
Kedua suami istri Zhong Quan dan Yuan Wei tidak menduga bahwa anak yang baru saja diangkat oleh mereka adalah seorang Putra Langit yang kelak akan menjadi Kaisar Langit.
Wajah mereka berubah antara senang dan cemas karena akhirnya memahami kenapa Kaisar Langit dan Kaisar Dewa Iblis mengejar anak angkat mereka.
“Shen, selama kamu berada di alam Mutiara. Kami bertiga akan melindungimu” katak ibunya Yun Wei.
“Terima kasih Ibu, tapi aku cepat atau lambat harus menghadapinya. Aku tidak mungkin bersembunyi terus” sahut Shen Long.
Mendengar jawaban Shen Long, kedua orang tua angkatnya menghela nafas membenarkan kata-kata Shen Long. Mereka tidak bisa selama-lamanya bersembunyi dari masalah ini.
“Shen, kamu sekarang sudah berada di Raga Mutiara bintang 2, kekuatanmu bahkan melebihi kekuatanku sekarang. Aku sudah memberikan petunjuk padamu untuk menembus alam Bintang.” kata Pendeta Agung
“Benar, kamu sudah tinggal selangkah lagi untuk menembus alam Bintang dan sejajar dengan kekuatan Kaisar Langit” timpal Zhong Quan
“Apakah kamu sudah menemukan Mustika Bintang milik Gurumu Yan Luo?” tanya Pendeta Agung
“Aku sudah menemukannya Guru” sahut Shen Long.
Pendeta Agung terkejut mendengar jawaban dari Shen Long, dia tidak menyangka bahwa Mustika Bintang yang selama ini masih dicari oleh Kaisar Langit juga telah jatuh ke tangan Shen Long.
“Bagus!. Sungguh keberuntungan. Dengan menggunakan petunjuk dariku dan tehnik pemurnian serap jiwa milik Gurumu Yan Luo. Tidak akan butuh lama bagimu untuk menembus alam Bintang dengan menyerap energi dari Mustika Bintang tersebut” sahut Pendeta Agung.
“Shang Yu, apakah kamu pernah mendengar tentang alam Naga?” tanya Zhong Quan pada Pendeta Agung
Pendeta Agung mengernyitkan alisnya mendengar pertanyaan dari Zhong Quan.
“Alam Naga adalah tempat hidupnya 9 Dewa Naga Dunia Langit. Aku pernah mendengar nama tempat itu” sahut Pendeta Agung
“Kami telah menemukan Alam Naga tersebut” kata Zhong Quan
“Benarkah?” Pendeta Agung terkejut mendengar kata-kata Zhong Quan
__ADS_1
“Kalian ikuti aku” ajak Zhong Quan pada Pendeta Agung dan Shen Long
Kemudian mereka berempat pergi ke belakang rumah kediaman suami istri itu menuju ke sebuah tebing yang berada di sekitar kaki Gunung Mutiara.
“Di bawah tebing ini ada sebuah pintu portal menuju Alam Naga. Mari kita kesana” lanjut Zhong Quan mengajak Pendeta Agung dan Shen Long pergi ke bawah tebing bersama istrinya Yuan Wei.
Tebing itu cukup tinggi dan tidak kelihatan dasarnya. Setelah cukup jauh turun ke bawah tebing, Zhong Quan lalu berhenti dan menekan sebuah batu di tebing tersebut.
Lalu tampak sebuah pintu portal muncul di dinding tebing, kemudian Zhong Quan bersama istrinya mengajak Pendeta Agung dan Shen Long pergi ke dalam portal tersebut.
Mereka kemudian memasuki Alam Naga Dunia Langit. Tampak di alam tersebut, deretan pegunungan yang berwarna putih salju menutupi puncak pegunungan tersebut. Dari kejauhan, di atas pegunungan itu tampak beberapa ekor naga terbang mengelilinginya.
Pendeta Agung tertegun tidak menyangka Alam Naga berada di tempat ini. Wajahnya terlihat cerah dan tersenyum lalu menoleh ke arah Shen Long.
“Shen, Alam Naga ini adalah tempat yang cocok untukmu berlatih meningkatkan kultivasimu. Kamu memiliki energi Dewa Naga yang merupakan leluhur dari para Naga itu.” sahut Pendeta Agung
Shen Long tersenyum dan bersemangat mendapatkan tempat untuk latihan di alam Naga tersebut.
