Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 359 | Kota Kuno Api Abadi


__ADS_3

Shen Long akhirnya berteman dengan Qiongqi. Kemudian Shen Long berjalan memasuki ruang bagian dalam kembali dan melanjutkan meditasinya. Putri LingMei dan Qiongqi menunggunya di ruang luar sambil berjaga-jaga.


“Aku baru saja menerobos Alam Semesta Besar. Aku harus memurnikan lagi buah Akar Api ini sebelum kembali ke kediaman sekte Cahaya,” batin Shen Long. Dia pun melanjutkan meditasinya untuk memurnikan lagi buah Akar Api dalam tubuhnya.


Dalam satu jam akhirnya Shen Long mampu memurnikan buah Akar Api keseluruhan dan kekuatannya meningkat hingga tahap puncak Alam Semesta Besar.


Setelah mencapai keberhasilannya, Shen Long pun hendak kembali menuju ke atas tanah Gurun Api namun Qiongqi menghalanginya keluar.


“Tuan, sebaiknya kamu mengikutiku. Aku ada suatu hal lain yang mungkin bisa membantumu,” kata Qiongqi padanya.


Shen Long menatap Qiongqi yang melihatnya dengan serius. “Baiklah, antarkan kami kesana.”


Qiongqi lalu masuk ke ruangan dalam lalu dengan giginya dia membuka tuas yang ada tersembunyi di ruangan tersebut. Shen Long melihal lagi lorong yang muncul di ruang bagian dalam itu. “Sebenarnya berapa banyak ruangan di bawah ini?” tanya Shen Long.


“Tuan, di bawah Gurun Api ini adalah sebuah kota kuno yang dulu disebut Kota Kuno Api Abadi. Ini hanya bagian kuilnya saja. Kota kuno itu terhubung dengan kuil ini dengan lorong-lorong antar ruangan,” jelas Qiongqi.


Putri LingMei yang berasal dari Loka 888 ini terkejut. Dia sendiri tidak mengetahui tentang kota kuno ini. Shen Long dan Putri LingMei merasa tertarik untuk mengetahui tentang kota kuno Api Abadi itu.


“Aku akan mengantar kalian. Tapi sebelum itu aku akan menutup kuil ini terlebih dahulu untuk menghindarkan orang lain yang datang kemari.”


Qiongqi lalu berjalan kembali ke bagian luar lalu dia menekan sebuah tuas dengan kepalanya sehingga ruang luar itu bergetar dan bagian lantainya menutup dari dunia luar.


Qiongqi lalu berjalan memimpin di depan Shen Long dan Putri LingMei untuk mengajak mereka memasuki lorong itu lebih jauh ke dalam untuk pergi ke kota kuno.

__ADS_1


Saat mereka tiba di ruangan lain, lorong tadi menutup kembali. Qiongqi lalu membuka lagi lorong berikutnya dan mengajak Shen Long dan Putri LingMei melanjutkan perjalanan mereka.


Akhirnya setelah melalui tiga ruangan, mereka tiba di sebuah kota kuno yang sangat luas di bawah Gurun Api. Tampak sebuah api abadi berkobar di puncak piramid yang ada di kota tersebut. “Inilah sebenarnya sumber dari panas Gurun Api,” kata Qiongqi pada mereka.


Shen Long dan Putri LingMei merasa takjub melihat kota yang bangunannya berwarna kuning seperti emas berbentuk piramid-piramid di tempat yang seperti gua yang luas itu.


Langit-langit gua itu seperti kristal berwarna putih dan kokoh menyangga Gurun Api di atas tanah agar tidak runtuh menimpa kota kuno. Air tampak mengalir di beberapa bagian langit menuju ke piramid air yang mengalir di sepanjang kota kuno.


“Dimana para penghuni kota ini?” tanya Shen Long pada Qiongqi.


“Tuan, kota ini telah mati ribuan tahun yang lalu saat terjadi bencana alam yang sangat dahsyat. Semua penghuni musnah dan kota ini tenggelam di dalam tanah Gurun Api. Hanya seorang guru sakti dari kota kuno ini yang berhasil hidup dan menyangga kota ini agar tidak hancur dan terkubur oleh Gurun Api.”


