
Segera Shen Li kembali ke kediaman pelayan dan berbicara dengan Wei Yin.
“Wei, malam ini kesempatan yang baik. Kita sudah 5 hari tinggal disini. Riasan kita akan segera luntur” bisik Shen Li
“Benar. Kita juga telah mendapatkan beberapa informasi” sahut Wei Yin
“Malam ini, aku akan menyelinap ke dalam kediaman Dewi Suci mengambil Lotus Merah saat dia pergi ke ruang latihan” bisk Shen Li kembali
Malam harinya, Shen Li sengaja melakukan aktivitas pelayan di malam hari sambil melihat ke arah kamar Dewi Suci. Kemudian dia melihat pintu kamar terbuka dan Dewi Suci berjalan menuju ke ruang latihan.
Setelah beberapa saat dia menyelinap memasuki kamar Dewi Suci, lalu mengambil tanaman Lotus Merah di samping kamar tidurnya dan memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
Tidak butuh waktu yang lama, Shen Li dan Wei Yin sudah menyelinap pergi menuju paviliun keluarga. Tampak beberapa penjaga yang berjaga disekitarnya. Tidak sulit bagi Shen Li menggunakan jarum perak untuk melumpuhkan para penjaga tersebut.
“Kita harus menuju paviliun di luar gerbang untuk berganti pakaian dan menghapus riasan” bisik Shen Li
“Baik tuan” sahut Wei Yin
Di pintu gerbang dan di paviliun luar juga banyak dikelilingi oleh para penjaga, namun Shen Li tidak kesulitan melumpuhkannya kembali.
Setelah menghapus riasan dan mengganti pakaian, mereka lalu menghilang menjauhi kediaman sekte Lembah Suci menuju ke arah barat, Desa Wulin.
Ketika tiba di desa Wulin, mereka mencari kuda untuk segera pergi dari sana.
“Tuan, maafkan aku. Jika tuan mengijinkan, aku ingin tinggal sementara di desa Wulin ini untuk mencari informasi kedua orang tuaku” pinta Wu Chen
Meskipun Shen Long merasa berat hati dan khawatir meninggalkan Wu Chen di desa tersebut, namun dia tidak menolak keinginan Wu Chen mencari keberadaan orang tuanya.
“Baiklah, jika itu keputusanmu. Jaga dirimu baik-baik. Berhati-hatilah” pesan Shen Long.
“Terima kasih tuan. Aku akan kembali setelah mendapatkan informasi kedua orang tuaku” sahut Wu Chen
Kemudian mereka berpisah di desa Wulin. Shen Long segera tanpa menunggu waktu memacu kudanya kembali ke ibukota kerajaan Liu.
Keesokan paginya Sekte Lembah Suci gempar karena kehilangan tanaman Lotus Merah di kamar Dewi Suci. Dewi Suci menjadi marah besar. Kecurigaan terbesarnya ada pada Shen Li.
__ADS_1
Dia lalu pergi ke kediaman pelayan dan tidak menemukan Shen Li dan Wei Yin berada disana.
“Kumpulkan Murid Suci sekte Lembah Suci, ikut aku untuk melakukan pengejaran” teriak Dewi Suci yang telah naik pitam. Wajahnya merah membayangkan wajah Shen Li tersebut.
Tiba-tiba bagai disambar petir, dia menyadari sesuatu yang terlambat.
“Shen Li... Shen Long, Sialan.. wajah mereka sangat mirip. Mereka orang yang sama.” pikirnya geram.
Tubuhnya menggigil mengingat dirinya disentuh dan dimandikan oleh Shen Long saat itu. Dua kali kejadian yang memalukan baginya. Wajahnya menjadi semakin merah padam.
“Aku akan membunuhmu Shen Long” pekiknya dalam hati
Mata Shen Long berkedut selama berkuda mendekati ibukota kerajaan Liu, tiba-tiba dia merasa menggigil mengingat kejadian di Lembah Suci.
“Maafkan aku Dewi Suci, suatu saat aku akan membalas kesalahanku ini” gumamnya
Tiba-tiba dia menghentikan kudanya sebelum memasuki ibukota kerajaan Liu.
“Aku telah mendapatkan dua bahan obat untuk mengobati racun tetua Yang dan Xie Lin. Kini tinggal ginseng purnama seribu tahun dari hadiah pertandingan bela diri kerajaan” pikir Shen Long.
