Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 404 | Kota Bailing dari Kerajaan Shao


__ADS_3

Shen Long mendengarkan de-sahan nafas NingYue yang merasa tidak mampu untuk pergi ke gunung itu dalam waktu yang singkat. Dia juga melihat wajah NingYue yang menjadi gelap karena merah di bawah sinar bulan.


NingYue sangat cantik seperti kedua istri Shen Long, dia mengakui hal itu dalam hatinya. Namun Shen Long tidak memiliki niat lebih jauh terhadap NingYue meskipun dia tahu NingYue menyukai dirinya. Pikiran Shen Long hanya fokus pada peningkatan kekuatannya agar bisa segera melawan Dewa Kegelapan di Loka 888.


“Aku akan membawamu pergi ke gunung itu.” kata Shen Long kemudian sambil menatap ke arah gunung itu.


Kata-kata Shen Long itu terdengar romantis di telinga NingYue sehingga membuat wajahnya menjadi semakin merah. Jantungnya tidak berhenti berdetak kencang, namun dia berusaha untuk menahan diri dan mengatur nafasnya.


Dia tahu Shen Long sudah memiliki istri di Loka asalnya, namun dia sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu. Meskipun demikian, untuk mendapatkan tempat di hati Shen Long tentu sangat sulit. Jadi NingYue tidak akan terburu-buru dengan hal itu dan memaksanya.


“Kita sebaiknya mencari tempat untuk beristirahat malam ini. Mari kita pergi ke kota itu dan besok pagi pergi menuju puncak gunung,” ujar Shen Long.


“Baik!” Sahut NingYue pelan.


Shen Long kemudian meraih pinggang NingYue dan mengangkatnya untuk terbang melayang ke arah kota yang terang gemerlap di bawah tebing itu. NingYue melingkarkan kedua tangannya di leher Shen Long dengan wajah memerah yang disembunyikan di balik leher Shen Long.


NingYue membayangkan hal indah ini dalam hidupnya, detak jantungnya yang telah reda kini menjadi semakin kencang. Nafasnya terasa memburu dan wajahnya menjadi merah karena tubuhnya dipeluk erat oleh Shen Long.


“I-Ini sepertinya kurang pantas.” bisik NingYue ditelinga Shen Long karena merasakan dadanya yang menempel di tubuh Shen Long.


“Bukannya kamu yang ingin bersandiwara menjadi istriku di sini.” balik Shen Long dengan wajah cuek namun membuat tubuh NingYue bergetar ringan mendengarnya.

__ADS_1


“Ah, kamu membuatku melayang Shen.” batin NingYue.


Dan memang mereka berdua melayang terbang menuju kota yang gemerlap di bawah tebing itu.


Setelah Shen Long pergi bersama NingYue, sesosok wanita muncul dari dalam hutan dengan nafas terengah-engah menuju ke ujung tebing dan melihat kepergian mereka. “Rupanya mereka pergi ke kota Bailing,” gumamnya.


Wajah Xu Xian tampak cemberut melihat kepergian mereka. Namun tatapan matanya menjadi semakin bersemangat. Xu Xian lalu berbalik untuk pergi mencari jalan menuruni tebing tersebut menuju ke arah kota Bailing.


Dua buah kereta kuda datang beriringan dan melihat kepergian Xu Xian di bawah cahaya bulan menuruni tebing itu.


“Kemana perginya Shen Long dan NingYue?” gumam Dao Lin yang baru tiba dengan kereta kuda di tebing itu.


“Nona Dao, aku melihat bayangan Xu Xian menuruni tebing ini. Sepertinya dia ingin pergi ke kota Bailing. Apakah tuan Shen Long pergi ke arah kota itu?” kata seorang pengawal Dao Lin disamping kusir kereta pada Dao Lin.


“Nona, apakah kita akan pergi ke kota Bailing? Kota itu berada di wilayah kerajaan Shao.” Pengawal Dao Lin tampak khawatir dengan hal itu.


