Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 66 | Mencari informasi


__ADS_3

Dengan gugup Shen Li membantu Dewi melepaskan pakaiannya lalu merapikan pakaian tersebut. Bau harum tubuh Dewi membuat wajah Shen Li menjadi merah apalagi melihat tubuh cantik yang putih mulus di depannya melenggang naik ke dalam bak mandi.


“Cepat sini bantu gosok badanku” perintah Dewi sambil beristirahat menutup matanya.


Shen Li berjalan gugup perlahan mendekati tubuh wanita tersebut, bau harum yang tercium membuat tubuhnya bergetar, kemudian dia memalingkan wajahnya sambil menggosok seluruh tubuh Dewi Suci.


Saat itulah dia melihat bunga Lotus Merah berada di dekat tempat tidur Dewi Suci dalam sebuah pot.


“Rupanya disini dia menaruh tanaman Lotus Merah ini. Warna merah bunga ini sangat pekat, aura spiritual tersebar dari kelopak bunga tersebut” pikir Shen Li memandang bunga tersebut.


“Tolong gosok lebih keras sedikit” perintah Dewi Suci membuka matanya melihat wajah Shen Li yang merah.


“Apakah ini pertama kali kamu membantu seseorang mandi?” tanya Dewi Suci.


“Benar Dewi, baru pertama kali aku bekerja sebagai pelayan. Aku takut melakukan kesalahan” sahut Shen Li berdalih


Dewi Suci menatap wajah Shen Li dengan teliti, dia merasa pernah melihat wajah tersebut.


“Wajah pelayan ini sepertinya pernah aku lihat, tetapi entah dimana” pikirnya lalu menutup matanya kembali.


“Sudahlah, aku akan berendam sebentar. Kamu tolong siapkan teh untukku, aku akan meminumnya sehabis mandi” kata Dewi Suci


Shen Li segera menuju meja tempat teh telah disiapkan, dia memasak air di teko yang telah disediakan lalu menyeduh teh untuk Dewi Suci.


Mata Shen Li melihat sekelilingnya, meneliti setiap kamar Dewi Suci untuk mencari celah mengambil Lotus Merah itu.


Setelah menyelesaikan seluruh tugas dari Dewi Suci, Shen Li lalu kembali bertemu dengan nona Sun dan mengajaknya kembali ke kediaman pelayan.


Di kediaman pelayan, Shen Li berbisik berdiskusi dengan Wei Yin.


“Wei, aku sudah menemukan Lotus Merah. Tanaman itu berada di dalam kamar Dewi Suci” bisik Shen Li.


“Lalu bagaimana kita mengambilnya?” tanya Wei Yin.


“Karena kita telah menemukannya, kita tidak perlu berlama-lama ditempat berbahaya ini” bisik Shen Li.


“Tapi, aku belum menemukan sesuatu yang ingin aku ketahui” sahut Wei Yin.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu ketahui?” tanya Shen Li


“Tentang keluarga Wu” sahut Wei Yin berterus terang.


“Menurut tetua Yun, Keluarga Wu memang pendiri sekte ini. Namun setelah sekian lama sekte ini hanya diwariskan pada pihak wanita dari keluarga Wu. Sedangkan pihak lelaki dikeluarkan dari anggota sekte ini” kata Shen Li


“Lalu apa yang ingin kamu ketahui?” tanya Shen Li kembali


“Aku ingin tahu dimana orang tuaku. Jika aku adalah lelaki yang dikeluarkan dari sekte ini, tentu orang tuaku keluarga Wu berada di wilayah Lembah Suci kan?” sahut Wei Yin.


“Benar, bisa jadi begitu. Tetapi bisa juga mereka tidak tinggal di dekat sini. Bisa juga mereka tinggal di kota lain seperti dirimu yang pergi di kota Jishang” sahut Shen Li


Wei Yin merenung mencoba mengingat masa kecilnya, dia merasa telinganya pernah mendengar nama Lembah Suci disaat masih kecil. Namun dia tidak bisa mengingatnya.


Shen Li merasa kasihan pada Wei Yin lalu memiliki sebuah ide.


“Kita besok mulai bertanya tentang keluarga Wu pada nona Sun, kita masih bisa menunggu beberapa hari lagi untuk mengambil Lotus Merah itu. Ingat waktu kita cuma seminggu dengan riasan ini”


“Baiklah.” bisik Wei Yin


Hari kedua, mereka kembali melakukan tugas yang diperintahkan oleh nona Sun, saat ini mereka diajak membersihkan ruang belajar dan kamar Guru Suci dan juga merawat kebun dan membantu di dapur.