“Aku harus mencari tempat latihan yang bagus. Aku masih punya waktu kurang dari dua bulan. Kemana aku harus pergi?” pikirnya
“Sebaiknya aku pergi ke kota Jishang untuk bertanya pada keluarga Chen tempat yang memiliki kekuatan spiritual tinggi di dekat ibukota kerajaan”
Shen Long kemudian memutar kudanya untuk pergi ke kota Jishang menemui keluarga Chen.
Melihat kedatangan Shen Long, Chen Mulan segera berlari menyambutnya dengan hati gembira begitu pula Chen Shang dan Chen Shen juga datang menyambutnya.
“Kakak Shen, apakah sudah menemukan guru?” tanya Chen Mulan
“Aku sudah menemukannya. Saat ini gurumu sedang beristirahat sementara di kediaman perguruan Wuming di ibukota kerajaan.” sahut Shen Long.
“Terima kasih kakak Shen. Kalau begitu aku akan pergi kesana untuk melihatnya” kata Chen Mulan dengan gembira.
“Tuan Chen, ada hal yang ingin aku tanyakan padamu” kata Shen Long.
__ADS_1
“Tabib Shen, hal apa yang ingin kamu tanyakan padaku?” tanya Chen Shang.
“Apakah ada tempat yang memiliki aura spiritual tinggi di dekat ibukota kerajaan Liu ini?” tanya Shen Long.
Chen Shang mengerutkan keningnya sejenak lalu menjawab.
“Di dekat ibukota kerajaan Liu, ada tiga tempat yang memiliki aura spiritual yang tinggi. Pertama Gunung Abadi, kedua Lembah Suci tesembunyi dan yang ketiga adalah Makam Raja Pedang.” sahut Chen Shang.
“Makam Raja Pedang?” tanya Shen Long.
“Benar. Letak Makam Raja Pedang berada di sebelah utara Lembah Suci tersembunyi, atau di timur ibukota kerajaan Liu. Dari kota Jishang kira-kira memakan waktu selama 2 hari” lanjut Chen Shang.
“Terima kasih tuan Chen, aku akan segera berangkat menuju ke makam tersebut” kata Shen Long langsung memacu kudanya ke arah yang disebutkan oleh Chen Shang tanpa membuang waktu.
Perjalanan ke Makam Raja Pedang yang memakan waktu 2 hari membuat Shen Long beristirahat di sebuah desa di sepanjang jalan menuju kesana. Kemudian dia melanjutkan kembali perjalanannya hingga tiba di tempat Makam Raja Pedang pada malam harinya.
Makam Raja Pedang rupanya berada pada tebing di seberang sungai yang mengalir di utara Gunung Abadi. Di dinding tebing terdapat gua yang merupakan pintu masuk bertuliskan Raja Pedang.
Shen Long kemudian melompat terbang memasuki gua tersebut. Begitu memasuki gua, dia merasakan tekanan roh pedang yang sangat kuat semakin dia masuk kedalamnya.
Ketika tiba di bagian dalam gua, terdapat sebuah pintu tertutup yang sangat besar dan tekanan roh pedang semakin kuat dari balik pintu tersebut. Shen Long berusaha untuk membuka pintu itu namun tidak berhasil.
“Sial, pintu ini kuat sekali” pikirnya.
Kemudian Shen Long mengerahkan kekuatannya sedikit demi sedikit untuk membuka pintu dalam gua tersebut. Ketika kekuatan puncak tingkat Dewa Langit dikerahkan, pintu tersebut masih juga belum bisa di buka olehnya.
“Apa yang harus aku lakukan, bagaimana membuka pintu ini?” pikir Shen Long
Shen Long kemudian menemukan tulisan di dinding sebelah pintu yang agak samar.
“Alam terbuka ketika energi bumi bertemu dengan dewa langit”
“Apa maksud kata-kata ini?” pikir Shen Long.
Shen Long kemudian duduk bersila merenungkan kata-kata di dinding tersebut. Dia mulai bermeditasi mencari sesuatu di sekitar nya yang mungkin ada tombol rahasia untuk membuka pintu tersebut.
__ADS_1
“Ah, ternyata seperti itu. Aku akan mencobanya” gumamnya.