Dao Lin mengetahui hal itu. Identitasnya sebagai putri kerajaan Dao akan membuat kerajaan Shao tidak senang dengan kehadirannya. Namun berbeda dengan Wang Xiao yang seorang putri dari pemimpin kota Daosen, dia sudah biasa pergi ke kota Bailing bahkan berteman dengan putri dari pemimpin kota tersebut.


“Nona?” Pengawal itu kembali mengingatkan Putri Dao Lin.


Dao Lin mengkerutkan wajahnya, tinggalkan kereta. Kita menyamar menjadi orang biasa dan pergi ke kota Bailing dengan menaiki kuda.

__ADS_1


Mendengar perintah Dao Lin, kusir kereta dan pengawal itu segera melepas dua kuda penarik kereta dan meninggalkan kereta itu di atas tebing. Mereka pun bertiga pergi dengan menunggang kuda menuju ke kota Bailing.


Putri Dao Lin menumpang di belakang pengawalnya, sementara kusir kereta yang juga seorang pengawal berkuda sendiri disamping mereka. Ketiga orang itu telah berganti pakaian seperti pendekar dan pergi ke kota Bailing.


Putri Dao Lin memiliki tugas penting, sehingga dia tidak ingin gagal demi kerajaan Dao. Jadi dia harus berusaha maksimal untuk menghilangkan kutukan terhadap kerajaan Dao dan mengejar Shen Long.


Dalam perjalanannya, Putri Dao Lin merasa menyesal dengan kata-katanya di kota Daosen. Dia ingin meminta maaf secara langsung pada Shen Long yang terlihat marah setelah mendengar kata-kata darinya.


“Maafkan aku tuan Shen, aku tidak bermaksud tidak hormat padamu. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana.” gumam Dao Lin dalam hatinya.


Kota Bailing, terletak di kaki sebuah gunung yang disebut dengan Gunung Beruang Putih. Kota ini terletak di wilayah kerajaan Shao yang sebelumnya selalu berselisih dengan kerajaan Dao. Namun kini mereka perlahan telah mulai melakukan gencatan senjata dan kondisi menuju ke arah perdamaian.


Namun, kedatangan salah satu dari keluarga kerajaan Dao secara diam-diam ke wilayah kerajaan Shao tentu akan membuat tanda tanya dari pihak kerajaan Shao dan bisa menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berakibat berakhirnya gencatan senjata.


Putri Dao Lin menyadari hal ini, sehingga dia bermaksud untuk tidak mencolok saat datang ke kota Bailing yang terletak tak jauh dari istana kerajaan Shao.


Kerajaan Shao berbeda dengan kerajaan Dao, jumlah laki-laki di kerajaan Shao cukup banyak. Tetapi selama ini kerajaan Dao tidak pernah mencari laki-laki dari kerajaan Shao, dan kerajaan Dao lebih memilih mencari laki-laki dari kerajaan lainnya.


Hal itu juga menyulut kecemburuan dan kekesalan para laki-laki dari kerajaan Shao yang datang ke kota Daosen selama ini. Ketika wanita dari kerajaan Dao mengetahui laki-laki itu berasal dari kerajaan Shao, maka para wanita dari kerajaan Dao segera menjauhi mereka.


Itulah yang menyebabkan meskipun mereka melakukan gencatan senjata, namun dendam masa lalu tidak pernah lepas dalam diri wanita kerajaan Dao. Secara naluriah mereka akan menghindari laki-laki yang berasal dari kerajaan Shao.

__ADS_1


Di kota Bailing terdapat sekte Beruang Putih yang markas utama mereka terletak di gunung Beruang Putih yang berada di belakang kota Bailing. Antara sekte Beruang Putih dan sekte Bunga Mawar dari kota Daosen telah terjalin kerja sama selama ini.


Kedua sekte sering melakukan pertukaran sumber daya obat-obatan dan juga berbagai sumber daya lainnya. Dan Xu Xian telah sering pergi ke kota Bailing serta ke markas utama sekte Beruang Putih untuk bertemu dengan ketua sekte Beruang Putih.


__ADS_2