
Shen Long menyesap teh yang telah disediakan oleh pelayan Wanshan di atas mejanya. ShiMei yang merasa malu tidak berani berkata apa-apa. Dia menoleh pada Shen Long menunggunya berbicara.
“Apakah kamu tahu dimana aku bisa menemukan sekte Cahaya?” tanya Shen Long langsung pada Wanshan.
Wanshan mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Shen Long, dia menaruh gelas teh di tangannya kemudian berdiri dan mengambil sebuah buku di belakang mejanya.
“Ini adalah peta wilayah disini. Dan juga ada peta wilayah dunia ini. Kamu bisa membawanya.” kata Wanshan. Dia kemudian berjalan mendekati Shen Long dan memberikan buku berisi peta itu padanya.
“Sekte Cahaya sangat misterius, kami selama ini mencari keberadaannya sangat sulit. Tetapi, aku bisa mengajakmu ke suatu tempat dimana para dewa sering muncul dan bertarung dengan para mogull” lanjut Wushan
Shen Long turut menaruh gelas teh miliknya dan berdiri menghampiri Wanshan. “Apa yang kamu ingin aku lakukan untuk imbalan informasi ini?” tanya Shen Long
Wanshan tertawa begitu mendengar pertanyaan Shen Long yang tanpa basa basi itu. Dia tersenyum pada Shen Long. “Baik, aku tidak akan sungkan padamu. Aku ingin kamu bertarung tiga kali untukku di arena pertempuran. Aku sendiri yang akan menunjukkan tempat itu padamu,” sahut Wanshan kemudian.
Shen Long termenung memikirkan perkataan Wanshan. Meskipun dia tidak senang dimanfaatkan oleh mereka. Namun Shen Long merasa hal itu adalah satu-satunya cara jika ingin bertemu dengan salah seorang dari ras dewa dunia langit yang belum dipengaruhi oleh iblis Alam Neraka.
“Baiklah. Aku akan bertarung tiga kali untukmu di arena pertempuran. Tunjukkan jalannya padaku!” Shen Long menatap Wanshan yang tersenyum mendengar jawaban Shen Long. Wanshan kemudian mempersiapkan segala sesuatunya sebelum pergi.
“Ayo ikuti aku!” serunya dengan bersemangat.
ShiMei yang sejak tadi diam kini berjalan bersama Shen Long mengikuti Wanshan. Mereka telah disiapkan kereta kuda oleh Wanshan untuk pergi ke tempat yang cukup jauh dari arena pertarungan mereka.
Di sebuah lembah yang terletak di pinggiran kota Wanshang terdapat sebuah pintu gerbang yang bertuliskan “Lembah Darah” yang merupakan jalan masuk menuju ke dalam lembah. Kereta yang mengangkut mereka bertiga melaju menuruni lembah di kegelapan malam.
__ADS_1
“Le-Lembah darah?” ShiMei terkejut membaca tulisan di gebang masuk lembah itu. Wajahnya tampak pucat setelah mengetahui Wanshan membawa mereka memasuki Lembah Darah.
Shen Long memperhatikan perubahan wajah dan sikap ShiMei itu. Namun dia tetap tenang namun waspada dengan sekelilingnya.
Hanya penerangan api obor yang berada di sekitar tempat itu. Namun mata semua mahluk di dunia ini sudah terbiasa dengan dunia malam sehingga mereka bisa melihat dalam kegelapan meskipun tidak ada pencahayaan yang menerangi jalan.
“Dunia malam ini membuat mataku lebih cepat lelah,” batin Shen Long yang kemudian menutup mata untuk mengistirahatkannya.
Shen Long merasakan semakin jauh ke dalam lembah aura darah dan bau anyir darah semakin tercium olehnya. “Apa penyebab bau darah ini?” tanya Shen Long pada Wanshan tanpa membuka matanya.
“Di dalam lembah terdapat arena pembantaian.”
“Arena pembantaian?” Shen Long terlihat terkejut mendengar penjelasan Wanshan namun dia masih tetap mengistirahatkan matanya.
