
Raja Liambo yang sejak tadi duduk di singgasananya kemudian berdiri dan geram menggertakkan giginya. Wajahnya menahan amarah melihat apa yang dilakukan oleh Shen Long pada orang-orang sekitarnya.
“Lepaskan mereka!” pinta raja Liambo pada Shen Long.
“Mengapa aku harus melepaskan mereka? Kamu juga tidak melepaskan aku,” sahut Shen Long.
“Aku bilang lepaskan mereka!” Raja Liambo berteriak meledakkan kekuatannya lalu melompat menyerang ke arah Shen Long dengan pukulan telapak tangannya.
Melihat serangan dari raja Liambo, Shen Long pun tersenyum. Jelas bagi Shen Long bahwa raja Liambo memiliki nyali untuk melawan dirinya.
Shen Long menghindari serangan raja Liambo yang marah padanya. Serangan raja Liambo sangat cepat dan hawa membunuhnya sangat kental. Setiap ayunan telapak tangannya mengandung kekuatan yang dahsyat dan angin sekitar telapak tangannya terasa panas menyengat kulit.
Namun bagi Shen Long, raja Liambo belum mengeluarkan kekuatan maksimal miliknya. Jadi Shen Long masih bermain-main dengannya untuk melihat jurus dari raja Liambo.
Raja Liambo mengeluarkan beberapa jurusnya, namun tak satupun dari jurusnya mampu menyentuh tubuh Shen Long. Hal itu membuat raja Liambo menjadi bertambah marah.
Kemudian raja Liambo mengeluarkan auranya untuk menarik pedang pusaka keluarganya lalu menggunakannya untuk menyerang Shen Long.
Ketika melihat lawan menggunakan pedang, Shen Long mundur dan menarik raja Liambo untuk bertarung di halaman luar aula, agar jurusnya lebih leluasa dikerahkan olehnya.
Di halaman luar aula, serangan jurus pedang raja Liambo semakin gencar dan dahsyat.
“Aku tidak akan bermain-main denganmu. Hari ini aku akan menghancurkanmu dengan jurus Pedang Matahariku,” teriak raja Liambo. Ribuan energi pedang di kerahkan oleh raja Liambo dan mengarah ke tubuh Shen Long.
Melihat ribuan energi pedang telah dikerahkan oleh raja Liambo, Shen Long segera merapal jurus kegelapan. Pusaran energi hitam yang dibentuk sebesar tubuhnya dijadikan perisai oleh Shen Long.
Shen Long dengan mudah menarik ribuan energi pedang itu ke dalam jurus kegelapannya. Pusaran energi hitam itu mampu menyerap seluruh energi pedang yang menyerang ke arahnya. Shen Long kemudian tersenyum ketika jurus kegelapan dihentikan olehnya.
__ADS_1
Raja Liambo terperanjat melihat ribuan energi pedang dari jurus Pedang Mataharinya tidak mempan terhadap Shen Long. Bola mata raja Liambo berputar memikirkan cara untuk mengalahkan Shen Long.
“Kamu tidak akan bisa mengalahkanku,” kata Shen Long.
“Mulutmu terlalu sombong! Aku terpaksa mengerahkan kekuatan puncakku untuk melawanmu,” ucap raja Liambo.
“Kamu meremehkanku. Sejak awal aku menunggu kekuatanmu yang sesungguhnya,” sahut Shen Long.
Raja Liambo kemudian mengerahkan kekuatan puncak miliknya. Aura tahapan alam keheningan semesta puncak dikerahkannya. Kekuatan itu mengalir ke seluruh tubuh raja Liambo termasuk juga ke dalam pedangnya.
Shen Long yang melihat kekuatan raja Liambo menghela nafasnya.
“Jika ini kekuatan puncakmu, maka kamu benar-benar tidak bisa mengalahkanku,” kata Shen Long.
Mata raja Liambo berkedut mendengar perkataan Shen Long. Kekuatan puncaknya berada di tingkat teratas di kerajaan Liam. Hanya beberapa orang yang menyamainya selama ini.
“Mulutmu terlalu sombong. Aku ingin lihat apakah kamu masih bisa sombong sebentar lagi,” sahut raja Liambo.