“Aku rasa, kamu bisa tinggal disini untuk berlatih. Tidak akan butuh lama untukmu menembus alam Bintang jika kamu bisa menyerap sebanyak mungkin energi dari Mustika Bintang milik Gurumu Yan Luo” kata Pendeta Agung.
“Kami akan pergi meninggalkanmu untuk berlatih Shen. Kami menunggumu di kediaman kami” kata Yuan Wei
“Baik Ibu” sahut Shen Long.
Lalu mereka bertiga pergi keluar dari alam Naga tersebut dan meninggalkan Shen Long sendirian di dalamnya.
Shen Long kemudian mencari tempat yang baik untuk berlatih di dalam Alam Naga tersebut. Dia terbang mengelilinginya dan menemukan sebuah gua yang cukup besar, lalu turun dan memasuki gua tersebut.
Di dalam gua dia kemudian duduk mengeluarkan Mustika Bintang yang kali ini diubahnya menjadi bentuk aslinya yaitu berupa bola bercahaya terang seperti bintang.
Lalu dia duduk di depan Mustika Bintang untuk bersiap menyerap energi dari dalamnya dengan ilmu permurnian serap jiwa milik Gurunya Yan Luo.
__ADS_1
Saat menyerap energi tersebut terjadi perubahan dalam tubuh Shen Long, kemudian dia berhenti untuk menyesuaikan tubuhnya sebelum menyerap energi kembali.
Setelah berulang kali melakukannya, tubuhnya merasa nyaman dan mampu menyerap lebih banyak energi lagi.
Tak terasa energi Mustika Bintang hampir habis diserap olehnya. Tampak cahaya dari bola mustika itu sudah mulai redup. Shen Long merasakan energi dalam tubuhnya bertambah beratus kali lipat dari sebelumnya.
“Apakah tubuhku masih mampu menyerap energi lagi?” pikir Shen Long
Dia lalu meneruskan menyerap energi itu sebanyak mungkin hingga dia merasakan tubuhnya penuh dan tidak ada sisa lagi untuk menampung tambahan energi. Saat itu dia melihat bola Mustika Bintang sudah tidak mengeluarkan cahaya kembali.
“Tubuhmu benar-benar bisa menyerap seluruh energi dari Mustika Bintangku Shen. Aku benar-benar tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri” bisik Yan Luo
Kini Mustika Bintang sudah tidak lagi menyimpan energi dan sudah kembali menjadi bola batu biasa permata biasa.
Shen Long merasakan tubuhnya sangat ringan dan nyaman. Lalu dia mengolah energi tersebut sesuai petunjuk dari Pendeta Agung untuk membangkitkan kesembilan naga dalam tubuhnya sekaligus.
Aliran energi dalam tubuhnya mengalir mengikuti petunjuk dan membangkitkan kesembilan naga satu persatu hingga kesembilan naga tersebut bangkit dan aktif.
Lalu Shen Long menggabungkan ke sembilan naga dalam tubuhnya tersebut yang kemudian bersatu membentuk naga yang lebih kuat berwarna putih cemerlang. Kemudian naga itu membersihkan seluruh saluran energi dalam tubuhnya kemudian keluar melalui ubun-ubunnya terbang ke atas langit.
Tiba-tiba keadaan langit di alam Naga berubah ketika Shen Long berhasil menembus alam Bintang. Langit yang sebelumnya terang berubah menjadi gelap dan banyak petir yang menyambar menuju ke arah gua tempat Shen Long berada.
Shen Long membuka matanya dari meditasi, tubuhnya bercahaya putih cemerlang. Matanya cerah dan tubuhnya merasa penuh semangat.
“Aku berhasil Guru. Akhirnya aku menembus alam Bintang” kata Shen Long bersorak gembira.
Petir berkali-kali menyambar ke arahnya, namun dia seperti tidak merasakan apa-apa.
Shen Long lalu berjalan keluar dari mulut gua, petir tidak henti-hentinya menyambar ke arahnya.
Para Naga yang tadinya terbang di atas pegunungan terlihat panik oleh perubahan cuaca yang terjadi tiba-tiba itu.
__ADS_1
Melihat hal itu, Shen Long segera menyesuaikan energinya untuk menghilangkan imbasnya pada alam Naga tersebut.