
Shen Long berjalan menuju ruang bagian dalam meninggalkan Qiong Qi yang terluka parah tidak bisa bergerak. Mata Qiong Qi tampak meredup dengan meneteskan air mata karena merasa kesakitan akibat pukulan Shen Long.
Bagian dalam kuil Api, cahaya menerangi seluruh ruangan. Shen Long menatap pohon Akar Api yang tumbuh terbalik di atas langit-langit ruangan dalam itu. Akar dari pohon itu menjuntai ke lantai. Daun pohon Akar Api berwarna merah seperti api dan suhu di dalam ruangan itu terasa semakin panas saat mendekati pohon tersebut.
Sekeliling ruangan juga tampak gambar-gambar dan tulisan dan arsitektur dalam ruangan itu mirip seperti kuil jaman dulu.
Shen Long menatap pohon Akar Api dan matanya mencari buah di sekitar daun pohon tersebut. Wajah Shen Long merasa senang saat melihat satu buah Akar Api yang sebesar genggaman berwarna merah kekuningan namun bercahaya di sela dedaunannya yang berwarna merah api.
Hanya satu buah yang ada di pohon tersebut. Pohon Akar Api dikabarkan menghasilkan buah setiap 100 tahun sekali, dan buah itu akan matang dalam 30 tahun setelah tumbuh. Saat tua, buah tersebut akan terbakar hangus menjadi debu apabila tidak dipetik.
“Aku benar-benar sangat beruntung bisa menemukan buah ini,” batin Shen Long.
Shen Long memandang buah Akar Api ditangannya setelah dipetik. Dia lalu memakan buah itu tanpa menunggu lebih lama kemudian duduk bersila untuk memurnikan buah tersebut dalam tubuhnya.
Saat Shen Long duduk bermeditasi, Putri LingMei dan MongShui yang tadinya bersembunyi kini memberanikan diri turun setelah Qiong Qi dirubuhkan oleh Shen Long. Mata mereka berdua berkedut melihat Qiong Qi yang masih mengerang namun tidak bisa bergerak dengan sayapnya yang masih terbakar.
Putri LingMei dan MongShui melewatinya langsung menuju bagian dalam ruangan tempat Shen Long bermeditasi. Mereka melihat Shen Long yang duduk dan memancarkan cahaya dari perutnya.
“Apakah dia berhasil mendapatkan buahnya?” gumam Putri LingMei dalam hatinya.
MongShui yang melihat sekeliling merasa takjub dengan tempat itu, dia melihat pohon Akar Api itu dan mencari-cari buahnya namun tidak menemukan satu pun.
“Tetua, pohon Akar Api hanya berbuah satu biji dalam 150 tahun,” kata Putri LingMei.
__ADS_1
Mendengar hal itu MongShui menghela nafasnya, sesungguhnya diapun berharap untuk bisa mendapatkan satu buah Akar Api. Namun dia tidak mengetahui jika pohon Akar Api hanya berbuah satu biji saja. Mereka pun kemudian menatap Shen Long yang sedang bermeditasi.
Tiba-tiba dari tubuh Shen Long memancarkan tekanan yang sangat kuat sehingga Putri LingMei yang ingin mendekatinya merasa langkahnya semakin berat dan tubuhnya terduduk oleh tekanan itu. MongShui juga merasakan hal yang sama, dia pun bertekuk lutut di depan Shen Long akibat tekanan kekuatan yang dipancarkan oleh Shen Long.
Tekanan kekuatan itu semakin lama semakin meluas memenuhi ruangan bagian dalam kuil.
“Egghh...” Putri LingMei dan MongShui berusaha melawan tekanan itu dengan mengangkat tubuh mereka namun tidak berhasil. Seluruh ruangan itu terasa seperti ruangan dengan gravitasi yang sangat berat.
Mata MongShui melotot merasakan tekanan itu namun tubuhnya tidak berdaya hingga dia merasa lemas dan terkulai jatuh tertelungkup di lantai. Sementara Putri LingMei tidak melakukan perlawanan. Putri LingMei duduk bersila mengatur nafasnya agar tidak terpengaruh oleh tekanan kekuatan yang dipancarkan oleh Shen Long.