Shen Long tiba-tiba meledakkan kekuatannya melebihi kekuatan raja Liambo dan membuat raja Liambo merasakan tekanan pada dirinya. Mata raja Liambo melotot tidak percaya merasakan kekuatan sedahsyat itu.
Shen Long lalu menghilang dan muncul tiba-tiba di depan wajah raja Liambo.
“Apa kamu sudah menyadari bahwa aku tidak asal bicara?” tanya Shen Long
Plak!
Tamparan Shen Long menutup kata-katanya sebelum mendapatkan jawaban dari raja Liambo.
__ADS_1
Shen Long tidak ingin terlalu lama mengerahkan kekuatan puncak kesadaran semestanya, karena akan menimbulkan fenomena alam yang merusak dunia. Jadi dia telah bisa mengontrol kekuatannya yang akan dikerahkan sewaktu-waktu menyerang saja.
Tubuh raja Liambo yang terkena tamparan Shen Long terpental menabrak dinding aula hingga hancur. Wajah raja Liambo terlihat bengkak dan bibirnya mengalirkan darah segar.
Mata raja Liambo melotot tidak percaya dirinya dijatuhkan dengan sekali pukul oleh Shen Long.
Shen Long berjalan mendekati raja Liambo yang masih terduduk di depan dinding aula yang hancur. Mata para bawahan dan pejabat kerajaan Liam terbelalak melihat hasil pertarungan itu. Mereka menggigil ketakutan ketika raja Liambo dikalahkan oleh Shen Long.
“Aku tanya sekali lagi padamu. Apakah kamu tahu bagaimana sikap para pemimpin kotamu selama ini?” tanya Shen Long.
Raja Liambo terdiam, selama ini dia memang menyerahkan seluruh pengaturan masalah para pemimpin kota kepada perdana menterinya, Zhang Dong. Dan sepak terjang para pemimpin kota diawasi dan dilaporkan oleh perdana menteri Zhang Dong padanya.
Selama ini Zhang Dong selalu melaporkan bahwa rakyatnya selalu baik dan tentram dibawah kepemimpinan para pemimpin kota. Dan raja Liam tidak mengecek hal itu lebih lanjut.
Melihat raja Liambo yang terdiam membuat Shen Long menggelengkan kepalanya. “Berarti selama ini kamu tidak memeriksa seluruh keadaan rakyatmu. Raja apa kamu ini?” lanjut Shen Long.
Kata-kata Shen Long itu seperti tamparan lain di dalam hati raja Liambo. Dia menundukkan kepalanya menyesali kepemimpinannya selama ini.
“Aku memberikanmu kesempatan sekali lagi. Kali ini kamu harus memeriksa keadaan rakyatmu. Sebaiknya kamu pergi menyelidiki sendiri mereka,” lanjut Shen Long lalu berpaling dan meninggalkannya yang masih terduduk.
“Jendral Wang Mi, adalah orang yang bisa dipercaya. Kamu bisa menjadikannya mata dan telingamu di masa depan,” kata Shen Long sebelum pergi meninggalkan istana kerajaan Liam.
Pertemuannya hari ini dengan Shen Long telah membuka beberapa wawasannya. Kekuatannya tidaklah yang terkuat di dunia ini dan keadaan rakyatnya selama ini tidak sesuai dengan laporan yang diterimanya.
Setelah ini, raja Liambo membenahi pemerintahannya dan menghukum perdana menteri Zhang Dong dan bawahannya yang telah memberikan laporan palsu kepada dirinya.
Perubahan di kerajaan Liam segera dilakukan oleh raja Liambo. Jendral Wang Mi kemudian diangkat menjadi pasukan khusus pengintai untuk memeriksa keadaan rakyat dan melaporkannya langsung kepada raja Liambo.
__ADS_1
Sementara itu Shen Long telah kembali ke kota Qinji untuk menemui NingYue dan bersiap untuk kembali ke Loka 888 bersamanya.
Setelah berpamitan dengan ketua sekte dan para tetua sekte Wushan, Shen Long dan NingYue pun kembali ke Loka 888.