikitpun, Huang Xi menjadi bertambah geram. Dia kemudian meningkatkan kekuatan dan kecepatannya ke tahap maksimal kekuatannya yang berada di alam keheningan semesta.
Saat Huang Xi meningkatkan kekuatannya, Shen Long tidak lagi hanya menghindari serangan lawan. Kini Shen Long mulai membalas dengan menggunakan telapak tangan kanannya menahan ayunan tombak Huang Xi.
Lalu Shen Long bergerak dengan cepat mendekati Huang Xi dan memukul ke arah dada Huang Xi. Mata Huang Xi berkedut karena tidak sempat untuk mengelak. Kelemahan menggunakan senjata tombak adalah bila lawan masuk menyerang dalam posisi dekat dengan kecepatan kilat, sehingga Huang Xi tidak bisa menghindari pukulan telapak tangan Shen Long yang mengenai dadanya.
Bugh! Bagh!
Dua pukulan beruntun mengenai dada Huang Xi dan membuatnya menyemburkan darah dari mulutnya. Tubuh Huang Xi terpental ke belakang dan menabrak kudanya sendiri.
Ketika Shen Long hendak mengejarnya, dua orang jendral emas langsung menghalangi serangan Shen Long yang mengejar Huang Xi.
“Aku Shan Lian, akan melawanmu,” kata jendral emas yang bernama Shan Lian yang telah menghunus pedangnya.
“Aku Mong Rui, ingin mengadu ilmu denganmu,” jendral emas satunya juga turut menyerang dengan menggunakan tombaknya.
Shen Long terpaksa mundur ketika dua jendral emas itu menghalanginya untuk mengejar Huang Xi yang telah terluka dalam. Shen Long tidak lagi bermain-main melawan dua jendral emas sekaligus yang telah mengerahkan kekuatan keheningan semesta mereka.
Kemudian Shen Long merapalkan jurus Kaisar Dewa Iblis yang dipadukannya dengan mantra sihir kuno bangsa Hsien. Mantra sihir kuno Shen Long telah mengunci gerakan kedua jendral emas itu yang kini tidak bisa melakukan gerakannya.
Lalu dari kedua tangan Shen Long keluar asap berwarna hitam pekat yang mengarah ke masing-masing lawan dan menyelimuti tubuh mereka hingga tertutupi seluruhnya.
“Aakkhh...”
“Aaarrghhh...”
Hanya suara teriakan yang terdengar dari balik asap tebal yang menyelimuti kedua jendral emas itu. Semua mata yang menyaksikan pertarungan itu melotot karena tidak menyangka jurus Shen Long yang sangat kuat.
Melihat kedua teman mereka yang telah tertelan asap dan tidak tahu nasib mereka, dua jendral yang tersisa segera menyerang Shen Long dengan ganas.
Kali ini panglima perang Jiang Zhou dan dua jendral lainnya juga turun bersama-sama. Hanya jendral Wang Mi yang masih tertegun tidak tahu harus melakukan apa.
__ADS_1