
Untuk bisa menghapus kutukan kerajaan Dao, Putri Dao Lin wajib tidur bersama Shen Long. Membayangkan hal ini saja sudah membuat wajah putri Dao Lin menjadi merah dan jantungnya berdegup kencang.
“Putri, apa kamu baik-baik saja?” tanya salah satu pengawalnya.
“Apa perlu aku yang pergi menggantikanmu putri?” goda pengawal yang satunya lagi.
“Tidak! Aku akan melakukannya sendiri.” jawab putri Dao Lin dengan tegas namun dia masih merasa deg-degan.
Kedua pengawalnya tersenyum mendengar jawaban putri Dao Lin. Mereka kemudian membiarkan putri Dao Lin memikirkan hal itu sendiri.
“Ohya Putri, di kediaman sekte Beruang Putih ini banyak kamar kosong yang indah. Aku telah menyiapkan sebuah kamar untukmu dan tuan Shen.” goda pengawalnya itu kembali sambil berlalu dengan tersenyum.
Wajah putri Dao Lin terlihat semakin merah mendengar kata-kata pengawalnya itu. Dia merasa malu untuk menceritakan hal ini kepada Shen Long. Bagaimanapun dia adalah seorang wanita dan belum pernah melakukannya.
Dengan penuh ragu dan jantung berdetak kencang, putri Dao Lin berjalan kembali mendekati Shen Long yang masih berdiri di halaman belakang menatap ke arah kota Bailing.
“Putri belum tidur?” Shen Long berbalik melihat ke arah putri Dao Lin yang berdiri di belakangnya dengan wajah merah.
Putri Dao Lin tidak tahu bagaimana untuk mengatakan hal itu. Dia hanya menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya dan menatap pada Shen Long yang melihatnya lembut.
“Tuan Shen, benarkah kamu bersedia untuk membantu menghapus kutukan kerajaan Dao kami?” tanya Putri Dao Lin dengan lembut namun jantungnya kembali berdetak kencang menunggu jawaban Shen Long.
Shen Long mengerutkan alisnya menatap ke arah Putri Dao Lin. “Putri, aku tidak pernah mengingkari kata-kataku. Aku bersedia membantu untuk menghapus kutukan kerajaan Dao. Apakah kamu telah mengetahui caranya?” Shen Long balik bertanya pada putri Dao Lin.
__ADS_1
Jantung Putri Dao Lin seperti berhenti berdetak mendengar jawaban Shen Long. Dia tidak tahu bagaimana menjelaskan pada Shen Long. Lalu dengan gugup dia mengutarakannya.
“Tuan Shen, untuk menghapus kutukan kerajaan Dao. Aku harus menikahi tuan Shen.” kata putri Dao Lin memejamkan mata sambil menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. Jantungnya berdetak lebih kencang dan tubuhnya bergetar pelan menunggu jawaban Shen Long.
Benar saja, Shen Long terkejut mendengar perkataan Putri Dao Lin seperti itu. Sebelumnya dia hanya mendengarkan sekilas tentang kutukan itu yang dianggapnya hanya alasan saja bagi kerajaan Dao.
Namun melihat gigihnya putri Dao Lin menjalankan tugas ini, membuat hati Shen Long tergerak untuk membantunya. Dalam hati Shen Long merasa beban tugas untuk putri Dao Lin ini terlalu berat untuk dia pikul.
“Jadi seperti itu ya. Baiklah, aku bersedia untuk menikah denganmu.” sahut Shen Long kemudian sambil tersenyum pada putri Dao Lin.
Tubuh putri Dao Lin bergetar hebat, dia tadinya telah bersiap untuk menerima penolakan Shen Long jika dia tidak ingin menikahinya. Namun kini mendengar Shen Long menyetujuinya, dia seperti melayang di udara dan hatinya berbunga-bunga.
Putri Dao Lin pun berlari mendekati Shen Long dan memeluknya erat sambil membenamkan wajahnya di dada Shen Long. Melihat hal ini, Shen Long tersenyum merasakan putri Dao Lin telah melepas beban yang selama ini mengganjal hatinya.
