
Para penonton yang sebagian besar merupakan mogullian dan mogull bersorak ketika melihat dewa itu mengejang kesakitan akibat sisa energi perusak di dalam tubuhnya yang menghantam organ dalamnya hingga dia tewas mengejutkan.
Mogull yang memenangkan pertandingan itu menyilangkan tangannya di dada dengan wajah angkuh menatap kematian dewa di depannya itu. Kemudian dengan tersenyum dia mengangkat tangannya ke atas sebagai tanda kemenangan.
OOOUUWWW....
Sorak penonton ketika menyaksikan kemenangan singkat mogull itu. Mereka mengelu-elukan mogull yang menang itu dan membuat kepala mogull itu semakin membesar.
Darshan tersenyum puas melihat petarungnya memenangkan pertandingan itu. Sementara Loushan juga merasa puas meskipun petarungnya kalah karena memang dia ingin membunuh dewa itu dengan mengenaskan.
“Baik, kini siapa yang ingin mengeluarkan petarungnya kembali?” tanya Wanshan.
“Nona ShiMei, bagaimana jika kamu mengeluarkan petarungmu?” kata Darshan sambil tersenyum mengejek pada ShiMei.
Melihat senyuman Darshan, wajah ShiMei terlihat jelek. Dia menyaksikan pertarungan tadi dan tubuhnya juga merasa menggigil saat melihat kekuatan jurus tinju tanpa bayangan itu.
ShiMei tidak tahu apakah Shen Long akan bisa melawan hal itu. Namun niat awal dirinya adalah menguji kekuatan Shen Long sekaligus mencari keuntungan untuk dirinya dan juga mendapatkan informasi dari tempat itu.
“Baik. Aku akan memanggil petarungku,” kata ShiMei.
Sementara itu di ruang peserta yang masuk lewat pintu sebelah kanan, Shen Long tiba di sebuah ruangan ganti yang terdapat beberapa petarung di dalamnya dengan tubuh-tubuh yang kekar.
Namun Shen Long tidak terlalu memperhatikan mereka. Pandangan Shen Long tertuju pada seorang berkepala botak yang berpakaian mirip seorang pendeta yang sedang duduk bersila di atas bangku sambil bermeditasi memejamkan matanya.
“Kekuatan orang itu tak jauh dariku. Mungkin dia berada di alam bintang tingkat 9” batin Shen Long menilai kekuatan pendeta botak itu.
__ADS_1
“Hei kurus, apakah kamu yang bernama Shen Long?” tiba-tiba seorang datang memandang ke arahnya.
Shen Long menoleh ke arah datangnya suara itu. Tampak seorang mogullian yang datang dan memanggil dirinya atas perintah ShiMei. Shen Long lalu berdiri dan berjalan ke arah mogullian itu. “Iya, aku Shen Long” sahutnya.
“Ikutlah denganku!” ajak mogullian itu yang kemudian berjalan memimpin di depan Shen Long.
Shen Long mengikutinya di sebuah lorong yang ujungnya terang benderang. Shen Long memasuki arena yang berada di depannya. “Rupanya ini adalah arena pertarungan di dunia ini,” gumam Shen Long dalam hatinya.
Mogullian itu lalu menyuruh Shen Long naik ke atas arena yang telah menanti petarung berbadan tinggi kekar yang membunuh dewa tadi. Tubuh dewa yang mati tadi telah diangkut pergi oleh petugas di tempat itu.
Shen Long mengikuti apa yang disuruh oleh mogullian itu. Dia berjalan menaiki arena dan melihat sekelilingnya. Mata Shen Long lalu tertuju pad ShiMei yang duduk di deretan bangku khusus bersama para mogull dan mogullian yang berpakaian mewah.
“Rupanya kamu mencari informasi ditempat ini sambil menguji kekuatanku.” gumam Shen Long saat melihat ShiMei sedang duduk disana sambil berbicara dengan yang lainnya.
“Ayo Darshan, berapa kamu berani bertaruh?” tanya ShiMei kemudian.
“Hahaha... melihat tubuh petarungmu yang kurus seperti itu, aku rasa akan sama seperti dewa sebelumnya. Dia akan mati dalam satu jurus oleh petarungku,” sahut Darshan.