“Nona Sun, Guru Suci sedang berada dimana?” tanya Shen Li


“Guru Suci sedang bermeditasi untuk persiapan mengikuti pertandingan bela diri dua bulan lagi” sahut nona Sun.


“Guru Suci juga mengikuti pertandingan bela diri, aku harus menyelidiki kekuatannya” pikir Shen Li.


“Ohya nona Sun, kalau boleh tahu bagaimana sejarah sekte Lembah Suci ini? Mengapa tidak ada laki-laki di tempat ini?” tanya Shen Li


“Dahulu sekte ini didirikan oleh keluarga Wu, karena suatu sebab pihak keluarga Wu mengusir para lelaki dari anggota sekte, sehingga sekte ini sekarang hanya ada beberapa wanita keturunan keluarga Wu termasuk Guru Suci dan Dewi Suci”


“Lalu bagaimana mereka meneruskan keturunan keluarga Wu?” tanya Shen Li penasaran


“Wanita keluarga Wu yang dipilih untuk menjadi pewaris sekte sebagai Guru Suci dan Dewi Suci yang akan menjadi penerusnya wajib menjaga kesucian mereka”


“Sedangkan wanita keluarga Wu yang lainnya bebas untuk menikah, namun keluar dari kediaman sekte ini” lanjut nona Sun menjelaskan

__ADS_1


“Kemudian jika anak dari mereka wanita diharuskan kembali ke kediaman sekte untuk tinggal menjadi anggota sekte ini, sedangkan yang laki-laki bebas bersama keluarga mereka hidup diluar kediaman sekte”


“Dimana biasanya keluarga Wu ini tinggal di luar sekte?” tanya Shen Li lagi


“Keluarga Wu sebagian besar tinggal di desa tersembunyi Wulin di sebelah barat Lembah Suci ini” sahut nona Sun.


“Oh jadi seperti itu ya, ngomong-ngomong aku belum melihat Guru Suci sejak kemarin, apakah dia jarang muncul dari meditasinya?” tanya Shen Li.


“Guru Suci sedang berlatih di dalam ruang latihan di tebing belakang kebun. Setiap hari pelayan melayaninya membawa makanan untuk latihan Guru Suci” sahut nona Sun.


“Sudah, jangan banyak tanya lagi. Masih banyak kerjaan kita” kata nona Sun membuat Shen Li tidak berani melanjutkan pertanyaannya.


Hari keempat, Shen Li menawarkan diri untuk mengantarkan makanan ke tempat pelatihan Guru Suci untuk menyelidiki kekuatannya.


Saat menuju tebing di belakang kebun, Shen Li melihat tangga menuruni tebing menuju ruang latihan sekte. Tampak Guru Suci tengah bermeditasi di ruang latihan itu dengan serius.


“Kekuatan alam Dewa tingkat Dewa Kahyangan akhir. Guru Suci ingin menerobos alam Pendeta” pikir Shen Li menilai kekuatannya sambil meletakkan makanan yang diantarnya serta mengambil tempat makanan yang telah habis dimakan.


“Apakah kamu pelayan yang baru?” tanya Guru Suci tiba-tiba membuka matanya melihat ke arah Shen Li


“Benar Guru” sahut Shen Li menundukkan kepalanya tidak berani menatap Guru Suci.


“Tolong beritahukan Dewi Suci untuk menemuiku malam ini disini, aku ingin melatihnya” sahut Guru Suci lalu memejamkan matanya kembali.


“Baik Guru Suci” sahut Shen Li sambil berjalan meninggalkan ruang latihan tersebut menuju kamar Dewi Suci.


“Masuk!” teriak Dewi Suci setelah mendengar sapa dari Shen Li


“Ada apa?” tanya Dewi Suci dingin.


“Guru Suci meminta Dewi untuk menemuinya malam ini di ruang latihan” sahut Shen Li


“Baiklah” sahut Dewi Suci tanpa senyum sama sekali.


“Tunggu sebentar” kata Dewi Suci ketika Shen Li berbalik hendak pergi


“Mumpung kamu datang, tolong bantu aku mandi kembali” katanya dingin seperti biasa

__ADS_1


“Oh Tidak lagi...” pekik Shen Li dalam hatinya


__ADS_2