Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 485 | Umpan Xu Xian


__ADS_3

NingYue mengkerutkan keningnya mengingat orang yang telah memukul bagian belakang kepalanya sebelum dia pingsan.


“Ng... Kalau tidak salah orang itu bernama Xu Xian. Dia datang dengan lelaki tua yang bernama Yong Chun yang mengaku guru dari ketua sekte Beruang Putih.”


“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan lelaki tua itu. Aku sudah mengirimnya bertemu dengan murid-muridnya,” sahut Shen Long.


“Lalu dimana wanita Xu Xian itu? Aku tidak melihatnya sejak tadi,” lanjut Shen Long bertanya pada NingYue.


NingYue memegang kepalanya yang masih terasa sedikit sakit. Melihat hal itu, Shen Long lalu memberikannya pil obat pemulihan untuk mengobati luka di kepalanya.


“Aku tidak tahu kak. Aku dibuat pingsan olehnya sebelum dia pergi.”


Kemudian Shen Long menghela nafasnya mendengar hal itu. “Baiklah, biarkan saja wanita itu. Mari kita pergi ke rumah kediaman istriku. Mereka ingin bertemu denganmu,” kata Shen Long dengan senyuman.


“Me-Mereka?”


“Eh, kamu tidak berpikir aku hanya punya satu istri kan?” Shen Long tersenyum pada NingYue.


Mata NingYue berkedut mendengar perkataan Shen Long.


“Memangnya berapa jumlah istrimu kakak Shen?” wajah NingYue menjadi merah setelah menanyakan hal itu.


“Sebelumnya aku punya delapan istri, kini hanya tinggal dua saja. Eh, tiga termasuk kamu,” sahut Shen Long.


Wajah NingYue tersipu malu mendengar Shen Long menyebutnya istri. Dia merasa hatinya senang oleh pengakuan itu.


“Baiklah, ayo kita pulang!” ajak Shen Long yang kemudian pergi dengan menggendong NingYue kembali ke Gunung Abadi.


Setelah tiba di kediaman Yun Mei, ketiga wanita cantik itu terdiam duduk berhadap-hadapan dan saling mengamati masing-masing.


Shen Long tidak mengerti apa yang terjadi, oleh sebab itu dia pun hendak pergi dari tempat itu.


“Aku akan berlatih terlebih dulu! Kalian mengobrollah dulu bertiga,” katanya sambil berdiri meninggalkan ketiga wanita cantik itu di dalam rumah.


Shen Long segera bergerak cepat menuju ke lereng lain Gunung Abadi untuk berlatih. Dia memikirkan bahwa kekuatannya masih perlu ditingkatkan lagi, karena di alam semesta lain masih banyak orang yang lebih kuat darinya.

__ADS_1


Shen Long tidak ingin nanti pemusnahan terjadi di alam semesta tempat tinggal asalnya.


“Aku harus bisa menerobos hingga tahap akhir alam kesadaran semesta,” gumamnya dalam hati.


Kemudian Shen Long mulai berlatih dengan bermeditasi dan mengalirkan energi di tubuhnya sesuai petunjuk yang diberikan oleh PangYu.


Di sebuah kota yang cukup ramai di wilayah Kekaisaran Naga wilayah tengah, seorang wanita cantik berjalan melihat-lihat keadaan kota itu dengan wajah kagum. Xu Xian yang datang dari Loka 1 ke Loka ini bersama Yong Chun tampak berjalan sendiri di tengah kota itu dengan wajah senang.


“Aku merasa senang datang ke Loka ini. Sungguh dunia yang menarik dibandingkan tempat asalku,” gumamnya.


Xu Xian yang sedang menikmati keramaian di kota itu tiba-tiba melihat rombongan pejabat istana kekaisaran berhenti dan memasuki sebuah penginapan mewah di kota itu.


Tampak para petugas penginapan langsung menyambutnya dengan hormat lalu mengantarkan pejabat itu ke dalam penginapan.


“Sepertinya orang itu sangat berpengaruh,” gumam Xu Xian dalam hatinya.


Xu Xian kemudian memutuskan untuk turut masuk ke dalam penginapan itu agar bisa mendekati pejabat kekaisaran itu.


Di dalam penginapan, Xu Xian melihat pejabat itu berusia sekitar tiga puluhan dengan wajah yang cukup menarik dan berwibawa. Mata Xu Xian langsung kagum dan tertarik pada pejabat itu.


