
Ketika Shen Long mulai bisa menikmati sensasi sentuhan dari Dewi Suci, tiba-tiba Dewi Suci menghentikannya, lalu berdiri dan keluar dari dalam bak mandi. Kemudian dia mengenakan pakaiannya.
“Aku rasa sudah cukup aku membalas perlakuanmu saat itu” kata Dewi Suci dengan dingin menoleh ke arah Shen Long.
“I..Ini sangat tanggung” pikir Shen Long wajahnya cemberut kecewa.
“Bangunlah, kenakan pakaianmu. Kita akan bertemu dengan Guru Suci” lanjut Dewi Suci sambil menunggu Shen Long bangun dari bak mandinya.
“Bisa kah kamu tidak melihat ke arahku” tanya Shen Long gugup.
“Tidak. Mengapa aku harus berpaling?” sahut Dewi Suci ketus.
Shen Long yang gemetaran perlahan berdiri untuk mengambil pakaiannya kemudian mengenakannya, wajahnya benar-benar merah oleh rasa malu yang tidak bisa dia sembunyikan.
Dewi Suci tiba-tiba tersenyum melihat kekikukan dari Shen Long yang gugup pada situasi aneh tersebut. Sedangkan Shen Long merasa dirinya dipermainkan oleh Dewi Suci, namun dia tidak menyangka bisa melihat senyuman Dewi Suci yang selama ini dingin di depan orang lain.
Setelah mengenakan pakaiannya, Shen Long kemudian diantar oleh Dewi Suci untuk menemui Guru Suci di kediamannya.
“Guru, murid menghadap Guru Suci bersama tabib Shen Long” kata Dewi Suci di depan kamar gurunya.
“Masuklah” sahut seseorang dari dalam kamar.
Di dalam kamar yang cukup bersih, tampak Guru Suci berusia sekitar 60an tahun tengah duduk bersila di atas ranjangnya. Wajahnya terlihat sedikit pucat namun masih terlihat sisa kecantikan pada masa mudanya, dia lalu menghentikan tindakannya setelah melihat Dewi Suci masuk bersama Shen Long.
“Kamu masih sangat muda, namun aku dengar ilmu pengobatanmu tidak sederhana” kata Guru Suci.
“Tetua terlalu memujiku, aku hanya mencoba membantu orang-orang” sahut Shen Long.
“Aku dengar kamu juga telah menyembuhkan muridku Dewi Suci dari pengaruh jurusnya pada pertandingan bela diri yang lalu” kata Guru Suci kembali.
“Jadi aku ingin kamu juga memeriksa keadaanku ini” lanjutnya.
“Baiklah, mohon ijin untuk memeriksa Anda, Guru” sahut Shen Long.
“Perlukah aku juga membuka bajuku?” tanya Guru Suci yang membuat mata Shen Long berkedut.
__ADS_1
“Ti.. Tidak perlu Guru Suci” sahut Shen Long sedikit gugup lalu menundukkan wajahnya.
“Kenapa waktu mengobatiku, aku harus buka baju?” protes Dewi Suci yang membuat kepala Shen Long menjadi pusing mendengarnya.
“Saat ini aku hanya mengecek kondisi Guru Suci terlebih dahulu, aku cukup memeriksa nadi spirit guru pada tangannya” sahut Shen Long gugup.
“Baiklah kalau begitu” kata Guru Suci
Ketika Shen Long memeriksa nadinya, dia merasakan Guru Suci mengalami sisa luka lama sehingga menghambat dirinya dalam pengerahan energi. Dia juga melihat kultivasi Guru Suci yang mentok di tingkat Pendeta Suci dan kesulitan untuk meningkatkan ke tingkat selanjutnya.
“Guru Suci, sepertinya Anda pernah mengalami luka akibat pertarungan” kata Shen Long.
“Sekitar 3 tahun lalu aku mengalami kekalahan dari ketua sekte Gunung Abadi dan terluka oleh jurusnya.” sahut Guru Suci.
Kemudian Guru Suci menceritakan kejadian setelah kekalahannya dia sudah mencari beberapa tabib untuk menyembuhkan lukanya namun gagal. Seorang tabib menyarankannya untuk mendapatkan ginseng purnama sebagai obat mengobati luka dalam akibat jurus Gunung Abadi.
