Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 118 | Menuju lorong kematian


__ADS_3

Jungwen yang telah diobati lukanya merasa bersemangat kembali.


“Guru, bantu aku membalaskan dendam ini pada orang itu” pinta Jungwen.


“Baiklah, aku akan membantumu kali ini. Namun sebaiknya kamu juga terus berlatih untuk meningkatkan kekuatanmu. Jangan hanya bergantung padaku terus nanti” sahut Gurunya.


“Baik Guru” sahut Jungwen senang mendengar kesanggupan guru untuk membantunya.


“Shen Long, kamu akan segera mati. Dewi Suci, kamu akan memohon padaku nanti: gumam Jungwen dalam hatinya.


“Orang ini sangat bodoh. Jika saja aku tidak memerlukannya, aku tidak akan menolongnya” pikir Dewa Iblis Mo Luo


“Lagipula, seorang manusia bisa membuat segel pelacak seperti ini, tentu latar belakangnya tidak sederhana. Aku harus berhati-hati” pikirnya kembali.


Tepat ketika dia memikirkan siapa lawannya, tiba-tiba Dewa Iblis Mo Luo terkejut. Matanya terbelalak merasakan sebuah energi telah menghancurkan formasi Dewa yang melindungi tempat persembunyiannya saat ini.


“Kurang Ajar, ini pasti orang dari dunia langit yang mengejarku ke tempat ini. Sialan, anak ini menggiring mereka kemari. Aku harus menjauhkan mereka dari tempat ini. Jangan sampai mereka menyadari tujuanku disini.” gumamnya sambil melotot ke arah Jungwen dengan marah.


Jungwen menggigil melihat gurunya melotot ke arahnya, dia tidak mengerti apa yang telah terjadi. Lalu dia merasakan lehernya menjadi dingin kemudian nafasnya terhenti karena dicekik oleh tangan Dewa Iblis Mo Luo hingga tulang lehernya patah.


Dewa Iblis Mo Luo kemudian membuat formasi dewa ilusi dengan menggunakan darah Jungwen lalu hendak menyelinap keluar dari dalam gua tersembunyi itu.


Guru Wang Yu, Putri Shui dan Shen Long yang turun menuju gua tersembunyi, tiba-tiba melihat bayangan berkelebat keluar dari gua tersembunyi. Kemudian mata mereka melihat Jungwen muncul dan menghadang mereka.


“Ini formasi ilusi, aku akan mengejar Dewa Iblis Mo Luo. Kalian periksa di dalam gua tersembunyi itu” kata Guru Wang mengejar bayangan yang berkelebat tadi.


Meskipun tubuh Jungwen adalah ilusi, namun serangannya nyata. Dia pun dengan ganas menyerang ke arah Shen Long dan Putri Shui yang hendak memasuki gua.


“Shen, cepat selesaikan bayangan itu agar formasi ilusinya hilang” teriak Putri Shui


“Baik” sahut Shen Long tanpa ragu kemudian mengeluarkan kekuatan Raja Dewa nya tahap akhir untuk menghancurkan bayangan Jungwen.


Ketika pukulan Shen Long mengenai bayangan Jungwen, tubuhnya hancur lalu terjadi perubahan pada keadaan sekitar mereka.

__ADS_1


“Benar-benar formasi ilusi dewa” gumam Shen Long dalam hatinya


Kemudian dia bersama Putri Shui segera memasuki gua tersembunyi tersebut. Didalamnya dia menemukan jasad Jungwen yang telah tewas mengenaskan dengan leher yang patah.


“Orang ini sangat kejam. Bahkan muridnya sendiri dibunuh seperti ini” pikir Shen Long


“Apa yang dilakukan Dewa Iblis Mo Luo di tempat ini sehingga dia bersembunyi selama ini?” Putri Shui mencoba melihat tempat ini melalui penglihatan dewanya.


“Tidak ada sesuatu yang aneh, tempat ini terlihat biasa-biasa saja, disamping adanya energi spiritual namun tidaklah besar. Tempat ini nyaris seperti gua biasa saja” gumam Putri Shui kembali


“Shen, kamu disini dulu. Aku akan menyusul Guru untuk membantunya” kata Putri Shui yang langsung pergi meninggalkan Shen Long sendiri di dalam gua itu.


Shen Long yang berkeliling di tempat itu juga tidak menemukan hal yang aneh, dia kemudian mendekati mayat Jungwen dan mengambil cincin penyimpanannya.