“Benar. Arena pembantaian adalah arena pertarungan besar di dunia manusia ini. Arena milikku tidak sebesar tempat ini. Perputaran uang di tempat ini bisa seratus kali tempat yang aku kelola.”
“Lanjutkan!” sahut Shen Long.
“Arena pembantaian ini adalah wilayah kekuasaan Mogull yang dulunya bernama Dewa Petir Dingshan. Arena pembantaian ini seperti namanya dulu memang digunakan untuk melakukan pembantaian terhadap ras manusia dan dewa yang menentang Kaisar Kegelapan Alam Neraka.”
Shen Long terkejut dan membuka matanya menatap Wanshan. Dalam hati Shen Long merasa marah mendengar hal itu. Namun di Loka 888 ini, ketiga dunia yang dikuasai oleh Kaisar Kegelapan Alam Neraka saat ini terlihat biasa saja, namun di masa lalu memiliki sejarah kelam atas pembantaian ras ketiga dunia ini.
“Apa yang terjadi dengan Dewa Cahaya?” tanya Shen Long kemudian.
__ADS_1
“Dewa Cahaya di dunia ini disebut dengan Kaisar Cahaya. Dia telah dibunuh oleh Kaisar Kegelapan sehingga cahaya matahari pun menghilang karena dunia ini di tutupi oleh aura kegelapan.”
Wanshan kemudian menceritakan secara panjang lebar tentang sejarah ketiga dunia di Loka 888 ini.
Tak terasa kereta kuda pun telah tiba di depan sebuah bangunan mewah yang tampak seperti kubah di bagian atasnya. Sang kusir kemudian turun dan membukakan pintu kereta pada Wanshan, Shen Long dan juga ShiMei.
Bangunan mewah itu sangat tinggi dan besar. Bagian luarnya sendiri tampak mengagumkan seperti sebuah istana. Terdapat empat orang dengan tubuh kekar berdiri di depan pintu masuk dan memeriksa setiap orang yang ingin memasuki pintu bangunan itu.
Di luar tampak antrian yang panjang menunggu diijinkan oleh penjaga itu untuk memasuki areal kediaman itu. Mereka tampak dengan sabar menunggu jalur “gratis” agar bisa masuk ke dalam bangunan itu.
Shen Long mengamati setiap ukiran pada bangunan yang terpampang di depan matanya. Sementara itu Wanshan berjalan mendekati salah satu penjaga lalu menyerahkan sebuah giok untuk diperiksa oleh para penjaga.
Setelah penjaga itu melihat giok tersebut, mata penjaga itu mengamati Wanshan dan juga ShiMei serta Shen Long. “Apa mereka temanmu?” tanya salah satu penjaga.
“Iya,” sahut Wanshan.
Penjaga itu kemudian mempersilahkan Wanshan bersama Shen Long dan ShiMei untuk memasuki arena pembantaian itu. Shen Long berjalan dengan santai memasuki arena pembantaian itu mengikuti Wanshan.
Di dalam bangunan mewah itu, tampak ruangan yang cukup besar untuk menampung ratusan orang. Mereka tengah asik mengobrol dan menceritakan tentang pertarungan yang terjadi di tempat taruhan milik Wanshan.
Di tengah ruang aula itu terdapat pintu masuk yang sangat besar namun dijaga ketat oleh dua orang penjaga yang berbadan kekar. Ruangan di dalam itu adalah ruang arena pertarungan yang disebut arena pembantaian.
Para mogull, mogullian dan mogullon menyukai adanya pembantaian. Hal itu dikarenakan mereka telah lama dikuasai dan dipengaruhi oleh iblis Alam Neraka sehingga mereka mengalami kerusakan pada hati mereka sendiri.
__ADS_1
Iblis Alam Neraka yang berhasil masuk ke dalam tubuh manusia akan mengendalikan pikiran manusia itu. Kemudian iblis itu akan pergi ke organ hati dan menetap di tempat itu. Iblis Alam Neraka akan menjadi semakin kuat dengan ketakutan dan juga dendam dari manusia itu.
Mereka merusak hati dari tubuh inangnya dan semakin lama hati mereka dipengaruhi maka akan semakin sulit untuk bisa pulih seperti sedia kala.