
Shen Long yang mengikuti Dewi Suci tidak mengerti mengapa Dewi Suci menolak ajakan Jendral Liu, tetapi dia tidak ingin ikut campur masalah orang lain. Jadi dia hanya diam saja.
“Shen, lain kali kita lanjutkan pembicaraan tadi” kata Dewi Suci datar ketika sudah sampai di depan penginapan.
“Baiklah. Sesuai janji, aku akan membantu Dewi” sahut Shen Long.
Mereka pun berpisah, Shen Long kembali ke perguruan Wuming yang masih ramai berbincang tentang pertandingan Shen Long hari ini.
“Ah, Saudara Shen kemarilah, kami sedang membicarakanmu disini” teriak ketua Mu Kai ketika melihat Shen Long memasuki gerbang perguruan.
“Jurus terakhir yang kamu gunakan melawan Xu Meng itu sungguh luar biasa Shen. Dan kekuatan kultivasimu juga berada pada tingkat yang sama dengannya yaitu puncak Dewa Kahyangan”
“Aku lihat empat unggulan itu sedikit terkejut melihat jurusmu tadi. Hahaha...” lanjutnya
“Ketua Mu, aku hanya menang beruntung karena Xu Meng belum menguasai pedang dominator milik ketua Sekte Pedang Suci” sahut Shen Long merendah.
“Mungkin seperti itu, tetapi besok kamu harus waspada. Keempat unggulan itu berada pada alam pendeta. Akan sulit jika mengadu kekuatan dengan mereka. Apakah kamu ada rencana lain untuk pertandingan esok?” kata ketua Mu bersemangat
“Rencanaku sederhana, aku ingin istirahat tidur lebih cepat malam ini” sahut Shen Long.
“Benar... Benar. Memulihkan kondisi setelah pertarungan berat itu harus” ketua Mu Kai mengangguk-angguk setuju.
“Kalau begitu, silahkan beristirahat saudara Shen” lanjutnya.
Setelah kepergian Shen Long, ketua Mu Kai yang menikmati minum dengan para tetua dan murid-murid perguruan Wuming lalu mengangkat gelasnya.
“Teman-teman, Shen Long telah memuliakan nama perguruan kecil kita. Besok kita harus bersama-sama mendukungnya” teriaknya sambil mengangkat gelas bersulang untuk semua yang hadir.
“Siap ketua, kami akan hadir besok”
__ADS_1
“Demi perguruan Wuming kita”
Di dalam kamar, Shen Long tidak langsung tidur. Dia duduk bermeditasi untuk mencoba menerobos kultivasinya kembali. Ketika hari mulai larut, Shen Long hanya bisa meningkatkan kultivasinya hingga tahap menengah Pendeta Suci.
Pagi harinya, ibukota kembali ramai namun kali ini lebih ramai dari kemarin, karena hari ini pertandingan 8 besar dan 4 besar akan dilaksanakan sebelum final keesokan harinya.
Perguruan Wuming hari ini banyak yang turut pergi menonton pertandingan karena mendengar cerita kekuatan Shen Long memenangkan pertandingan sebelumnya.
Meskipun petarung wakil sekte Pedang Suci telah kalah, namun mereka tetap menonton pertandingan bela diri ini karena Shen Long. Bagi sekte Pedang Suci, Shen Long adalah anggota kehormatan mereka.
Ketika pengundian tiba, nama Shen Long melawan Qian Wu pada pertandingan terakhir dari 8 besar.
Ketika melihat hasil undian tersebut, orang-orang dari Sekte Tengkorak Putih semua riuh mendukung Qian Wu dengan penuh semangat. Mereka memberikan gerakan-gerakan yang seragam dan unik seperti supporter pertandingan olahraga.
Murid-murid wanita dari sekte tengkorak putih ini juga tidak kalah semangat dengan para murid lelakinya. Mereka mengelu-elukan Qian Wu pujaan hati mereka. Sementara perguruan Wuming yang dipimpin oleh ketua Mu Kai terdiam melihat semua itu.
Pertandingan pertama Xu Huang sang juara bertahan melawan seorang petarung dari daerah utara, meskipun kekuatannya berada di alam pendeta namun jurusnya masih kalah dari Xu Huang. Sehingga dengan mudah Xu Huang melaju ke babak berikutnya.