“Benar, pertarungan ini tidak akan lebih seru dari sebelumnya. Aku rasa kekuatannya tidak sekuat dewa tadi,” timpal Loushan sambil mencibir.
Mata ShiMei berkedut melihat kedua mogull itu meremehkan petarung miliknya. Dia segera mengeluarkan beberapa surat dan berteriak,”Aku akan bertaruh 1M batu spirit untuk petarungku.”
Wajah Darshan dan Loushan terkejut mendengar perkataan ShiMei. Mereka saling menoleh dan tertawa. “Hahaha... baiklah aku akan melawanmu dengan 1M batu spirit,” sahut Darshan meremehkan.
“Hahaha... Aku akan memberikan bonus juga untuk 1M bagi petarung yang menang. Karena hatiku sedang senang setelah kematian dewa tadi” timpal Loushan yang juga meremehkan.
__ADS_1
Wanshan yang berada di tempat itu segera mencatat perjanjian mereka dan meminta ketiga orang itu untuk memberikan tanda jari jempol mereka di atas surat yang telah disediakan oleh Wanshan.
“Baik, untuk kalian bertiga telah dibuatkan perjanjian taruhan.” kata Wanshan.
Kemudian Wanshan mengangkat tangannya dan memberikan instruksi pada petugasnya untuk menampilkan nilai pertaruhan di atas langit ruangan itu. Tampak angka 1 berbanding 10 untuk pertarungan antara mogull itu melawan Shen Long.
Mogull itu mendapatkan angka 1 sedangkan Shen Long mendapatkan angka 10 yang berarti bagi mereka yang memasang mogull itu akan mendapatkan hasil kemenangan satu kali dari taruhan mereka sedangkan jika memasang Shen Long akan mendapatkan sepuluh kali dari taruhan mereka.
Para penonton yang hadir memenuhi tempat itu segera memasangkan taruhan mereka pada petugas yang ada disana. Tampak nilai pertaruhan di layar itu dimana angka 10M muncul di samping wajah mogull tersebut yang berarti nilai pertaruhan total di pihak mogull itu adalah 10M batu spirit.
Sedangkan di pihak Shen Long hanya muncul angka 100 yang artinya hanya mendapat pertaruhan sebesar 100 batu spirit saja.
Melihat besarnya taruhan atas dirinya membuat wajah mogull di depan Shen Long bersemangat. Dia mengaum dengan keras membakar semangat dirinya karena merasa senang dan yakin memenangkan pertarungan itu. Dia akan mendapatkan 10 persen dari hasil pertaruhan itu yang berarti dia akan mendapat hasil 1M batu spirit.
Perjanjian di tempat itu adalah dari kemenangan akan dipotong 20 persen oleh pengelola dan 10 persennya akan diberikan pada petarung. Jadi para penonton yang bertaruh hanya mendapatkan 80 persen dari kemenangan saja. Namun jika kalah, uang pertaruhan mereka akan ludes. Demikian juga petarung yang kalah tidak akan mendapatkan apapun.
Shen Long tidak mempedulikan nilai dan hasil dari pertaruhan atas dirinya. Dia hanya memikirkan bagaimana mendapatkan informasi tentang sekte Cahaya dari tempat ini. Jadi dia mengandalkan ShiMei untuk bisa mendapatkan informasi tersebut.
Para penonton bersorak saat lonceng tanda dimulainya pertarungan itu telah dibunyikan.
Mogull itu berjalan perlahan ke arah Shen Long dengan sombongnya. “Menyerahlah, aku tidak akan memukulmu dengan keras. Kamu cukup turun saja dari arena ini,” kata mogull itu pada Shen Long.
Mendengar perkataan mogull itu Shen Long tidak melakukan gerakan apapun. “Apakah di dunia ini dengan omong besar sudah berarti memenangkan pertandingan?” sahut Shen Long mengejeknya.
Mata mogull itu memerah dan hatinya panas mendengar ejekan sederhana dari Shen Long. Dia segera bersiap untuk menyerang dengan pukulannya pada Shen Long. “Kamu sendiri yang mencari mati. Jangan salahkan aku,” sahutnya.
__ADS_1