Shen Long tidak menyadari mereka berdua di ruangan itu. Dia menikmati aliran energi yang berlimpah di dalam tubuhnya. Dia mengatur energi itu untuk membersihkan tubuhnya, memperkuat otot dan titik-titik penyimpanan energinya.
Shen Long merasakan pembuluh darahnya menguat, nadi spiritnya membesar dan menampung energi yang semakin kuat. Aliran energi berputar-putar dalam sirkulai di tubuhnya dan terpancar keluar dari tubuhnya memenuhi ruang bagian dalam kuil.
Kuil itu merupakan tempat pelatihan khusus yang dirancang tidak membocorkan kekuatan itu keluar dari area kuil. Sehingga kekuatan Shen Long tidak terdeteksi hingga keluar ke area Gurun Api.
“Aaarrghhh...”
Shen Long meledakkan kekuatannya dengan berteriak keras saat menerobos Alam Semesta Besar. Tubuhnya terasa lebih nyaman dan kekuatannya berlimpah. “Aku baru memurnikan setengah dari buah ini.” gumam Shen Long sambil membuka matanya perlahan.
Saat membuka matanya, Shen Long terkejut melihat tubuh MongShui yang terlempar ke arah dinding karena ledakan kekuatannya. Sementara Putri LingMei lebih beruntung terlempar keluar dari ruang bagian dalam dan terhempas ke ruang luar.
Meskipun demikian, Putri LingMei tampak terluka dalam karenanya sedangkan MongShui dalam keadaan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
“Ah... apakah aku yang telah melukai kalian?” kata Shen Long.
Putri LingMei yang kini bisa berjalan mendekati Shen Long menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Tidak apa, aku senang kamu bisa meningkatkan kekuatanmu dalam waktu yang singkat,” sahut Putri LingMei dengan senyuman.
Shen Long mengeluarkan pil obat dari cincin penyimpanannya dan memberikannya pada Putri LingMei untuk memulihkan kondisinya. Dia pun memberikan pil obat pada MongShui dan mengalirkan tenaganya untuk membangunkan dan menyembuhkannya.
Setelah beberapa menit Putri LingMei dan MongShui sudah pulih kembali. Mereka menatap Shen Long dengan takjub karena berhasil meningkatkan kekuatannya.
“Tetua, kembali lah ke teman-temanmu agar mereka tidak merasa cemas. Aku akan disini sementara untuk memurnikan lagi buah ini dalam tubuhku.” kata Shen Long kemudian.
“Putri, kamu bebas untuk mengikuti tetua MongShui atau tinggal disini,” lanjut Shen Long pada Putri LingMei.
“Aku akan disini menemanimu,” sahut Putri LingMei dengan tegas.
“Baiklah. Aku akan menyembukan binatang itu terlebih dulu. Kamu tunggulah disini!”
Shen Long lalu pergi ke ruangan luar untuk menemui Qiong Qi yang masih berbaring lemah di lantai. MongShui sudah kembali ke atas untuk menemui para penghuni dunia bawah agar mereka tidak merasa cemas.
Shen Long mengeluarkan pil pemulihan dan memberikannya pada Qiong Qi. Lalu dia menyalurkan tenaganya untuk mempercepat proses pemurnian pil tersebut.
Setelah beberapa menit, Qiong Qi dapat kembali menggerakkan tubuhnya dan sayapnya pun telah pulih kembali. “Terima kasih tuan,” sahut Qiong Qi dengan suara batinnya pada Shen Long.
“Aku tidak bermusuhan denganmu. Aku hanya ingin mendapatkan buah Akar Api. Apakah kita bisa berteman?” tanya Shen Long kembali.
__ADS_1
“Aku sudah kalah. Aku akan menjadi pengikutmu. Namaku Qiongqi,” sahut Qiong Qi sambil membungkukkan tubuhnya pada Shen Long.
Tampak sayap Qiong Qi sudah tidak mengeluarkan api lagi. Shen Long tidak mengerti mengapa seperti itu. “Sayapku ini akan mengeluarkan api jika aku dalam keadaan marah dan saat mengeluarkan kekuatanku. Hehehe...” sahut Qionggi menjelaskan sambil terkekeh.