“Ginseng purnama?” gumam Shen Long
“Benar, Ginseng Purnama hanya terdapat di lereng Gunung Abadi, biasanya ditemukan oleh para pencari ginseng keluarga Wu. Ginseng purnama sesuai namanya hanya bisa ditemukan saat bulan purnama, namun sayang sekali kini daerah Gunung Abadi sudah melarang pencarian ginseng tersebut.” kata Guru Suci menjelaskannya
“Kemudian aku mendengar bahwa pertandingan bela diri kerajaan tahun ini memberikan hadiah ginseng purnama untuk pemenangnya, maka aku mengutus muridku untuk mengikutinya. Namun siapa sangka dia juga kalah dalam pertandingan tersebut” lanjut Guru Suci
“Aku dengar kamulah pemenang dari pertandingan bela diri tersebut” kata Guru Suci kembali.
“Benar Guru, aku beruntung bisa memenangkan pertandingan itu. Namun hadiah ginseng purnama sudah aku racik menjadi obat penawar untuk mengobati temanku yang keracunan oleh racun peraga sukma” sahut Shen Long.
“Racun Peraga Sukma?” Guru Suci kaget mendengarnya.
“Benar, racun yang bisa mengendalikan orang yang terkena olehnya” kata Shen Long kembali
“Ah, sayang sekali aku yang kurang beruntung mendapatkannya” desah Guru Suci.
“Guru Suci, aku akan membantumu untuk menemukan Ginseng Purnama di lereng Gunung Abadi” kata Shen Long selanjutnya.
“Benarkah? Tapi tempat itu dijaga ketat oleh orang dari sekte Gunung Abadi. Kamu harus berhati-hati, kekuatan ketua sekte Gunung Abadi sangat luar biasa” sahut Guru Suci.
__ADS_1
“Guru, ijinkan aku untuk ikut serta mencari ginseng purnama tersebut” kata Dewi Suci.
“Baiklah, sebaiknya kalian berdua berhati-hati. Usahakan jangan sampai bertempur melawan ketua Sekte Gunung Abadi.” lanjut Guru Suci.
“Baik Guru” sahut Dewi Suci.
“Pergilah, semoga kalian beruntung mendapatkan ginseng purnama” kata Guru Suci sambil kembali melanjutkan meditasinya.
Setelah itu Dewi Suci bersama Shen Long pergi meninggalkan kamar Guru Suci untuk kembali ke kamar Dewi Suci.
“Malam purnama masih tiga hari lagi, jika demikian aku akan pergi dulu. Tiga hari lagi aku akan datang kembali” kata Shen Long.
“Kamu mau pergi kemana?” tanya Dewi Suci padanya.
“Aku akan bermeditasi untuk meningkatkan kultivasiku. Apakah ada tempat di wilayah Lembah Suci untuk meningkatkan kultivasi?” tanya Shen Long.
“Ada. Di wilayah belakang kediaman ada Kolam Suci yang bagus untuk peningkatan kultivasi” kata Dewi Suci.
“Ah, jangan katakan harus berendam lagi” pikir Shen Long
“Aku bisa mengajakmu kesana. Aku juga ingin meningkatkan kultivasiku. Waktu itu kamu pernah bilang memiliki cara untuk menembus kultivasiku. Maukah kamu mengajarkannya padaku?” kata Dewi Suci sambil mendekatkan wajahnya pada Shen Long.
“Sial, wanita ini benar-benar pintar menggoda, apa benar dia masih suci?” pikir Shen Long merasa gugup didekati oleh wajah cantik, anggun tetapi dingin itu.
“Iya, saat aku berkultivasi di Makam Raja Pedang, aku menemukan tulisan Raja Pedang yang mengatakan diperlukan senjata Langit untuk menembus tahapan dalam alam pendeta” kata Shen Long.
“Apa? Kamu pernah masuk ke dalam makam leluhur?” teriak Dewi Suci terkejut.
“Maaf, aku benar-benar tidak tahu tempat itu adalah makam leluhur sekte Lembah Suci” kata Shen Long.
“Bagaimana kamu bisa memasuki tempat itu? Hanya ketua Sekte Lembah Suci dan pewarisnya yang bisa memasuki tempat tersebut. Selain itu tidak akan bisa memasukinya” lanjut Dewi Suci yang masih tidak percaya.
“Saat memasuki tempat itu, memang aku merasakan tekanan roh pedang yang luar biasa dari dalam makam. Namun aku tetap bisa masuk bahkan ke dalam makan Raja Pedang. Saat kalian datang, aku sedang bersembunyi di dalam peti mati. Disana lah aku mendapatkan tulisan di bagian atas peti mati yang mengatakan hal itu” kata Shen Long dengan jujur.
“Berarti Roh Pedang juga menerimamu untuk masuk kesana. Kamu benar-benar penuh kejutan Shen” sahut Dewi Suci berikutnya.
__ADS_1
“Ayo ceritakan padaku nanti sambil berendam” ajak Dewi Suci pergi ke Kolam Suci.
“Berendam?” Mata Shen Long terbelalak mendengar ajakan tersebut