“Anak ini cukup kaya sebagai ketua sekte Singa Barat. Lumayan mendapat sejumlah uang serta pil obat di dalamnya.” gumam Shen Long.


“Apa ini?” pikir Shen Long ketika melihat sebuah gulungan di dalam cincin penyimpanan Jungwen.


“Ini seperti peta sebuah istana, kelihatannya berada di sekitar tempat ini” pikir Shen Long setelah melihat gulungan peta tersebut.


Dengan menggunakan peta tersebut, Shen Long keluar dari dalam gua itu lalu menuruni dinding tebing itu seakan-akan mencari sesuatu dari peta.


“Sepertinya peta menunjuk ke arah tebing ini. Tapi tidak ada apa-apa disekitar sini” gumam Shen Long yang melayang melihat dinding tebing di bawah gua tersembunyi itu.


Tiba-tiba seekor kelelawar terbang menembus dari dalam dinding tebing itu.


“Apa? Bagaimana bisa binatang itu muncul dari dalam tebing ini?” Shen Long terkejut oleh munculnya kelelawar tersebut.


Dia lalu meraba dinding tempat datangnya kelelawar itu. Dia terkejut melihat tangannya masuk menembus ke dalam dinding tebing itu


“Apakah ini formasi dewa ilusi?” gumamnya kembali


Shen Long lalu mencoba memasukkan kepalanya ke dalam dinding tersebut. Di dalam dinding dia melihat sebuah lorong gua yang tidak terlalu besar dan gelap.

__ADS_1


“Ternyata di bawah gua tersembunyi, terdapat lagi gua tersembunyi lainnya” pikir Shen Long yang kemudian sudah masuk ke dalam gua tersebut.


Shen Long kemudian mengeluarkan Api Neraka yang di dapatnya dari alam rahasia untuk menerangi gua tersebut. Api Neraka terbang melayang di depan Shen Long dan menerangi gua tersebut.


Setelah memasuki gua lebih dalam, Shen Long merasa sesuatu yang aneh pada dirinya. Semakin jauh dia berjalan memasuki gua tersebut, hatinya semakin kacau, jantungnya berdebar kencang. Kemudian dia mengatur nafasnya dengan bermeditasi untuk melatih tubuhnya menyesuaikan terhadap situasi di dalam gua tersebut.


Saat jantung dan hatinya menjadi tenang, dia pun melanjutkan perjalanannya. Hingga dia tiba di sebuah persimpangan. Ada dua lorong gua di dalamnya dan bagian atas gua sebelah kiri bertuliskan kehidupan sedangkan yang di kanan bertuliskan kematian.


Shen Long bingung memilih kemana dia harus masuk. Lalu dia melihat ke dalam peta dan terkejut. Tidak ada tergambar dua lorong di dalam peta tersebut. Hanya ada satu lorong yaitu yang ke arah kanan.


“Hanya ada jalan menuju lorong kematian” pikir Shen Long.


Dia berpikir keras sebelum melangkah, namun karena peta menggambarkan seperti itu. Maka dia akhirnya memilih untuk memasuki lorong kematian di sebelah kanannya.


Begitu masuk ke dalam lorong tersebut, tubuhnya tiba-tiba ditarik oleh kekuatan yang sangat besar, tergelincir turun ke kedalaman yang sangat jauh kemudian terhempas di sebuah dataran jauh di kedalaman gua.


Api Neraka yang mengikutinya segera membesar untuk menerangi sekeliling dataran di kedalaman gua tersebut.


Tampak di dinding-dinding gua tersebut sebuah pilar-pilar besar mengelilingi dataran tersebut.


“Tempat apa ini?” pikir Shen Long yang kemudian melihat peta kembali.


“I..Ini sebuah aula istana yang tergambar di dalam peta” gumamnya


Shen Long mengelilingi pilar-pilar di dinding itu sambil mengamati peta.


“Disini harusnya ada pintu menuju ke ruang sebelahnya” gumamnya.


Dia pun mengetuk dinding diantara dua pilar tersebut dan mendengar suara pantulan yang kosong di dalamnya.


“Benar, di dalam dinding ini ada ruangan seperti yang ditunjukkan oleh peta ini”


Kemudian Shen Long mengerahkan tenaganya untuk menghancurkan dinding tersebut. Lalu tampak sebuah ruang di delamnya.

__ADS_1


__ADS_2