Menantu Raja Dewa Iblis

Menantu Raja Dewa Iblis
BAB 257 | Putri Shi An


__ADS_3

Yun Mei merasa sedikit kikuk saat mendengar jawaban dari Raja Yama, dia menundukkan kepalanya memikirkan tentang hal itu. Dia merasa kasihan pada Naga Kecil yang sama sekali tidak ingat pada masa lalunya.


“Kalian berdua harus menikah” gumam Raja Yama dalam hatinya.


“Tapi jika aku tidak mengatakan hal itu, mungkin saja kalian tidak akan menikah. Tentang kesembuhan ingatan itu, bukan wewenangku. Aku hanya berusaha untuk memenuhi permintaan Yun Mei dari kehidupan dia sebelumnya” gumam Raja Yama kembali dalam hatinya.


“Baiklah” Tiba-tiba Yun Mei membuka suaranya dan menyetujui untuk menikah dengan Naga Kecil


“Nona Yun-“teriak Naga Kecil yang dihentikan dengan lambaian tangan dari Yun Mei. Naga Kecilpun tidak melanjutkan kata-katanya.


“Apakah cukup dengan kami menikah atau ada hal lainnya lagi?” tanya Yun Mei selanjutnya.


Raja Yama memandang wajah Yun Mei yang tampak merah karenanya. Dia lalu menaruh hexagramnya di atas meja.


“Kalian harus benar-benar menikah seperti pasangan suami istri biasa, tidur bersama, dan malam pertama juga dilakukan. Jadi bukan asal menikah saja” lanjut Raja Yama pada mereka.


Wajah Yun Mei tampak memerah memikirkan tentang menikah dan malam pertamanya. Dia merasa belum siap untuk itu apalagi baru mengenal Naga Kecil beberapa hari lalu, tubuhnya tampak bergetar perlahan.


Naga Kecil melihat hal itu, “Nona Yun, tidak usah dipikirkan cara itu. Sebaiknya kita mencari jalan lain untuk mengembalikan ingatanku” sahut Naga Kecil dengan lembut


“Baiklah tuan Yama, kami akan kembali dulu. Kapan-kapan kami akan mampir kembali” kata Naga Kecil padanya


Setelah berpamitan, Naga Kecil dan Yun Mei pun kembali ke kediaman sekte. “Nona Yun, aku akan bermeditasi untuk meningkatkan kekuatanku. Kamu beristirahatlah!” kata Naga Kecil yang kemudian pergi ke kamarnya sendiri.


Di dalam kamarnya, Naga Kecil termenung memikirkan keputusan Yun Mei yang bersedia menikahinya. Entah kenapa hatinya merasa senang mendengar hal itu, tetapi dia menghormati Yun Mei. Dia tidak ingin dia menikahi dirinya hanya karena untuk menyembuhkan ingatannya.


Naga Kecil lalu duduk bersila untuk memulai meditasinya, “Jika ini adalah segel mistis, sebaiknya aku mencoba untuk mengetahuinya sendiri” pikirnya


Saat Naga Kecil tengah bermeditasi sore itu, rombongan Putri Shi An telah tiba di kediaman perguruan tabib Huang. Mereka lalu diterima langsung oleh tabib Huang di aula utama perguruan.

__ADS_1


“Tuan Putri, apa yang membuatmu datang menemui kediamanku yang sederhana ini?” tanya tabib Huang pada Putri Shi An.


“Tabib Huang, kedatanganku ini karena diutus oleh ayah untuk menemuimu. Disamping untuk memohon dukungan darimu, ayah juga memintaku agar tabib Huang bersedia membantu mengobati teman ayah” sahut Putri Shi An


Tabib Huang menyipitkan matanya, “Siapa yang terluka?” tanyanya


Kemudian tampak empat orang membawa tandu masuk ke aula perguruan dengan seseorang di atas tandu tersebut. Mata tabib Huang menyipit melihat seorang lelaki yang sudah cukup tua namun tampak masih kuat terbaring di atas tandu.


Tabib Huang lalu membawa orang tua itu ke dalam ruang pemeriksaannya untuk memeriksa tubuhnya. “Sepertinya dia terkena racun” pikirnya. Tabib Huang lalu menggunakan jarum akupuntur untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh lelaki tua itu.