Shen Long dan Putri LingMei mendengarkan penjelasan Qiongqi dengan seksama. Mereka berjalan mengelilingi kota kuno itu dan mengaguminya. “Dimana guru sakti itu saat ini?”


Qiongqi lalu berjalan menuju sebuah bangunan piramid yang berada di sisi kanan piramid api abadi yang terletak di tengah-tengah kota kuno itu. Tampak jasad seorang lelaki tua yang sudah membatu duduk bersila di dalam piramid itu. Tubuhnya tetap utuh meskipun jasad itu telah berusia ribuan tahun.


Qiongqi lalu mengajak Shen Long dan Putri LingMei memasuki piramid gurunya. Qiongqi lalu membungkuk dan memberi hormat pada gurunya. Shen Long dan Putri LingMei pun turut membungkuk dan memberi hormat pada jasad guru sakti itu.


“Guruku adalah seorang yang memiliki kekuatan dewa naga sepertimu tuan.” kata Qiongqi kemudian.


Putri LingMei terkejut mendengar hal itu. Dia baru mengetahui bahwa dimasa lalu juga ada seseorang yang memiliki kekuatan naga di Loka 888 ini. Tapi kehidupannya berada jauh ribuan tahun dimasa lalu.


“Guru pernah berpesan padaku sebelum kematiannya. Agar aku membakar jasadnya setelah aku bertemu dengan seseorang yang juga memiliki kekuatan dewa naga. Sepertinya guru telah meramalkan kedatanganmu ke tempat ini tuan.” Qiongqi menjelaskan lagi sambil bersiap untuk membakar jasad gurunya dengan menggunakan api di sayapnya.

__ADS_1


Shen Long tidak mengerti apa maksud dari hal itu. Dia juga merasa terkejut karena sebelumnya Libao pernah memberitahukan dirinya bahwa di Loka ini tidak ada mahluk yang memiliki kekuatan dewa naga.


Api mulai membakar tubuh Guru Sakti setelah sayap Qiongqi memeluk gurunya dan mengalirkan kekuatan untuk menyalakan api di sayapnya.


Jasad Guru Sakti perlahan berubah menjadi debu, namun Qiongqi, Shen Long dan Putri LingMei terkejut karena dari tubuh Guru Sakti yang telah menjadi debu menyisakan sebuah benda bulat kecil seperti kristal yang memancarkan cahaya.


Benda itu kemudian terbang melayang lalu meluncur ke arah Shen Long dan masuk ke dalam tubuhnya.


Jleb!


Benda bulat kecil itu melebur di dalam tubuh Shen Long. “Ini inti sari dewa naga.” Shen Long tidak sempat berpikir ketika benda itu telah memasuki tubuhnya.


“Ternyata guru ingin mewariskan kekuatan dewa naganya padamu tuan,” sahut Qiongqi sambil tersenyum pada Shen Long dan membungkuk hormat padanya.


Shen Long tampak kebingungan karena di dalam pikirannya muncul berbagai ingatan dari Guru Sakti yang mulai menyatu dengan ingatannya. Berbagai jurus dan kekuatan yang dimiliki oleh Guru Sakti muncul dalam ingatan Shen Long.


Wajah Shen Long tampak tertegun kaku melihat ingatan tersebut. Dia lalu merasakan tubuhnya menjadi panas hingga keringat bercucuran di tubuhnya. “Pa-panas!” Shen Long hampir berteriak karena merasakan tubuhnya terbakar.


Shen Long seperti meracau dan berguling-guling di lantai piramid guru sakti. Meskipun kekuatan Shen Long telah mencapai tahap akhir alam Semesta Besar, namun rasa panas ini melebihi kekuatan miliknya.


Qiongqi dan Putri LingMei terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long. Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menolongnya.


Shen Long tidak bisa menahan diri dan keluar dari piramid itu menuju ke piramid air untuk mendinginkannya. Namun yang terjadi air itu justru membuat tubuhnya menjadi terasa bertambah panas. Air tersebut menguap ketika menyentuh tubuhnya dan oksigen yang dihasilkan membuat tubuhnya menjadi semakin terasa terbakar.

__ADS_1


__ADS_2