Xu Xian sengaja mencari kamar di penginapan yang dekat dengan kamar pejabat itu untuk bisa mendekatinya.


Meskipun dia melihat banyak pengawal istana yang berada di samping pejabat itu, tapi Xu Xian memiliki ilmu pemikat dari sekte Bunga Mawar yang sangat ampuh untuk memikat lawan jenis.


Ilmu Xu Xian hanya tidak mampu mempengaruhi Shen Long. Itulah sebabnya dia mengejar Shen Long bahkan sampai ke loka asalnya ini. Namun melihat Shen Long menyukai orang lain, membuat hatinya menjadi marah dan dendam pada Shen Long.


Untuk bertahan hidup di loka ini, Xu Xian memutuskan untuk mendekati pejabat istana kekaisaran agar bisa memasuki ibukota kekaisaran.


Ketika malam tiba, Xu Xian melihat pejabat itu tengah duduk di teras depan kamarnya yang merupakan sebuah taman bunga dan dikelilingi oleh para pengawalnya. Pejabat itu tampak sedang menikmati membaca buku di terangi oleh cahaya lampu meja.


Xu Xian kemudian berjalan hendak menuju taman itu dengan gemulai.


“Berhenti! Siapa kamu? Apa tujuanmu kemari?” Teriak seorang pengawal ketika melihat Xu Xian hendak mendekati pejabat kekaisaran itu.


“Ah, maaf. Aku biasa pergi ke taman itu untuk memetik beberapa bunga. Aku memerlukan bunga itu sebagai obat,” sahut Xu Xian dengan wajah memelas.

__ADS_1


“Tidak boleh. Hari ini taman itu ditutup untuk umum. Kamu bisa mencari bunga di taman yang lain,” kata pengawal itu lagi.


Melihat maksudnya dihalangi oleh pengawal itu, Xu Xian kemudian merapalkan ilmu pemikatnya pada pengawal pejabat kekaisaran itu. Wajah pengawal itu berubah menjadi merah setelah dikenai ilmu pemikat dari Xu Xian.


“Tuan pengawal, maafkan aku. Aku harus pergi mengambil beberapa bunga itu,” kata Xu Xian dengan wajah memelas dan suara yang lembut.


Hal itu membuat mata pengawal kekaisaran itu berubah menjadi simpati pada Xu Xian. “Nona, kamu bisa pergi tapi jangan lama-lama,” sahut pengawal kekaisaran itu.


Xu Xian tersenyum ketika bisa melewati pengawal tersebut. Dia langsung pergi ke taman bunga itu untuk menemui sang pejabat.


Ketika berada di dekat pejabat itu, Xu Xian merapalkan mantra ilmu pemikatnya untuk mempengaruhi pejabat kekaisaran tersebut.


“Aahh...!”


Xu Xian tiba-tiba berteriak lalu terjatuh di dekat pejabat kekaisaran itu. Pejabat kekaisaran itu langsung terbangun dari kursinya dan membantu Xu Xian untuk berdiri.


“Kamu tidak apa-apa nona?” tanya pejabat itu dengan wajah khawatir.


“A-Aku tidak apa-apa tuan,” sahut Xu Xian yang merasa umpannya telah mengena.


“Duduklah dulu, aku akan memerintahkan orang mengambilkan obat untukmu,” kata pejabat kekaisaran itu yang kemudian meminta salah satu pengawalnya untuk mengambil obat pemulihan untuknya.


Setelah itu pejabat kekaisaran kemudian memberikan obat pemulihan tersebut pada Xu Xian.


“Terima kasih tuan,” sahut Xu Xian yang kemudian mengambil obat itu dan meminumnya dengan wajah merah.


“Apa yang terjadi? Mengapa nona tiba-tiba terjatuh?” tanya pejabat itu lagi.


“Aku memiliki tubuh yang lemah tuan. Aku ingin memetik bunga mawar itu untuk menjadikannya obat,” sahut Xu Xian sambil menundukkan kepalanya sedih.


Pejabat itu lalu berdiri dan berjalan mendekati bunga mawar yang dimaksud oleh Xu Xian kemudian memetiknya beberapa dan memberikannya pada Xu Xian.


“Ah, terima kasih tuan atas kebaikanmu.”


Xu Xian merasa senang umpannya mulai mengena dan dia bisa dekat dengan pejabat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2