Putri Shi An dan pemimpin rombongannya melihat tabib Huang mengeluarkan racun dari lelaki tua itu dengan kekuatan dan ilmu pengobatannya.


Sekitar 30 menit racun dari tubuh lelaki tua itu telah dikeluarkan sepenuhnya oleh tabib Huang. “Kini aku tinggal memperbaiki organ dalamnya yang telah rusak. Ini tergantung dari keberuntungan dan nasibnya, apakah dia bisa pulih atau tidak” kata tabib Huang selanjutnya.


“Baik tabib Huang. Kami mengerti” sahut Putri Shi An.


“Putri, kalian tinggallah dulu disini sementara aku mengobati teman ayahmu ini” kata tabib Huang sambil memerintahkan pelayannya untuk mempersiapkan tempat tinggal untuk Putri Shi An.


Kemudian Putri Shi An diantar oleh pelayan ke kamar persis di sebelah Yun Mei untuk beristirahat. Saat akan memasuki kamar, dia melihat seseorang keluar dari sebelah kamarnya, “Kamu?” seru Putri Shi An ketika melihat Yun Mei disana.


“Eh...” Yun Mei terkejut saat melihat wajah Putri Shi An yang dilihatnya di warung makan itu.


“Mengapa kamu bisa berada disini?” tanya Putri Shi An pada Yun Mei


“Aku memang bermaksud untuk kemari nona” sahut Yun Mei padanya.


Putri Shi An melihat ke sekelilingnya bermaksud mencari Naga Kecil yang waktu itu dilihat bersama dengan Yun Mei. Melihat Putri Shi An yang melihat ke sekelilingnya, Yun Mei mengerti apa yang dicarinya.


“Dia berada di kamar depan” sahut Yun Mei menunjuk ke salah satu kamar di seberang mereka.

__ADS_1


Melihat niatnya diketahui oleh Yun Mei, wajah Putri Shi An menjadi merah karena malu. “Oh, aku Shi An. Siapa namamu nona?” tanya Putri Shi An pada Yun Mei


“Namaku Yun Mei nona” sahut Yun Mei dengan senyuman


“Siapa yang sakit? Mengapa kalian kemari?” tanya Putri Shi An.


“Aku datang mengantarkan Naga Kecil untuk berobat kemari” sahut Yun Mei dengan polos karena tidak melihat hal aneh dari pertanyaan Putri Shi An dan juga dia menganggap Putri Shi An adalah orang yang baik sejak kejadian di warung tersebut.


“Memangnya Naga Kecil sakit apa?” tanya Putri Shi An dengan wajah tidak percaya


Yun Mei lalu mengajak Putri Shi An untuk duduk sambil berbicara. Untuk saat ini Yun Mei merasa bebannya bisa dilepaskan sedikit setelah menemukan seorang teman yang dapat di ajak berbicara. Dia pun menceritakan awal mula bertemu dengan Naga Kecil hingga saat ini.


“Oh, jadi Naga Kecil itu bukan nama aslinya” gumam Putri Shi An


“Iya, aku memberinya nama untuk memudahkan memanggil dirinya” sahut Yun Mei dengan wajah muram


Putri Shi An tampak muram ketika mendengar cerita dari Yun Mei, dia tidak menyangka meskipun Naga Kecil kuat, namun ingatannya belum lah pulih.


“Lalu, apa kata tabib Huang tentang penyakitnya?” tanya Putri Shi An kembali


“Tabib Huang mengatakan Naga Kecil terkena segel mistis di dalam pikirannya” sahut Yun Mei


“Segel mistis?” Putri Shi An terkejut karena baru kali ini mendengar tentang hal itu.


Yun Mei lalu memandang wajah Putri Shi An, “Nona Shi, lalu apa yang membuatmu datang ke perguruan tabib Huang ini?” tanya Yun Mei kemudian


Sebenarnya Putri Shi An tidak diijinkan oleh ayahnya untuk menyebutkan tentang dirinya dan juga tujuannya melakukan perjalanan ini. Namun karena Yun Mei tampaknya bukan musuh, Shi An lalu menceritakan tujuan dia datang ke tempat ini.


“Apakah teman orang tua nona sudah sembuh?” tanya Yun Mei

__ADS_1


“Dia masih diobati oleh tabib Huang, aku diantarkan kemari untuk beristirahat sambil menunggu dia pulih” sahut Putri Shi An.


__ADS_2