Dewi Suci sempat terluka oleh serangan itu, namun dia berhasil membalikkan keadaan dengan cantik sehingga melaju ke babak berikutnya.
Setelah pertandingan itu, Shen Long mendekati Dewi Suci yang terluka.
“Dewi, terimalah pil obat ini untuk menyembuhkan lukamu dan memulihkan stamina untuk pertandingan selanjutnya” kata Shen Long.
“Terima kasih” sahut Dewi Suci dingin seperti biasa mengambil pil itu an meminumnya tanpa curiga.
Jendral Liu yang sudah turun dari tribun atas untuk bersiap melakukan pertandingan ketiga mendekati Dewi Suci dengan cemas.
“Dewi, kamu tidak apa-apa? Aku melihatmu terluka. Ini aku berikan obat khusus untuk menyembuhkan lukamu” kata Jendral Liu cemas menghampirinya
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Aku telah meminum obat yang diberikan oleh Shen Long” sahutnya datar sambil mencoba memulihkan staminanya.
“Ah, obat ini khusus untuk keluarga kerajaan, mana bisa dibandingkan dengan obat biasa. Aku mohon terimalah Dewi” kata Jendral Liu sedikit memaksa.
“Terima kasih Jendral. Dewi sedang konsentrasi memulihkan tenaganya. Aku yang menerima pemberianmu” sahut salah seorang pengawal Dewi Suci.
Jendral Liu sedikit kecewa dia menoleh ke arah Shen Long yang tidak peduli melihat ke arah arena.
“Sialan, kamu ternyata lebih dulu bertindak daripadaku. Aku tidak akan membiarkan Dewiku bersamamu, Shen” pikirnya. Lalu dia pun naik ke arena untuk memulai pertandingan berikutnya.
Kini giliran Jendral Liu melawan petarung wakil dari sekte Singa Barat yang misterius. Daerah Barat adalah daerah yang penuh misteri dengan beberapa sekte yang memiliki jurus dan ilmu yang aneh, salah satu dari mereka adalah sekte Singa Barat ini.
Petarung yang di kenal bernama Bingwen dari sekte Singa Barat adalah juga masuk 4 besar tahun lalu dan di kalahkan oleh Xu Huang dengan susah payah. Namun kali ini dia sudah mempersiapkan diri untuk memenangkan pertandingan bela diri tahun ini.
Tidak lama setelah gong berbunyi, Bingwen langsung menyerang Jendral Liu dengan cepat, namun disaat berada didekatnya dia merubah serangan menjadi lambat. Jendral Liu terkejut dengan perubahan tiba-tiba seperti itu, ketika dia terkejut, Bingwen kembali mengubahnya dengan cepat.
Perubahan tempo serangan yang cepat dan lambat yang berubah-ubah membuat Jendral Liu kewalahan untuk menahan serangan. Tempo pertahanan Jendral Liu menjadi berantakan.
“Jurus yang aneh” pikir Shen Long melihat pertandingan di atas arena.
Para penonton dari daerah barat bersorak gembira ketika melihat jagoan mereka mendesak Jendral Liu. Sementara pihak keluarga kerajaan mengkerutkan keningnya tegang melihat Jendral Liu terdesak.
Namun bukanlah seorang Jendral Perang jika Liu Xin dengan mudah dikalahkan oleh serangan aneh seperti itu. Setelah beberapa jurus berlalu, dia tidak membuang waktu lagi segera mengeluarkan senjata Tombak Dominator miliknya.
“Astaga, tahun lalu Jendral Liu masih menggunakan tombak Awan Api. Ternyata sekarang dia telah memiliki tombak dominator. Ini sebuah kejutan” kata Raja Liu bersemangat
Pendeta kerajaan juga terkejut melihat hal ini, dia tidak menyangka Jendral Liu sudah memiliki senjata dominator juga.
“Kamu akan sedikit kesulitan tahun ini Xu” pikirnya
__ADS_1
Xu Huang yang melihat pertandingan di atas arena menggertakkan giginya melihat kekuatan baru calon lawannya. Dia hanya menganggap Jendral Liu lah yang pantas melawannya di final nanti.