“Putri, sebaiknya pernikahan kita dipercepat. Waktuku sangat sempit untuk segera kembali.” kata Shen Long kemudian dan membuat wajah putri Dao Lin tersipu.
Shen Long kemudian mengangkat tubuh putri Dao Lin dan menggendongnya menuju ke dalam kamar. “Aku sudah mendengar kata pengawalmu yang telah menyiapkan kamar untuk kita.” bisik Shen Long di telinga putri Dao Lin.
Kata-kata itu membuat wajah putri Dao Lin menjadi semakin merah karena malu, namun hatinya merasa gembira. Jantungnya tak berhenti berdegup kencang ketika Shen Long menggendongnya menuju ke kamar yang telah disiapkan oleh pengawalnya.
Kamar ketua sekte Beruang Putih yang sangat luas telah dibersihkan oleh para pengawal putri Dao Lin. Aroma harum tercium ketika mereka memasuki kamar tersebut.
Shen Long yang masih menggendong tubuh Putri Dao Lin segera membawanya mendekati ranjang yang juga telah dihias dengan indah oleh para pengawalnya dan ditaburi dengan bunga di sekiarnya. Pengawal putri Dao Lin benar-benar menghias kamar ketua sekte menjadi kamar pengantin.
__ADS_1
Kemudian Shen Long merebahkan tubuh putri Dao Lin di atas ranjang dengan lembut. “Putri, untuk mendapatkan benih aku takut kamu harus melakukannya berkali-kali.” kata Shen Long menggodanya.
“A-Aku... aku bersedia melakukannya demi kerajaan Dao” sahut putri Dao Lin lirih sambil menutup matanya.
Shen Long tersenyum melihat wajah putri Dao Lin yang cantik dan masih polos itu. Putri Dao Lin memejamkan matanya menikmati ketika Shen Long mulai membuka pakaiannya satu persatu.
Jantung Putri Dao Lin masih terus berdetak kencang karena ini baru pertama kali baginya. Dia masih memejamkan mata merasakan sentuhan Shen Long yang melepaskan pakaiannya hingga dia tanpa mengenakan sehelai benang di tubuhnya.
Shen Long kemudian mencium bibir ranum putri Dao Lin dengan lembut dan mulai mencium sekujur tubuh putri Dao Lin yang polos. Putri Dao Lin menikmati setiap sensasi yang dilakukan oleh Shen Long.
Putri Dao Lin membuka matanya dan melihat Shen Long masih mengenakan pakaiannya sementara dirinya telah polos tanpa sehelai benang. Wajahnya terlihat kecut memerah, lalu dengan garang dia pun mulai melepaskan pakaian Shen Long di depannya.
Putri Dao Lin tersenyum dan mulai mencium bibir Shen Long. Dia tidak lagi merasa canggung dan mulai menikmati pelukan dan ciuman dari Shen Long.
Sementara putri Dao Lin dan Shen Long menikmati malam pertama bagi putri Dao Lin, para pengawal yang berjaga di dalam kediaman sekte tersenyum mendengarkan suara era-ngan dari dalam kamar pengantin itu.
“Akhirnya putri kita telah melaksanakan tugasnya.” kata salah satu pengawal.
“Benar. Putri kita telah menjadi dewasa.” sahut pengawal satunya sambil tersenyum.
Mereka pun pergi dari dalam kediaman itu karena merasa tidak enak hati mendengarkan suara-suara indah dari dalam kamar pengantin tersebut.
Pagi harinya, cuaca di puncak gunung Beruang Putih sangat dingin. Para pengawal putri Dao Lin telah menyiapkan sarapan pagi untuk putri Dao Lin dan Shen Long setelah pertempuran yang memanas di malam harinya.
__ADS_1
Mereka tidak berani mengganggu putri Dao Lin dan Shen Long yang masih berada di dalam kamar itu. Ketika para pengawal itu hendak mengetuk pintu, mereka kembali mendengar suara pertempuran dari dalam kamar dan membuat wajah kedua pengawal itu menjadi merah.
“Ah, pertempuran belum berakhir.” bisik salah satu pengawal. Dan mereka pun pergi meninggalkan kamar tersebut.